Maura Untuk Ansel

Maura Untuk Ansel
31. Tangis


__ADS_3

Rey POV.


Pas gw pergi ke ruang sebelah buat nge cek, siapa yang Dateng sama ansel ke rumah sakit gw sempet kaget.


Ternyata itu Ryan. Otomatis gw bertanya-tanya yakan, kenapa bisa Ryan ama Ansel? Gw pun masuk ke dalem buat mastiin sekali lagi, ini beneran Ryan apa bukan. Tapi memang bener itu Ryan mata gw gamungkin salah.


"Kok Lo bisa kecelakaan Ama Ansel si yan? Gw bingung sebenernya apa yang terjadi di antara kalian berdua?"


Gw pun mengingat-ngingat lagi kata-kata Ansel sebelum pergi, dia bilang dia ada urusan?. Apa urusan nya ada hubungan nya sama Ryan?.


Gw pun segera buka ponsel gw, gw telp bawahan gw buat cari tau kejadian ini.


****


Maura POV.


Pas gw ke masuk ke ruangan Ansel, gw gabisa berkata apa-apa lagi, ngeliat kondisi Ansel dengan banyak alat bantu di tubuh nya seolah menjadi tamparan keras bagi gw. Air mata yang dari tadi berusaha gw tahan supaya ga lolos, tapi akhirnya lolos juga.


Ingin rasanya gw berada di tempat Ansel, dan Ansel di tempat gw. Gw bener-bener rela nahan semua sakit demi dia.


"Sell? Kamu kenapa bisa gini...hiks? Apa yang terjadi? Sell maaf in aku ini semua salah aku. Aku itu egois! Cewek plin plan! Sok cantik! Aku ga inget dulu, sebelum semua ini aku hanyalah ular yang blm berganti kulit hiks"tangis Maura.


"Maaf in aku sel, maaf in aku hiks hiks, sel kamu inget? Dulu kamu janji kami gabakal ninggalin aku kan? Kamu bakal ada di samping aku, bahkan kalo kamu jauh dari aku kamu bakal ngejagain aku dari kejauhan? Aku gabutuh semua itu sel, aku cuma butuh kamu sehat. Kamu bangun, bercanda dan tertawa bareng Ama aku lagi hiks"


Lama Maura menangis, namun hanya ada ke heningan dan suara monitor detak jantung yang menemaninya. Sungguh ia ingin teriak se kencang-kencang nya.


"Anselll aku mohon kamu bangun huaaa hiks hiks secepatnya sell aku mohon huhuuuu hiks, aku udah 4 tahun lebih pisah dan jauh dari kamu. Dan akhinya kita bisa bersatu lagi, aku gamau itu terjadi lagi sel, aku janji bakal jadi cewe yang nurut, aku bakal berubah sel aku mohon kamu bangun huhuuu hiks"tangis Maura tambah kencang.


Ceklek.


Pintu terbuka menampilkan Rey dengan tatapan sedihnya menatap punggung adik nya nya gemetar. Ia merasakan apa yang Maura rasakan. Tentu saja ia juga sakit melihat Maura yang seperti ini.


Rey pun berjalan mendekati Maura, ia hendak merangkul pundak Maura agar tenang.


"Sell aku mohon kamu bangun, aku gamau pisah sama kamu lagi, cukup 4 tahun kita pisah, dan aku gamau itu terjadi lagi"


Rey yang sudah mau merangkul Maura menarik niatnya kembali, ia simpan tangan nya, ia mengerti Maura butuh privasi saat ini. Rey pun keluar dari ruangan tersebut.


"Huhuuuu hiks ansel.......Ansel......aku mohon, ya Allah tolong buat Ansel kembali ke Maura ya Allah, Maura mohon, Maura janji bakal jadi anak yang baik, anak yang nurut, dan Maura gabakal egois hiks"ucap Maura sesegukan.


Cukup lama Maura menangis, akhinya ia lelah dan tertidur di samping Ansel, tak lama kemudian Rey kembali.


"Ra Abang tau, kamu sedih, Abang juga kesiksa liat kamu gini, sell gw mohon Lo bangun, jangan biarin orang yang Lo Ama gw sayang nangis kaya gini. Lo harus bangun"Ucap Rey "Ya Allah tolong berilah kebahagian bagi Maura, dan Ansel gw janji kalo Lo bangun gw bakal jadi orang nomor satu yang ngedukung kebahagiaan kalian"batin Rey.

__ADS_1


****


Sudah 2 hari Maura tidak makan ataupun minum, ia benar-benar khawatir keadaan Ansel, dan Rey semakin tersiksa melihat Maura yang seperti ini.


"Ra mau ke rumah sakit kan? Makan dulu, anu udah 2 hari ga makan"ucap Rina.


"Gapapa maa Maura ga laper kok"ucap Maura sedih.


"Raa kamu harus makan, biar kamu setan oke?"


