
Kring kring
Alarm berbunyi membuat seorang gadis berbadan gendut tampak kesal dan malas bangun dari tidur nya. Karna ia malas ke skolah. Bukan nya ia seorang pemalas, tapi ia malas mendengar celotehan teman" di sekolah nya yang slalu merendahkan diri nya. Rasa nya ingin ia sumpal rapat rapat semua mulut yang slalu berkata seakan dirinya paling benar. Sudah lah... apa yang seharusnya tidak perlu kau urus tidak usah di pikiri, urus lah diri mu sendiri yang masih luntang Lantung tidak jelas. Hanya menghabis kan uang orang tua saja.
🌤️🌤️🌤️
Maura berjalan gontai masuk ke dalam kelas nya. Karna ia masih mengantuk akibat belajar semalaman. Tiba" sudah mulai keluar bisikan bisikan tidak mengenakan muncul di telinga nya.
"Hey lihat, tidak Sadan badan haha dia menghalangi orang-orang lewat saja''
''Haha aku heran mengapa dia masih betah saja di sekolah ini, padahal hari hari nya sungguh suram di tambah lagi cemooh an dari orang hahaha"
"Haha dasar sampah!"
"Jelek!"
"Gendut!"
"Lihat kaki nya putih sekali hahaha, dia seperti ****"
Maura tidak memperdulikan itu semua ia menutup rapat\-rapat telinga nya, jujur ia mulai bosan dan jenuh mendengar kata\-kata itu yang slalu di ucapkan mereka setiap hari. Apa mereka tidak bosan mengatai nya gendut? Bahkan Maura saja sudah tau ia memang gendut. Untuk apa mengulang kata\-kata itu selalu? Maura tidak budek!
Tidak lama setelah itu guru pun masuk dan pelajaran berlangsung 2 jam lamanya lalu di sambung pelajaran Informatika selama 1 jam. Akhirnya bel berbunyi dan anak\-anak berhamburan ke kantin.
"Ra mau kekantin ga?" Tanya Sonya sahabat baik Maura.
"Gadeh" Jawab Maura lesu.
"Napa sih Ra? Gausah di dengerin deh ucapan anak-anak bodoh yang hanya Mandang fisik itu"
"Gw ga mikirin itu kok" jawab Maura
"Terus apa?" Tanya sonya.
__ADS_1
"Gpp emang gamau ke kantin aja" jawab Maura.
"Yaudah gw duluan, Lo ada mau nitip ga?"
"Iyah udah teh pucuk 1"
"Oke"
Beberapa menit kemudian Sonya datang dan membawa teh pucuk serta cemilan. Lalu memberikan kan pada Maura. Maura mengernyit heran, buat apa sahabat nya itu membelikan nya cemilan?
"Buat Lo, gw tau Lo bakal laper nanti" what? Sonya bisa baca pikiran Maura?
"Kok Lo tau?" Tanya Maura plongo
"Gw udh kenal Lo" jawab Sonya santai.
"Yaudah makasih ya soy" ucap Maura sambil tersenyum. Tanpa ia sadar ada salah satu org yg sedang memperhatikan diri nya tertawa lepas bersama Sonya.
"Hmm imut juga" sebuah senyum muncul di bibir seorang laki-laki yang merupakan most wanted di skolah.
🕓🕓🕓
"Apaan sih gitu doang alay Ampe teriak teriak bikin aku tambah di bully aja"Grutu Maura dalam hati.
Bis yang ia tumpangi pun akirnya melaju duluan dan meninggalkan diri nya. Ia mengejar bis tersebut sebelum jauh, tapi nihil ia tidak bisa mengejar bis tersebut.
"Eh mamang tunggu aku belum naik! Mamang! Duh di tinggal lagi ah!" Grutu Maura karna kesal.
Ia pun berbalik ingin mencari angkot atau semacamnya. Tapi pada saat ia ingin berbalik ia hampir tertabrak dengan motor seseorang. Seseorang itu pun mengerem dan mengasilkan suara yg membuat siapa saja merasa ngilu.
"Woyy Lo mau mati ya?! Udah tau badan gede ngalangin jalan pula!"kesal si pengendara.
