Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Sebelas


__ADS_3

Akupun dengan hati-hati merangkul lehernya dari belakang, tangan diapun di taro di kedua kaki ku, lalu dia berdiri.


'Wuaw! tinggi sekali ini orang?'


Diapun berjalan melanjutkan jalan-jalan tadi.


~°~°~°~°~


Bai Jinlong POV


Khem,, hai semua,, kalian pasti sudah tau siapa aku. Jadi aku tak perlu repot-repot memperkenalkan nama lagi.


Seperti yang sudah kalian tau, aku adalah jendral muda Kekaisaran Guang Long ini. Kenapa bisa begitu? Karena, pada saat aku 10 tahun, aku di mengikuti tes elemen dan sihir. Ketika di tes, aku memiliki elemen pelangi, ya, semua elemen aku miliki. Juga aku memiliki sihir bawaan yang tidak di ketahui oleh bola kristal itu, hingga saat tes, bola kristal itu meledak.


Aku percaya bahwa aku memiliki kelebihan dibatas wajar manusia, karena aku bukanlah manusia seutuhnya. Ya, aku adalah manusia keturunan Naga. Nenek moyang keluarga ku adalah naga. Dan setiap keturunan di keluarga ku, akan memiliki naga di setiap dirinya.


Kakekku adalah kaisar naga yang melegenda. Tidak ada yang tau bahwa, keluarga Bai lah sang keturunan naga. Setelah kakekku turun tahta, beliau mewariskannya padaku. Kenapa tidak pada ayahku yang adalah putra dari kakekku? Karena, ayahku tidak ingin kekuasaan itu, juga tidak memiliki tato naga pada tubuhnya.


Namun, karena aku lahir dan memiliki tato itu di bagian tubuhku. Maka, pewaris selanjutnya adalah aku. Namun, aku akan memegang kekuasaan itu ketika sihir dan elemen ku bangkit, yakni saat berusia 10 tahun.


Nah, kita kembali lagi dengan 'mengapa aku di jadikan jendral muda?' Jawabannya, karena saat aku berumur 10 tahun, aku ikut berperang dan akulah yang memenangkan peperangan itu. Kenapa aku ikut berperang? Karena, ayahku adalah seorang jendral perang Kekaisaran ini. Aku dilatih sejak dini untuk menjadi kuat dan agar bisa membantu ayahku dalam peperangan. Dan ya, aku berhasil memenangkan penghargaan dari kaisar. Dan dijadikan sebagai jendral muda.


Namun, walau statusku seorang jendral, aku masih belajar melatih sihir dan elemen ku di Akademi, namun tidak seperti anak lainnya yang belajar di Akademi. Aku hanya akan belajar saat waktu luang saja, karena pekerjaan ku yang tak bisa aku hindari.


Seperti hari ini, hari ini aku baru pulang dari tugasku di Akademi, karena minggu depan adalah hari ulang tahun Pangeran Mahkota, jadi aku harus siap sedia didekat nya. Karena, banyak sekali musuh yang mengincar nyawanya. Jadi, sebagai jendral dan sahabat Pangeran Mahkota, aku harus siap sedia di depan.


'Huh, jenuh sekali di sini'


"Yang mulia,,"


Aku menoleh dan menemukan Da Ming, ya dia adalah tangan kanan ku plus sahabat masa kecilku. Kami sama-sama berjuang dan di latih oleh tangan kanan ayahku yang tak lain adalah ayahnya.


"Hmm"


Ya, kata orang aku adalah orangnya dingin dan datar. Tapi mereka tidak tahu, kalo sebenernya aku bukan dingin dan datar. Hanya saja, aku males berekspresi berlebihan. Dari kecil, aku sudah nyaman begini. Entahlah,, aku sangat malas mengucapkan kata atau kalimat yang terlalu panjang.


"Mereka telah bergerak yang mulia,, dan menurut mata-mata, mereka bersembunyi di ibukota"


Ya, yang dimaksud Da Ming adalah salah satu musuh yang mengincar nyawa Pangeran Mahkota. Mereka dari sebuah kelompok Sekte Aliran Hitam, yang memang sedang mengincar Kekaisaran ini. Markas nya yang sulit di temukan, bahkan berpindah-pindah.


"Kerahkan pasukan khusus, dan kau ikut aku ke sana"

__ADS_1


"Baik yang mulia"


Sesampainya di Ibukota,,


Aku melihat ke sekeliling. Disini tidak ada yang mencurigakan. Aku menyusuri rumah-rumah penduduk dan sampailah aku di pasar. Namun, aku melihat ada sesuatu yang janggal.


