
"Gw gabakal bisa iat Maura lagi hahaha"tawa Ansel seperti orang gila.
Sekarang ia tidak perduli apa yang dikatakan orang tentang nya. Bahwa CEO dari Imanuel group menjadi gila karna wanita. Itu semua benar. Ia gila!
"Gw ngerti perasaan Lo, tenang aja Lo bisa ketemu sama maura lagi kok"ucap Sonya.
"Lo srius? Gw pengen ketemu Maura gw pengen jelasin semuanya."lirih ansel
"Walau nanti dia maafin Lo belum tentu dia mau balikan Ama Lo. Inget dia udah punya tunangan"ucap Sonya.
"Gw gapeduli. Yang gw leduliin saat ini cuma bisa liat Maura lagi. Gw kangen sama dia"
"Di hari pernikahan gw sama Rio nanti Maura bakal Dateng kok jadi Lo bisa liat dia"ucap Sonya.
Sebenarnya Sonya merasa kasihan melihat Ansel yang tampilan nya sudah berbeda dari 4 tahun lalu. Banyak jambang yang tumbuh di sekitar wajahnya. Rambut-rambut halus di dagunya.
"Lo yakin? Lo ga usah semangat in gw"ucap Ansel.
"Gw ga bohong kok. Masa iya Maura ga Dateng ke pernikahan sahabatnya sendiri?"ucap Sonya.
"Oke sekarang gw cuma minta satu. Lo bisa kasi tau di mana Maura sekarang?"tanya ansel.
"Oke, Maura pergi ke Singapur"
"Makasih gw pergi dulu"ucap ansel.
"Iya"
"Hati hati sel"ucap Rio.
"Sans"
Ansel pun pergi meninggalkan rumah Sonya menuju kantor nya. Sesampainya di kantor ia menyuruh orang kepercayaan nya membereskan barang-barang nya karna ia akan terbang ke Singapur malam ini.
*****
Singapur 10:30 WIB.
Kini ansel sedang berada di dalam mobil sport mewah nya. Ia sudah siap mencari alamat yang dikirim kan oleh Sonya.
"Maura gw bagakal lepasin Lo untuk ke dua kalianya"
30 menit sudah Ansel mengendrai mobil nya mencari alamat Maura. Akhirnya ia menemukan nya. Rumah mewah ber- cat putih dengan 3 mobil mewah terjejer di depan nya.
Ansel pun menuruni mobil nya dan berjalan ke arah gerbang. Tampak ada 2 penjaga yang sedang menjaga rumah.
Ansel pun menghampiri perjaga itu lalu menanyakan di mana tuan rumah. Atau lebih tepatnya Maura.
"Permisi apa ini benar rumah keluarga geonino?"tanya ansel.
"Iya pak? Ada apa ya pak?"
"Ah saya teman nya Maura. Apa dia ada di dalam?"
__ADS_1
"Seperti nya ada pak. Bapak silahkan masuk"
"Baik terima kasih."
Ansel pun melangkahkan kaki nya ke rumah mewah tersebut. Saat ia sampai di teras rumah ia mendengar suara Maura. Suara yang sayang ia rindukan. Tidak pernah terpikirkan kalau ia bisa mendengar suara nya lagi.
"Ihh Abang pokonya Maura mau ke club"
"Maa coba liat Maura, dia ke club Mulu"
"Maura kamu ini cewe gabaik kaga gitu!"
"Ihh ini semua gara-gara Abang tuh kan mama marahin Maura hiks. Udah lah Maura mau pergi aja hiks"kesal Maura lalu pergi ke arah pintu berniat meninggalkan rumah.
Saat ia sampai di pintu ia cukup kaget melihat kedatangan ansel. Dari mana Ansel mengetahui alamatnya?.
Cukup lama Maura terpesona dengan ketampanan Ansel yang semakin bertambah. Namun ia kembali menormalkan fikiran nya. Dimatanya Ansel hanyalah **** yang menghancurkan kehidupan nya.
Kini ansel memberanikan diri menyapa Maura. Tidak lupa ia bersikap lembut terhadap Maura.
"Maura?"Panggil ansel lembut.
"Ngapain Lo ke sini?!"ketus Maura.
"Aku mau minta maaf Ra. Aku bisa jelasin semuanya Ra tolong dengerin aku"
"Hah? Lo mau minta maaf? Oke gw maaf in sekarang Lo pergi dari sini! Lo cuma bikin udara tercemar tau gak?!"
"Maura ada apa si ribut-ribut? Kamu tuh y-"ucap Rey terpotong.
