
"Hhmm,, Menarik" ucapku dengan seringaian andalanku.
Akupun pergi dari situ, untuk melanjutkan tugasku mengintograsi 'mereka'
~°~°~°~°~
Hari-hari berikutnya aku disibukkan dengan pekerjaan seorang jendral yang tak ada habisnya. Sungguh, bagi semua orang, jadi jendral itu enak, bisa jadi kepercayaan sang Kaisar itu enak. Kata siapa? malah kagak ada enak-enaknya. Aku loh buktinya. Tiap hari harus ngurus berkas-berkas masalah ini dan itu. Jadi jendral itu bukan hanya perang dan menyusun strategi saja. Harus melapor lah, harus inilah itulah,, ribet!.
Tapi, sebenarnya ini adalah salah satu pelajaran buatku sih. Karena kan, pasti akan ada saatnya, aku hanya akan fokus pada tugas aku yang sebenarnya. Ya, kalian tau sendiri, aku adalah calon Kaisar Naga berikutnya. Walau kakekku sudah memberikan tahta itu padaku, aku belum mau menerima itu, sebelum aku memiliki seorang pendamping yang akan selalu membantu dan mendukung ku.
Sebenarnya, aku tidak terlalu memikirkan itu. Alasan itu hanya alibi saja, agar kakekku yang 'gila' itu tidak selalu menyudutkan ku untuk menjadi Kaisar Naga selanjutnya. Karena, untuk menjadi Kaisar Naga, kamu harus menanggung banyak tanggungjawab.
Oh ya, ini sudah seminggu semenjak aku dan bawahanku menangkap salah satu musuh Pangeran Mahkota. Dan memang benar, mereka sangat susah dilacak.
Karena kemarin, saat aku sampai di depan kediaman ku, para bawahanku melapor, kalo mereka meninggal karena racun. Saat aku melihat tempat kejadian. Aku curiga, kalo mereka menggunakan metode sihir hitam pada bawahannya, jika sang bawahan tertangkap oleh musuh, maka saat itu juga para bawahannya akan mati karena racun.
'Hmm, sungguh licik, tapi menarik juga'
Ya, menarik. Karena dengan begitu, aku bisa mengasah kemampuanku.
Oh ya, malam nanti adalah perayaan ulang tahunnya Pangeran Mahkota, dan aku harus siap sedia jika ada sesuatu. Makanya malam ini aku sudah menyiapkan senjata rahasiaku.
Malam haripun tiba,,
Seperti yang sudah aku katakan, malam ini adalah perayaan ulang tahun Pangeran Mahkota. Aku dan keluargaku memasuki aula tempat perayaan itu. Namun, aku dan ayahku tidak duduk dengan keluarga. Karena, peraturan disini, para pejabat duduk dengan pejabat lainnya. Tidak dengan keluarganya.
Jadi, karena aku dan ayahku jendral Kekaisaran ini, jadi kami duduk di tempat yang di sediakan untuk para pejabat.
Setelah itu, masuklah keluarga Kekaisaran, Kaisar, Permaisuri dan para Pangeran. Namun, Pangeran Mahkota dan Putri Pertama belum datang.
Kami semua menunduk hormat pada Kaisar dan Permaisuri, serta para pangeran. Setelah itu, datanglah Pangeran Mahkota dan Putri Pertama.
Namun, saat melihat sang Putri, aku merasa familiar.
'Sepertinya, aku pernah lihat dia?'
Sang Putri dan Pangeran pun memberi hormat pada Kaisar dan Permaisuri, setelah itu mereka menuju ke tempat masing-masing.
Awalnya aku ragu dengan pendapat ku, namun setelah dilihat-lihat, memang benar aku pernah bertemu dengannya. Ya, dia adalah seorang gadis kecil yang konyol, yang menolong orang dengan tingkah konyolnya.
'Hhmm,, ternyata dia Putri'
Aku melihat dia terus menatap para tuan muda dan Pangeran dari kerajaan tetangga dengan tatapan berbinar.
'Sebenarnya, apa yang ada di otak kecilnya itu?'
Namun, tiba-tiba dia menoleh ke arahku. Dia menatapku dengan intens.
'Huh, ternyata cantik juga matanya'
Aku melihat dia bertingkah konyol lagi, dengan tersenyum-senyum dan cengengesan. Aku merasa bingung, kenapa otak kecilnya sedikit kurang waras? Sebenarnya, Permaisuri ngidam apa saat mengandungnya?
__ADS_1
Dia pun tersadar dari tingkah konyolnya, saat pangeran keempat menyadarkannya.
'Dasar konyol!'
Entah kenapa,, aku merasa tertarik dengan tingkah konyolnya. Dengar ya, aku hanya tertarik, bukan berarti suka. Dan juga, kalo aku suka sama dia, perbedaannya jauh banget. Eh? kenapa aku malah mikirin itu? Terserahlah,, pokonya aku hanya tertarik saja.
Setelah acara penobatan dan memberikan hadiah selesai. Aku ingin pergi cari angin keluar untuk menenangkan diri, sekalian melihat keadaan. Takutnya terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Sebelum keluar, aku melilrik sekilas pada Putri Xiyue, namun sepertinya dia sedang mencari seseorang. Sudahlah, ngapain aku peduli?
