
"Sel kita harus jelasin ke mama sama papa aku soal ini"
"Mereka pasti ngerti Ra"
"Sel aku udah bertunangan sama Ryan, kita haru jelasin ke mereka"
"Oke malem ini kita pergi ke Singapur"
"Iya aku beres-beres in barang dulu"
"Gausah Ra, kamu istirahat aja, biar aku"
"Ngga kamu yang harusnya istirahat, aku bisa sendiri kok"
"Istirahat berdua aja gimana?"goda Ansel.
"Dasar mesum!"
Maura pun pergi meninggalkan Ansel dengan perasaan malu.
"Hey mau kemana?"
"Bukan urusan kamu"
"Mau makan ga?"
"Boleh"
"Yuk aku ajak kamu keluar"
"Yuk"
Ansel pun menarik lengan Maura keluar dan memasuki mobil lalu Ansel menyalakan mesin mobil dan melaju menuju restoran.
"Udah sampe, yuk masuk"
"Yuk"
Ansel pun menarik kembali lengan Maura dan memasuki restoran tersebut dan memilih meja pojok.
"Mau makan apa?"tanya Maura.
"Makan kamu"ucap Ansel membuat pipi Maura merona.
"Ansel jangan macem-macem ya ini tempat umum"
"Iya iya maaf"
"Yaudah serius kamu mau makan apa?"
"Tapi aku udah serius pengen makan kamu Ra"
"Ansel!"
"Iya-iya aku samain aja sama kamu"
"Nah gitu dong, permisi pesen ini 2 Ama minuman ini 2 ya"
"Baik nyonya"ucap pelayan tersebut dan pegi.
"Kamu kemana kok cemberut gitu?"tanya Maura.
"Gapapa"ucap Ansel ketus.
"Huh?"
"Liat aja abis nikah aku bakal makan kamu Ampe abis!"gumam Ansel dengan bangga nya.
Maura yang mendengar gumaman Ansel langsung salah Tingkah sendiri.
"Dasar mesum!!!"
"Iya iya maaf nyonya Imanuel"ucap Ansel.
"Belum nikah ya!"ketus Maura.
"Kamu tunggu aja pas kita udah nikah, aku bakal bikin kamu bagisa turun dari ranjang!"
"Hadehh kapan si kamu itu mesum nya ilang?"
"Mana bisa, aku ini cowo normal, liat kamu pake pakaian itu aja udah buat adik kecil aku berdiri apagi liat kamu ga pake apa apa( ͡° ͜ʖ ͡°)"
Plakk
Maura melempar garpu kepada Ansel membuat wajah Ansel sedikit memerah.
"Duh maaf sel aku ga sengaja, soalnya aku kesel sih, liat kmu mesum Mulu pikiran nya"ucap Maura merasa bersalah.
"Yang penting mesum nya kekamu doang"
__ADS_1
"Baguslah"gumam Maura tanpa sadar.
"Jadi kamu mau aku mesumin Mulu?"goda Ansel.
"Eh ehh ngga aku salah ngomong"ucap Maura.
"Salah ngomong huh?"goda Ansel kembali.
"Ihh Ansel aku ngambek beneran nih! Udah ah gajadi makan"kesal Maura dan hendak pergi.
Sebelum Maura beranjak Ansel sudah lebih dulu menarik Maura hingga Maura jatuh ke pahanya.
"Ansel kamu apaan sih?! Kamu mau apa?"
"Dari pada nunggu pelayan bawain makanan buat kita, mending kita main-main sebentar dulu gimana?"
"Gamau, kamu kalo main curang!"ucap Maura.
"Curang dari mana nya coba?"ucap Ansel.
Maura pun mengingat kejadian Ansel di mana bermain curang hingga Maura yang di rugikan.
Flashback On.
"Siapa yang kalah harus lepas baju satu persatu"ucap Ansel.
"Oke siapa takut"
Maura bermain dadu dengan ansel, siapa yang bisa menebak jumbah titik dadu yang akan keluar dia lah pemenang nya.
"Aku mulai! Jumblahnya 8"ucap Maura.
"12"ucap Ansel.
Maura pun mengocok dadu tersebut. Dan benar saja yang keluar angka 12. Dan Maura kalah dalam permainan.
"Liat? Aku menang! Sekarang buka baju kamu"ucap Ansel.
"Kamu belum sepenuhnya memang ya, peraturan nya cuma 1 per satu pakaian"
"Oke liat aja aku bakal buat kamu kalah"
"Kamu terlalu PD sel, aku yang bakal menang"
"Heh liat aja"
Kali ini ansel yang mengocok dadu tersebut sambil memperhatikan wajah maura.
"Siapa yang mau nagih utang? Kamu belum tebak angka yang keluar itu angka berapa"
"Oh iya, aku pilih angka 9"
"Oke aku 5"
Benar saja tebakan Ansel kembali benar dan Maura harus kembali membuka satu persatu pakaian nya.
Permainan terus berlanjut hingga menyisakan Maura dengan CD dan bra serta tangtop nya sementara Ansel dengan celana boxsernya.
Maura yang memperhatikan bentuk tubuh Ansel tampak tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari tubuh indah Ansel. Lihatlah roti sobek itu lihatlah kulit putih mulus itu, apa Ansel seorang malaikat?.