"Ma-maaf ga sengaja'' ucap Maura gugup
"Maaf maaf! Dah Lo Sono minggir gw mah lewat" Maura pun penepi dan menyilahkan cowo tersebut lewat.
__ADS_1
'Huh galak banget sih! Coba kalo orang cantik yg kaya aku tadi pasti gabakal di marahin huh!' Grutu Maura dalam hati.
🌙🌙🌙
Sesampainya di rumah Maura langsung membaringkan tubuh nya di kasur empuk milik nya. Tadi nya ia hanya melamun tapi tak terasa ia tertidur sangat pulas karna lelah akibat sekolah nya yang full day.
Jam menunjukan pukul 08:02 Maura bangun dari tidur nya karna lapar, ia pun pergi menuruni anak tangga dan menuju dapur berharap ada makanan yg bsa membuat nya kenyang. Ia memeriksa kulkas ada telur dan juga mie. ia mengambil keduanya dan memasak nya. Setelah di rasa matang ia pun makan dengan lahap dan kembali ke kamar. Setelah memakan nya habis, ia pun memilih memain kan ponsel nya sekilas memeriksa grup chat kelas, siapa tau ada info penting. Tapi. Saat ia melihat ada video nya yg sedang berlali dan di tambahkan lope-lope dan dijadikan bahan candaan oleh teman" nya. Bahkan tidak sedikit yang mengunggah nya ke seratus mereka. Tak terasa air mata Maura mulai mengalir. Sakit. Tentu saja! Ia merasa tak di hargai sama sekali, semua orang memandang nya rendah. Dan setelah lama ia menangis ia pun tertidur.
🌤️🌤️🌤️
Pukul 06:30 Maura sudah sampai di sekolah dan merebahkan diri nya di bangku barisan paling belakang. Ia hanya diam memandangi keluar jendela. Ya memang tempat duduk Maura ada di belakang dekat jendela sehingga ia bisa melihat pemandangan di luar jendela.
Tidak lama kemudian guru pun masuk, Dan memulai pelajaran. Pelajaran berlangsung sekitar 1½ jam dan di lanjut pelajran sejarah selama 2 jam dan akhir nya istirahat. Maura ingin pergi ke UKS untuk meminta obat sakit kepala karna ia merasa pusing sehabis menangis semalaman. Saat perjalanan menuju UKS ia merasa pusing dan menabrak seseorang.
"Aduh maaf ya, maaf, aku pusing banget, maaf ya" ucap Maura tanpa menoleh ke arah Ansel.
"Halahh Lo sengaja paling" ucap Ansel ketus.
"Engga serius deh" ucap Maura masih memegangi kepala.
''Bodo" ucap Ansel datar lalu meninggalkan kan Maura.
'Itu kan cowo yang kemaren, dingin banget' Maura dalam hati. Ia pun menuju UKS dan mengambil obat lalu meminum nya. Setelah serasa baikan ia pun pergi ke kelas untuk baca buku novel yg dia pinjam di perpus.
🕓🕓🕓
Bell pulang berbunyi Maura tampak sedang duduk di halte menunggu buss yang biasa mengantar jemput nya. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di samping nya, ia pun menoleh. Betapa terkejutnya nya ia saat mengetahui ternyata Ansel lah yang ada di samping nya sambil menatap nya datar. Tidak lama kemudian buss yang ditunggu akhirnya datang. Maura segera ingin memasuki buss itu namun tangan nya di tarik sampa ia mundur lalu pria yang menarik tangan nya langsung memasuki buss tersebut mendahului Maura.
'Kekanak-kanak an' batin Maura
Ternyata isi buss sudah penuh dan mau tak mau Maura harus berdiri karna tidak mungkin bisa nyempil sedangkan ukuran badan nya yg lumayan gendut walaupun tidak gendut banget.
Ansel yang memperlihatkan itu merasa kasihan dan memberikan tempat duduk nya pada Maura. Ia pun hendak berdiri namun baju nya tersangkut sesuatu dan akhir nya sobek.
'anjirr emang ya kalo Deket nih cewe gendut bikin gw apes Mulu, dah lah gajadi pinjemin tempat duduk!'batin Ansel kesal.
__ADS_1
Bersambung.........