Maura Untuk Ansel

Maura Untuk Ansel
4. Sekolah


__ADS_3

         Hari sudah menunjukkan pukul 08:00, Maura sudah siap dengan barang-barang nya dan langsung memakan sarapan. Setelah itu ia pergi ke bandara di temani sang mama dan papa nya.


"Sayang hati-hati ya di jalan, jaga diri kamu, jangan telat makan! Mama bakal pulang kalo udah ga sibuk di sini lagi"


"Ia maa, mama jaga diri baik-baik ya bye mama" ucap Maura sambil mencium kedua pipi orang tua nya.


         Maura pun menaiki pesawat dan melambaikan tangan kepada kedua orang tua nya.


"Bye mama papa jaga diri baik baik ya! Maura sayang kalian!" Teriak Maura lalu masuk ke dalam pesawat. Banyak orang menatap nya dengan tatapan iri dana senang dan banyak juga bisikan bisikan baik di telinga nya.


"Lihat lihat cantik sekali dia, liat badan nya kayak model!"


"Ih ini mah kembaran gw!"


"***** cantik bener dah, orang kaya lagi"


"Perfect!"


       Maura mendengar semua bisikan bisikan itu dan ia mencoba tetap biasa saja tidak lupa tetap tersenyum ramah.


     Sesampai nya di bandara indonesia ia langsung di sambut oleh sopir nya di Indonesia, sopir nya tampak terkejut dan susah mengenali majikan sendiri.


"Ayo pak pulang"


"Ehh maaf, saya nunggu majikan saya"


"Apaan si pak Aldi ini aku Maura"kata Maura


"Hah? Beneran ini non Maura? Cantik pisan!" Ucap pak Aldi cengo. Sungguh mau ngakak liat nya.


"Pak Aldi bisa aja, udah yuk pulang"


"Iya non Ayuk"


        Sesampai nya di rumah Maura langsung pergi ke kamar dan membanting diri nya ke kasur, karna ia sangat amat lelah setelah perjalanan dari Singapura ke Indonesia. Mata Maura pun terpejam dan ia sudah berada di alam mimpi.


                                      🌤️🌤️🌤️


    Matahari menyengat di pagi hari dan membangun kan seorang gadis yang sedang memejamkan mata nya. Ia melenguh karna dirasa sinar nya risih.


Tok tok tok


"Non Maura? Bangun non udah pagi, non kan harus ke sekolah"ucap bi Inah di balik pintu.


"Iya bii makasih ya, bibi masak sarapan aja, oh ya bii jangan yang berlemak ya"


"Iya non"


            15 menit sudah berlalu dan Maura menuruni anak tangga dengan seragam lengkap serta rambut di biarkan saja terurai, tak lupa sedikit polesan make up tipis menambah kesan kecantikan di diri nya.


"Wajah non udah cantik aja, sini non sarapan dulu"


"Iyah bi, sini bibi juga duduk temenin aku makan"


"Gausah non, non aja, bibi ntar"


"Apasi bi gamau,kaya Ama siapa aja, pokonya sarapan nya sama aku" ucap Maura sedih


"Yaudah iya non bibi duduk nih"


"Asik"


           Setelah sarapan Maura mencuci tangan dan langsung menyambar tas nya. Serta berpamitan pada bibi, tidak lupa mencium tangan Bu Inah.

__ADS_1


"Rara duluan ya bii, asalamualaikum"


"Waalaikum salam" ucap bibi menampilkan senyum manis nya.


"Yuk pak Aldi, oh ya nih roti buat pak Aldi, makan pak ntar laper di jalan"


"Haha non Maura bisa aja, makasih ya non" ucap Aldi mengambil roti dari tangan Maura dan memakan nya.


"Pelan-pelan pak makan nya, yuk"


        Maura sampai di sekolah pukul 07:00. Sekolah di mulai 07:15 itu arti nya 15 lagi bel berbunyi. Ia cepat-cepat ke kelas nya dan tidak perduli banyak pasang mata yang menatap nya dengan tatapan kagum. Dan masih terdengar di telinga Maura bisikan bisikan.


"Eh itu siapa? Anak baru? Cantik bener dah"


"Iya liat kurus bgt kayak model"


"Ihh cantik manget"


"Akhirnya calon menantu Mak gw tiba"


"Eh tapi liat dia menuju ke kelas mana?"


      Maura mencoba biasa saja dengan bisikan bisikan itu. Dan tetap memajukan langkah nya ke kelas dan duduk di bangku paling belakang yang selalu ia tempati. Saat ia duduk murid-murid lain menatap nya heran. Dan bertanya.


"Ehh Lo? Lo Maura?" Tanya Sonya yang tiba tiba datang.


"I-iya soy, pagi hehe" ucap Maura cengengesan.


