Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Tujuh Belas


__ADS_3

Diapun menyusuri padang bunga ini, dan sampailah dia di sebuah hutan yang pernah dia temui. Disana dia berkeliling melihat-lihat bunga-bunga yang sangat indah dan harum.


"Selamat datang kembali,, putriku.."


~°~°~°~°~


Xiyue POV


Perempuan cantik itu,, dia perempuan yang waktu itu menghilang sendiri setelah mengatakan takdir-takdir apa ya? aku lupa. (inget bagian dua).


Sekarang, dia sedang berjalan kearah ku. Dan entah kenapa aku tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan bicarapun susah. Yang bisa bergerak hanya kepala dan mataku saja. Yang lainnya bagaikan di paku.


Aku melihat kearah perempuan itu lagi. Dan sekarang dia sudah ada di depanku, dengan tersenyum yang sangat manis. Tapi menurutku, itu menakutkan sekali. Mengingat waktu pertemuan pertama ku dengannya, dia menghilang begitu saja seperti hantu.


'Sebenarnya, siapa dia? kenapa setiap aku berada di tempat ini, selalu bertemu dia?' batinku bertanya-tanya.


"Hhemmm🙂🙂🙂,, kamu tidak perlu tau siapa aku, putriku. Kamu pasti bingung, ini dimana dan bagaimana bisa kamu bisa masuk ke dimensi lain"


'Lah? bagaimana dia tau?'


"Aku tau karena aku yang membawamu ke dimensi lain itu"


'Hah? dia,, kenapa dia tau apa yang aku mau tanyakan? Dan apa tadi? dia yang membawaku ke dimensi lain, yang tak lain adalah novel yang ku baca itu?'


"Hehehe🤭🤭🤭,, kamu ini lucu sekali ya?. Iya aku bisa baca pikiran mu, makanya aku bisa tau pertanyaanmu. Dan tentang aku yang membawamu kesana, memang aku. Karena, takdirmu adalah di dimensi lain itu. Rumahmu, Keluargamu dan dunia aslimu memang di dimensi lain, yang kau sebut dunia novel itu."


'Maksudnya?'

__ADS_1


"Kau akan mengerti jika saat itu tiba"


Setelah perempuan itu mengatakan kata itu, tiba-tiba kepalaku pusing dan pandanganku menggelap.


'Apakah aku akan mati lagi?'


Akupun jatuh tak sadarkan diri. Namun tak sepenuhnya. Karena, di kegelapan yang mengelilingi ku, dengan samar, aku merasa ada suara seseorang memanggil namaku berulangkali. Aku mencoba membuka mata, namun rasanya berat sekali. Aku paksa mataku untuk terbuka, namun usahaku tetap sia-sia.


Aku hanya bisa pasrah. Aku tak bisa bicara, bergerak, bahkan membuka mata. Namun, suara itu semakin lama semakin jelas terdengar.


"Sayang,, cepatlah buka matamu,, apakah kamu tidak rindu sama bunda?"


Aku kenal dengan suara ini, suara ini adalah suara bundaku. Ya Tuhan,, kenapa aku tak bisa membuka mata? Aku ngga mau keluargaku khawatir hanya karena ku😔😔.


"Xiyue'er,, apakah kamu marah sama kakak? kenapa kamu tidur terus,,, Ini sudah 1 Minggu. Apa kau tak cape?" Ucapan sendu kakakku yang kedua, kak Taiyang.


"Hey adek nakal, kenapa kau tak mau membuka mata? Apakah kau mau aku membuka paksa matamu heh?" ucapan itu datang dari kakak pertamaku.


'Oh kakaku,, jika aku bisa membuka mata dan bergerak. Aku akan melakukan itu sendiri, tanpa harus kau paksa. Jika kau ingin membuka paksa mataku, silahkan saja. Kalo bisa😏😏"


"Iya, apakah kamu gak kangen sama masakan kakakmu yang tampan ini Hem? Sekarang kakak sudah bereksperimen makanan yang enak dan sehat. Sebanyak apapun kau makan makanan itu, kau tidak akan gendut atau sakit perut. Jika kau mau, cepatlah bangun dek,,😔😔" Nah, ini ucapan kak Fanrong, yang selalu mikirin masakan setiap di situasi apapun. Tapi, aku suka masakan eksperimen nya kok, soalnya enak-enak dan menyehatkan.


'Aku mau kakak!! Jangan di habiskan. Aku juga kangen sih sama masakan kakak, tapi aku gak bisa bangun sih gimana?'


"Hey adek manja. Apa kau tak kangen sama kakakmu ini Hem? Kalo kamu nggak bangun, kakak akan bebas. Gak akan ada yang mengganggu kakak lagi. Kalo kamu gak bangun, gak akan ada yang minta uang lagi sama kakak. Uang kakak akan aman. Apakah kamu tau, sekarang kakak sudah buatkan benda aneh yang kamu inginkan itu. Bahkan, kakak buatkan dua sekaligus" Nah, ini dia, kak Tian si muka tembok. Tapi aku sayang kok.


'Aahhh kakakku yang tsundere itu. Huh, kata-kata dia itu terdengar seperti tidak menginginkan kehadiranku saja. Tapi sebenarnya, dia sangat menyayangi ku. Dan apa katanya tadi? Dia sudah membuatkan benda yang aku inginkan. Kalian tau benda apakah itu? RAHASIA🤭🤭🤭'

__ADS_1


Mereka terus berbicara dan mengajak aku bicara, padahal aku tidak bisa apa-apa. Namun, aku merasa ada yang kurang🤔🤔🤔,, Oh iya! aku belum mendengar suara ayahku. Kira-kira beliau dimana ya? Apakah beliau sudah tidak peduli padaku?


"Putriku,,"


'Ah itu suara ayah!!'


Sepertinya beliau baru datang.


"Putriku,,"


"Salam yang mulia" ucap semua orang yang ada di kediamanku.


"Suamiku,, apakah kau sudah mendapatkan penawarnya?" tanya bundaku.


'Apa? penawar? memangnya aku keracunan? terus kapan aku keracunan??'


"Belum istriku,, tapi aku sudah memerintahkan Jenderal Besar Bai Jinlong, untuk mencari penawarnya di benua barat. Sepertinya sekitar 2 hari lagi dia datang dengan membawa penawar itu"


"Syukurlah,, putriku akan bangun dua hari lagi"


Semua orang yang berada di ruangan itu lega dengan hal yang dikatakan ayahku. Tapi, bahkan aku tidak tau kalo aku diracuni. Sebenarnya kapan aku di racuni??


~°~°~°~°~


Hallo guys,, gimana kabarnya nih? Semoga pada sehat semua ya,,


Oh ya, makasih ya pada teman-teman yang masih setia di MDN, Semoga teman-teman nggak pernah bosan untuk dukung MDN,,

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉


__ADS_2