Matahari Langit

Matahari Langit
14.Fourteen


__ADS_3

"Aku sangat senang disukai olehmu." *¦*¦ Aska Langit ¦¦


Mobil bewarna abu-abu itu masuk kedalam pekarangan rumah kediaman Alma Family. Saat sudah terparkir rapi, Mereka pun turun dari mobil dan segera menuju pintu utama. Matahari malam ini hanya mengenakan Drees polos bewarna Milo dengan make up tipis. Juga rambutnya tergerai rapi.


"Ingat! Bersikaplah sopan." kata Sandara


"Iya. zelle juga tau ma, mana yang baik mana yang buruk." jawab Matahari yang dapat anggukan dari Sandara.


Saat sudah sampai didepan pintu utama. Perlahan pintupun terbuka dan menampakkan seorang laki-laki tampan seumuran dengan Matahari. Matahari melotot bulat-bulat, begitupun Agler, ia membelalakkan matanya karena ternyata wanita yang akan dijodohkan itu adalah Matahari.


"Eehhkk, kamu Agler ya?" tanya Sandara sambil tersenyum.


Agler beralih melihat Ibunya Matahari. "Iya tante." jawabnya ramah.


Matahari menggigit bibir bawahnya, sembari berpikir. "Teman nya papah, bokapnya Agler?" batin Matahari yang hanya mengetahui bahwa Agler sudah tidak memiliki ibu.


"Om,Tante ayok masuk!" Ajak Agler mempersilahkan Sandara dan Gandira masuk kedalam. Sandara dan Gandira pun masuk kedalam duluan. Kini yang tersisa tinggal Agler dan Matahari. Mereka saling melirik satu sama lain.


"Itu nyokap bokap lo?" tanya Agler.


"Iya,Dan lo anak temennya papah gue?" tanya balik Matahari.


Agler mengelus tengkuk lehernya."Bokap lo temennya Nyokap gue,"


"Hah?! Nyokap? Bokap lo udah nikah lagi?"


"Udah lama Ri."


"Kenapa lo nggak cerita sama gue?"


"Gue nggak mau cerita aja."


"Mmm"


"Ya udah ayok masuk! Pasti semuanya udah nungguin." ajak Agler berjalan duluan. Matahari pun mengekori dibelakang Agler.


"Anak kamu pada ganteng-ganteng ya Al."puji Sandara tersenyum kearah Arsenio. Arsenio hanya tersenyum ramah untuk menjawabnya.


"Namanya juga cowok, pasti ganteng lah." sahut Alma terkekeh.


Tak lama Agler dan Matahari pun datang menghampiri. Karena tempat duduk Arsenio yang membelakangi Matahari,membuat ia bingung siapa lelaki tersebut? Matahari melirik Agler,berniat ingin bertanya itu siapa? Namun Agler lebih dulu beranjak duduk disebelah lelaki tersebut.


"Itu anak kamu ya san? Cantik banget." kata Alma tersenyum manis kearah Matahari. Matahari tersenyum lebar.


"Sini duduk!" ajak Alma menyuruhnya duduk disebelah Sandara.


Matahari duduk disebelah sandara yang tepatnya berhadapan dengan Arsenio. Saat sudah duduk betapa terkejut nya Matahari melihat Arsenio berada dihadapannya, dengan memasang raut wajah bingung.


"Arsen?" gumam Matahari yang terdengar.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Gandira.


"Arsen itu wakil osis pah," jawab Matahari.


"Woahh! Berarti kalian satu sekolah ya?" tanya Alma.


"I-iya tan." jawab Matahari gugup.

__ADS_1


"Berarti kalian bertiga udah saling kenal?" tanya Sandara.


"Agler ini temen sekelas ples temen sebangkunya Matahari. Sedangkan Arsen dia wakil osis dan sekaligus teman nya Matahari." jelas Agler terlihat tersenyum simpul.


"Oohh,Tante kira kalian beda sekolah loh." kata Sandara terkekeh.


Arsenio menatap Matahari dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Matahari ikut menetapnya dengan tatapan bingung.


"Ya sudah mending kita makan malam dahulu baru ngobrol-ngobrol lagi!" titah Farhan ayahnya Agler dan Arsenio.


Semua pun melahap hidangan yang disediakan dimeja makan. Mereka makan malam begitu tenang, sesekali melempar candaan yang membuat semuanya tertawa kecil. Dan baru kali ini Matahari melihat Arsenio tertawa. Kalo dilihat-lihat Arsenio ini sangat tampan, Apalagi jika sedang tersenyum. pikir Matahari.


...~©MatahariLangit.~...


Langit mengambil kunci mobil dan juga jaket nya. Malam ini ia berniat untuk mencari angin. Pasalnya ia bosan karena tidak ada Matahari yang menemaninya malam ini. Langit pun melajukan mobilnya sembari memutarkan lagu kesukaan Matahari,yaitu Anly-Karano kokoro.


Biasanya jika ia sedang jalan-jalan bersama Matahari. Pasti Matahari akan cepat-cepat memutar lagu tersebut dan ikut bernyanyi. Matahari ini salah satu wanita penyuka Anime,dan Kpop. Makannya dia sangat menyukai lagu tersebut.


