Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Enam


__ADS_3

"Sudah-sudah,, Xiyue'er, kamu makan sendiri bisa? nanti ayah kamu makin ngambek nih kamu godain Mulu" Tanya bunda padaku. Aku pun mengangguk. Lalu kami melanjutkan makan.


~°~°~°~°~


Hari ini, aku dan kak Taiyang, kakak keduaku akan pergi jalan-jalan ke ibukota. Kenapa hanya berdua? Karena, kakakku yang satu ini orangnya tidak mau berbagi? maksudnya, tipe orang pelit? Eh, engga deng, maksudnya tipe kakak yang siscon pada adiknya, hingga dia jadi posesif akut?.


Sekarang ini, kami berdua berada di dalam kereta kuda. Kami hanya duduk diam menciptakan keheningan. Namun, aku tau, kalo duduk berdua dengan kak Taiyang, aku pasti gak akan tenang. Karena apa? Ya ini,,👇👇👇


"Dek, nanti di sana kamu gak boleh kemana-mana ya, tetep bareng kakak, ngga boleh ke pisah satu inci pun. Kalo perlu, nanti kakak gendong aja ya. Oh, kalo kamu laper, haus atau capek, bilang aja sama kakak, jangan malu-malu, nantinya kamu kenapa-kenapa, kan sayang ngga ada yang gangguin kakak yang tampan ini lagi. Oh ya, nanti kamu gak boleh jajan sembarangan ya, terus kamu harus jaga jarak dengan orang-orang, terutama laki-laki. Ingat! jaga jarak lima meter, oke?!"


Kan, udah mulai. Entahlah,, menurutku dia sangat Overprotektif. Dan menurut ku juga, dia sangat mirip sekali dengan ayah, yang selalu mengaturku ini dan itu. Tapi,, aku tetep sayang kok sama mereka.


Hanya saja, aku ingin bebas!! Melakukan sesuatu sesuai keinginanku. Tapi, mungkin karena aku masih kecil, jadi mereka begitu, atau karena aku adalah anak dan adik satu-satunya yang berjenis kelamin perempuan?


Entahlah,, aku pusing.


"Dek, dengar gak tadi apa yang kakak bilang? Kamu itu harus nurut sama kakak, kakak itu gak mau kamu kenapa-kenapa, jadi kakak harus ekstra menjaga kamu__"


Aku yang udah gak tahan dengan ocehannya, langsung saja membungkam mulutnya menggunakan sapu tangan ku.


"Kakakku yang paling tampan, aku tau apa yang halus aku lakukan, jadi kakak jangan tel-lalu bel-lebihan belbicala, nantinya akan ada badai hujan yang kelual dali mulutmu"


Diapun langsung mengusap mulutnya dengan sapu tangan, sekarang wajahnya benar-benar memerah seperti kepiting rebus.


"Mana ada?! Kamu berbohong ya!!" Tuduhnya padaku.


"Ya ampun kakakku telcinta, mana mungkin adik manis dan imutmu ini belbohong padamu?"


"Kamu ini ya,, Kakak kan udah bilang, masih kecil itu gak boleh berbohong, karena,, bla bla bla"


Yah begitulah seterusnya,,


Sesampainya di Ibukota,,


Aku dengan gembira langsung turun dengan melompat dari kereta, tanpa memperdulikan teriakan khawatir kakakku dan para pelayan serta pengawal yang ikut.


Aku melihat sekitar, ternyata disini sangat ramai sekali. Banyak pedagang yang sedang menjajakan dagangannya, dan banyak pembeli yang saling menawar harga.


'Hhmmm,,, sepertinya ini di pasar?'


Saat aku melihat ada sebuah kedai yang menjual permen gulali, akupun langsung berlari kesana. Namun, sebelum kakiku melangkah, sebuah tangan tiba-tiba menahan lenganku. Sontak, aku langsung menoleh.

__ADS_1


"Kamu mau kemana hemm??" Yah, dia kakakku.


"A, aku mau ke kedai itu!!" ucapku agak terbata sambil menunjuk kedai penjual gulali.


"Gak boleh." ucapnya tak terbantah.


Aku pun sangat kesal, kenapa gak boleh coba? aku kan jarang makan permen gulali, atau bahkan belum sama sekali memakannya. Karena, sekarang ini adalah hari pertama aku keluar dari istana.


Dengan wajah kesal aku melihat ke arah kakakku.


"Tapi Xiyue mau itu kakak,, apa kau tidak mau mengasihani adikmu yang comel ini??" wajahku ku buat dengan sememelas mungkin, agar kakakku yang siscon ini mau menurutiku.


"Mau gimanapun bujuk rayumu, kakakmu yang tampan ini tetap gak mau kamu makan permen kayak gitu, nanti kalo gigimu sakit siapa yang repot?" ujar kakakku sambil memalingkan muka.


Huuhhh!! aku kesal sekali sama dia, masa bodo dengan perkataannya, nanti aku akan diam-diam pergi ke kedai itu. Dan sekarang, aku harus pura-pura nurut.


