
06:30 rumah sakit.
"Ngghhhh"lenguh Maura merasa terganggu dari tidur nya.
Sinar matahari yang masuk melalui jendela rumah sakit membuat Maura bangun dari tidurnya.
"Lah? Kok aku di sini?"bingung Maura, seingat nya ia tertidur di kursi samping Ansel. Namun mengapa ia bisa bangun di tempat Ansel?
"Pagi"ucap Ansel lembut.
Suara lemah lembut itu membuat Maura langsung kaget dan sepontan menoleh ke asal suara tersebut.
Maura menoleh ke arah Ansel, namun Ansel masih setia memejamkan matanya.
1
2
3
"Hiks hiks bahkan aku bisa denger suara kamu sel, kamu kapan bangun? Hiks"Isak Maura.
"Hey kamu kenapa nangis? Aku udah bangun kok, kamu ga ngehayal sayang"ucap Ansel.
Mendengar itu Maura berhenti terisak dan memandang tidak percaya ke arah Ansel.
"Ansel? K-kamu udah bangun? Hiks akhirnya kamu bangun hiks aku kangen, kamu jangan pernah ninggalin aku lagi! Aku gamau di tinggalin lagi!"tangis Maura bahagia.
Tidak ada jawaban dari Ansel. Ansel masih memejamkan matanya.
"Ansel?! Kok kamu diem aja sih? Aku ini sebenernya mimpi apa ngga sih? Hiks"ucap Maura.
"Ngga kamu ga mimpi Ra, aku emang udah bangun. Kepala aku pusing banget soalnya"ucap Ansel.
"Kamu pusing? Yang mana yang sakit? Aku panggilan dokter ya"
Maura pun memanggil dokter dan menunggu beberapa menit kemudian dokter pun datang.
"Selamat pagi"
"Pagi dok, bisa priksa keadaan suami saya?"
"Ooh mas Ansel udah siuman ternyata, Alhamdulillah, selamat ya nona Maura, saya periksa mas Ansel nya dulu"
"Iya dok"ucap Maura.
Dokter pun memeriksa ansel, mulai dari denyut nadi, mata dan lain-lain.
"Ooh hanya sakit kepala biasa aja karna mas Ansel nya baru bangun dari koma, ini biasa terjadi"ucap dokter.
"Apa? Koma? Emang nya saya koma ya dok?"
Dokter tidak menjawab melainkan memberikan pandangan kepada Maura.
Maura yang mengerti maksud dokter pun menatap Ansel dengan senyum semanis mungkin.
"Iya sel, kamu koma berbulan-bulan hampir setahun malah, dan kita udah menikah"
"Apa? Kamu serius? Di mana? Kapan?"
"Beberapa bulan yang lalu"
"Maaf in aku ya, pasti kamu sedih banget, aku janji setelah aku sembuh aku bakal bikin pernikahan kita se indah mungkin! Aku bakal bahagiain kamu dan calon anak-anak kita"
"Amin sel"ucap Maura lembut.
__ADS_1
"Oh ya dok, kira-kira kapan saya bisa pulang?"tanya Ansel.
"Jika kondisi mas Ansel bertambah baik mungkin 2,3 hari lagi mas Ansel bisa pulang"
"Oke trima kasih dok"
"Sama-sama saya pergi dulu"
"Iya dok"
Dokter pun pergi meninggalkan Ansel dan Maura di ruangan yang kini menjadi sunyi dan canggung.
"Sel?"tanya Maura memecahkan keheningan.
"Iya?"
"Sebenernya apa yang terjadi?"tanya maura, meskipun Maura sudah tau apa yg sebenarnya terjadi, namun Maura ingin mendengar nya langsung dari mulut Ansel.
"Oh iya, aku hampir lupa"
"Waktu itu Ryan ajak aku ketemuan, terus aku turutin. Kita ketemuan di taman, dan dia marah besar dan ga rela kalo kamu sama aku, akhirnya kita bertengkar dan aku ga sengaja hajar dia Ampe dia hampir ketabrak truk, aku berniat selamatkan dia, tapi malah aku yang ketabrak"jelas Ansel"oh iya gimana kondisinya?"tanya ansel.
"Ryan udah siuman beberapa bulan lalu, dan Ryan yang minta kita berdua cepet nikah, terus..."ucap Maura terpotong.
"Terus apa?"
"Ryan udah pergi"ucap Maura menunjukan raut wajah sedih.
"Ikhlasin aja Ra, ini udah takdirnya. Kita doa in aja dia baik-baik aja di sisi Allah"ucap Ansel.
"Kamu apaan si sel?! Orang Ryan belum dead kok, dia tuh pergi ninggalin kita, dia pulang ke indo, dan bakal sibuk ke luar negri dia kan aktor terkenal"
"Dia pergi kenapa? Kapan?"