"Bang Rey, gw minta maaf, gw bisa jelasin semuanya bang!"ucap ansel.
"Maura kamu gaboleh gitu"ucap Reynand.
"Gw tau Ra kamu benci sama aku karna aku lemah, maaf in aku ra. Kamu dengerin penjelasan aku dulu"
"Gw bilang ga ada yang perlu di jelasin semuanya udah jelas"ucap Maura menatap Ansel dengan tatapan benci lalu pergi ke dalam dengan menghentakan kakinya.
"Udah sel sebaiknya Lo pulang dulu, ntar gw bantu jelasin ke dia. Saat ini dia gabisa atsin emosi nya sendiri"
"Gw minta maaf bang, tapi bukan gw yang-"
"Gw udah tau semuanya sel."ucap Reynand.
"Lo udah tau?"
"Mereka semua jebak Lo. Gw masih sadar saat mereka ngomongin Lo. Gw bakal bantu Lo tenang aja. Gw bakal kasi Lo ke Adilan. Gw tau Lo kesiksa selama ini. Yang kuat dong bro"ucap Reynand meninju dada Ansel pelan.
"Oke gw Balik dulu, tapi gw bakal Dateng lagi"
"Oke"
Ansel pun pergi dengan perasaan kecewa karna tidak bisa meyakin kan maura. Tapi ia Takan menyerah. Ia akan selalu berusaha untuk mendapatkan hati Maura lagi.
****
__ADS_1
"Adek Abang kenapa sih? Cemberut banget?"ucap Reynand menghampiri Maura di kamarnya yang sedang menengok jendela.
Jendela Maura menghadap taman bagian depan rumah. Sehingga bisa mengetahui siapa yang datang. Kini ia sedang memperhatikan Ansel yang berjalan ke arah mobil nya. Wajahnya tampak seperti kecewa.
"Hmm katanya benci tapi masih di perhatiin"ucap Reynand.
"Apasi Abang ga lucu!"ucap Maura.
"Ra Abang mau ngomong sama kamu"
"Tentang dia? Udah bang Abang ga usah tutup-tutupin Maura udah tau semuanya. Pokonya ke depan nya ga boleh bales masalah dia."
"Ra dia Dateng buat kamu"
"Bang Maura udah tunangan Ama Ryan. Maura gamau kecewan Ryan. Maura juga tau sakit nya di kecewain itu gimana!"
"Oke Abang gamau ngomong atau ngungkin Tetang Ansel lagi, tapi Maura harus tau. Penyesalan Dateng belakangan, jadi Maura jangan nyesel kalo kehilangan Amel nanti. Abang pergi dulu"
Reynand pun meninggalkan Maura sendiri di kamarnya dengan keadaan terpaku.
Kini Maura masih mengingat perkataan Rey Yang sama seperti perkataan rio. Sebenarnya apa yang tidak ia ketahuinya? Ia yakin jika ia sudah tau semua kebusukan Ansel. Apa mereka buta?.
"Apa orang-orang itu buta? Jelas-jelas Ansel itu jahat! Masih untung aku ga masukin dia ke kantor polisi! Cih lelaki ****"
*****
"Rey gimana?"tanya Rina.
"Ma, Maura gapernah mau denger penjelasan Rey atau Ansel. Dia terlalu keras kepala"
"Kesian Ansel Rey, dia ga salah tapi dia harus nanggung ini semua"
"Rey juga mas, Rey tau Ansel itu cowo yang baik dan bertanggung jawab. Tapi kita gabisa maksa Maura. Lagian Maura itu udah dewasa maa. Biarin dia selesain masalahnya sendiri."
"Mama harap juga gitu"
*****
Keesokan harinya di kediaman geonino Ansel kembali dengan sebuket bunga dan sebuah cincin berlian.
jika di hitung sudah hampir 2 Minggu ia terus datang meminta maaf pada maura. Tapi hasil nya nihil. Maura nggan memaafkan nya.
Kini ia kembali lagi ia berniat meminta maaf dan melamar Maura.
"Eh pak Ansel Dateng lagi ya pak?"
"Iya mauranya ada?"
"Ada pak, silahkan masuk"
"Baik"
Ansel pun masuk meninggalkan dua orang penjaga tersebut.
"Kesian ya pak Ansel. Padahal ganteng, kaya lagi tapi cintanya di tolak Mulu sama non Maura."ucap seorang penjaga
__ADS_1
"Iya kalo di lihat-lihat sih kayanya pak ansel itu tulus"ucap penjaga lainnya.
Bersambung........