
Seorang gadis sedang berdiri di balik pohon sedang memperhatikan kdua insan yang sedang bercanda tawa penuh cinta. Ia merasa geram melihat adegan tersebut dan langsung membuka ponsel nya lalu menekan sebuah nama di layar ponsel tersebut.
"Lo celaka in Maura pulang sekolah"
''tapi gimana bos?'' Tanya orang di balik telfon tersebut.
"Gw ga perduli lakuin apapun asal Lo harus celaka in dia."
"Oke bisa"
'Heh liat aja Lo Maura. Lo bakal kenal akibat nya berani ngerebut Ansel dari gw." Ucap orang itu dalam hati.
###
Jam menunjukkan pukul 15:15 semua murid berlalu lalang keluar gerbang. Nampak seorang murid sedang menunggu angkutan umum di halte sambil memperhatikan ponsel nya dengan raut kesal.
"Iss kalo gabisa ngantar tuh bilang kek dari tadi!"Grutu Maura kesal.
Tiba-tiba muncul 3 orang pria dengan seringai nya menatap Maura. Maura yang di tatap pun merasa takut dan ingin pergi.
Akhir nya Maura pergi dengan langkah kaki yang cepat. Namun siapa sangka 3 pria tadi mengikuti nya.
"Ya ampun mereka Koo ngikutin aku sih? Duh gimana dong" Ucap Maura dalam hati.
Maura yang merasa di ikuti semakin cepat berlari dan menyebrang jalan tanpa melihat arah.
Brukk!!
Ya Maura tertabrak sebuah mobil dan pingsan. Sang penabrak pun merasa bersalah dan takut melihat Maura yang mengeluarkan kan Banyak darah. Al hasil dia meninggal kan Maura tanpa membantu nya.
"Ja-jangan tinggalin ak-kuh" ucap Maura lirih sambil mengangkat tangan nya pada mobil yang melaju tersebut.
Maura yang masih sedikit sadar pun mencoba berteriak, Al hasil tidak ada hasil karna ia tidak punya tenaga untuk bersuara.
Tidak lama kemudian pandangan nya memudar menyisakan kegelapan. Maura pasrah pada hidup nya saat ini.
###
Sebuah ruangan yang penuh cat putih dan berbau khas obat obatan dengan seorang gadis yang tampak tertidur lemas di Banjar nya.
Suasana tampak hening hanya menyisakan suara komputer detak jantung. Kemudian datang seorang dokter menuju Banjar Maura dan memeriksanya.
Beberapa menit berlalu dokter pun keluar dan menyisakan Maura sendiri di dalam kamar pasien tersebut.
Sementara di sisi lain keluarga Maura dan tentu saja Ansel merasa cemas karna sudah hampir sebulan ini Maura hilang tanpa jejak.
Ansel tampak kacau begitu juga dengan Rina (mama Maura) yang hampir gila memikirkan putri kecil nya yang menghilang entah kemana.
Ayah Maura mengarah kan seluruh orang nya untuk menyusuri bagian kota A namun tidak ada yang menemukan Maura namun hasil nya nihil. Maura seperti menghilang di telan bumi
"Mauraa kamu di mana nak? Kamu lagi apa? Kmu udah makan belum sayang? Pasti kamu ketakutan kan di luar sana sayang? Hiks Maura...."Lirih Rina yang hampir gila memikirkan Maura.
Sedangkan Rey yang menatap sang mama tampak sedih hati nya serasa di remas melihat orang yang sangat di cintai nya tak berdaya sambil memegang foto putrinya yang menghilang sejak sebulan terakhir.
Tidak bisa di pungkiri Rey juga tampak sedih karna hilang nya Maura adik kesayangannya. Tapi ia menutupi nya sebab tak mau melihat ibu nya sedih.
"Maura kmu kemana dek? Kenapa hilang? Se enggak nya kmu kasi Abang jejak biar Abang bisa nemuin kmu dek"Lirih Rey dalam hati.
Saat ini Rey berada di dalam kamar Maura dengan berlutut di depan foto Maura yang berukuran besar. Menatap nya dengan perasaan sedih dan khawatir sungguh ia tersiksa melihat ibu dan ayah nya sedih apalagi memikirkan keadaan adik nya saat ini.
Apa yang dia lakukan sekarang?
Apa dia baik baik saja?
Apa dia sudah makan?
Pertanyaan yang slalu muncul di benak Rey.
__ADS_1
Rey membaringkan tubuh nya di kasur empuk milik Maura. Masih tercium aroma khas Maura di kamar nya. Air mata nya pun jatuh dan tidak bisa terbendung lagi. Ia tumpah kan segala kegundahan hatinya di sana.
Merasa lelah menangis Rey lun tertidur pulas di kasur maura, tentu saja dengan mata sembab nya. Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Rina yang memperhatikan anak lelakinya.
Hatinya terenyuh melihat anak laki-laki nya yang acak-acakan memikirkan adik nya. Ia pun mengelus sayang rambut Rey dan mengecup kening nya.
