
Bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan keluar sekolah. Begitu juga dengan Maura. Yang saat ini sedang menunggu di halte.
"Bus nya lama banget ya" gumam Maura
Door!!!
Ctarrr!!!!
Awan mendung membuat suasana sekitar menjadi gelap, akhir nya Maura berniat berlali karna di rasa lapar, ia tidak perduli walau hujan mengguyur nya.
" laper banget, tapi harus buru-buru pulang, ahh labas aja" gumam Maura berlari
Seorang gadis berlari menyusuri hujan langkah nya mulai gontai, karna di rasa sakit di kepala nya. Badan nya pun mulai lemas dan....
Brukk...
Ya Maura pingsan di tengah jalan, bersamaan dengan itu ada satu motor besar yang melaju dan berhenti tepat di depan tubuh Maura tergeletak. Pria itu nampak memincing kan mata nya menatap sosok yang tergulai lemah di jalan dengan di guyung hujan deras.
"Kayak kenal, Kok kaya Maura ya, eh itu Maura beneran !"gumam Ansel.
"Ra?...Ra woy??? Ra bangun Ra? Lo kenapa?" Tidak lama kemudian Maura nampak membuka mata nya sedikit menatap Ansel.
"Lemes...."lirih Maura. Dan langsung di bawa Ansel ke motor nya lalu ia melakukan motor nya sambil memegang lengan Maura agar tetap memeluk nya.
Tidak bisa berfikir lagi Ansel akhirnya membawa Maura ke rumah nya. Ia menyuruh pelayan mengganti baju Maura dan membuatkan bubur untuk Maura. Di tatap nya wajah imut Maura yang sedang tidur. 'Imut banget jadi gemes' batin Ansel.
Beberapa saat kemudian Maura mulai membuka matanya, 'pusing' yang ia rasakan dan ia mulai sadar kalau ini bukan kamar nya, lalu kamar siapa ini? Ia pun menatap kaki-laki yang tengah duduk di pinggir kasur nya sambil menatap nya dengan tatapan hangat.
"Lo?"
"Lo pingsan di jalan tadi, untung gw temuin, kalo ga ya? Udah pasti Lo di bawa om om" ucap Ansel membuat Maura kesal
"Oh"
"Oh doang? Gada makasih? Nyesel gw nolong Lo" ucap Ansel kesal
"Iya iya makasih yah sel" ucap maura seraya tersenyum menatap Ansel.
"Iya oke" ucap Ansel singkat
"Gw mau pulang" ucap Maura
"Makan dulu, baru gw anter"
"Ehh tunggu! Kok baju gw?"ucap Maura mulai kaget. "Lo yang ganti?!" Tanya Maura.
"Kalo iya kenapa?" Jawab Ansel dengan senyum nakal nya.
"Apaan sih Lo mesum, gasopan banget Ama cewe! Gw doa in Lo ya gabakal punya istri!"
"Ada kok, kan Lo yang bakal jadi istri gw!"
"Ihh jyjyk gamau gw"
"Yakin? Btw mulus Ra, ga sia-sia gw" ucap Ansel dengan senyum nakal sambil menatap Maura yang sudah merona menahan malu.
__ADS_1
"Brengsek Lo!" Ucap mau kesal" bodoamat gw mau pulang! Males ngomong Ama otak gesrek kaya Lo!"
"Ehh Ra Ra ? Becanda kali sensi amat si lo", ya gamungkin la gw kaya gitu!"
"Yakin Lo?" Ucap Maura ketus
"Iya! Tadi gw suruh pelayan gw yang ganti" ucap Ansel meyakin kan
"Oke gw makan abis itu gw mau pulang titik!"
"Nah gitu dong"
"Biar gw sendiri! Gw bisa makan sendiri!"
"Gak Lo harus di suapin"
"Gamau!"
Cupp.
Ansel mencium bibir Maura singkat karna sangat gemas menurut nya.
"Makan apa gw cium?" Pipi Maura kini sudah Semerah tomat membuat Ansel semakin gemas dengan gadis itu.
"Gamau jawab ya? Yaudah gw cium" ucap Ansel dan memajukan muka nya ke arah Maura.
"Ehhh i-iya gw makan, gw makan"
"Nah gitu dong! Aaaaaa?" Ansel menyuapi Maura
Setelah mengantar Maura pulang Ansel pun menunggu hingga gadis itu masuk dan menghilang di balik pintu.
"Ihh apaan si Ama Ansel, main cium-cium aja! Udah dua kali dia cium aku! Ihh kesel anjirr dasar Ansel monyet" Grutu Maura
Drrrrtt...Drrrrtt...
Ponsel Maura berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Maura membulat kan mata nya saat melihat siapa yang chat.
085*****
Save Ansel!
Maura.
Dapet dari mana
Lo nomor gw!?
085*****
Gosokan ale-ale
Maura.
Oh
Read.....
__ADS_1
🌤️🌤️🌤️
Pagi ini Maura sudah berada di koridor sekolah, berjalan menuju kelas nya. Tidak sedikit siswa/siswi yang menatap nya dengan tatapan kagum. Ya semenjak berat badan nya yang turun, sudah tidak ada lagi bisikan-bisikan mengesal kan yang sering ia dengar, tapi lebih banyak bisikan-bisikan yang memuja kecantikan diri nya.
"Pagi semua!" Sapa Maura ramah kepada teman-teman sekelas nya
"Pagi Maura!" Seru teman-teman sekelas maura.
Waktu sudah menunjukkan jam istrirahat Maura pun membereskan buku buku nya lalu pergi ke kantin bersama Sonya.
"Soy Lo pesen apa? Gw traktir deh"
"Hah seriusan Lo?tumben Lo Baek"
"Gamau? Yaudah"
"Eeehh Curut sabar dong Anju, mana sini uang Lo biar gw yg pesen"
"Nih" ucap Maura sambil memberi kan 2 lembar uang 100rb.
Tiba tiba Ansel duduk di depan Maura sambil menatap nya datar, Maura pun mengernyit karna Ansel tidak melepaskan pandangan nya menatap Maura.
"Lo ngapain sih?"
"Liatin Lo"
"Buat?"
"Nilai"
"Nilai apaan?"
"Nilai Lo cocok apa ngga buat jadi ibu dari anak anak gw nanti"
"Ihh amit amit, kagak mau gw, udah mendingan Sono Lo pergi dasar gembel"ketus Maura
"Gamau, gw mau disini makan bareng Lo"
"Kenapa harus gw kampang?"
"Karna Lo cantik"
"Ngasi jawaban yang bener Napa? Gaje banget! Banyak kok orang cantik disini"
"Gak, Lo beda, gw suka!"
"Udah Lo pergi ga, atau gw yang pergi nih?"
"Iya-iya gw pergi" Ansel pun pergi meninggalkan Maura tapi bukan Ansel kalau tidak jail. Sebelum pergi ia mencuri ciuman di pipi Maura, dan berlari.
"Manis!" Triak ansel membuat pipi Maura merona.
"Cieecieee!!!!" Seru anak anak yang ada di kantin yang menyaksikan kejadian barusan.
*B**ersambung*........
__ADS_1