
Setelah beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan Akademi tersebut. Sang kaisar dengan khusus mencarikan tutor untuk putrinya. Yang kompeten dan dapat menjaga rahasia.
~°~°~°~°~
Dua Tahun Kemudian,,
Sudah dua tahun, Xiyue belajar dasar tentang sihir dan elemennya. Selama itu pula, dia tidak pernah keluar dari istana. Bisa di bilang, dia melakukan pelatihan itu secara tertutup.
Dalam dua tahun itu, Xiyue bukan hanya belajar tentang pelajaran dasar saja, dia juga belajar lebih dalam lagi tanpa harus masuk Akademi. Karena, kepala Akademinya sendiri lah yang datang dan mengajarkannya. Beliau bahkan mengajarkan beberapa sihir buatan yang sesuai dengan elemen Xiyue sendiri.
Xiyue sendiri, dia sangat cerdas dalam pembelajaran tersebut. Belajar dasarnya saja, dia hanya melakukan selama 3 bulan saja. Maka, sisanya dia diajarkan lebih dalam lagi pelajaran tersebut, juga lebih mendalami lagi ilmu berpedang nya.
...…...
Pagi ini, putri Xiyue melakukan jadwal kegiatan seperti biasa. Yaitu, Joging Pagi, Mandi, sarapan, latihan pedang selama 2 jam, dan hari ini adalah hari terakhir dia belajar tentang sihir dan elemennya. Karena hari ini pula, dia akan di tes kemampuan belajarnya selama 2 tahun.
Setelah selesai semua kegiatannya, sekarang dia sedang berjalan-jalan di sekitaran taman. Oh ya, untuk belajar sihir, jadwalnya nanti sore. Jadi sekarang dia memiliki banyak waktu senggang. Maka dia memanfaatkannya dengan jalan-jalan di sekitaran taman.
Mengingat ini sudah dua tahun dia berada dalam istana. Dia sangat merindukan dunia luar. Apa lagi dia belum bertemu dengan sang protagonis wanitanya lagi. Entah sudah episode ke berapa yang di lalui sang protagonis wanita. Namun Xiyue tidak tahu. Yang dia ingat sekarang sang protagonis wanitanya sudah berusia 19 tahun. Berarti sang protagonis prianya sudah berusia 23 tahun.
Berarti, sekarang mereka sedang melakukan pendekatan, yang selalu saja banyak rintangannya. Begitulah pikiran Xiyue tentang mereka berdua. Padahal, Realita tak sesuai dengan Ekspetasi.
Seorang gadis yang biasanya selalu di panggil protagonis wanita oleh Xiyue. Sekarang sedang berada di sebuah tempat yang,, menyeramkan mungkin? Ya, dia adalah Nona muda Xiao Yinghua.
Dia ke tempat ini karena sebuah alasan. Kemarin, saat dia berada di kediamannya. Dia di kirimi surat oleh seseorang yang tak di kenal, dengan melesatkan anak panah yang terdapat sebuah surat kearahnya. Dia dengan sigap menangkap anak panah tersebut, dan melihat sebuah surat. Sontak, dia mengambilnya.
Didalam surat itu terdapat tulisan sebuah alamat, juga di pojok kanan bawah kertas terdapat tulisan, "Die" yang artinya Mati. Dia tau, karena dia adalah gadis modern yang bertransmigrasi ke jaman kuno ini.
Karena penasaran, dia pun memutuskan akan pergi ke alamat itu nanti besok. Dan sekarang adalah hari itu. Dia sudah berada di tengah hutan, namun di depan terdapat sebuah bangunan yang mirip dengan kastil kuno di film-film hantu. Menyeramkan!
__ADS_1
Dengan sedikit ragu, dia melangkah memasuki gerbang kastil tua itu. Dia memperhatikan kanan kiri, namun suasana di halaman kastil ini sangat suram. Tak ada satu orangpun disini, hanya ada dia seorang.
'Apa gue nyasar? Ah tidak-tidak!! Ini adalah tempat dimana yang di tuliskan dalam surat itu. Ughh,, bodoh! bodoh!! Kenapa aku malah ngikutin surat itu?! Dasar Yinghua Bodoh!' Batinnya merutuki diri.
