
Sinar matahari menusuk melalui gorden, membuat Maura melenguh dalam tidur nya.
"Engghh"lenguh Maura.
Tak lama kemudian ia terbangun dari tidurnya,tentu saja dengan kepala yang pusing.
"Ssshhh sakit nya kepala"gumam Maura.
Ansel yang mulai bangun dari tidurnya merasa tak nyaman dan membalikkan badan nya.
"Hah? Ada cowo?! Jangan bilang....."Batin Maura mulai panik.
Maura buru-buru melihat pakaian nya. Dan untungnya pakaian nya masih lengkap. Sunggu beruntung dirinya.
Tapi siapa pria yang tidur di sampingnya ini? Bahkan pria itu tidak memakai pakaian.
Setelah dirasa kepalanya sudah tidak sakit lagi, Maura memberanikan diri melihat wajah pria yang tertidur di samping nya.
"A-Ansel?"Ucap Maura kaget.
Ansel yang merasa namanya di panggil pun membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik maura.
"Hey? Udah bangun?"Ucap Ansel lembut.
"........"
Maura tidak menjawab. Melainkan pipi Maura memerah membuat Ansel gemas karnanya.
Ansel pun menarik lengan Maura kuat hingga Maura jatuh tertidur di atas dada Ansel.
"Pagi pagi udah godain aku aja"ucap Ansel membuat Maura mengernyit bingung.
"Aku ga godain kamu"ucap Maura polos.
"......."
Tidak ada jawaban dari Ansel. Ansel langsung mencium bibir Maura. Sungguh bibir Maura menjadi candu baginya.
Mpphhh
Merasa oksigen mulai habis, Ansel pun melepaskan ciuman nya dan menatap Maura.
"Sana mandi"ucap Ansel lembut.
"Ansel aku mau ngomong"ucap Maura.
"Ngomong apa?"
"Hmm sebenernya..."
"Apa?"ucap Ansel mulai bingung.
"Aku-"
"Apa coba?"ucap Ansel melangkah maju ke depan Maura.
"Nggg"
"Apa huh?"goda Ansel melihat pipi Maura mulai memerah.
Ansel semakin melajukan langkah nya membuat Maura mundur perlahan dan pipi nya semakin merona. Tentu saja semua itu semakin membuat Ansel gemas.
"Aku mau minta ma-"
Kruyukk kruyuuk
Perut Maura mengeluarkan seuara membuat Maura malu dan wajahnyaerah sempura. Sementara Ansel yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak.
"Maksud kamu kamu laper heh?"ucap Ansel tertawa."Yuk makan dulu"ajak Ansel.
"Tapi sel bukan itu"
"Udah nanti aja, kita makan dulu"ucap Ansel.
"Okedeh"
****
Hening di meja makan tidak ada satupun yang mau membuka suara baik Maura maupun Ansel.
"Sel kemu kemana aja?"tanya Maura membubarkan susasana canggung.
"Kenapa?"tanya Ansel.
"Kamu gapernah Dateng lagi"ucap Maura menunduk.
"Aku pengen liat kamu bahagia"ucap Ansel.
"Maaf in aku ya sel, aku salah, setelah semua itu aku baru sadar ternyata aku butuh kamu"
__ADS_1
"Aku tau"
"Kamu tau?"
"Iya"
"Dari mana?" Tanya Maura.
"Dari sini"ucap Ansel menunjuk dadanya.
"Hati?"
"Aku tau dari sini, karna Ansel cuma untuk Maura dan Maura cuma untuk Ansel"ucap Ansel.
Blussssh
Pipi Maura kembali merona seperti memakai blush on, tentu saja semua itu di sadari oleh Ansel.
"Kalo aku minta kamu jelasin semua nya ke aku, kamu mau jelasin?"
"Tentu, tapi kamu makan dulu ya sayang"
"Oke bosQ"ucap Maura dan memakan makanan nya dengan lahap.
"Ansel udah"ucap Maura dengan pipi mengembang mengunyah makanan membuat Ansel sangat gemas.
"Kamu ini kaya anak kecil banget padahal udah 22 tahun"kekeh Ansel.
"Biarin, ayok cepet jelasin"ucap Maura.
****
Setelah mendengar penjelasan Ansel, kini Maura menangis dan merasa bersalah telah memperlakukan Ansel seperti itu.
"Hiks hiks maaf in aku sel, aku emang bodoh hiks"tangis Maura.
"Hey hey? Udah jangan nangis lagi, semuanya udah berlalu"
"Tapi aku salah hiks"
"Udah aku gapapa, yang penting hati aku cuma buat kamu"ucap ansel memeluk Maura.
"Aku beruntung punya kamu sel"ucap Maura di pelukan Ansel.
"Aku lebih"
"Hiks"Isak Maura.
