
"Maura?"Panggil Ansel.
Maura pun menengok ke belakang. Dan bertemu dengan tatapan Ansel.
"Ya kenapa?"jawab Maura cuek.
"Lo pulang sama siapa?"tanya Ansel.
"Sendiri"
"Hmm anu"
"Apa?"
"Lo mau gw antar pulang ga?"
"Gausah makasih gw bisa pulang sendiri kok"
"Maura gw boleh tanya?"
"Apa?
"Cowo yang kemaren itu siapa Lo?"
"Ga ada hubungan nya sama Lo sel....udah ya gw duluan"ucap Maura.
Saat Maura ingin pergi Ansel memegang tangan Maura dan menatap nya dengan tatapan sedih. Maura yang mengerti tatapan Ansel juga merasakan kesedihan Ansel. Tapi ia bingung. Sebenarnya apa yang di sembunyikan Ansel?.
"Ra gw antar ya? Pliss se enggak nya ini terakhir Ra"ucap ansel.
"Lo yakin?"
"Gw yakin Ra"ucap Ansel.
"Oke"
Maura pun menaiki motor ansel. Maura tak bisa pungkiri kalau ia sangat senang bisa bersama Ansel meskipun sekarang sudah berbeda dari beberapa bulan lalu.
Saking bahagianya Maura pun meneteskan air matanya tanpa ia sadari. Ansel yang tau Maura menangis pun langsung menghentikan motor nya. Dan berbalik menghadap Maura.
"Kamu kenapa nangis?"tanya Ansel lembut.
"Sel? Sebenernya Lo anggep gw apa?....hiks gw salah apa ke Lo sel? Kenapa Lo kayak gini? Di saat gw pengen ngejauhin Lo, Lo malah ngedeketin gw...hiks"tangis Maura pecah.
"Maaf Ra aku slalu sayang sama kamu, aku gapernah mau kamu nangis aku gamau kamu kenapa-kenapa Ra"
"Basi sel! Semua janji janji Lo palsu! Lo cuma pembohong! Gw benci sama Lo sel!..hiks Lo ****!"tangis Maura dan memukul-mukul dada Ansel.
Ansel yang merasa kesedihan Maura pun langsung membawa Maura ke pelukan nya. Dan mencium pucuk kepala Maura.
Ansel sangat merindukan Maura. Jika tuhan memberikan satu permintaan untuk Ansel. Ansel sudah pasti memilih ingin selalu ada untuk maura.
"Kamu jangan nangis. Kamu harus yakin kalo kita jodoh kita bakal di persatukan kembali"ucap Ansel mencium kening Maura.
Maura yang di perlakukan seperti itu oleh ansel merasa hatinya menghangatkan. Pelukan,ciuman,dan kasih sayang Ansel yang sangat ia rindukan ini.
"Udah yuk pulang"ucap Ansel yang di balas anggukan oleh Maura.
Ansel pun melaju ke arah rumah Maura. Di sana sudah ada Rina(mama Maura) yang menunggu kedatangan putrinya.
__ADS_1
"Maura? Ansel? Kalian udah baikan? Mama ikut seneng"ucap Rina dengan senyum hangat nya.
"Maura pulang ma"ucap Maura.
"Ansel ga mampir dulu?"gapapa Tante Ansel ada kerjaan yang harus di urus.
"Loh kok Tante sih? Biasanya mama"
"Ma udah deh, aku Ama Ansel ga ada apa apa"ucap Maura.
"Oh Lo masih berani ya Dateng ke sini! Masih ada hati Lo?"ucap Rey yang tiba-tiba datang.
Semua orang menatap kedatangan Rey sedangkan Rey menatap Ansel dengan tatapan membunuh.
"Maksud Lo apa bang?"tanya Ansel.
"Ga usah sok gak tau deh Lo! Gw udah tau semuanya"
"Maksud Lo apa sih? Gw ga ngerti"
"Halhh Lo banyak bacot!"
Bugh
Reynand memukul Ansel tepat di rahangnya hingga sudut bibir Ansel mengeluarkan darah.
"Abang jangan Abang! Abang udah"teriak Maura.
Bugh bugh bugh
Reynand tidak mendengar kan ucapan Maura dan terus memukul Ansel hingga tersungkur ke tanah.
"Dia udah sakiti Lo dek! Jadi orang itu jangan terlalu baik! Ntar Lo bi bego-bego in sama **** kaya dia!"
Rey kembali menendang Ansel sedangkan Ansel tidak ada perlawanan dan tidak ingin melawan.