"Gapapa mama, mama aja yang makan ya"ucap Maura dengan senyum kecut.


"Maura? Mama mohon sama kamu, kamu ga kesian liat Abang kamu?"


Maura tampak diam, tatapan nya menatap kosong ke bawah, dan air mata mulai berlinang mebanjiri pipi nya.


"Kan?"


"Hiks maaf in Maura maa, Maura gabisa liat Ansel yang kaya gini, jakan makan, tidur aja Maura ga bisa maa hiks"tangis Maura.


Melihat putrinya menangis Rina pun langsung membawa Maura ke pelukan nya. Rina memeluk Maura dengan sayang, ia merasakan yang putrinya rasakan.


"Maa? Apa sesulit ini untuk bahagia dengan seseorang yang kita cintai hiks"


"Maa, Maura udah kehilangan Ansel 4 tahun labih, dan itu udah menjadi trauma bagi Maura, dan Maura gamau itu yerjadi lagi mas hiks, kenapa mereka pengen ngehancurin kebahagiaan Maura maa hiks, Maura salah apa sama mereka? Maura selalu di sakitin mas, seolah ga ada jalan kebahagiaan buat Maura hiks"


Rina yang mendengar semua yang Maura katakan terdiam. Ia semakin kasihan melihat putrinya, seperti benar tidak ada kebahagiaan untuk nya.


Ia berfikir dan mengingat kembali masa kecil Maura hingga sekarang. Dari kecil Maura mempunya badan yang gemuk hingga SMA, dan karna itu ia slalu di bully, dan karna bully an teman sekolahnya Maura jadi memiliki penyakit asma yang parah, belum lagi ia selalu di kerjai oleh teman-temannya nya yang lain.


Dan Rina pun berfikir, ini semua salahnya. Ia tidak bisa menjaga anak nya dengan baik, hingga Maura menjalani hidup seperti ini.


Mengingat semuanya Rina pun menangis, ia merasa bersalah akan semua ini.


"Maaf in mama sayang, ini semua salah mama hiks, kalo bukan karna mama gabisa jagain kamu dengan baik, kamu gabakal hidup dengan di tindas orang lain terus hiks kamu boleh benci mama Maura hiks kamu boleh benci mama"ucap Rina.


"Maa? Mama ngomong apa? Mama gasalah kok, Maura ga benci mama, dan Maura gabakal benci sama mama, apapun kesalahan mama, sebesar apapun kesalahan mama, Maura gabakal benci sama mama"uca Maura.


"Sayang, kamu tau? Mama rela kegilanga 100 anak demi dapet anak kaya kamu dan Rey, itu udah kebahagiaan besar bagi mama, mama bahagia bisa punya anak kaya kamu dan Rey"ucap Rina.


"Maura juga bahagia maa"uca maura dan memeluk sang mama.


"Udah udah jangan nangis lagi, ntar cantik nya anak mama ilang loh, kan mau kerumah sakit, liat ansel"ucap Rina.

__ADS_1


"Iya mama, tapi Maura mau kan dulu"ucap Maura.


"Kamu udah mau makan sayang?"tanya Rina.


"Iyaa maa, aku juga mau minta maaf ke Abang Rey, aku udah nyiksa dia tanpa sadar. Aku salah maa, aku minta maaf."ucap Maura.


"Yaudah sana makan"ucap rina sayang.


"Iya, Abang Rey mana maa? Maura mau makan Ama dia"ucap Maura.


****


    Maura dan Rina tidak tau jika Rey sudah menyaksikan semuanya sedari tadi, Rey sempat menangis dan terharu melihat kasih sayang keluarganya. Rey merasa beruntung terlahir dalam keluarga ini. Dan dia beruntung mempunya adik seperti Maura. Meskipun Rey sempat memikirkan kisah hidup Maura sedari kecil.


Mendengar namanya di sebut Rey segera menengok kembali ke arah Maura dan Rina.


"Iya, bang Rey mana maa? Maura mau makan sama dia"ucap Maura.


"Gw disini dek"ucap Rey.


"Eh Abang, yuk makan bang"


"Yuk, mama juga ikut makan dong mas, ga seru masa kita berdua doang"ucap Rey.


"Iya udah yuk kita makan"ucap Rina.


"Maa papa mana?"tanya Maura.


"Dia akhir-akhir ini sibuk di kantor sayang"


"Yaudah Maura mau ngantar makan siang buat papa, sekalian mau ke rumah sakit kan nanti."ucap maura


"Yaudah, Rey kamu antar Maura ya"


"Siap maa"ucap Rey.


"Terima kasih ya Allah, kau telah kembalikan senyum di wajah ibu dan adik ku, walau masih ada yang kurang tapi aku tetap bersyukur"batin Rey.


"Abang kok diem aja?"tanya Maura.


"E-eh ngga dek, yuk makan"ucap Rey.


Bersambung..........

__ADS_1


Selamat membaca❤️


__ADS_2