Maura Untuk Ansel

Maura Untuk Ansel
17. Ikatan Batin


__ADS_3

       Setelah pulang dari acara yang di temani Maura tadi. Ryan merasa aneh dengan keadaan Maura yang selalu memegangi kepala dan dada nya. Ia sudah bertanya tapi Maura tidak menjawab melain kan memberikan sebuah gelengan.


"Ra? Kamu beneran gapapa? Aku khawatir liat kamu megangin kepala dan hati mulu."ucap Ryan cemas.


"Engga aku gapapa, dada ku sakit banget kayak adak sesuatu yang buat aku sakit kayak gini. Panas rasanya. Kepala aku juga berdenyut, sakit banget"


"Mau ke dokter?"


"Yaudah yuk"


      Tidak lama kemudian Ryan sampai di rumah sakit untuk memeriksa keadaan Maura.


     Saat Maura dan Ryan ingin memasuki rumah sakit bersama Maura tiba tiba ada seseorang yang menatap Maura dengan tatapan aneh seakan kaget sedih bercampur bahagia.


     Jika di lihat-lihat wajah nya mirip sperti Maura namun berbeda gender, ia laki-laki.


"Ma-maura?"tanya Rey tidak percaya.


     Maura yang sudah sangat sakit di bagian dada dan kepala nya tidak bisa mendengar jelas apa yang di katakan orang di depan nya. Jadi ia lebih memilih bungkam dan memiarkan Ryan yang membalas perkataan pria tersebut.


"Maura Abang ga percaya kamu ada di sini di depan abang! Maura aku temuin mama dia hampir gila mikirin kamu"ucap Rey yang langsung memeluk tubuh Maura. Membuat Ryan geram dan mendorong Rey.


"Dia pacar gw. Lo siapa? Aku cris"ucap Ryan dan mengajak Maura ke dalam.


   Rey yang mendengar perkataan pria yang bersama Maura memanggil nya dengan sebutan cris? Berati Cristy? Ibu nya tidak berbohong. Ibu nya sungguh melihat Maura.


"Lo nemuin Maura di mana? Dia adek gw"ucap Rey.


"Gw gapeduli dia adek Lo apa bukan, yang dia butuh in itu dokter sekarang ajdi jangan tunda-tunda"ucap Ryan.


     Rey pun mengalah dan memilih mengikuti Maura dan Ryan dari belakang.


                                     ###


   Dokter pun keluar dari ruangan Maura.


"Dok gimana keadaan adek saya dok?"


"Dok gimana keadaan pacar saya dok?"


Ucap Rey dan Ryan bersamaan. Membuat dokter kikuk sendiri.


"Penyebab kepala nya sakit mungkin karna pasian yang berusaha mengingat memory nya yang hilang, atau ada potongan ingatan yang terlintas di kepala nya yang membuat kepalanya sakit. Dann...."


"Dan apa dok?"tanya kedua nya.


"Penyebab sakit di dada nya saya tidak tau, tapi sepertinya ini seperti ikatan batin mungkin seseorang yang di sayangi nya terluka atau dalam masalah. tapi ia tidak menyadari nya."


'Jadi Maura kayak gini Gara-Gara inget mama? Ikatan dia sama mama yang bikin dia kayak gini?'batin Rey.


'ya Allah tolong jagalah keluarga ku, kembalikan semua ingatan Maura, buat keluarga ku seperi dulu lagi'batin Ansel berdoa.


"Saya boleh masuk dok?"tanya Rey.

__ADS_1


"Boleh mas"


     Rey dan Ryan pun memasuki ruangan Maura. Maura yang menyadari ada sosok laki-laki lain di depan nya mulai heran. Ia pun menatap Ryan seolah bertanya 'siapa ini?'


      Rey yang mengerti tatapan Maura pada Ryan pun tersenyum dan menjawab Maura.


"Lo ga inget gw dek? Ini Abang. Abang Rey yang dulu bratem-brantem Mulu Ama kamu di rumah"


"Abang? Aku punya keluarga?"tanya Maura.


"Kamu ini ngomong apa? Kalo ga punya aku ini siapa kamu?"ucap Rey yang melembutkan suara nya.


"Hmm tapi kenapa mreka ga nyari aku? Udah pasti mereka seneng liat aku kayao gini kan?"ucap Maura membuat Rey kaget.


"Ra? Abang Ama papa dan seluruh orang suruhan papa udh nyari kamu Kemana-mana tapi kamu ga ada. Kamu hilang sagai di telan bumi."ucap Rey. "Dan...kamu tau? Mama hampir gila Ra... Dia sakit-sakitan mikirin kamu terus, Abang mohong Ra kamu balik temuin mama sekarang Ra dia udah kaya orang gila karna kehilangan putri kecil nya"ucap Rey dengan di iringi Isak tangis nya. Semua itu membuat Maura melotot sempurna dan hati nya kembali ter enyuh seperti tadi.


