
Sreett!!
Aku yang kaget, langsung bangun dari tidurku. Huh, untung cuma mimpi. Tapi, karena mimpi ini, mataku jadi gak suci lagi,, huhuhuuuuu😭😭😭
~°~°~°~°~
Memikirkan mimpi tadi, membuatku bertanya-tanya. Apakah mimpi itu akan terjadi atau tidak?. Karena, saat mimpi di latar yang kedua, itu aku seperti pernah melihat karakter seperti itu. Tapi dimana?. Aku mengingat kembali alur novel ini. Namun, ada satu hal yang aku lupakan. Aku hanya membaca setengah cerita saja, dan tidak membaca seluruhnya.
'Duh gimana ya? Tapi, aku seperti familiar dengan karakter laki-laki yang ada dalam mimpiku itu. Laki-laki yang memiliki raut wajah yang sangat menyeramkan. Namun, dia tetap terlihat tampan'
Aku terus memikirkan itu, sampai-sampai aku tidak sadar kalo di kamarku sudah terdapat banyak orang, terdengar dari suaranya.
Xiyue POV End
Pagi ini, Kaisar dan Permaisuri, beserta para Pangeran, pergi ke kediaman sang putri. Dengan membawa penawar dari racun yang berada di tubuh sang putri. Ya, penawar itu mereka dapatkan saat fajar, Bai Jinlong serta pengawal pribadinya memberikan penawar itu.
Sesampainya di kediaman sang putri, prajurit penjaga pintu membukakan pintu untuk keluarga istana. Dengan tergesa, dokter istana pun telah sampai di kediaman sang putri.
Dokter pun langsung membuat penawar racun itu, setelah itu, dokter memisahkan tanaman yang dibuat untuk ramuan, dan tanaman yang akan di keringkan. Setelah ramuan penawar telah selesai, dokter memberikan minum pada sang putri menggunakan sendok kecil.
"Yang mulia, hamba telah meminumkan ramuan pada Putri. Racunnya telah di netralisir. Agar racunnya hilang sepenuhnya, hamba akan mengeringkan tanaman yang sudah hamba pisahkan, lalu setiap putri akan tidur, harus di bakar, karena aroma yang akan keluar dari tanaman ini akan menghilangkan sisa-sisa racun tersebut" ucap dokter tersebut pada Kaisar.
Kaisar hanya mengangguk syukur.
"Kapan putri saya akan bangun dokter?" Tanya permaisuri.
__ADS_1
"Sekitar 2 jam lagi yang mulia" jawabnya
"Terima kasih dokter,," ucap permaisuri dengan haru.
"Sudah kewajiban hamba yang mulia" jawab dokter itu dengan behagia, karena telah mendapatkan terimakasih dari permaisuri.
Kaisar pun memberikan hadiah pada sang dokter atas jasanya, juga memberikan hadiah pada Jendral Besar Bai Jinlong karena telah mengambil tanaman penawar di benua barat, yang sangat jauh.
Dua jam kemudian,,
Xiyue POV
"Hoammhh!!" aku bangun dari tidurku.
Aku pun berdiri dan meloncat-loncat..
"Hore!! Hore!! Aku udah bisa bergerak dan berbicara!!" Aku bersorak senang sehingga membuat para pelayan dan prajurit yang berada di luar masuk kedalam kamarku, dan melihat tingkah konyolku.
"Putri!!" seru Xi'er dengan raut bahagia, namun juga berlinang air mata.
"Xi'er!! Aku merindukanmu!!" aku turun dari tempat tidurku, langsung memeluk Xi'er yang sedang berdiri sambil menagis bahagia.
"Xi'er juga putri!! Huhuhuuu😭😭😭 Putri,, Syukurlah putri udah sadar,, hiks!!" seru Xi'er sambil memelukku. Sedangkan salah satu pengawal, berlari memberitahu keluargaku.
"Xi'er, ayo duduk dulu,, jangan menagis ya,, aku udah bangun kok" aku menenangkannya, karena sedari tadi dia tidak berhenti menangis.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ini kenapa Xi'er? kenapa aku tak sadarkan diri?" Aku bertanya pada Xi'er, sebenarnya aku mau menanyakan tentang masalah racun, tapi takut dia curiga aku sudah sadar saat dua hari yang lalu, jadi aku tanya itu saja.
"Putri,, hiks,, putri tak sadarkan diri selama dua Minggu hiks,, waktu itu,, saat Xi'er membantu ibu, Xi'er mendengar dari seseorang kalo putri tak sadarkan diri, Xi'er dan ibu pun langsung menghampiri kediaman putri, disana putri terbaring lemah tak berdaya, bahkan permaisuri sudah pingsan 2 kali.
Lalu, Jendral Besar Bai Jinlong, menceritakan semuanya pada kaisar dan permaisuri. Dokter pun memberitahukan kalo putri hanya shock, dan akan sadar sebentar lagi, kalo ngga sampai nanti pagi. Namun, saat pagi tiba, Xi'er kan masuk ke kamar putri buat nyiapin air buat mandi putri, eh ternyata,, putri belum bangun juga terdapat busa di mulut putri serta badan putri kejang-kejang,, ya Xi'er cari dokter dong, juga ngasih tau kaisar dan permaisuri.
Saat dokter memeriksa, dokter bilang kalo putri terkena racun Redics (cuma ngarang guys) dari benua barat. Dan, penawarnya pun tanaman Redics dan ada di benua barat juga. Habis itu kaisar pun menyuruh para prajurit untuk mencari penawar itu. Namun, sudah satu Minggu para prajurit belum kembali.
Bahkan, ada kabar bahwa para prajurit yang di kirim untuk mengambil penawar itu, meninggal karena di hutan tempat tanaman itu tumbuh, banyak hewan buasnya.
Jadi, yang mulia kaisar pun menyuruh Jendral Besar Bai Jinlong untuk mencari tanaman itu. Dan tadi pada pagi² buta, Jendral Besar sudah berhasil membawa tanaman itu.
Namun,,," Jelas Xi'er panjang lebar × tinggi, tapi di akhir kalimat, dia malah menggantungnya, Hem.
"Namun apa Xi'er?" tanyaku penasaran.
"Jendral Besar Bai,, dia terluka cukup parah,, tapi tidak apa-apa putri,, karena sudah di tangani oleh dokter" lanjutnya.
Apa? Bagaimana bisa sang tokoh utama bisa terluka hanya karena hewan buas! ngga mungkin! pasti ada sesuatu saat dia di benua barat! pasti!! Aku harus mencari tau, dan aku harus berterima kasih juga. Tekadku sudah bulat.
~°~°~°~°~
Hallo guys,, hari ini segini dulu ya😄😄
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉🤭
__ADS_1