Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Empat Belas


__ADS_3

Akupun keluar dari tempat sampah itu dengan perasaan lega. Aku melihat ke bajuku yang di penuhi oleh kotoran sampah dan bau busuk.


'Huh! karena dia aku jadi kek gini'


Saat aku akan pergi tiba-tiba,,,


~°~°~°~°~


"Khem!!"


'Eh? suara itu, kenapa familiar ya?'


Akupun menoleh ke belakang, dan berdirilah dua sosok pria dewasa yang sangat tampan. Ya, mereka berdua adalah Pangeran Mahkota Guang Jin Guojia dan Jendral Besar Bai Jinlong. Eh, aku belum ngasih tau ya, kalo sekarang Bai Jinlong sudah naik pangkat, menjadi Jendral Besar yang tak terkalahkan.


Dia naik pangkat pada dua tahun lalu, ketika dia menyelesaikan perang dengan kerajaan barat Welthair. Kerajaan yang dimana rajanya yang tidak bertanggung jawab, dengan mengambil anak gadis untuk di jadikan budak s*ks, setelah itu dibunuh. Bahkan anak gadis yang masih di bawah umur.


Para rakyat kerajaan Welthair sangat menderita, dan sengsara. Sebenarnya, Kekaisaran Guang Long berperang dengan kerajaan barat Welthair itu dikarenakan. Ya, pihak kerajaan barat Welthair nya sendiri yang mengibarkan bendera perang. Maka, dengan senang hati Guang Long menerima itu. Walau kekuatan kemiliteran kerajaan barat Welthair sangat kuat, itu tak mampu mematahkan semangat kami Guang Long.


Dan, Peperangan yang seharusnya berakhir selama 1 tahun, di persingkat menjadi 1 bulan 4 hari oleh pasukan yang di komandoi oleh Jendral muda Bai Jinlong. Dan dia pun meraih kemenangan. Karena kontribusinya itu, Bai Jinlong di naikan pangkat menjadi Jendral Besar Kekaisaran. Setelah kerajaan itu di kalahkan, rakyat kerajaan barat Welthair menjadi damai dan sejahtera. Kaisar Zhengyi memberikan banyak bantuan pada rakyat Welthair. Dan lagi-lagi menyuruh Jendral Besar Bai Jinlong untuk mengurus semuanya. Jadi, nama Jendral Besar Bai Jinlong terkenal di kalangan masyarakat Welthair.


'Lah kok malah cerita tentang si pemeran utama ini? Kan kalo dia berhasil meraih kemenangan juga karena dia pemeran utamanya. Jadi, menurutku, dia bisa jadi Jendral Besar karena dia adalah pemeran utama pria novel ini'


Aku berfikir sendiri dan bingung sendiri. Entahlah,, aku pusing.


Saat ini, aku sedang diinterogasi oleh kakak pertamaku. Oh ya, setelah aku ketahuan ngumpet di tempat sampah, kakakku membawaku ke kedai pakaian dan membeli satu set pakaian baru, karena yang ini sudah kotor dan bau. Lalu kami pergi ke restoran yang memiliki tempat penginapan nya.

__ADS_1


Kakakku memesan satu kamar, lalu aku mandi dan ganti baju. Setelah itu aku di suruh duduk di depan kakakku di sebuah bilik private yang khusus untuk pangeran dan putri. Lalu, terjadilah interogasi yang dilakukan kakakku.


"Kamu ini udah besar masih saja nakal. Kamu ngapain coba ngumpet-ngumpet di tempat sampah, gak elit banget nyari tempat ngumpet. Dan bla bla bla-$)#?:$?!: *'?)\=€^™°¥√×{π¢✓{}}®\=¥€✓[©\=}¢¢}]✓™®%%?™\=\=^}¢\=°€{{^€}}{€[{°€{€¶¶¢^¥÷¢×€^°€{€€™¢}¶¢÷√•\=^€. Heh? Kamu dengar gak, apa yang kakak katakan?"


Hah? Aku hanya melongo saja. Terlalu banyak kalimat yang dia keluarkan, hingga aku bingung harus menanggapi yang mana dulu.


"Eumm,, kakak aku bingung harus jawab yang mana?"


"Huh, kau ini tetap saja ya. Yasudah, kenapa kamu ngumpet di tempat sampah?"


"Ah,, itu,, itu,,"


'Duh,, aku harus jawab apa ya?'


"Apa itu-itu?"


"Bukankah disana tidak ada anj*ng ya?" celetuk kakakku, sepertinya dia masih curiga.


"Ya itukan saat kakak sudah lewat, kalo saat kakak belum lewat, anj*ng itu ada kok"


"Ya sudahlah, makanya kamu harus lebih hati-hati lagi. Dan juga, kamu ke ibukota kenapa sendiri? dimana pelayan mu? apa mereka ingin dipecat?"


"Tidak kakak, itu aku sendiri yang menginginkannya, jadi jangan pecat mereka."


"Ya sudahlah, sebaiknya kamu pulang. Kamu harus istirahat, karena nanti malam kamu harus menghadiri perayaan ulang tahunmu"

__ADS_1


"Baik kakak"


Malam haripun tiba,,


Malam ini adalah malam perayaan ulang tahunku. Kalo kalian bertanya aku bahagia atau tidak. Jawabannya adalah 50% bahagia dan 50% tidak.


Kenapa hanya 50%? karena, di malam ini akan ada sebuah adegan berdarah seperti yang diceritakan dalam novel.


Di ulang tahunku ini, akan ada beberapa pemberontak yang beraksi melawan Kaisar, dengan menyandera bundaku. Dan,, inilah awal bundaku mempunyai penyakit serius dan dalam beberapa bulan beliau,, meninggal.


Maka dari itu, untuk mencegah itu semua, aku meminta pada keluargaku untuk tidak merayakan ulang tahunku yang ke 10 ini. Namun, mereka menolak permintaanku, karena di perayaan ini, aku akan mengetes sihir dan elemenku.


Dengan terpaksa aku menerimanya. Namun aku dengan kilat membuat rencana agar penyanderaan itu tak terjadi.


Perayaan pun dimulai. Banyak yang memberi selamat padaku. Namun, aku tidak fokus dengan perayaannya. Aku sedang mengamati para tamu undangan. Takut ada yang mencurigakan.


Namun, sampai pada sesi pembagian hadiah, tidak ada yang mencurigakan sedikitpun. Hingga sesi menguji sihir dan elemen.


Aku berdiri diatas podium yang terdapat sebuah bola kristal penguji. Aku meneliti bola kristal itu.


'Sepertinya, ada sesuatu yang janggal?'


Aku semakin mendekat kearah bola kristal itu, hingga...


~°~°~°~°~

__ADS_1


Hallo guys, hari ini segini dulu ya😄😄


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉


__ADS_2