"Yuk"angguk Maura.
****
30 menit lamanya akhirnya Maura dan asnel sampai di sebuah mall terbesar di kota.
"Kamu mau beli apa?"ucap Maura.
"Apapun yang kamu pilih"ucap Ansel lembut.
"Yaudah yuk masuk"
Maura dan Ansel pun memasuki toko baju dan pandangan Maura jatuh pada sebuah jas dan gaun berwarna senada, mata Maura berbinar melihat betapa indahnya pakaian tersebut.
Ansel yang menyadari pandangan Maura pun melihat ke arah baju yang di lihat Maura.
"Permisi, tolong 2 2 nya"ucap Ansel.
"Baik tuan"
"Eh Ansel? Jangan itu mahal banget loh"ucap Maura.
"Apapun buat kamu Ra"
Kata kata Ansel sontak membuat Maura berbinar dan pipi nya merona.
"Kamu suka banget sih godain aku Ra"ucap ansel.
"Aku gapernah godain kamu loh sel"ucap Maura.
"Udah yuk beli hadiah"
"Yuk"
Ansel pun membayar pakaian tersebut dan menggandeng Maura berjalan ke arah toko-toko lainnya.
****
Hari pernikahan Sonya dan rio pun akhirnya tiba, tentu saja sang mempelai pasti sangat bahagia. Begitu juga Ansel dan Maura yang kini telah di persatukan kembali.
"Udah siap ketemu Sonya?"tanya Ansel.
__ADS_1
"Siap"ucap Maura mantap.
Maura dan Ansel pun berjalan memasuki gedung pernikahan Sonya dan rio, tentus aja saat sudah berada di dalam semua teman sekolah Maura ada di sana begitu juga di sana.
"Ya ampun Maura sama Ansel? Langgeng ya kalian kapan nih nyusul si Onya?"tanya salah satu teman sekolah Maura.
"Hmm aku gatau"ucap Maura malu-malu.
"Secepat nya"ucap Ansel.
"Cieee"terdengar sorakan dari teman-teman nya membuat Maura semakin malu.
"Ansel kamu apaan sih!"ucap Maura menahan malu.
"Ciee cium cium cium"ucap para teman seangkatan Ansel dan msura.
Semua itu membuat Maura malu dan pipinya semakin memerah membuat Ansel tertawa geli. Kemana keberanian nya saat mengusir Ansel?.
"Ehh udah udah kalian ini mgegodain aja hus hus"ucap Sonya yang tiba-tiba datang.
"Sonya selamat ya"ucapaura hendak memeluk Sonya.
"Ehh tunggu-tunggu"ucap Sonya membuat Maura bingung.
"Kenapa soy?"tanya Maura.
"Ceileh baju sepasang? Ciee udah baikan cieeee"ucap Sonya menggoda Maura.
"Ih soy apaan sih udah ah"kesal Maura.
"Ehh ngga ngga,iya deh maaf, yuk msuk"
"Yuk"ucap Maura menggandeng tangan ansel.
Sonya menuntun Maura dan Ansel duduk di meja paling ujung yang sudah di isi Rio di sana.
"Yoo bro"ucap ansel.
"Bro! Wih udah baikan aja nih"ucap Rio.
"Yoi"
"Kapan nih nyusul?"
"Secepatnya lah"
"Gw bilangin aja bro Jan lama-lama ntar di ambil orang"
"Mending Lo urusin diri Lo sendiri, mabok-mabok gajelas"
"Woe ga dong udah tobat sekarang gw bro"
"Kenapa gitu?"tanya ansel.
"Ntar ga di kasi jatah"ucap Rio membuat sonya memincingkan matanya.
"Eh sayang"ucap Rio.
"Bodo"
"Udah dong jangan ngambek lagi"
"Kalian lucu"ucap Maura.
"Jelas dong, ntar gw bakal bikin anak yang lebih lucu kok Ra, kalo mau Lo boleh bantu- awwhh"ucap Rio terpotong karna di cubit oleh Sonya.
"Lo berani?"ucap Ansel dengan suara dingin nya.
"Yaelah pasangan kita posesif Ra awokwok"ucap Rio.
****
Akhirnya acara pun selesai dan Maura kini berpamitan kepada Rio dan Sonya.
"Gw duluan ya soy"
"Iya bye hati-hati"ucap Sonya.
"Bye bro"ucap Rio kepada Ansel.
"Lo awas aja ya ngapa-ngapain sahabat gw"ucap Sonya.
"Lo tenang aja, dia kan hidup gw"
"Cih sok sok an ngegombal ***"ucap Rio yang langsung mendapat tatapan dingin dari Ansel.
Semua orang pun tertawa menyaksikan tingkah lucu Ansel.
"Udah lah gw bergo dlu bye"
__ADS_1
"Byee"
Bersambung.........