Aku menyusuri lebih dalam lagi, masuk ke pasar dan benar saja. Aku melihat sekumpulan pengemis, padagang dan pejalan kaki yang mencurigakan. Akupun memberi kode para pasukan khusus yang sedang menyamar.


Mereka,, para pasukan khusus memancing target ke tempat sepi dari penduduk. Dengan menyamar sebagai salah satu dari mereka.


"Lapor yang mulia, target telah ditangkap"


"Bawa mereka ke penjara bawah tanah"


"Baik!"


Ya, penjara bawah tanah yang dimaksud adalah tempat yang biasa digunakan untuk mengintograsi 'mereka'


Setelah itu, aku bersiap untuk pergi, namun tiba-tiba,,


"Tolong!!"


Terdengar suara minta tolong. Akupun langsung mencari asal suara. Dan benar saja, ada seorang wanita tua yang sedang di rampok. Saat aku akan menolong nya, aku melihat sesuatu di balik semak-semak. Ku perhatikan dengan intens, dan keluarlah seorang anak kecil, yang kira-kira berumur 3 sampe 4 tahunan.


'Kita lihat saja, bagaimana caranya menyelamatkan wanita tua itu'


"Belhenti!!"


Ucapnya dengan cadel.


"Hey anak kecil!! Kami tidak punya urusan dengan anak kecil!! Sebaiknya kamu pergi ke ketiak ibumu!! dasar anak bau s*s*!!" Umpat salah satu perampok itu.


"Ah paman? paman bicala sama siapa?"


"Dengan kamu anak kecil, siapa lagi kalo bukan kamu?!"


"Aku? paman bicala sama aku? Aku kan tidak bicala sama paman, kenapa paman bicala sama aku?"


"Heh? bukannya tadi kamu bicara sama kita ya?"


"Enggak paman! aku tadi sedang mengejal kakak cantik belgaun melah itu, dia bellali ke alah paman dan bibi di sini, jadi aku kejal ke sini. Tapi malah di hentikan sama paman?!" Ucapnya pura-pura kesal dengan muka seserius mungkin

__ADS_1


"Apa?! mana ada orang yang lari ke sini, kamu berbohong ya!"


"enggak paman, tuh liat. Kakak cantik itu ada di balik pohon pisang itu. Dia mau aku tangkap katanya"


"Apa!!" Sontak para perampok itu menoleh ke belakang.


"Hey anak kecil, apa yang kau maksud itu?! di sana tidak ada orang!" ucapnya dengan nada yang sedikit gemetar.


"Paman gak pelcaya? kalo gak pelcaya, aku panggil aja kakak cantik nya. Supaya paman pelcaya gimana?"


"Jangan!!!" jerit para perampok itu.


"Oh iya bos, katanya di sini pernah ada perempuan yang meninggal gantung diri, dan arwahnya gentayangan!" kata salah satu perampok itu pada bos nya.


"Iya bos, dan katanya lagi. Kalo anak kecil itu bisa melihat hantu bos!!" sahut anak buah kedua.


"Huh?! kata siapa?! Kalian jangan percaya sama anak kecil ini!!" Dia menyangkal ucapan para bawahannya. Namun, tubuhnya sedikit bergetar karena takut.


Selagi mereka sedang berdebat, anak kecil itu memberi kode kepada wanita tua itu untuk pura-pura kesurupan.


"Aarrggghhhhh!!!" Jerit wanita tua itu sambil memegang leher nya, dan mendekati para perampok itu.


Melihat itu, para perampok itu sontak melemparkan uang yang di rampoknya pada i


wanita tua itu dan berlari.


"Lariii!!!!!"


"Pffttt,, Hahahahahahahhahahahhaah!!!!!"


Mereka berdua tertawa melihat tingkah sang perampok.


Setelah itu mereka berbincang-bincang sebentar lalu pergi. Aku tak menyangka, walau hanya rencana kecil dan konyol, dia bisa mengusir para perampok itu.


"Hhmm,, Menarik" ucapku dengan seringaian andalanku.


Akupun pergi dari situ, untuk melanjutkan tugasku mengintograsi 'mereka'


~°~°~°~°~


Hai Hai guys,, hari ini aku buatin sudut pandang nya Bai Jinlong,, semoga suka☺️☺️

__ADS_1


Dan makasih pada teman-teman yang selalu dukung dan support cerita ini,, dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉


__ADS_2