
"Singkat saja! Aku tidak akan merubah pendirian ku untuk mendapatkan kamu."
¦¦ Grizelle Matahari ¦¦
Angin berhembus lembut menyapa wajah cantik Adena. Rambutnya beterbangan kebelakang, memperlihatkan lekuk lehernya yang indah.
Adena berjalan dengan kaki yang terasa nyeri, Namun niat nya tidak pudar untuk mencapai Kantin. Ia tetap berusaha keras berjalan sambil menahan bunyi di perutnya.
Orang yang berpapasan dengan Adena hanya melirik nya datar, tanpa membantu berjalan. Sepertinya mereka ada dendam pada Adena.
"Salah apa sih gue?" tanya Adena pada dirinya sendiri.
Adena berhenti melangkah, Ia menatap lurus kedepan tanpa berkedip, Satu hal yang ia lakukan sekarang adalah bergeser sedikit, Agar seorang lelaki dingin itu dapat berjalan dengan mulus.
Adena terus memperhatikannya. Saat sudah berpapasan dengan Adena Lelaki itu tiba-tiba berhenti melangkah dan membalikkan badan nya. Adena yang tengah menatapnya pun hanya dapat mengernyit.
"Mau kemana?" tanya Arsenio tetap memasang wajah datar. ****! Apa-apaan ini? Kenapa Arsen berlagak bertanya-tanya pada seorang wanita Lembut.
"Kantin." jawab Adena dengan nada suaranya yang lembut.
Sepertinya ada sesuatu yang menjalar ke ulu hati Arsenio. Ia merasakan sesuatu yang berbeda didalam dirinya. "So hati-hati." ucap Arsen yang kemudian melanjutkan langkah nya lagi.
Adena mengerutkan keningnya bingung. "Arsen? Seorang Arsenio berbicara itu? Serius? Kagak percaya gue! Tapi--Ahkkk laper..." gumam Adena.
Daripada terus memikirkan sikap Arsenio yang aneh mending pergi kekantin untuk makan.
...~©MatahariLangit.~...
"Ri..." teriak Langit tepat ditelinga Matahari. Matahari memejamkan matanya sambil menutup telinganya.
"Hahahaha..." tawa Langit pecah terdengar keras hingga sesisi kantin. Matahari membuka matanya kemudian menatap Langit datar.
"Untung Sayang," cibir Matahari.
"Sayang sebagai Sa..."
"Pacar!" potong Matahari cepat sambil tersenyum manis.
"Sahabat kamvret." kata Langit datar.
"Bosen gue sahabatan mulu sama lo!"
"Apa lo bilang?" Langit berhenti mengunyah gorengannya.
"Canda gob**k." kata Matahari lalu meneguk es teh nya.
__ADS_1
"Hemm,Lo selalu berhasil buat jantung gue copot Ri." ucap Langit datar.
Matahari terdiam sejenak,menit kemudian ia beralih menatap Langit dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan. Karena merasa aneh dengan sikap Matahari,Langit pun membalas tatapan itu dengan penuh kebingungan?
"Lo ngomong nggak kebalik apa?" tanya Matahari.
"Hah?"
"Bukannya lo ya, Yang selalu berhasil buat jantung gue mau copot!"
Langit memalingkan wajahnya.
"Lo bisa nggak sih Lang, setiap gue bilang gue suka sama lo! Lo tatap gue, lo bilang sesuatu yang bisa buat gue lebih semangat untuk dapetin lo! Bisa nggak sih Lang?"
Langit kembali menatap Matahari. "Pesan gue untuk lo. Jangan terlalu terobsesi sama gue, Itu malah buat lo jadi sakit, Sakit sesakit sakitnya!"
Jleb! Ucapan Langit barusan berhasil menusuk hati kecil Matahari. Tanpa Langit sadari Kini Matahari sedang membendung air matanya. Langit kembali menatap Matahari.
"Ri... Gue nggak mau buat lo kayak gini. Jangan nangis." kata Langit lalu mengkup kedua pipi Matahari. Matahari tetap terdiam sambil menunduk.
"Liat gue Ri..."
Matahari menatap Langit dengan berkaca-kaca.
"Denger baik baik...." jedanya yang terus Matahari diamkan.
"Tapi, cuman sebagai seorang sahabat nggak lebih.."Sambung Langit lalu memejamkan matanya sejenak.
Matahari melepas kedua tangan Langit dari pipinya. Detik kemudian ia tersenyum manis. "Gue nggak bisa mundur gitu aja, buat dapetin lo," ujar Matahari sambil tersenyum.