Akupun keluar dari aula istana, menuju taman. Aku berdiri di dekat danau buatan sambil memejamkan mata. Aku merasakan semeliwir angin yang menerpa wajahku. Sungguh nyaman dan tenang.
Namun, ketananganku terganggu dengan adanya suara dua orang sedang mengobrol. Aku membuka mataku dan menoleh ke sebelah kiri, terhalang oleh tanaman bunga mawar dan pepohonan.
Akupun memutuskan untuk pergi dari sini. Namun, saat di tengah jalan, aku melihat gadis konyol itu sedang mengintip dibalik semak-semak.
'Sepertinya, gadis konyol ini suka sekali bersembunyi dibalik semak-semak'
Akupun menghampirinya, dan melihat apa yang sedang dia lihat. Dan, ternyata dia mengintip dua orang tadi yang sedang mengobrol.
Akupun menyentuh pundaknya dan bertanya padanya.
"Apa yang putri lakukan disini?"
"Ah, i, itu?" Dia tergagap, dan sepertinya dia kaget.
"Putri sedang mengintip mereka ya?"
Ppfftt,,, sungguh lucu dia kalo sedang khawatir dan kesal itu, ekspresinya sangat menggemaskan apalagi dengan wajahnya yang bulat itu.
"Oh kalo begitu, kebetulan. Aku juga sedang mencari angin. Jika putri berkenan, bisakah kita jalan bersama?"
Aku mengajaknya karena takut dia mengganggu dua remaja itu sedang mengobrol. Bukan apa-apa, sebenarnya aku sudah tahu kalo yang sedang berduaan itu Pangeran Mahkota dan Putri Pertama Perdana Menteri Xiao.
Dan aku tahu kalo Pangeran Mahkota menyukai Putri Perdana Menteri ini dari awal mereka bertemu, 1 bulan yang lalu. Dan, aku gak mau nyeritain bagaimana mereka bertemu, karena bakal lama.
Aku melihat ke arah sang Putri, namun dia hanya diam melamun.
'Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang konyol lagi deh. Huh dasar konyol. Dan lihat wajahnya itu, ekspresi yang dia keluarkan saat melamun sangat konyol sekali.'
Diapun mengangguk setuju, dan kamipun pergi jalan-jalan.
Di sepanjang jalan, kami hanya diam. Bukan apa-apa, aku hanya males bicara dan suasana terasa nyaman saat sunyi. Aku gak tau apa seleranya. Sepertinya dia tidak nyaman dengan suasana sepi ini.
Lihatlah wajah konyolnya. Terlihat seperti anak kucing yang ingin mencakar tapi takut. Muka nya kelihatan lelah.
'Apa dia kelelahan?'
"Putri, apakah anda capek?"
"Emm iya paman!"
__ADS_1
Akupun berhenti.
'Apa dia bilang?! Paman?!!'
Hmm,, wajar sih, diakan belum kenal aku. 'Huhh! apakah aku harus mengenalkan diri? Tidak-tidak!'
Dia hanya menatapku dengan wajah polosnya yang konyol itu. Akupun berjongkok dihadapannya, dengan membelakanginya.
"Emm paman,,?"
"Naiklah putri, anda akan capek bila berjalan terus"
Diapun dengan hati-hati naik ke punggungku, aku pun memegang kedua kakinya agar tidak jatuh. Setelah itu, kami pergi jalan-jalan lagi.
Setelah sekian lama kami berkeliling, aku merasakan kalo dia tidak bergerak dan berbicara. Aku menoleh kesamping, dan ternyata dia ketiduran. Akupun akan pergi ke aula dan memberikan Putri pada pelayan, namun ada seseorang yang tiba-tiba memanggilku.
"Jendral muda Bai!"
Akupun menoleh ke kiri, dan ternyata dia adalah Pangeran Mahkota.
"Salam Pangeran Mahkota"
"Aiyoo,, tak perlu formal gitu, oh siapa yang kau gendong hei?"
"Oh,, ini Pangeran, Putri Xiyue. Tadi dia ketiduran saat kami jalan-jalan"
"Apa?! Xiyue'er?"
Akupun mengangguk dan memberikan Putri Xiyue yang sedang tidur pada Pangeran Mahkota.
"Bagaimana dia bisa bersamamu Jin?"
Ya, Jin adalah nama panggilan ku saat aku berdua dengan Pangeran Mahkota. Kami adalah sahabat kalo kalian mau tahu.
"Tadi kami bertemu, dan kebetulan dia dan aku sedang mau jalan-jalan, jadinya kami jalan-jalan bareng."
"Wohoo,, kau bisa juga ya berbicara panjang lebar Jin!"
'Sial!'
Dia sangat suka sekali menggoda ku. Aku hanya diam saja. Tapi bukan berarti aku diam aku setuju ya, tapi aku diam karena aku kesal. Dan diapun tau akan kebiasaan ku itu.
Kamipun pergi menuju aula bareng, namun sebelum ke aula. Kami mampir ke kediaman Sang Putri dulu, untuk menaruhnya ke kasur.
Bai Jinlong POV End
~°~°~°~°~
Hallo guys,, segini dulu ya,, dan makasih pada teman-teman yang masih setia pada cerita MDN ini, semoga kalian semua sehat dan bahagia terus menjalani hari-harinya,,
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉
__ADS_1