Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Lima Belas


__ADS_3

'Sepertinya, ada sesuatu yang janggal?'


Aku semakin mendekat kearah bola kristal itu, hingga...


~°~°~°~°~


Author POV


BOM!!!


Terdengar suara ledakan di ruangan perayaan itu. Semua orang terkaget-kaget mendengarnya. Ada yang mengkhawatirkan keluarganya, ada yang menyelamatkan diri atau berlari keluar. Namun berbeda dengan keluarga Kekaisaran yang langsung di lindungi oleh para prajurit pasukan khusus, yang di komandoi oleh Jendral Besar Bai Jinlong. Sedangkan Xiyue sendiri, sebelum ledakan itu terjadi, sudah dibawa terbang menghindari ledakan itu oleh Bai Jinlong.


Setelah ledakan itu berhenti, datanglah segerombolan orang dengan baju hitam serta penutup wajah berwarna hitam pula. Mereka membawa pedang dan senjata tajam lainnya. Mereka berjumlah sekitar 50 orang di dalam ruangan. Dan 100 orang di luar ruangan sedang berkelahi dengan para prajurit. Dan 50 orang lagi sedang bersembunyi. Jadi mereka ada sekitar 200 orang.


Xiyue yang shock kala ledakan itu, dia langsung menghampiri bundanya. Dia dengan pengetahuannya dalam berpedang dan beladiri, yang selama 5 tahun ini dia pelajari. Dia bertekad melindungi bundanya dari para pemberontak. Juga, agar menghindari sebuah plot dalam novel, dimana bunda tercintanya di sandera.


Dia berdiri di samping bundanya, sambil menatap perkelahian di depan dengan waspada. Dia menggenggam pedang hadiah dari Ayahnya saat ulang tahunnya tadi. Pedang yang indah dan tajam berwarna biru laut.



Peperangan semakin sengit, dengan banyaknya prajurit Kekaisaran yang terluka, bahkan ada yang pingsan dengan luka parah. Namun, pasukan para pemberontak malah masih semangat, bahkan belum ada yang tumbang, satupun.


Jendral Besai Bai Jinlong pun menggunakan taktik bersama para pasukannya, hingga dua setengah jam pun, mereka tumbang semua. Hanya menyisakan satu dari mereka, yaitu pemimpin pasukan pemberontak itu. Untuk di interogasi.


Namun beda hal dengan Xiyue. Walau para pasukan pemberontak itu sudah di tangani, dia tau dari novel yang dia baca, bahwa ada 50 orang lagi yang sedang bersembunyi. Dan akan memulai aksinya ketika orang-orang yang berada di pihak Kaisar lengah.


Maka dari itu, Xiyue akan tetap waspada menjaga bundanya. Hingga tiba-tiba...


Xiyue POV


Aku tau, pasti para pemberontak itu masih tersisa, dan mereka akan menyandera bundaku. Saat bunda di sandera, mereka memberikan racun pada makanan yang mereka kasih ke bunda. Karena dipaksa memakan makanan itu, maka bundaku tak ada pilihan. Karena mereka mengancam akan nembunuh anak perempuannya yang tak lain adalah aku.


Saat ini aku sudah mengganti gaunku menjadi pakaian kesatria wanita. Aku berkeliling mencari sesuatu yang mencurigakan. Saat aku samapai di kediaman bundaku. Benar saja. Ada hal yang mencurigakan. Aku melihat sekitar 7-8 orang sedang mengendap-endap di belakang kediaman bunda.


Sepertinya mereka sedang memanfaatkan keadaan bunda yang sedang istirahat sendiri, karena ayahku sedang berdiskusi dengan para jendral.


Akupun langsung mengikuti mereka dengan mengendap-endap pula. Setelah berada di belakang salah satu dari 7-8 orang itu, akupun langsung memukul tengkuknya. Diapun langsung terkapar. Akupun melakukan itu pada teman lainnya. Namun, ada satu orang yang menyadari bahwa teman-temannya ada yang aneh, langsung menoleh kebelakang.


Tatapan kamipun bertemu. Aku dengan secepat kilat menyerangnya menggunakan pedangku, tak mau kalah, diapun meladeni ku. Kami berduel cukup sengit. Tak lama kemudian, dia meniup peluit dan muncullah beberapa orang berbaju hitam itu.