Rey tampak lebih kurus dan tidak terurus sejak hilang nya Maura begitu juga dengan Rina.
"Maaf in mama Rey, mama ga becus jadi orang tua kamu hiks... Mama minta maaf Rey hiks... Mama sayang sama kalian berdua mama gabisa kehilangan salah satu dari kalian hiks...maaf in mama Rey...." Tangis Rina pecah.
Rina pun keluar dari kamar Maura dan meninggalkan kan Rey yang tertidur di sana. Rina tidak tau jika Rey mendengar semuanya. Rey kembali menumpahkan air matanya.
"Ma aku janji ma! Aku bakal bawa Maura kembali! Dan mengembalikan semua kebahagian kita ma"ucap Rey berjanji.
###
Di sisi lain ada Ansel yang tampak sedang melamun di sebuah taman yang biasa ia kunjungi bersama Maura. Mengingat memory nya bersama Maura sebelum Maura menghilang.
"Ra? Lo kemana? Gw kangen Ra. Gw hampir mati di sini. Lo tau kan Lo itu setengah diri gw. Gw ngerasa separuh diri gw udh ga ada Ra. Gw mohon Lo balik Ra! Gw janji bakal ngeja Lo! Ini semua salah gw Ampe Lo hilang kayak gini Ra maaf in gw! Gw bakal jauhin Lo asal Lo kembali Ra hiks...gw rela lakuin Apa aja! Asal bisa liat Lo bahagia Ra hiks..."lirih Ansel dengan tangisan sambil menundukkan kepala nya menangis dalam diam.
Tiba-tiba sebuah tangan memnyentuh bahu Ansel. Ansel cukup kaget tapi ia juga bahagia. Ia pun membalikan wajahnya dengan senyuman manis nya. Tapi, seketika senyum nya pudar karna yang berdiri di depan nya sekarang bukan yang ia harap kan.
Ansel pun duduk kembali di bangku tersebut sambil memasang muka datar.
"Lo kenapa sih sel? Lo berubah tau gak"ucap gadis tersebut.
"Bukan urusan Lo" ucap Ansel dingin.
"Jelas urusan gw dong, gw kan cinta sama Lo" ucap gadis itu.
"Oh ya? Sorry gw udah punya seseorang yang gw cinta."ucap ansel penuh penekanan.
"Gak tertarik"ucap ansl cuek.
"Ini semua gara-gara Maura itu kan?! Cewek yang dulu gendut trus Operasi plastik! Mampus sekarang ilang! Udah lah sel Lo gausah mikirin dia, mungkin dia udah mati sekarang, jadi mending kamu Ama aku aja"
Ansel yang mendengar itu pun langsung naik darah dan mencekik leher Rose.
"Maksud Lo apa?! Maura ga mati! Lo harus tau itu! Kalo lu berani ngomong gitu lagi gw yang bakal bunuh Lo! Dan satau lagi Maura itu cewek yang apa ada nya! Bukan operasi plastik trus make up tebel kayak Lo Lo pada! Yang cuma bikin jijik!"ucap Ansel memandang tajam rose.
Ansel pun pergi meninggalkan rose dengan perasaan marah ingin Skali dia membunuh gadis menjijikan itu sekarang. Lagian Ansel heran mengapa rose mendekati nya? Padahal ia kan dan Ririn sahabatan. Bagaimana bisa ia menikung teman nya sndiri?.
Tiba-tiba ponsel Ansel bergetar menandakan ada pesan masuk. Ansel pun membuka nya lalu membacanya.
0878****
Gw udah peringati ke lo! Dan Lo ga patuh. Sekarang lo liat! Gue ga main-main.
Ansel membulat kan matanya. Ternyata hilang nya Maura berhubungan dengan ini? Siapa sebenarnya nya orang yang melakukan ini semua? Mengapa sangat tidak suka melihat Maura dengan nya?
###
Seorang pria sedang memperhatikan seorang gadis yang terbaring lemah di rumah sakit dengan keadaan koma.
"Siapa sebenarnya Lo? Gimana gw hubungin keluarga Lo? Mereka pasti khawatir banget sama lo" ucap pria tersebut.
Seorang dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Maura. Stelah slesai memeriksa ia pun mengajak pria tersebut ke ruangan nya.
"Ada apa pak?" Tanya pria tersebut.
"Begini mas Ryan, sepertinya kondisi nona Cristy malah semakin memburuk saya khawatir akan timbul tampak buruk. Ia membutuhkan transfusi darah bergolongan O"
"Kalau begitu ambil saja darah saya dok, saya gapapa" ucap Ryan tanpa ragu.
"Hmm kamu memang calon suami yang hebat. Saya bangga sekali sama kamu sanak muda"ucap dokter tersebut.
"Trima kasih pujian nya dik, kira-kira kapan saya bisa mentrnsfusikan darah saya ke cristy dok?"
__ADS_1
"Kira-kira besok mas Ryan."