"Udah puas liat nya?"ucap Ansel.
"Apaan sih siapa yang ngeliatin"elak Maura.
"Serius ga liat on huh?"
"Udah lanjut main aja!"
"Oke kali ini aku pasti menang, dan kamu harus siap-siap buka tangtop kamu"
Ansel pun mulai mengocok dadu.
"Aku tebak keluarnya 4"ucap Maura.
"Kamu yakin? Aku sih 8"
"Ya yakin lah"
Ansel pun melemparkan dadu tersebut salah satu dari dadu tersebut menunjukan angka 2 yang berarti masih ada kesempatan bagi Ansel dan Maura menang, sedangkan dadu yang satunya masih berputar lalu berhenti dan tampaknya dadu tersebut akan mengeluarkan angka dua lalu buru-buru Ansel meniup dadu tersebut hingga berhenti di angka 6.
"Aku menang!"ucap Ansel.
"Mana boleh! Kamu curang! Kamu tadi niup itu!"
"Aku ga curang, ayo buka baju kamu"
"Gamau kamu curang!"
"Oke kalo kamu gamau buka biar aku bukain"
__ADS_1
"Gamau!"
Maura hendak berlari namun Ansel menarik lengan nya lebih dulu dan membuka paksa tangtop yang Maura kenaskan.
Kini Maura hanya memakai bra dan tangtop , dan memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuh Maura, lihatlah payudara putih yang pasti pas di tangan Ansel.
Ansel tak berhenti memperhatikan tubuh molek Maura membuat Maura malu sendiri.
"Udah aku gamau main"ucap Maura.
"Gaboleh harus tetep main"ucap ansel mendudukan Maura di pahanya.
"Aku gamau, aku udah selesai"ucap Maura terus memberontak.
Ansel yang merasa Maura menduduki adik kecilnya tampak tak kuasa menahan hasrat nya.
"Ra jangan gerak lagi"lirih Ansel menahan hasrat nya.
"Kenapa, aku bakal tetep berontak wleek"ucap Maura malah menggenjot dirinya lebih kuat.
Maura tidak menyadari jika ansel sedang menahan hasrat nya untuk menyetubuhi Maura. Ia pikir Ansel keberatan karna Maura yang menduduki nya.
"Ra aku jamin kamu bakal nyesel kalo kamu ga berenti"
"Bodo amat wlee"ucap Maura masih belum mengerti.
Ansel pun terpaksa menggendong Maura ke ranjang dan menindik Maura.
"A-anse-l apa yang mau kamu lakuin?"ucap Maura.
Ansel tak menjawab melain kan menggendong Maura dan membawanya ke atas pahanya.
"Ayo genjot lagi, bukan nya tadi kamu suka?"goda Ansel.
"Ansel aku...akui...aku gatau kalo kamu anu"
"Udah terlambat Ra, bukan nya tadi kamu sangat berani huh?"goda ansel.
"Maap"ucap Maura polos.
Ansel yang tak dapat menahan hasrat nya langsung menarik Maura dan menindihnya kembali. Lalu mencium Maura dengan ganas.
Mpphhh
Cukup lama mereka berciuman hingga Ansel melepas ciuman nya karna merasa oksigen sudah mulai mengurang.
Ansel memandangi wajah cantik maura dengan pipi nya yang bersemu merah. Membuat Ansel ingin kembali melumat bibir manis Maura.
Ansel pun kembali mencium bibir Maura, Maura membalas ciuman Ansel dan mendesahkan nama Ansel membuat Ansel semakin bersemangat.
Merasa tidak cukup Ansel pun meraba perut rata Maura dan memasukkan tangan nya ke bra Maura lalu meremas gundukan kenyal Maura yang pas dengan tangan nya
"Ahhh Ansel"
"Ra aku mau itu"ucap Ansel di telinga Maura.
"Ngga jangan sekarang, aku belum siap sel"ucap Maura belum siap.
"Yaudah aku gabakal maksa kamu, tapi kamu harus bantu aku nidurin Ansel kecil"ucap Ansel membuat Maura mengernyit.
"Ansel kecil?"tanya Maura.
Ansel terkekeh oleh kepolos an Maura dan menyentuh tangan Maura mengarahkan nya kepada 'My ****' nya.
"Ini"ucap Ansel.
Maura diam, matanya membulat sempurna merasakan kejantanan Ansel yang sudah mengeras.
"Kenapa dia bisa bangun?"ucap Maura polos.
"Karna kamu tadi, jadi kamu harus tanggung jawab"
"Caranya?"
"Ikut aku"Ansel pun mengajak Maura ke kamar mandi.
~ Ahh Maura iya gitu, lebih cepat baby ahh iya🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸( ͡° ͜ʖ ͡°) ~
Flashback off.
"Udah inget kan? Aku yang rugi ujung-ujungnya"ucap Maura menatap tajam Ansel.
"Iya iya maaf"kekeh Ansel.
"Permisi ini makanan nya"ucap pelayan.
"Terima kasih"
Maura pun memakan makanan nya begitu juga ansel.
__ADS_1
Bersambung..........