
Kediaman keluarga Geonino.
Kebahagiaan yang dulu hilang Kirin kembali. Serasa memulai kehidupan baru. Kegelapan yang akhirnya menemui titik terang telah kembali. Kini hanya kebahagiaan yang menyelimuti keluarga Geonino.
"Mama? Kok kepala Rara suka sakit yah ma?"tanya Maura.
"Kamu kenapa sayang? Nanti kita periksa ke dokter ya"ucap Rina.
"Iya ma, tapi aku suka mimpi aneh mah"
"Mimpi apa sayang?"tanya Rina.
"Aku suka liat cowo di dalem mimpi ku mas, dia baik banget terus dia ganteng. Dan....namanya kalo gak salah ansel! Iya Ansel!"ucap Maura membuat Rina spontan membulatkan matanya.
"A-ansel?"tanya rina'Ya tuhan ini pasti ingatan maura'Batin Rina.
"Ma? Mama kenapa?"tanya Maura cemas.
"Nak Ansel itu....dia pacar kamu"ucap Rina.
"Beneran mah? Mama ga bohong kan? Jadi lelaki yang di mimpi Rara itu Ansel?"tanya Maura berbinar.
"Iya sayang, dia pacar kamu. Tapi...."
"Kyaaa dia pacar aku"Girang Maura."Tapi ma? Kenapa dia ga jenguk aku?"
"Mama juga gatau sayang, dulu dia suka banget main ke sini, tapi.... Semenjak kamu menghilang dia gapernah Dateng lagi"
"Kenapa ma? Bukan nya kata mama dia orang baik?"
Belum sempat mama nya menjawab tiba-tiba Reynand datang mengagetkan keduanya.
"DORRR!!"
"Ih Abang! Ngagetin Maura aja!"
"Hehe kaget ya? Ya maaf deh lagian kok pada srius? Kalian ngomongin apa sih?"tanya Reynand.
"Ansel"ucap Maura santai.
"Oh Ansel? Jadi kamu udh inget semuanya dong?"
"Ngga. Tapi aku ngeliat dia di mimpi. Kata mama dia pacar aku"
"Iya dia pacar kamu dek, tapi dia ngilang semenjak kamu hilang juga, tapi Abang dapet kabar dia udh punya pacar. Gatau sih itu bener apa ngga"
"Hmm"
Melihat perubahan pada wajah Maura, Reynand tidak tega dan akhirnya memeluk Maura.
"Kamu mau liat dia? Siapa tau kamu bisa inget semuanya yakan?"
"Beneran bang? Boleh?"tanya Maura.
"Boleh dong, apasi yang ngga buat adek Abang"
"Asik makasih bang"girang Maura"jadi kapan bang? Kita pergi nya?"
"Gabisa sekarang, Abang sibuk banget. Paling lusa"
"Yaaaaah:(" sedih maura.
"Gapapa sapa tau dia Dateng kesini, sebelum kita temuin dia"ucap Reynand menyemangati Maura.
"Iya bang"ucap Maura.
###
Saat ini Maura sedang ada di tamapn belakang rumah nya. Memikirkan perkataan ibu dan kakak nya. Lebih tepat nya memikir kan Ansel.
"Bukan nya kata mama sama Abang Ansel itu pacar aku? Terus kenapa dia ga jenguk aku? Apa kita udah putus yah?"
"Hmm terus dia udh punya pacar beneran? Apa dia mau bales dendam sama aku? Gara-gara kita putus? Persis banget kayak novel yang aku baca!"
"Nahh jangan-jangan Ansel yang udh bikinnaku kayak gini! Bisa jadi yakan?! Dia ga terima aku putusin!"
"Eh tunggu, tapi gimana kalo yang di mimpi itu adalah cuplikan ingatan? Ya ampun di mimpi aku Ama Ansel udah sering ciuman! Ya ampun apa Rara masih perawan?ಥ_ಥ"
"Ahh ngomong apa sih " ucap maura mengacak-acak rambut nya sendiri.
Lama maura terdiam dan akhirnya matanya mencari ke segara arah berharap ada sesuatu yang menarik perhatian nya.
Tepat Maura melihat sebuah kolam ikan. Mungkin bisa mengalihkan rasa bosan nya jika bermain dengan ikan-ikan.
"Mending main Ama ikan aja deh"ucap Maura hendak berdiri.
Saat Maura berjalan menuju kolam ikan yang bisa di bilang jalanan sedikit licin karna pembersih kebun habis menyiram bunga. Di tambah lagi Maura yang tidak hati-hati.
"Ehh-ahh tolong"
BRUKK!!!
"Aduh sakit banget- mama tolong in Rara akhk pusing banget"lirih Maura.
"Ya ampun Maura kamu kenapa?!"tiba tiba suara panik seorang wanita terdengar.
"Pusing ma- akh"
"Ayuk kita ke rumah sakit sayang"ucap Rina.
Akhirnya Rina membawa Maura ke rumah sakit. Dan segera juga Maura ditangani oleh dokter.
Beberapa menit sudah berlalu namun dokter belum jga keluar. Rina masih cemas akan keadaan Maura.
"Ya Allah tolong jaga anakku, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada anakku lagi"ucap Rina.
Tiba-tiba suara pintu terbuka dan menampar seorang dokter keluar dari ruangan Maura.
"Gimana anak saya dok?"tanya Rina.
"Tenang nyonya Rina, anak anda tidak apa-apa oh iya. Saya mau kasi tau kabar gembira"ucap dokter.
