
Kami pun segera pergi mencari tempat bermalam, karena kelelahan setelah pertempuran tadi.
Pagi pun tiba, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Kekaisaran Guang Long.
Flashback Off
~°~°~°~°~
'Siapapun Kamu, aku tunggu tanggal mainnya' batinku menyeringai.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu membangunkan lamunanku dari ingatan itu. Aku pun menjawab "Masuk!"
Tak lama masuklah Da Ming, dia dengan tergesa-gesa menghampiri ku. Aku hanya melihatnya acuh tak acuh.
"Yang mulia gawat!! yang mulia...!!" Ucapnya sambil berlari kearahku.
"Gawat yang mulia!! Sebaiknya anda harus berbaring sekarang!! Atau pakailah perbannya!! Dimana..!! Dimana perbannya?! Yang mu__" teriakan Da Ming langsung berhenti kala aku mengeluarkan aura membunuhku, walau hanya sedikit dan sebentar, dia tampak kaku dan langsung menghentikan ocehannya.
"Hem?" Tanyaku acuh.
"I-itu yang mulia.. Aku dengar.. Putri Xiyue akan berkunjung ke sini, dan juga akan berterima kasih serta menjenguk anda. Jika putri tau yang mulia tidak kenapa-kenapa, nanti rumor tentang yang mulia sakit parah itu akan terhapus. Juga Orang Itu pasti akan mencari gara² lagi!!" jelasnya.
"Hemm" acuhku.
'Hemm? hanya hemm kah responnya itu? dasar tembok! Emang benar ya kata orang-orang, sekali tembok ya, tetap aja tembok!' Da Ming membatin.
Bai Jinlong POV End
Di halaman kediaman Keluarga Bai, terdapat sebuah perkumpulan para manusia yang sedang menunggu seseorang datang. Ya, mereka adalah para pelayan dan pengurus rumah keluarga Bai. Sedang menunggu kedatangan Putri Xiyue untuk pertama kalinya ke kediaman Bai ini.
Bukan hanya para pelayan dan pengurus rumah, bahkan sang nyonya rumah, nyonya Mei Gui, dengan pribadi akan menyambutnya. Beliau sangat menyukai sifat dan sikap putri Xiyue, yang sopan dan santun itu. Menurutnya, putri Xiyue bukan hanya cantik, dia juga putri yang baik hati. Bahkan beliau sudah akrab dengan sang putri itu sendiri.
Beberapa saat kemudian, tibalah rombongan sang putri. Semua orang yang ada di sana memberikan penghormatan nya, namun sang putri dengan lembut berkata,,
"Tidak perlu formal Bibi dan Paman sekalian, Xiyue kesini bukan mau di hormati, tapi mau menjenguk dan berterima kasih🙂🙂"
__ADS_1
"Salam Bibi" salamnya pada nyonya Mei Gui.
"Aiyoo tak usah sungkan nak, kamu mau jenguk Jin'er ya" sambut nyonya Mei Gui pada Putri Xiyue.
"Iya Bibi, apakah Xiyue mengganggu?" tanyanya dengan raut khawatir.
"Ah tidak kok, ayo dia berada di kediamannya"
Mereka pun pergi ke kediaman sang Jendral itu.
Sesampainya di depan kediaman sang Jendral, Mereka di sambut oleh Da Ming, dan membawanya ke ruang tamu.
"Selamat datang Tuan Putri, maaf merepotkan tuan putri, sekarang Jendral Besar sedang istirahat, dan tidak bisa di ganggu" ucap Da Ming dengan mimik tidak enaknya.
"Heh? bukanya dia tadi sedang bekerja? kenapa sekarang dia sedang istirahat? Kamu jangan berbohong Da Ming. Tuan Putri sudah jauh-jauh dari istana datang kesini hanya untuk menemuinya. Dan dia seenaknya malah istirahat dan tidak mau diganggu? Dasar anak itu!"
Nyonya Mei Gui pun akan pergi melihat anaknya itu, namun Da Ming selalu menahannya.