"Dia bilang dia gabakal kuat liat aku sama kamu, dan kalo kita berdua nikah, se enggak nya dia udah tau, kalau dia udah ga ada harapan lagi buat aku, akhirnya dia mutusin pergi tepat di hari pernikahan kita dia pergi sel"
"Amin, aku telfon mama sama papa dulu buat kabarin"
"Iyaudah, aku mau istirahat dulu, kepala kamu berat banget sih, susah tidur tau ga semalem"
"Maap hehe"
Maura pun keluar dan menelfon seluruh keluarga agar ke rumah sakit menemui Ansel yang sudah siuman.
Semuanya tambak gembira mendengar kabar kalau Ansel siuman, ada yang menangis bahagia, ada yang sibuk menyiapkan selamatan atas bangun nya ansel dan ada juga yang biasa saja.
****
15:45 Rumah Sakit.
Kini seluruh keluarga Maura maupun Ansel sudah berada tepat di depan ruang rawat Ansel.
Ceklek.
Pintu di buka menampilkan sosok vana (ibu Ansel) dengan tatapan sayang nya.
"Hai sayang akhirnya kamu bangun juga, Alhamdulillah"ucap vana.
"Iya maa, mama apa kabar? Mama baik-baik aja kan?"ucap Ansel khawatir.
"Mama gapapa sayang, kamu khawatir in aja yang di samping kamu tuh, mama perhatiin dia ga ada semangat dalam 9 bulan ini"
Maura yang merasa tersindir pun malu dan pipi nya mulai memerah.
"Gapapa mau, ntar dia aku belai-belai di rumah"ucap ansel.
__ADS_1
Plak.
"Aduh sakit tau, aku ini lagi sakit, kamu mau jadi janda?"ucap ansel karna Maura memukulnya.
"Abisnya kamu ngejek terus"
"Yakin gamau aku belai?"goda Ansel.
"Kamu tuh y-"ucap Maura terpotong.
"Ehhh udah udah malah saling brantem gini loh, kalian itu suami istri"ucap Rina.
"Iya mama maaf"ucap Maura dan Ansel bersamaan.
"Lucunya"ucap papa Ansel.
"Lucu apanya pa? Liat tuh Maura dekil belum mandi dari tadi"ucap Ansel.
"Ansel! Aku tuh ga mandi gara-gara mau jagain kamu, kamu kok jahat sih"ucap Maura.
"Aku bilang aku bisa jaga diri Maura, kamu mandi aja, kamu disini bau, bikin aku ga napas, nanti aku mati gimana?"ucap ansel.
"Bodo gamau!"ucap Maura.
"Liat tuh baju, muka, rambut kamu udah acak acak an, masa sih istrinya CEO Ansel dandanan nya kaya gini? Udah lah cari istri baru aja"ucap Ansel.
"Ansel ngeselin!!! Aku gapeduli lagi sama kamu! Aku mau pergi!"kesal Maura dan hendak pergi.
Sebelum Maura benar-benar pergi Ansel lebih dulu menarik lengan nya, hingga Maura mundur kembali.
"Iya iya maaf, Istri nya Ansel tuh mau gimana juga tetep cantik"
Cup.
Ansel mencium pucuk kepala Maura, membuat Maura merona malu.
"Ehhemm hmm kalo mau mesra mesraan jangan di sini woyyyy, kesian yang masih jomblo"ucap Rey.
"Iya kalian ini serasa dunia milik sendiri aja hahaha"ucap Rina.
"Ansel! Kamu gaboleh jelek-jelek in menantu mama!"ucap vana.
"Haha kaya kita waktu muda"ucap papa Maura.
"Iyanih jadi inget waktu muda"ucap papa ansel.
"Mesra-mesraan aja semuanya ga ada yang mikirin Rey ya?"ucap Rey sebal.
"Makanya kamu cari pasangan dong"ucap Rina.
"Cih cari cewek susah jaman sekarang"ucap Rey.
"Gak susah, Abang aja yang gamau buka hati"ucap Maura.
"Anak kecil tau apa"
"Aku bukan anak kecil Abang!"
"Iya iya udah gede, udah jadi ibu Maura imanuel"
"Abang!"
"Hahahahahahahaha"tawa semuanya pecah.
Maura merasa beruntung tawa yang dulu hilang akhirnya kembali, Maura bahagia, sangat bahagia, ia harap kebahagiaan ini akan tahan lama dan tidak akan pernah hilang. Ia berjanji akan selalu menyayangi Ansel. Tapi ingat! Bukan janji melain kan berusaha.
__ADS_1
Bersambung............