"Hmm, iya deh" ujarku dengan muka lesu.


"Nah,, gitu dong. Jadi adek itu harus nurut sama kakaknya" ujar kakakku yang cerewet ini.


Kamipun pergi berkeliling pasar. Niatnya sih, kami mau beli hadiah buat kak Guojia, tapi karena ini adalah hari pertama aku ke pasar, jadi aku meminta pada kakakku untuk berkeliling sebentar.


Ketika kami berada di sebuah kedai baju, atau bahasa modern nya butik. Kakak ke-dua ku sedang memilih-milih kain yang akan di jadikan baju, untuk hadiah ulang tahun Kakak pertamaku.


Sedangkan, aku hanya menguap bosan. Aku pun melihat ke sekeliling, ternyata kedai baju ini sangat luas dan megah. Padahal hanya kedai saja. Saat aku melihat-lihat, tiba-tiba,,


Brukk!!


"Auwsstt!!" Aku terjatuh dan meringis, tiba-tiba ada sebuah tangan yang terulur padaku. Akupun sontak melihat sang pemilik tangan.


'Wuahh,, gantengnya,, Ya Allah,, inginku berpaling, tapi tak bisa. Inginku acuh, tapi tak sanggup. Tolonglah hambamu ini Ya Allah,, Makhluk mu yang satu ini sungguh sangat luar biasa!! Jika di lihat takut dosa, jika tak di lihat, barang baguss**!'


Nyutt,,


Akupun tersadar dari lamunanku saat sebuah tangan mencubit pipiku. Aku melihat si pelaku yang mencubit pipiku. Dan ternyata yang menyubit pipiku adalah,, laki-laki yang ku tabrak tadi!!.


"Heyy, kau tidak apa-apa adik manis?"


'Ya ampun,, ya ampun,, suaranya sangat merdu sekali?!!'


"-apa,, hey?!"

__ADS_1


Akupun tersadar dari lamunanku saat dia berteriak dan mengguncangkan pundak kecilku.


"A, a, maaf,, ka, kakak?" kataku terbata-bata.


"Ya ampun,, kamu ini adiknya siapa sih? lucu banget" ucap kakak ganteng itu, sambil membantuku berdiri.


"Xiyue'er!! Xiyue'er!! kamu dimana?!" sebuah teriakan menggema di ruangan tersebut. Akupun langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


Huh, ternyata kakak siscon ku yang teriak toh.


"Kakak!!" akupun ikut berteriak, memberi tahu bahwa aku ada di sini. Kakakku pun langsung lari ke arahku.


"Kamu ini kemana aja sih dek, kakak kan udah bilang jangan pisah dari kakak, kamu ini ya susah di bilangin!" dengan marah serta khawatir, kakakku menceramahiku. Aku hanya bisa menunduk saja.


Setelah itu, kakakku langsung menoleh pada orang yang dari tadi diam memperhatikan kami.


"Oh tuan muda Shi Yue Fang?" tanya kakakku pada pemuda itu.


"Hormat saya pangeran ke-dua Guang Taiyang, dan Putri Pertama Guang Xiyue. Semoga hidup seribu tahun lagi, dan maaf tadi saya lancang dengan tuan putri" salam pemuda itu yang tak lain tuan muda Shi Yue Fang.


"Gak usah seformal itu Fang, kita adalah teman di Akademi, jadi gak usah formal. Tapi, ada keperluan apa kau di sini?" tanya kak Taiyang pada tuan muda yang tampan itu.


"Oh, saya sedang mengantar keponakan saya, membeli pakaian untuk hari ulang tahun Pangerang Mahkota" jawab tuan muda Shi itu.


"Kalau boleh tau, pangeran dan putri sendiri sedang apa disini?"


"Kami sedang jalan-jalan, dan kebetulan mampir ke kedai ini"


Dan seperti itulah, basa basi antara kakakku dan tuan muda Shi itu.


Oh ya, kalian tau tak? kalo Tuan Muda Shi itu adalah salah satu dari Protagonis pria ke dua yang mengejar cinta sang Protagonis Wanita.


Namun sayang, cinta nya tak terbalaskan. Namun, dia tak mempermasalahkannya, asalkan sang Protagonis Wanita itu bahagia dengan pilihannya. Jadi perannya, seperti pengorbanan cinta? Ya seperti itulah.


Sementara kakakku sedang mengobrol dengan tuan muda itu, aku diam-diam pergi dari ruangan ini. Masa bodo dengan ceramahan kakakku itu.


Setelah aku keluar dari kedai itu, aku merasa senang. Aku pun langsung berlari dengan gembira mencari kedai permen gulali. Kalo masalah uang, tenang saja. Aku sudah di kasih beberapa tael emas oleh bundaku saat kami akan berangkat.


~°~°~°~°~°~


Segini dulu guys, makasih ya yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya😉😉

__ADS_1


__ADS_2