
Apa? Bagaimana bisa sang tokoh utama bisa terluka hanya karena hewan buas! ngga mungkin! pasti ada sesuatu saat dia di benua barat! pasti!! Aku harus mencari tau, dan aku harus berterima kasih juga. Tekadku sudah bulat.
~°~°~°~°~
Sudah seminggu sejak kejadian itu, aku belum bertemu dan berterima kasih pada Jendral Besar Bai Jinlong. Entah kenapa, tapi setiap aku mencarinya selalu saja ada halangan. Entah itu si Jendralnya yang gak ada, entah itu aku nya yang di larang kemana-mana, dan masih banyak lagi. Tapi sekarang aku mau mencoba lagi mencarinya, kalo tidak ada aku akan pergi ke kediamannya.
Pertama, aku pergi ke camp pelatihan para kesatria istana, mungkin dia ada di sana. Karena kan sekarang sudah satu Minggu, jadi seharusnya dia sudah sembuh.
Aku pun pergi ke camp pelatihan para kesatria, bersama Xi'er yang selalu di sampingku.
"Putri, kalo Jendral Besar nya tidak ada, bagaimana? Apakah putri akan mencarinya ke tempat kerjanya, atau menunggu hari esok?" tanya Xi'er.
"No!! Aku akan tetap mencarinya, walau ke lubang semut pun. Kalo di camp pelatihan kesatria tidak ada, maka kita cari ke ruang kerjanya. Jika tidak ada pula, maka kita akan pergi ke kediaman Bai!" tegasku pada Xi'er, namun saat ku lihat wajahnya, dia seperti kebingungan. Apa dia tidak mengerti kata-kataku barusan?
"Ah? No? No itu apa putri?" dengan wajah kebingungan, Xi'er menanyakan itu padaku. Sungguh, wajahnya lucu sekali, hehehe..
"Oh itu,, itu bukan apa-apa" jawabku singkat. Karena percuma kalo aku jelasin panjang lebar, dia tetap gak akan ngerti.
"Oohh,, Hem,," Xi'er hanya manggut-manggut saja. Padahal aku gak tau dia mengerti atau tidak.
Tak lama, kami pun sampai. Aku memperhatikan seluruh kesatria yang berada di camp pelatihan. Namun, aku tidak menemukan batang hidungnya di Jendral itu. Huh! bikin kesal aja. Kenapa setiap aku cari kemana-mana, dia selalu tidak ada?!
"Salam yang mulia Putri" sapa salah satu kesatria yang melihat aku dan Xi'er berada di camp ini.
"Iya, berdirilah,," aku pun membalas sapaannya.
"Eumm,, paman kesatria,, apakah paman tau dimana Jendral Besar Bai Jinlong berada?" aku menanyakan pada kesatria yang tadi menyapaku.
__ADS_1
"Ooh jadi Putri sedang mencari Jendral Besar. Heum,, sudah seminggu Jendral Besar tidak datang ke camp pelatihan ini putri, dan yang hamba dengar bahwa Jendral Besar sedang terluka. Bahkan sudah seminggu pula, Jendral Besar tidak datang ke istana" jelasnya.
Aku yang mendengarnya merasa,, Sedikit takut, dan khawatir. Entahlah,, Sepertinya aku harus ke kediaman Bai langsung deh.
"Oh kalo gitu,, makasih ya paman kesatria" ucapku padanya.
"Sama-sama Putri" balas kesatria itu dengan raut yang bahagia. Aku tidak tau kenapa dia bisa begitu.
'Memang benar ya, kata rumor yang beredar. Selain cantik dan imut, Putri Xiyue sangat sopan dan santun' batinnya bahagia tanpa di ketahui semua orang.
Kami pun pergi ke kediaman Bai, namun Xi'er malah menghentikan ku.
"Putri, sebaiknya kita meminta izin dulu pada yang mulia kaisar. Kalo tidak, nanti akan menjadi masalah" Xi'er memberiku nasehat. Akupun hanya mengangguk setuju saja.
Kami pun langsung pergi ke ruang kerja Kaisar. Setelah di depan pintu ruang kerja ayahku, aku melihat dua penjaga pintu. Sebelum aku berbicara, mereka malah langsung membuka pintu, dan mempersilahkan kami atau lebih tepatnya hanya aku yang masuk. Aku hanya tersenyum menanggapi mereka. Lalu segera masuk.
"Salam hormat pada yang mulia Kaisar, Permaisuri dan para Pangeran" salamku sambil menundukkan kepala, dan sedikit merendahkan badan. (Pokonya hormat ala bangsawan ya)
"Kemarilah putriku,," sahut bundaku. Akupun menghampirinya.
"Kenapa kamu tidak istirahat Hem? Kamu baru siuman, seharusnya kau istirahat saja di kediamanmu" Kakak keduaku yang mengatakannya, sembari berpindah tempat di dekatku. Bahkan kakak pertama pun.
"Iya, kamu ini masih harus istirahat" sahut kakak pertama.
"Xiyue sudah sembuh kakak, bunda. Xiyue sudah tidak papa kok. Oh iya, ayah Xiyue mau minta izin keluar" kataku.
"Emang kamu mau kemana Hem? kalo mau beli sesuatu, biar mereka saja yang kesini" tanya ayahku yang sedari tadi hanya menyimak saja.
__ADS_1
"Engga, Xiyue bukan mau beli apa-apa ayah. Xiyue hanya mau berkunjung ke kediaman Jendral Besar Bai. Xiyue mau berterima kasih, juga mau menjenguk. Katanya Jendral Besar Bai Jinlong, sedang sakit" ucapku menjelaskan tujuanku saat mau keluar.
"Kalo begitu, kau ajaklah pelayanmu dan beberapa prajurit istana. Agar tidak terjadi sesuatu saat di jalan." ucap ayahku mengijinkan. Huffh,, syukurlah,,
"Baiklah ayah,, Ayahku yang terbaik☺️☺️" aku yang bahagia karena telah diizinkan keluar, langsung memeluk Ayahku. Ayah pun membalas pelukanku dengan kasih sayang.
Beberapa menit kemudian, aku, Xi'er dan para prajurit berangkat ke kediaman Jendral Besar Bai, dengan aku dan Xi'er menggunakan kereta kuda, sedang para prajurit yang ikut, mereka menggunakan kuda, di belakang dua, di depan dua, dan kusir nya satu.
Xiyue POV End
Di sebuah ruangan yang sangat megah namun terasa mencekam. Terdapat seorang pria yang menggunakan jubah hitam, juga terdapat dua pria yang sedang menunduk pada pria yang menggunakan jubah hitam itu.
"Maaf My Lord,, Kami gagal dalam menjalankan tugas.. Namun, Dia sudah terluka parah,, Walau Dia berhasil lari dari kematian,," dengan takut, salah satu pria yang sedang menunduk itu melaporkan tugasnya.
Sedang sang pria berjubah hitam itu, hanya menatap minuman yang dia pegang dengan datar. Tanpa mempedulikan apa yang di ucapkan oleh bawahannya. Namun, tak selang satu menit, kedua bawahannya itu sudah hancur lebur.
"Bai Jinlong" suara berat nan serak keluar dari mulut pria berjubah hitam itu. Tak lama kemudian, terlihat seringaian kecil dari bibirnya yang sedikit berisi namun seksi itu.
"Kau tunggu saja"
~°~°~°~°~
Hallo guys,, hari ini segini dulu ya,,
Kalo banyak kesalahan kata dan kalimat mohon kritik dan sarannya ya😄😄
Terima kasih,,
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