" Lo dari mana aja kampang? Udah dua bulan ga masuk Lo"


"Yamaap gw ke Singapura ke mama gw"


" Ooh, ehh btw kok lu bisa kurus si ? Cantik banget pula, ya ampun Ra"ucap Sonya kagum


                                    🕙🕙🕙


    Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan menuju kantin. Begitu juga Sonya dan Maura. Saat Maura dan Sonya ingin ke kantin tiba-tiba Maura merasa ingin pipis. Dan berpamitan ke Sonya.


"Soy? Gw toilet sebentar ya? Ga tahan pen pipis"


"Iyaudah gw tunggu"


"Oke tunggu" ucap Maura sambil berlali.


     Saat Maura berlali karna di rasa iya tidak tahan ia pun mencepatkan langkah nya dan menabrak seseorang yaitu ansel.


"Maaf maaf gw gasengaja, gw gatahan, dluan ya" ucap Maura berlali meninggal kan arsen.


"Lo kebiasaan ya nambrak mulu" ucap ansel. sedikit keras. Dan berhasil membuat langkah Maura berhenti dan menengok ke belakang.


Saat ia menengok ke belakang mata nya bertemu dengan mata arsen. Dan ansel menampilkan senyum nya.


"A-anssel?" Ucap Maura


"Iya ini gw, btw Lo kemana aja? Kok ngilang abis gw cium?" Tiba tiba pipi Maura memerah karna mendengar ucapan ansel.


"Ngga"


"Koo Lo bisa kurus gini sii?" Tanya ansel.


"Bukan urusan Lo" ucap Maura


"Jelas urusan gw lah, Lo kan calon pacar gw"

__ADS_1


"Enak aja! Ngga ya"


"Yaudah ngga, eh tapi liat deh ada apa tuh di taman" ucap arsen sambil menunjuk ke arah taman, Maura pun mengikutin arah telunjuk tangan ansel.


"Ngga ada apa apa" ucap Maura polos. Ansel nampak gemas melihat Maura dengan polos nya mengikuti arah tunjuk tangan nya tadi. Tidak ingin membuang kesempatan pun ia bergerak cepat mencium pipi Maura dan berlari. Meninggal kan Maura dengan pipi memerah seperti tomat.


"Anselllll!!!" Teriak Maura kesal. Sambil memperhatikan arsen yang mulai menjauh sambil tertawa menatap diri nya.


       Saat di kantin Maura dan Sonya pun duduk di bangku yang biasa mereka tempati. Dan banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.


"Ra Lo mau pesen apa?"


"Bakso aja"


"Oke"


Beberapa menit kemudian.


"Eh non Maura ya? Menu gelis pisan eyy" ucap bibi kantin yang dekat dengan Maura. Maura pun tersenyum sambil cium tangan sang bibi kantin.


"Iyah bi, bibi apa kabar?"


"Baik non, kemana aja, gapernah keliatan?"


"Dari Singapura bi"


"Oh pantes, yaudah lanjut neng bibi mau buatin minuman gratis buat neneng" ucap bibi kantin.


"Eh bibi gausah ngerepotin aja, Maura bawa uang kok bii" ucap Maura.


"Gapapa neng udh duduk aja"


"Iyah deh makasih ya bi"


"Sama sama neng cantik"


      Tanpa mereka sadari semua orang yang ada di kantin pun kaget, menatap cengo ke arah Maura.


"Srius itu Maura?"


"Anjirr Koo bisa si?"


"Cantik banget, nyesel gw bully dia dulu, jadi cantik *****"


"Anjirr anjirr anjirr cantik gila"


      Bisikan itu pun mulai terdengar di telinga Maura, membuat Maura risih tapi ia berusaha tidak peduli dan tetap fokus pada makanan nya. Sesaat kemudian bibi kantin yang tadi datang dan membawa dua gelas juss alvokado untuk Maura.


"Nih non, dijamin enak"


"Makasih bi" ucap Maura.


"Iyah bibi pergi dulu"


     Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dari jauh yang menatap dengan tatapan senang dan berjalan mendekati meja mereka. Saat Maura ingin meminum jus alvokado tersebut. Tiba tiba ansel datang dan dan meminum juss tersebut hingga tersisa setengah.


"Apaan sii itu punya gw" ucap Maura kesal.


"Nih" ucap ansel sambil memberi gelas bekas nya tadi.


"Minum! Atau Lo mau minum Lewat mulut gw?" "Gamau lah!" Jawab Maura dengan polos nya


"Makanya minum" ucap arsen sambil menyodor kan gelas ke arah mulut Maura. Mau pun meminum nya. Dan semua orang yang di kantin itu kaget serta menatap dengan tatapan iri dan kesal.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2