'Yang mulia,, kenapa kau selalu menyusahkanku saja sih? Terserah lah kalau anda ingin ketahuan, aku hanya bisa pasrah' batin Da Ming. Dia akhirnya menyerah, membiarkan nyonya Mei Gui masuk.
Tak lama, beliau keluar dan mengajak putri Xiyue.
"Huhh,, seperti ini lah keadaan Jin'er putri. Semenjak pulang dari benua barat, dia hanya bisa berbaring di kasur saja. Kata dokter,, dia,, hiks,, hiks,," jelas nyonya Mei Gui di akhiri dengan tangisan.
Hal tersebut, malah makin membuat Xiyue merasa bersalah.
"Maafkan Xiyue Bibi,, andai Xiyue tidak terkena racun itu, jendral besar tidak akan jadi seperti ini,," ucap Xiyue dengan nada menyesal.
"Tidak apa-apa nak, lagipula ini adalah salah satu pengorbanannya, untuk melindungi keluarga Kekaisaran. Dan kau tidak perlu memanggil dia Jendral Besar, panggil saka Kakak Jin." jawab nyonya Mei Gui.
"Ah,, Xiyue merasa tidak enak Bibi,," ujarnya.
"Sudah gak usah tidak enak-tidak enakan, kamu sudah bibi anggap putri bibi sendiri, dan adik dari Jin'er. Jadi panggil dia Kakak Jin saja ya" ucap sang nyonya dengan nada sedikit memaksa.
"Baiklah,," pasrahnya.
Mei Gui pun mengajak putri Xiyue kedalam ruang tamu, mereka berbincang-bincang. Hingga dua jam kemudian, putri Xiyue beserta rombongannya pamit undur diri.
__ADS_1
"Bibi, Xiyue pamit pulang, semoga kakak Jin cepat sembuh dan terima kasih atas jamuannya bibi" ucap Xiyue dengan senyuman.
"Iya nak, tak usah sungkan, anggap rumah sendiri. Juga makasih ya udah jengukin Jin'er" balas nyonya Mei Gui.
"Iya bibi, kalo gitu Xiyue pamit" diapun beranjak naik kereta kuda.
"Hati-hati nak" seru nyonya Mei Gui sambil melambaikan tangan. Xiyue pun membalas nya.
Disisi lain,,
Sedangkan Bai Jinlong sendiri, selepas kepergian sang putri, dia bangun dari baringannya. Dia keluar dari kediaman nya, dan kebetulan berpapasan dengan sang ibu.
"Dasar anak nakal! kalo bukan karena mu, ibu mungkin tidak akan berbohong pada Putri Xiyue" ucap sang ibu dengan marah kearahnya.
"Jangan marah-marah dong Bu, nanti cantiknya hilang, terus ayah menikah lagi deh" ucap Bai Jinlong menggoda Ibunya.
"Dasar kamu anak nakal!" teriak ibunya sambil menjewer telinga sang anak.
"Auwsstt ampun Bu, ampun deh,, gak bakal ulangi lagi deh, lepasin ya Bu, sakit" ringisnya sambil memohon minta di lepaskan.
"Gak akan!" tekan sang ibu.
"Ayah!! ayah tolong anakmu ini!!" jerit Bai Jinlong ke belakang sang ibu.
"Mana ayahmu?" tanya sang ibu sambil melepaskan jewerannya. Sontak Bai Jinlong pun langsung lari.
"Ayah ada di istana!!"
"Bai Jinlong anak nakal!!" teriak sang ibu.
Ya, beginilah keseharian keluarga Bai. Walau Bai Jinlong terkenal dingin pada semua orang, tapi kalo pada keluarga, dia bagaikan anak biasa yang selalu cari perhatian orang tuanya.
~°~°~°~°~
Hallo guys apa kabar?! Gimana? pada sehat semua kan,, Makasih ya yang pada nunggu dan setia pada MDN.
Semoga kalian semua tetap semangat, sukses dan sehat selalu,,
__ADS_1
Oh ya, aku janjinya bakal Doble Up, di tunggu ya😊😊
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