
Maura tiba di rumah nya pukul 21:15 dengan di sambut senyuman dari para pelayan nya.
"Gw duluan ya" ucap Ansel. Ya Ansel lah yang mengantar Maura pulang, karna ia memaksa Maura dengan ancaman ingin mencium maura padahal ia tidak akan mencium nya tanpa seizin dari nya.
"Oke"ucap Maura singkat. Tapi Ansel tidak juga berlalu meninggalkan penkarangan rumah Maura.
"Lah kok?" Tanya Maura heran.
"Gapapa Lo ga mau ajak gw masuk gitu?"
"Ya gak la udah malem ntar orang kira apaan ada cowo Ama cewe di dalem rumah malem-malem padahal bukan suami istri.
"Yaudah kita nikah aja" ucap Ansel tanpa dosa. Membuat para pelayan cengo dan malu
"Males banget gw Ama Lo"ucap Maura tanpa di balas oleh Ansel, dan Ansel langsung menarik lengan Maura dengan kencang hingga Maura jatuh di pelukan Ansel.
Cupp.
Ansel mengecup sekilas pipi dan kening Maura. Sontak membuat para pelayan baper dan Maura yang membuat kan mata nya.
"Sebagai gajih buat gw udh ngantar Lo pulang hehe"ucap Ansel tanpa dosa.
Maura tidak menggubris nya melain kan langsung pergi masuk kedalam rumah dengan pipi memeran malu.
🌤️🌤️🌤️
Kring...kring....
Alarm berbunyi membuat sang gadis menggeliat tidak nyaman apalagi sinar matahari yang menembus jendela sang gadis mau tak mau harus bangun dari tidur nya.
"Udah pagi ya" gumam sang gadis. Beberapa detik kemudian ia terbelalak seakan mengingat sesuatu.
"Ya ampun udah pagi!!! Harus sekolah" triak sang gadis, lalu cepat-cepat menuju kamar mandi.
Seorang pelayan sedang memasak kemudian mendengar teriakan sang majikan dengan memakai seragam sekolah sedang menuruni tangga.
"Bibi kenapa ga bangunin Rara bii, Rara kan harus ke sekolah" Grutu Maura.
"Lah non? Kan hari ini hari Minggu"ucap sang bibi.
"Oh iya rara lupa" ucap Rara sambil mengetuk jidatnya."Yaudah Rara mau jalan" pagi aja deh"
Beberapa menit kemudian......
"Bi Rara pergi dulu ya"
"Iya non hati hati"
"Oke bii"
__ADS_1
Rara tiba di taman kota dan duduk di sebuah bangku sambil mengelap keringat nya. Tiba-tiba ada pesan masuk dan Maura pun langsung membukanya. Mata nya terbelalak saat membaca pesan tersebut
085*****
Lo lagi duduk ya di taman? Lo cantik, tapi gw gasuka lo pake itu, itu terlalu terbuka Ampe memperlihatkan perut Lo"
Maura.
Terserah gw dong.
Gada hubungan nya Ama Lo.
085******
Lo itu milik gw!
Maura.
Lo siapa ya?
085*****
Ansel.
Dan saat itu pula Maura melotot kaget dan membaca pesan dari Ansel lagi.
'Di-dia ada di sini?'ucap Maura dalam hati.
085*****
Ngadep belakang coba.
Akhirnya Maura menengok ke arah belakang dan kaget tiba-tiba ada ansel di sana, bukan hanya itu Ansel juga mencium maura tepat dibibir nya.
"Manis" ucap Ansel tersenyum jail.
"Ihhh Sono" ucap Maura kesal dan mendorong dada Ansel. Ansel pun menahan tangan Maura dan memasangkan jaket di tubuh Maura. Memang saat ini Maura hanya memakai celana training dan baju yang panjang sebatas perut hingga memperlihatkan perut nya yang putih.
"Lo pake, gw gasuka mereka liat milik gw!"
"Gw bukan milik Lo!"
"Kapan sih Lo mau maaf in gw? Gw serius gw minta maaf, gw bakal lakuin apapun asal Lo maaf in gw" ucap Ansel lesu.
"Bener?"
"Iya"
"Ok, Lo pergi dari hadapan gw!"
__ADS_1
"Jangan gitu Ra" ucap Ansel sedih.
"Ok kalo gamau gw pergi bye"
Maura hendak pergi meninggalkan Ansel, tapi Ansel memeluk nya dari belakang. Dan menenggelamkan kepalanya di lekuk leher Maura menghirup dalam-dalam aroma tubuh Maura, tentu aja hal itu langsung membuat Maura sontak membulatkan mata dan hendak melepaskan diri, tapi Ansel dengan kuat memeluk Maura hingga Maura tidak bisa berbuat apapan. Ia pasrah apa yang akan di perbuat Ansel.
Merasa Maura tidak lagi menggeliat Ansel pun mencium dan sesekali menghisap leher jenjang Maura hingga meninggal kan tanda merah kebiruan di sana. Merasa apa yang di lakukan Ansel sunggu nikmat Maura tidak sengaja mengeluar desahan tertahan membuat Ansel merasa senang dan melanjutkan kan aksinya mulai menurunkan ciuman nya ke arah dada Maura.
Merasa kesadaran nya mulai kembali, Maura segera mendorong dada Ansel dan Ansel dengan sigap menahan nya lalu mencium bibir Maura. Ia melumatnya lembut hingga Maura tidak sengaja membuka mulutnya karna kekurangan oksigen, Ansel pun tidak melewatkan kesempatan itu, ia lalu menjelajahi isi mulut Maura dengan lidah nya.
'hmmmmphh' erang Maura.
Dirasa mulai kehabisan oksigen Ansel pun menghentikan ciuman nya dan tersenyum jail menatap Maura.
"Lo juga menikmati nya"
"A-apa mana ada! Aku ngga menikmati nya"
"Bohong! Aku tau" goda Ansel.
"Dasar sialan udahlah aku mau pegi!" Ucap Maura akan pergi karna ia sangat malu sekarang dan ia merasa pasti pipi nya sudah Semerah tomat sekarang. Saat ia ingin pergi tiba-tiba ansel menarik lengan nya.
"Pulang Ama gw" ucap Ansel.
"Apa? Gamau!"
"Pulang ato gw lakuin kaya tadi? Bahkan lebih loh"
"Brengsek" ucap Maura lalu pergi menarik lengan Ansel.
"Dimana mobil Lo?" Tanya Maura
"Gw pake sepeda"
"Katanya mau antar gw? Gimana bonceng nya?"
"Lo bsa duduk di depan, gw yg kendarain, ayo" ucap Ansel dan menyuruh Maura naik ke sepeda nya.
Di perjalanan tidak henti-henti nya Ansel menciumi pucuk kepala Maura, hingga Maura merasa risih.
"Lo bisa diem ga?" Ucap Maura kesal.
"Abis gemes" ucap Ansel mengecup kembali kening maura tanpa dosa.
"Terserah gw mau turun!"ucap Maura.
"Ehhh iya iya oke gw berhenti"
"Gud"
__ADS_1
'Tapi lain kali ngga' ucap Ansel dalam hati.
Bersambung.........