"Oke terima kasih dok saya permisi dulu"
"Silahkan mas Ryan"
Ryan kembali ke ruangan Maura dan duduk di bangku samping Banjar Maura. Lalu menatap wajah pucat Maura yang terlihat sangat cantik menurut nya.
"Lo emang cantik, sebenernya siapa kamu? Oh iya maaf ya gw ganti nama Lo jadi Cristy dan gw ngaku-ngaku jadi calon suami Lo, itu semua buat Lo" ucap Ryan.
Riyan masih memandang wajah maura, tiba-tiba jantung nya berdebar tak karuan.
"Gw ini kenapa? Bisa-bisa nya gw suka Ama cewek yang bahkan ga gw kenal"batin Ryan.
"Ah mana mungkin suka! Cih gabakal."ucap Ryan.
Ryan masih menatap wajah Maura dalam tiba-tiba ia teringat sesuatu.
Flashback on.
Ryan yang sedang buang air kecil lalu berjalan menuju mobil nya. Lalu ia melihat 2 orang pria sedang mengangkat sebuah barang berbentuk sperti manusia yang ia yakini itu adalah wanita.
Banyak pertanyaan yang timbul di kepalanya. Apa wanita itu adalah korban perkosaan dan lalu di bunuh? Ryan pun mulai ngeri dan ingin pergi. Tapi ada rasa penasaran yang membuatnya ingin mengikuti 2 Priya itu.
Ryan tampak kaget melihat kedua Priya tersebut membuang wanita itu ke sungai. Sunggu kejam sekali, batin Ryan.
Tak lama kemudian Priya itu pun pegi meningkalkan wanita itu. Lalu Ryan pergi ke sungai tersebut dan melihat wanita tersebut yang kini sedang mengambang.
Ryan pun melompat ke sungai dan menolong wanita tersebut. Ryan tampak kaget. Banyak sekali darah yang muali mengering di pelipis wanita itu. Ia pun mengangkat nya ke darat dan memeriksa denyut jantung nya.
Ryan lega karna wanita itu masih hidup. Ryan pun mencoba membangun kan wanita tersebut bahkan memberikan nafas buatan padanya. Namun wanita tersebut tidak juga bangun.
Ryan pun kembali memeriksa denyut nadi nya. Ia tampak kaget. Detak jantung nya sangat lemah. Buru-buru Ryan membawanya kerumah sakit.
"Dok dokter! Dok tolong calon istri saya dok!"ucap Ryan panik.
"Kenapa mas?" Tanya dokter tersebut.
"Istri saya kecelakaan dok tolongin istri saya dok saya mohon."ucap Ryan sambil menangis histeris. Tentu saja Ryan adalah aktor pemain film yang tampan.
"Silahkan mas mengurus administrasi nya dulu"ucap suster yang ada disana.
Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang tersebut.
"Gimana keadaan istri saya dok?"
"Istri mas nyaris tidak terselamatkan, Akibat benturan keras di kepalanya mungkin ia akan mengalami amnesia. Dan..."
"Dan apa dok?"
"Dia koma"ucap dokter yang berhasil membuat Ryan kaget.
"Sabar, saya faham, melihat orang yang kita cintai terbaring lemah di rumah sakit itu sangat menyakitkan. Saya harap kamu sabar anak muda"ucap dokter tersebut.
Ryan tampak kikuk karna ucapan dokter tersebut. Tapi ia buru-buru menormalkan ekspresi nya dengan raut wajah di sedih-sedih kan.
"Trima kasih dok, saya boleh liat dia?"
"Baiklah"
Ryan pun masuk kedalam ruangan dan duduk di samping maura lalu memandang wajah cantik maura.
Ia sempat takjub melihat wajah cantik maura. Tapi ia kasihan bahwa Maura menjadi korban perkosaan oleh Priya itu.
"Hadehh Bru ketemu lo udh bikin idup gw penuh masalah, oh iya Lo jadi istri gw dulu ya gw bakal ganti nama Lo, gw kan gatau nama Lo, jadi Lo cepet bangun ya"
Ryan semakin dalam menatap wajah Maura. Benar-benar cantik batin nya.
"Tapi sayang banget ya, cewek secantik lo bahkan masih sekolah udh jadi korban perkosaan 2 begal tadi" ucap Ryan salah faham karna mreka berniat membunuh Maura. Bukan yang lain.
"Kenalin ya gw Ryan Jin orang terganteng di dunia, Lo tau? Gw ini aktor umur gw ga tua kok sans aja, Brati gw bukan pedo, gw masih kuliah, baru setahun. Dan liat Lo kek nya Lo kelas 3 SMA ya? Bda setahun Ama gw, oh iya ntar kalo udh sadar jangan sampe terpesona Ama gw ya? Wkwk"ucap Ryan menghibur diri sndiri.
Ya Ryan memang masih muda, umur nya masih 19 ia adalah aktor muda berbakat dan tampan. Banyak wanita yang ingin menjadi pacar nya. Bisa di bilang dia pacar semua wanita. Tapi dia bukan playboy.
Bersambung.....
__ADS_1