"Abang Maura mohon udah hiks"
"Reynand! Mama kecewa sama kamu Rey!"ucap Rina yang memeluk putrinya erat.
"Ma dia yang udah buat Maura hilang ma! Dan dia? Dia pergi seneng-seneng Ama jalang nya dia!"
"Mama yakin Ansel punya alasan Rey"ucap Rina.
"Terserah mama aja!" Ucap Reynand dan meninggalkan tempat tersebut menuju kamar.
"Ansel? Kamu sekarang pulang ya Tante gamau kamu kenapa-kenapa di sini. Udah cukup Tante liat Maura nangis"ucap Rina meninggal kan Ansel dan Maura.
"Sel gw mohon jangan pernah nemuin gw lagi. Kita udah ga ada hubungan sel. Gw ga benci sama Lo, dan gabakal pernah benci jadi gw mohon jauhin gw jangan pernah temuin gw. Dan kalo bisa kita gausah saling kenal lagi"ucap Maura.
Ansel yang mendengar ucapan Maura pun langsung memeluk Maura erat. Sakit rasanya orang yang begitu ia cintai harus menyuruhnya mejauhi nya.
"Ra maaf in gw, gw gabisa buat Lo bahagia"
"Gapapa sel se enggak nya lo pernah kasi gw kebahagiaan walau ga tahan lama"
"Ra gw mohon jangan tinggalin gw"
"Gw pergi dulu sel. Lo juga cepet pulang udah mau gelap"ucap Maura meninggalkan Ansel yang masih kesakitan.
__ADS_1
"Maura...."lirih Ansel menatap perginya Maura.
"Ini semua salah gw hiks! Gw bego gabisa jagain orang yang gw sayang! Gw lemah! Aarrg"Batin Ansel.
Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia untuk nya kini ?menjadi hari paling menyakitkan karna maura yang meninggal kan nya. Tapi ini semua ia lakukan demi Maura!.
Ansel pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Gionino. Tanpa ia sadari ada seseorang yang memperhatikan nya dari sekolah hingga ke rumah Maura.
"Dia siapa sih?! Berani nya mukulin my bebep gw! Liat aja Lo bakal gw bales demi bebep gw!"ucap seseorang.
####
Kini Reynand pergi membeli bubur kacang ijo yang di minta oleh adik nya sebagai permintaan maaf. Ya Reynand harus mendapatkan maaf dari sang adik.
"Bang tolong bubur kacang ijo 4 ya"
"Ia den"ucap sang Abang"
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bubur nya sudah selesai di siapkan dan reynan pun membayar.
"Makasih bang"
"Sama sama den"
Kini Reynand menuju jalan pulang. Mengingat Kangin mulai gelap dan sudah ingin turun hujan, Reynand pun ingin memotong jalan melewati jalan yang cukup sepi dan jarang ada kendaraan yang lewat.
Saat Reynand melewati jalan itu ia di hadang oleh 4 orang berbadan besar yang menatap nya dengan tatapan sangar.
"Lu semua mau apa?"
"Lu udah berani mukulin bos gw Ampe babak belur! Lu harus ngerasain juga yang di rasain bos gua!"
"Maksud Lo siapa?! Ansel?! Heh pengecut bilangin ke bos Lo kalo berani sini hadepin gw sendiri!"
"Ah banyak bacot"
Tiga orang itu pun menyerang Reynand, Reynand balik menyerang. Reynand bisa menghadapi 3 orang tersebut. Tetapi ada yang memukul kepala bagian belakang nya dengan sebuah balok besar hingga Reynand jatuh tersungkur lalu di hujani ijakan dan tendangan bertubi-tubi dari para preman itu.
Satu dari mereka membawa pisau dan menusukan pisaunya ke arah perut reynand.
Aargg - Teriak Reynand
"Woy lu apan sih kenapa Lo nusuk dia bego! Kata bos rose cuma buat dia maxsimal patah tulang ga ada yang nama nya tusuk-tusuk bego!"
"Eman kita suruh ngapain aja sih kata bos rose?"ucap salah satu preman.
"Kata bos tuh suruh abisin nih orang pake nama Ansel bego tapi jangan Ampe mati biar dia bisa bales dandan sama yang nama nya ansel-ansel itu!"
"Noh loh goblok malah di tusuk"
"Abis gw kesel!"
"Goblok udah lah yuk pergi"
Ke empat pun pergi meninggalkan rey yang mulai kehilangan kesadaran. Tanpa mereka sadari Rey mendengar semua ucapan mereka.
"Sel maafin gw, gw udah salah smagka ke Lo"Batin Reynand.
Bersambung.........
__ADS_1