Dengan hati-hati, dia melangkah masuk lebih dalam kastil tua itu. Di tengah-tengah ruangan,, Hem? seperti lorong atau apa ini? Entahlah, dia berhenti. Karena ada seorang laki-laki berjubah hitam juga mengenakan topeng setengah wajah, berjalan mendekat.
"Anda sudah di tunggu nona. Silahkan lewat sini" ucapnya sambil mengarahkan jalan ke sebuah karpet merah.
Seakan terhipnotis, tanpa bertanya, dia mengikuti laki-laki tersebut kedalam sebuah ruangan.
Setelah sampai di depan pintu besar, mereka berhenti.
"Silahkan masuk nona, Tuan sedang menunggu anda di tempatnya" ucap laki-laki tersebut mempersilahkan dia untuk masuk.
Dengan sopan, Xiao Yinghua mengetuk pintu dulu, setelah itu dia membuka pintu besar tersebut.
Kreekk!!
Xiao Yinghua memperhatikan sekitar. Dia tidak menyangka. Kastil yang di luar terlihat tua dan menyeramkan, namun di dalam terdapat kemegahan yang luar biasa. Dia terus melihat-lihat, namun tatapannya berhenti pada sebuah ojek di depan.
Di sana, di singgasana emas, terdapat seorang pria berjubah hitam, namun megah dengan beberapa jaitan ukiran kain yang berwarna emas. Dia terlihat sangat berkuasa dan tegas. Dia duduk di singgasana emas dengan elegan, mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat, hingga membuat orang-orang yang berada di dekatnya tertunduk, bahkan sampai bersujud. Padahal, dia hanya mengeluarkan setengah dari aura nya saja. Namun bukan Xiao Yinghua namanya, kalo tidak bisa menahan tekanan itu.
"Selamat datang di istanaku, nona Xiao Yinghua" ucapan dingin terdengar dari suaranya yang berat dan serak.
Seperti terhipnotis, Xiao Yinghua hanya terpaku melihat wajah pria tersebut, yang hanya memakai topeng setengah wajah warna hitam bercorak emas.
Dia sangat penasaran. Entah apa maksud pria itu memberikan alamat kastil nya padanya. Dia bahkan tidak mengenal pria itu.
...…...
__ADS_1
Disisi lain, putri Xiyue sedang melakukan tes akhir dari belajarnya selama 2 tahun. Dengan di pantau langsung oleh pemimpin Akademi, Tuan Dong.
Pertama-tama, dia melakukan kuda-kuda. Dengan konsentrasi penuh, dia mengarahkan tangannya pada sebuah batu besar di depannya. Hingga,,
Braakk!!
Batu itu hancur berkeping-keping. Setelah itu, dia mencoba setiap kekuatan sihir dan elemennya.
Setelah selesai melakukan tes tersebut, dia mendapat serangan mendadak dari gurunya. Dengan sigap, dia menghindar dari serangan tersebut. Tak lama, terjadilah pertempuran sihir dan elemen antara murid dan guru tersebut.
Satu jam kemudian, pertempuran tersebut berakhir dengan putri Xiyue yang memenangkannya. Tentu saja hal itu membuat sang guru bangga.
"Bagus muridku! kau memang luar biasa seperti ayahmu. Sepertinya, kau tak perlu lagi belajar di Akademi, karena gurumu ini sudah mengajarkan semua hal yang ada di Akademi" ucap sang guru.
"Terima kasih guru. Tapi walau begitu, murid ini tetap harus belajar di Akademi." jawab Xiyue.
"Baiklah,, terserah kau saja. Mari kita istirahat dulu" ajak sang guru.
"Baik guru"
Mereka pun istirahat di taman tersebut, dengan beberapa cemilan dan teh yang menemani mereka.
~°~°~°~°~
Hallo guys,, Kalo banyak kesalahan kata dan kalimat, mohon kritik dan sarannya ya😄
Dan terima kasih pada teman-teman semua, yang udah dukung novel ini☺️☺️
See you next time 👋 Makasih..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