'Ohohohooo,, jadi mereka mau mengeroyokku ya' Aku menyeringai seram sembari melihat mereka semua.


'Let's to play the game!!'


***Sringg!!


Prank!!


Trang!!


Trang!!


Brukh!!


Arghh!!


Brugh!!


Prang!!


Tringg!!


Dugh!!


***Arghh******!!


'Huh,, huh,, capek juga ya. Tapi lumayan juga, aku sudah menghabisi sekitar 25 orang. Di tambah lagi dengan 7 orang yang saya pukul, jadi aku sudah menghabiskan 32 orang!!'


Walau sudah lelah, tapi aku jadi semangat mengingat aku sudah mengalahkan sekitar 32 orang. Jadi sisanya tinggal 18 orang lagi.


"Sialan!" umpat salah satu para pemberontak itu.


Aku hanya tersenyum menyeringai menanggapi umpatannya itu.


"Sebaiknya kalian pergilah dari sini kalo tidak ingin mati!!"


"Kurang ajar!! Hanya seorang pengecutlah yang kabur dari masalah!!"

__ADS_1


"Wuaww,, sloganmu itu bagus juga"


"Kurang ajar!! Ayo seraanggg!!!!"


"Hiyaa!!"


Sringg!!


Trangg!!


Trangg!!


Sreett!!


Dughh!!


Dughh!!


Brakk!!


Arrgghhhh!!


Sringg!!


Sringg!!


Jleb!!


Arghh!!


Sringg!!


Jleb!!


Jleb!!


Arghh!!


Satu jam kemudian,,


Aku sudah mengalahkan mereka semua. Bahkan tak tersisa satupun.


"Huhh,, huhh, huhh,,"


Dengan nafas tersengal-sengal, aku melihat tumpukan mayat para pemberontak yang sudah aku bunuh. Jujur saja, di kehidupanku dulu, bahkan membunuh seekor kodok pun aku tak tega. Namun disini. Aku membunuh manusia. Ya! Membunuh manusia!!


Aku kaget dan shock, aku baru sadar. Bahwa aku sudah membunuh manusia!!


Tanganku yang memegang pedang, tiba-tiba lemas dan pedangku pun terjatuh. Badanku gemetaran hebat. Tiba-tiba tubuhku lemas dan pandanganku kabur. Akupun terjatuh dan kegelapan merenggutku.


Xiyue POV End


Disaat yang bersamaan,,


Disebuah ruangan besar dan megah, terdapat beberapa buku dan kursi serta meja. Bisa dibilang itu adalah ruang kerja. Terdapat beberapa orang sedang mendiskusikan sesuatu.


"Bagaimana ini bisa terjadi, dan kenapa para penyusup itu bisa masuk dan merusak perayaan ulang tahun Putri Pertama!" ucap seseorang dengan baju kebesarannya, dengan datar dan dingin. Ya, dia adalah Kaisar negeri ini. Kaisar Guang Zhengyi.


"Maaf yang mulia, sepertinya mereka memiliki orang dalam, dan mereka menggunakan sihir hitam untuk memperkuat mereka dan mengelabui pasukan kita." Kata salah seorang Jendral yang ikut berdiskusi disana.


"Iya yang mulia. Jika tidak, mana mungkin bola kristal yang seharusnya untuk mengetes sihir dan elemen Putri Pertama meledak. Pasti ada orang dalam yang menyabotase itu semua" ucap Jendral Agung Bai, ayah Bai Jinlong.


"Iya yang mulia" serempak para Jendral mengiyakan ucapan Jendral Agung itu. Karena, sesuatu yang di prediksi Jendral Agung pasti akan benar adanya.


"Hemm, dugaanmu memang benar Jendral,, tapi siapa dalang dibalik ini semua, dan siapa penghianat itu?"


"Yang mulia tenang saja, saya akan menyelidiki kasus ini" Kata seorang Jendral yang sangat setia plus tangan kanan Kaisar.


"Iya, kau harus menyelidikinya"


Disisi lain,,


Brughh!!


Brughh!!


Arghhh!!

__ADS_1


"Cepat katakan, siapa yang menyuruh kalian dan siapa pemimpin kalian!!" Ucap Da Ming tangan kanan Bai Jinlong, menginterogasi penyusup yang masih hidup yang tertangkap. Sedang Bai Jinlong, dia hanya mengamati saja.