Langit hanya mendengkus pasrah. "Serah lo deh,"
"Oke. Serah gua." ucap Matahari kemudian kembali melahap makanannya.
Langit menatap Matahari diam-diam. "Gue punya prinsip, dan lo harus inget itu Ri. Gue itu cowok yang penuh dengan Prinsip! And, Jujur dimasa lalu gue punya satu cerita yang belun gue ceritain ke lo, karena ini bukan saatnya." Batin Langit tanpa mengalihkan pandangannya dari Matahari.
"Gue sayang sama lo Lang. Gue nggak peduli kalo lo tetep nggak suka sama gue Tapi gue tetep mau berusaha, Kayak Sakura yang menunggu balasan Cintanya dari Sasuke, Walaupun banyak halangan dan rintangan Sakura tetap pada pendiriannya yang tetap mencintai Sasuke. Sama kayak Gue, Gue juga bakalan berusaha buat dapet balasan cinta dari lo Lang, Nggak peduli sesusah apa rintangan itu! Gue tetep Cinta sama lo." Batin Matahari terus berucap pilu.
...~®MatahariLangit.~...
Matahari menatap pantulan dirinya di cermin. Dress ini sangat tidak cocok dengan tubuh mungilnya. Dari ukurannya saja Matahari sudah bisa menilai bahwa Dress ini sangat besar dan sangat tidak cocok untuk dirinya. Matahari keluar dari kamar nya dan langsung menuju ruang tamu.
"Padahal mama udah berusaha nyari baju yang pas buat kamu Ri, tapi malah kegedean terus ya." ucap mamanya.
"Iyalah kegedean orang mama ngukurnya pake badan mama," tegur Ayah Matahari yang dapat anggukan setuju dari Matahari.
__ADS_1
"Ya kirain mama badan zelle sama kayak mama." ujar Sandara karany
"Seharusnya mama tanya dulu sama zelle." gerutu Matahari.
"Iya ma, seharusnya mama tadi tanya dulu sama zelle." sahut Gandira Keandra.
"Udahlah zelle pake dress lain aja." kata Matahari kemudian melangkah pergi menuju kamarnya.
"Ya udahlah sana!" titah Sandara hanya berucap pasrah.
"Tampil yang cantik ya zel!" ucap Gandira yang dapat acungan jempol dari Matahari.
"Kita berangkat bareng Xandra ya pah." kata Sandara.
"Loh memangnya suami dia kemana?" tanya Gandira.
"Papah kan tau, suami Xandra itu punya pekerjaan di luar negeri,"
"Tak kirain suaminya udah pulang."
"Ya udah,mama mau ke rumah xandra dulu." pamit Sandara dapat anggukan dari Gandira.
...~©MatahariLangit.~...
"Langit ikut kan?" tanya Sandara
"ikutlah, mana mungkin Langit nggak ikut ke acara ulang tahun nya anak kak Grizalle Langit pasti ikut." sahut Langit sangat antusias.
Pasalnya ia akan bertemu lagi dengan saudara kembar nya Matahari. Jujur Langit merindukan sosok Grizalle yang selalu memberikan kasih sayangnya pada Langit bukan pada Matahari. Jadi seperti Langit adiknya bukan Matahari.
"Ya sudah ayok kita berangkat!" ajak Sandara yang langsung bergandengan dengan Langit. Terlihat sangat Akrab.
"Maaf ya Ra, merepotkan." ucap Xandra
"Mm, kamu tu kayak lupa aja, dulu kita kayak gimana!"
Xandra hanya tersenyum lebar.
Setelah semuanya siap, Mereka pun segera menuju ke rumah kediaman Kakak nya Matahari.
Didalam mobil bisa dilihat, Ibu Matahari sangat bawel pada Langit dan parah nya Langit pun membalas nya dengan panjang lebar. Matahari sesekali hanya melirik keluar jendela saja. Pasalnya ia duduk disamping kiri dan Langit di tengah-tengah, samping kanan nya Xandra ibu Langit.
"Tumben kamu nggak ikut nimbrung Zel?" tanya Xandra membuat Matahari melirik Xandra kemudian tersenyum.
"Lagi irit ngomong dia bun." sahut Langit melirik Matahari sinis.
__ADS_1
"Sotoy lo!" gumam Matahari sebal. Xandra hanya bisa terkekeh melihat sikap mereka yang sedang bertengkar. Sangat lucu.
...~®MatahariLangit.~...