"Kamu kenapa Ra?"tanya Rey.


"Dada aku sakit"ucap Maura memegang dada nya.


"Kamu sakit karna ikatan batin kamu sama mama itu kuat Ra, kalo kamu atau mama sakit pasti salah satu dari kalian bakal ngerasain juga"ucap Rey.


"Di mana mama?"tanya Maura.


"Kamu mau nemuin mama Ra?"tanya Rey berbinar.


"Iya aku mau ketemu ibu aku, yang selama ini aku tunggu"ucap Maura tersenyum. Sungguh walau Maura lupa ingatan Maura tetap lah Maura yang baik.


"Eh Ra aku ada urusan kamu tunggu di sini ya Ama  Abang kamu, aku nanti kesini lagi"ucap Ryan yang mengerti suasana dan lebih memilih meninggalkan Maura dengan keluarga nya sementara.


"Iyah yan makasih yah"


"Iyah"


    Ryan pun berlalu pergi meninggalkan rumah sakit. Dan melaju menuju tempat syuting karna perkataan nya tadi tidak semua kebohongan. Ia memang ada urusan.


"Tapi aku gabisa berdiri"ucap Maura memperhatikan kaki nya. Ya Maura memang masih lemas.


"Yaudah Aini Abang gendong"ucap Rey menunggungi maura.


"Gapapa?"tanya Maura.


"Iya Ra, semua Abang lakukan demi adek Abang"ucap Rey.


    Maura pun naik ke punggung Rey dan Rey langsung berjalan menuju ruangan inap mama nya.


   Saat Rey tiba di sana, Rey melihat mama nya sedang tertidur dengan mata sembab nya.


    Rey mengguncang kecil tubuh mama nya berniat membangun kan mama nya dan memberikan nya surprise.


"Maa? Bangun maa liat nih Rey bawa apa?"ucap Rey lembut membuat sang mama perlahan menggerakkan kelopak matanya.


"Rey kamu bawa siapa?"tanya Rina yang masih mengerjabakan mata nya karna masih samar-samar ianmelihat.

__ADS_1


"Aku bawa sesuatu yang mama pingin sejak lama"ucap Rey lembut.


     Saat Rina sudah bisa melihat dengan sempurna, ia melihat sosok yang sedang di gendong oleh Rey dengan tatap an tidak percaya sekaligus senang.


     Matanya berbinar, keceriaan dan kebahagiaan mulai tergambar kembali di wajah mama  nya.


"Ma-Maura? Sayang ini beneran kamu sayang? Mama gak salah lihat kan sayang?"tanya Rina masih tidak percaya.


     Merasa Maura hanya diam saja Rey pun menyenggol lengan Maura dan menatap Maura seolah menyuruh nya mengatakan sesuatu kepada sang ibu.


"I-iya ma ini aku"ucap Maura lembut.


"Kamu kemana aja sayang mama kangen hiks"ucap Rina yang langsung memeluk Maura kuat


     Maura pun memeluk nya tak kalah kuat. Sungguh nyaman yang ia rasakan. Dada nya yang sakit tadi sudah tidak terasa. Hati nya serasa hangat di dalam pelukan wanita cantik yang sedang memeluk nya ini.


 


"Ma? Sebenernya Maura hilang ingatan maa, dia ga inget apa apa"ucap Rey.


"Gapapa sayang mama bakal bantu kamu ingat semuanya"ucap Rina mencium kening maura Sayang.


"Makasih maa" ucap Maura memeluk mama nya kembali.


Cukup lama ia memeluk Maura membuat Rey cemburu.


"Mama ih Maura doang yang di peluk, Rey nya nggak"cibir rey.


   Melihat anak laki-laki nya yang merajuk membuat nya tertawa juga Maura yang tak memungkiri dirinya sangat bahagia bisa menemukan keluarga nya kembali. Walau tidak ingat apa apa.


"Papa bawa makanan nih, ayok kita mak-"ucap Alvin terpotong dan menjatuh kan makanan nya karna kaget melihat putri kesayangan nya ada di sini. Di depan katanya.


"Maura?"ucap Alvin.


       Maura tidak menjawab. Ia bingung dan melihat sang ibu seolah meminta penjelasan.


"Dia papa kamu sayang"ucap Rina lembut.


"Papa aku??"tanya Maura.


  


"Iya"ucap Rina lembut.


      Maura tidak percaya bahwa pria tampan yang di depan nya ini adalah ayah nya. Walau memang kalau di fikir-fikir wajah nya memang seperti Maura.


"Maura peluk papa sayang sini"ucap Alvin.


      Tanpa tunggu lama Maura langsung memeluk sang papa, kehangatan dan rasa bahagia Maura pun bertambah. Sungguh ia sangat bahagia sekarang. Ternyata ia memiliki keluarga yang sangat menyayangi nya.


"Terima kasih ya Allah, kau telah mengabulkan doa ku"Ucap reynan dalam hati.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2