"Tidak akan!!" teriakan penyusup itu.


"Kau!! Cepat katakan!! Kalo tidak,,, (Menyeringai lebar) Besi panas ini akan menempel di kulitmu" katanya sambil mengambil besi yang sedang di bakar itu.


"Walau kalian membunuhku! Aku tidak akan berbicara pada kalian para pejabat dan orang istana yang hanya tau untung saja tanpa memikirkan rakyat!! Kalian bahagia diatas penderitaan rakyat!!!" jeritnya pada Da Ming yang sedang memainkan besi yang sedang di panaskan.


"Kau!! Siapa yang mau untung di atas penderitaan rakyat?!! Kau!! (Sambil menunjuk-nunjuk) Kau yang membuat para rakyat menderita, dengan menculik anak-anak dan menjualnya ke tukang budak!! Kalianlah yang jahat dengan memperk*sa para anak gadis, bahkan yang masih dibawah umur!!! Kalian yang menderitakan para rakyat!! Kalian!!"


Teriak balik Da Ming pada penyusup itu.


"Cih!! Itu bukan kami!! Tapu Kau!! dan para pejabat sialan itu!!" ucapnya tak terima sambil meludahi wajah Da Ming.


"Sialan!! Rasakan ini!!"


Bugghhh!!


Bugghhh!!


Bletakkk!!


Argghhh!!


Da Ming memukul penyusup itu menggunakan besi yang dipanaskan tadi.


"Cukup!!"


Kata itu, sontak menghentikan pukulan Da Ming pada penyusup itu.


"Masukan dia kedalam penjara bawah tanah, jangan biarkan dia mati dengan cepat. Jaga dia dengan ketat, jangan biarkan dia kabur" ucapan panjang keluar dari mulut Bai Jinlong.


"Baik yang mulia"


*Oh ya, aku mau kasih tau nih. Mengapa Da Ming memanggil Bai Jinlong Yang Mulia? Karena, Da Ming adalah tangan kanan sekaligus sahabat yang tau kalo Bai Jinlong adalah Sang Kaisar Naga. Juga, Da Ming adalah tangan kanan Sang Kaisar Naga itu sendiri. Jadi, dia memanggil Bai Jinlong dengan sebutan yang mulia, walau di depan banyak orangpun.*


Mereka berdua pun pergi dari tempat interogasi itu, dan pergi ke ruang kerja Kaisar untuk melapor. Namun,,


****Sringg*!!


Sringg!!


Jleb!!


Arghh!!


Sringg!!


Jleb!!


Jleb!!


*Arghh****!!


Mereka berdua mendengar suara beberapa orang sedang berkelahi. Mereka berdua pun menghampiri asal suara itu dengan waspada. Namun saat mereka sampai. Mereka melihat banyak sekali tumpukan mayat para penyusup dan melihat seorang wanita dengan baju kesatria berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat itu. Bajunya dipenuhi dengan darah. Entah darahnya atau darah para penyusup itu.


Bai Jinlong terpaku pada wanita itu. Wanita yang pertama kali dia lihat di Kekaisaran ini yang bisa mengalahkan para penyusup sekitar puluhan orang. Wanita yang pertama kali dia temui, wanita yang kuat dan hebat, yang bisa melindungi diri sendiri, yang membuat dia seorang Bai Jinlong yang anti wanita. Menjadi terpaku hanya padanya.


"Putri,,?" Ucapan Da Ming menyadarkannya dari keterpakuannya.


'Putri?' batinnya bertanya.


Saat dia melihat ke depan lagi, wanita itu,, dia terjatuh. Sepertinya pingsan?


Mereka berdua pun menghampirinya. Setelah melihat wanita itu yang benar ternyata Putri Pertama, Bai Jinlong langsung menggendongnya dan membawanya ke kediaman sang putri.


"Da Ming, kau cepat panggil tabib dan beritahu Yang Mulia kalo putri pingsan. Saya akan membawa putri ke kediamannya." perintah Bai Jinlong, dengan nada yang terselip rasa khawatir.


"Baik yang mulia"


Merekapun pergi, saat di ujung jalan, mereka berpisah.


'Bertahanlah..'


~°~°~°~°~


Hallo guys,, Makasih ya yang masih setia sama cerita ini. Salam sayang dari Xiyue😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉


__ADS_2