
"Sell aku takut"ucap maura.
"Gapapa ada aku"ucap Ansel.
Kini Maura dan Ansel sudah berada di kediaman keluarga Gionino. Bertujuan untuk meminta restu dari kedua orang tua Maura.
Ting tong.
Ansel menekan bell pintu, namun tidak ada jawaban. Kemana semua orang? Mengapa sangat sepi?.
Ting tong.
Kembali bell di tekan oleh Ansel. Akhirnya keluarlah Rina dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Ehh Ansel, ya ampun kamu dari mana aja?"tanya Rina.
"Maa? Mama tanya nya di dalem aja ya, kita cape nih baru sampe"ucap Maura.
"Oh iya ayok Ansel sini"ajak Rina.
"Kebiasaan deh kalo Ansel Dateng pasti anaknya di lupain"Grutu Maura.
"Udah udah yuk masuk"
Akhirnya Maura dan Ansel serta Rina duduk di ruang tamu, selang beberapa menit kemudian datang lah ayah Maura dengan senyum mengembang pastinya.
"Ansel?Maura? Kapan Dateng?"
"Barusan pa"ucap Maura.
"Udah lama ya kita ga kumpul kaya dulu, trakhir kumpul 4 tahun lalu deh kayanya"ucap papa Maura.
"Iya om, sebenernya kedatangan ansel ke sini mau minta restu buat nikahin Maura."
"Gimana ya sel, om sih sama Tante slalu ngerestuin apapun asal kalian bahagia, tapi masalah nya gimana ngejelasin ke pihak keluarga Ryan"
"Ryan?"
"Ya kan Maura sudah bertunangan dengan Ryan beberapa bulan lalu, om ga enak bilang ke Ryan nya"
"Gapap pa, malem ini Maura mau ketemuan sama Ryan, Maura mau minta maaf dan jelasin semuanya"
"Yaudah papa serahin ke kamu"
"Iya pa"
****
Malam pun tiba, Maura pergi menemui ryan di sebuah kafe yang menjadi tempat pavorit Maura.
Sudah 10 menit Maura menunggu, namun Ryan belum juga menunjukkan batang hidungnya.
Maura mulai bosen dan akhirnya memilih memainkan ponsel nya dan mengechat Ansel.
Maura.
Hey? Kamu lagi apa?
Ansel.
Lagi maen sama bang Rey.
Maura.
Tumben akur.
Ansel.
Akur lah emang Lo gembrot.
Maura.
Gw ga gembrot anjg.
Ansel.
Dah lah ganggu aja Lo orang lagi nge-game juga, gw kalah nih sat.
Maura.
Anjg Lo.
Beberapa menit kemudian Ryan pun datang dengan senyum manisnya.
"Hey"sapa Ryan.
"Hai yan"ucap Maura.
"Tumben kamu ajak aku keluar, ada apa?"
"Begini yan, aduh gimana ya ngomong nya"
"Kenapa?ngomong aja kali"
"Aku minta maaf sebelumnya yan, aku mau pertunangan kita di batalin"
__ADS_1
Hening. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Ryan. Ya suasana berubah menjadi mencekam bagi Maura.
"Yan? Maaf in gw. Gw tau gw egois"
"Alasannya?"
"Gw selama ini salah faham ke Ansel. Ternyata Ansel lindungi gw dari jauh. Dan gw cinta sama dia"
"Ok. Gw pergi dulu"ucap Ryan dan pergi meninggalkan Maura.
"Eh Yan mau kemana? Yan?"
Ryan tidak menjawab Maura dan berlalu begitu saja meninggalkan Maura yang terdiam.
****
"Woy bang Jan curang dong! Curang bat si lo najis"kesal Ansel.
"Apaan si anjing! Lo nya aja yang goblok gabisa main idihh"ucap Rey.
"Lo curang ***. Anjg bat asu"
"Bodo amat asu, asal gw menang h3h3"
"Bacot lah"
Tringg!!!!
Ponsel ansel tiba-tiba berbunyi, tanda sebuah pesan masuk.
0877****
Kita ketemuan di taman xxx, gw tunggu. Kalo ga hidup Lo gabakal tenang.
Alis Ansel mengkerut melihat isi pesan tersebut. Siapa yang mengirim SMS kepadanya.
Ansel pun lebih baik menjawab SMS itu karna ia kira seseorang salah kirim padanya.
Ansel.
Maaf? Lo salah kirim?.
Tak lama kemudian setelah ia kirim SMS, akhirnya SMS nya di balas.
0877****
Gw ga salah kirim 'ansel' Lo kesini atau gw beneran buktiin kata-kata gw barusan.
Setelah membaca isi pesan tersebut Ansel pun buru-buru memakai jaket nya meninggalkan Rey.
"Lo main sendiri dulu, gw ada urusan penting bentar"ucap Ansel.
"Setan Lo"
Ansel pun pergi meninggalkan Rey dan menuju alamat yang di kirim seseorang padanya tadi.