Saat sudah dipertengahan jalan Langit tidak sengaja melihat seorang wanita yang tengah sibuk mencari seseorang, dan Langit seperti nya mengenali wanita tersebut. Ia pun menepikan mobilnya tidak jauh dengan tempat berdirinya wanita tersebut. Langit keluar mobil lalu menghampiri nya.


"Kamu..." tunjuk Langit ke wanita tersebut. Wanita itu melirik Langit sambil berusaha mengingat siapa dia?


"Oohh,kamu Langit yang waktu itu kan?" tanya wanita itu terus tersenyum manis.


Langit ikut tersenyum manis."Iya,Kamu mmm siapa ya? Aku lupa hehe..."


Wanita itu terkekeh. "Aku Bulan."


"Oh iya, Bulan."


Bulan tersenyum."Aku tadinya ingin mencari angin, bersama Sopir ku, tapi dia belum juga kembali kesini."


"Mmm,emangnya dia dimana?"


"Bilangnya sih, Lagi dibengkel karena mobil tadi tiba-tiba mogok."


"Emmm,Kalo gitu gimana kalo aku aja yang ngajak kamu jalan-jalan?" tawar Langit yang berharap Bulan mau.


Bulan tersenyum sesaat."Memangnya nggak ngerepotin?"


"Nggak,malahan aku seneng kalo kamu mau... Ehhkk!" Langit menutup mulutnya rapat-rapat karena keceplosan


Bulan tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan satu tangan. Bulan tertawa karena Langit terlihat sangat lucu.Bulan merasakan bahwa ada kenyamanan didalam diri Langit.


"Kamu kenapa malah ketawa?" tanya Langit.


"Kamu lucu." jawabnya yang masih tersenyum lebar.


"Hehehe...Gimana mau nggak?"


"Eemm, aku ijin dulu sama sopir aku ya!" kata Bulan beralih membuka headphonenya untuk mengechat sopirnya. Langit hanya mengamgguk sambil menunggu jawabannya.


Setelah sudah dapat ijin dari sopirnya tersebut. Bulan pun mengiyakan ajakan Langit. Dalam hati yang paling terdalam kini Langit sedang merasakan betapa senangnya bisa mengajak wanita manis ini jalan-jalan.


"Yess!" batin Langit senang. Bulan pun masuk kedalam mobil Langit dan terduduk manis di dalam, sambil mendengarkan lagu yang sedang tersetel itu.


"Kamu suka lagu ini juga?" tanya Bulan seperti nya mengenal lagu tersebut.

__ADS_1


"Mmm,Sebenernya aku kurang suka tapi temen aku selalu muterin itu. Jadi aku puterin aja karena aku juga kayaknya mulai suka sama lagunya." jawab Langit seraya melajukan mobilnya.


"Aku juga suka lagu ini. Lagu openingnya Naruto shippuden." kata Bulan tersenyum manis.


"Oya? Kamu suka anime juga?"


"Lebih tepatnya aku sangat menyukainya."


"Kamu sama kayak teman aku. Dia juga gila banget sama anime-anime begitu."


Bulan terkekeh. "Apa aku juga terlihat gila?"


Langit memukul  pelan mulutnya karena keceplosan lagi. "N-ngak kok, malah aku seneng liat cewek yang suka sama anime."


"Oya?"


"I-iya."


...~©MatahariLangit.~...


Flashback!


"Langit! Gue udah rilisin komiknya." kata Matahari berlari kecil mendekati Langit.


"Mana?" tanya Langit. Matahari memberikan buku komiknya pada Langit.


"sesuai loh, endingnya kayak kita!" kata Matahari tertawa kecut.


Langit berdecak sebal.


"Lo ngapain dah udah bagus ceritanya Fantasy ngapain endingnya jadi cinta-cinta an! Nggak jelas dah."


"Heee, dimana-mana setiap pahlawan itu harus punya pasangan nya."


"Mmm,Kalo pun begitu kenapa endingnya nggak langsung nikah punya anak aja!"


"Ya kan gue belum nikah sama lo!"


"Anjirr apa hubungannya sama gue?"


"Komik itu visual nya lo sama gue. Lo nggak baca apa pemeran utamanya siapa," Langit mengernyit lalu melihat nama nama pemerannya.


-Aska Vampire tampan yang menginginkan darah segar yang berada dinegeri es. Hidupnya penuh dengan petualangan saat ingin menemui darah tersebut.


-Grizelle Putri es yang terlahir sebagai pembasmi Vampire. Hidupnya berubah ketika bertemu dengan sang pangeran Vampire dari negeri kegelapan.


Langit mendengkus kemudian menatap Matahari lekat-lekat. "Nggak usah dilanjutin deh komiknya!"


"Nggak kok,kalo lo udah nerima gue baru gue lanjutin." celetuk Matahari sambil terkekeh.


"Serah lo deh! Pokoknya gue gratis buat ngambil komik ini."


"iya,Akhirnya lo mau baca!"


"Demi lo gue mau baca!" Matahari tersenyum manis lalu tertawa. Langit yang melihat itu hanya terkekeh melihat tingkah Matahari selalu lucu.


...~©MatahariLangit.~...

__ADS_1


__ADS_2