****
Ansel telah sampai di tempat janjian nya pda si pengirim SMS tersebut. Namun di sini tampak sepi. Ansel pun memilih duduk di sebuah bangku.
Tak lama kemudian seseorang datang mendekati nya. Membuat Ansel bangun dari duduknya.
"Maksud Lo apa kirim SMS kea gitu ke gw?"tanya ansel santai.
"Maksud Lo apa rebut Maura dari gw?"
"Hah? Lo siapa si bro?"tanya ansel.
Ryan pun membuka tudung di kepalanya dan menatap Ansel. Seketika mata Ansel membulat menyadari ternyata Ryan lah yang mengirim SMS kepadanya.
"Lo Ryan kan?"
"Iya ini gw"
"Jadi mau Lo apa?"
"Mau gw? Mau gw ini!"
Bugh!!!
Ryan memukul Ansel mertubi-tubi.
"Maksud Lo apa bansgat!"
Bugh!!!
"Lo udah rebut Maura dari gw anjing!!"
Bugh bughh!!!!
Ryan kembali meninju Ansel. Begitu juga Ansel menjinju Ryan.
Mereka saling meninju, menendang satu sama lain, sampai akhirnya semuanya sudah berlumuran darah.
Ansel meninju pipi kanan Ryan hingga Ryan terhuyung ke arah jalanan. Dan tepat ada sebuah truk yang lewat di sana.
__ADS_1
Menyadari truk akan menghantam tubuh Ryan Ansel buru-buru menarik lengan Ryan sekuat tenaga. Dan ialah yang tertabrak sedangkan Ryan hanya terbentur batu.
****
Prankkkk!!!!
Sebuah piring pecah tepat di sebelah Maura membuat hati Maura terasa panas.
"Kok perasaan aku ga tenang ya bang?"tanya Maura.
"Kenapa de?"tanya Rey.
"Aku ga tenang bang, Ansel kemana bang?"
"Tadi dia pergi, trus sempet dapet SMS sih tadi"
"Kemana bang?"
"Abang gatau"
"Bang jangan-jangan ada apa apa lagi Ama Ansel bang! Buruan ayu kita cari Ansel!!"
"Iya-iya bentar Abang siapin mobil dulu"
Setelah mobil siap Maura dan Rey pun mencari Ansel di seluruh kota. Namun tidak menemukan Ansel.
Beberapa jam berlalu namun Maura tidaak juga menemukan Ansel. Hatinya mulai tak tenang.
Drrtt....drrttt......
Ponsel Maura berbunyi dan tertera nama Ansel di sana.
"Hallo Ansel? Kamu diamana? Kamu gapapa kan? Ansel?"tanya Maura bertubi-tubi.
"Maaf? Ini saya menelfon dengan hp korban, saya sekarang di rumah sakit Cemara. Teman anda kecelakaan"
"Apa!!! Oke saya kenasa!!"
Sambungan pun di putuskan, buru-buru Maura menyuruh Rey melajukan mobilnya ke arah rumah sakit Cemara.
"Bang ke rumah sakit Cemara bang cepetan bang hiks"Maura mulai terisak.
"Kenapa dek? Kamu tenang dulu, ini kenapa?"
"Ansel bang, dia masuk rumah sakit hiks"
"Hah? Oke oke kita ke sana."
****
Rumah sakit Cemara 20:17.
"Permisi saya keluarga atas nama Pasian Ansel. Korban yang berusaha kecelakaan."ucap maura.
"Oh tadi ada 2 orang pria yang kecelakaan sekarang di ruangan xx"
"Oke trima kasih"
"Dua? Bukan nya Ansel sendiri? Terus satunya siapa? Jangan bilang....."Batin Maura.
"Kamu tenang dulu Ra"ucap Rey.
"Gimana bisa tenang bang hiks, ini gara-gara aku hiks"tangis Maura pecah.
Maura dan Rey pun sampai di depan ruangan Ansel. Setelah beberapa menit menunggu dokter pun keluar.
"Dok gimana keadaan suami saya dok?"tanya Maura.
"Dia kehilangan darah begitu banyak, selain itu kepalanya juga terbentur sangat keras. Pasian sedang dalam masa kritis sekarang. Sepertinya dia akan koma untuk waktu yang lama."
"Apa hiks?"Maura tak dapat berkata-kata lagi.
"Sabar dek"ucap Rey.
"Oh iya saya juga memeriksa Pasian yang datang bersama pasian yang di dalam, kondisinya hampir sama dengan pakaian yang di dalam"
"Jadi selain suami saya, ada yang kecelakaan juga dok?"
"Setau saya begitu"
"Terus keadaan dia gimana?"
"Benturan di kepalanya membuat Pasian mengalami geger otak ringan. Namun tidak sampai koma, mungkin dia akan. Pingsan selama beberapa hari."
"Ruangan nya di mana dok?"
"Tepat di sebelah"
"Oke trima kasih"
Dokter pun pergi meninggalkan Maura dan Rey di deoan ruang rawat Ansel.
"Bang? Abang periksa pasian sebelah, aku Ansel"
"Iya dek"
__ADS_1
Bersambung.........