__ADS_1
"Apa itu dok?"
"Sepertinya anak anda sudah pulih dari amnesia nya. Dan dia sudah mengingat semuanya"
"Alhamdulillah trima kasih dok, terimakasih"
"Baik sama-sama saya pergi dulu"
"Ia dok"
Rina pun masuk ke dalam ruangan Maura. Tampak sosok Maura yang sedang berbaring membelakangi Rina.
"Maura?"panggil Rina lembut.
"Ma? Kenapa Adel ga pernah Dateng jenguk aku?"
"Soal itu mungkin dia sibuk sayang"ucap Rina menenangkan.
"Terus yang di katain bang Rey tadi beneran? Ansel udah punya pacar?"ucap Maura masih memunggungi Rina.
"Mama gatau soal itu sayang, kamu percaya Ama Ansel?"
"Aku gatau ma, dia sama sekali gapernah Dateng. Bahkan dia ga cari aku hiks"Maura mulai terisak.
"Sabar sayang, udah udah yah anak mama"ucap Rina memeluk putri nya.
"Ma Ansel udah tau belum sih aku udh pulang ke rumah?hiks terus ma semenjak aku hilang dia pernah ngga sih ke rumah? Se enggak nya buat nengok mama?"ucap Maura masih terisak.
"Ma-mama-"
"Jawab yang jujur ma!"
"Dia ngga pernah datang Maura"
"Dia ga sayang aku ya ma? Hiks"
"Kamu ini ngomong apa sih sayang? Dia pasti sayang sama kamu kok"ucap Rina masih memeluk Maura.
"Tapi dia ga pernah ada ma! Mama jangan bohongin Maura lagi hiks hiks huaaaa......!"tangis Maura.
"Udah udah sayang kamu kangen Ansel kan? Besok mama bakal antar kamu ke sekolah biar kamu ketemu sama Ansel"
"Mama janji?"ucap Maura masih memelas.
"Iya mama janji"
###
"Pah? Maura besok mau ke sekolah"
"Kamu belum pulih Maura"
"Tapi pah?"
"Maura kamu jangan ke sekolah dulu. Kamu belum pulih"
"Alvin!"ucap Rina memandang tajam ke arah Alvin.
"Iya udah, besok Maura ke skolah ams bang Rey ya"ucap Alvin santai.
Rey yang mendengar itu langsung tersedak alir liurnya sendiri.
"Ujuk-ujuk hah? Kok aku pa?" Ucap Rey.
"Iya kamu siapa lagi?"tanya Alvin.
"Ah papa ga adil, Maura kan bisa bawa mobil"
"Gabisa, kalo dia sendirian papa rasa ga aman. Harus kamu pokonya"
"Iya iya"
"HOREEEE!!!!!"sorak gembira Maura.
"Apaan sih kayak anak kecil aja!"cibir Rey.
"Apasih"kesal Maura.
"Udah udah sana pada tidur! Besok hari sibuk"ucap Alvin tegas.
"I-iya pa"ucap Maura dan Rey.
Sebelum naik ke atas Rey mengacak rambut Maura dulu lalu berlari ke arah kamar nya dengan mengejek Maura.
"Ihh Abang ngeselin!"kesal Maura.
"Bodo wleeek"ucap Rey sambil mejelekkan lidah nya.
###
Hari yang di tunggu Maura akhir nya tiba. Ia kembali ke sekolah nya. Sudah tidak sabar ia ingin menemui Ansel setelah sekian lama tidak bertemu. Dan menanyakan mengapa dia tidak pernah datang menjenguk nya?ia ingin tau semuanya.
"Abang cepet ih lama banget sih!"kesal Maura karna Rey lama sekali memakai sepatunya.
"Iya iya sabar dong"
"Abis Abang lama banget"
"Iya tau yang udah ga sabar pengen ketemu pacar"goda Rey.
"Ih Abang apaan sih ga lucu!"kesal Maura dengan pipi merona.
"Yaudah ayok"ajak Rey.
Setelah sampai di sekolah. Sekolah terlihat sudah ramai mengingat Sekarang sudah jam 06:45 tentu saja sekolah sudah ramai.
"Abang Maura pamit dulu ya"
"Iya semangat belajarnya"
"Iya Abang, Abang juga semangat kerjanya"
__ADS_1
Setelah berpamitan pada Rey Maura buru-buru memasuki sekolah endak bertemu Ansel.
'Hari ini aku mau minta penjelasan kamu sel' Ucap Maura dalam hati.
Maura berlari agak kencang hingga tidak melihat jalan. Ia sangat tidak sabar bertemu Ansel.
BRUKKK!
Ya jangan tanyakan lagi. Maura selalu menabrak seseorang ntah apakah ada masalah dengan matanya? Aku jga gatau;v
"Aduh sakit banget maaf ya aku ga-"ucap Maura terpotong berguru melihat Ansel di depan nya.
"Ansel?"ucap Maura.
Tidak ada yang di lakukan Ansel. Ansel hanya diam memandang Maura dengan tatapan datar. Dan tidak berniat membantu Maura berdiri.
"Ansel?"panggil Maura yang melihat Ansel sudah mulai pergi.
'kenapa ini? Apa ini Ansel? Kenapa dia jadi begini?' Batin Maura.
Ansel yang di panggil langsung memaling kan wajah nya ke arah maura. menatap nya dengan tatapan datar.
"Ada yang bisa gw bantu?"Tanya Ansel datar.
"Sel? Aku kang-"ucap Maura terpotong begitu ada gadis yang datang dan tiba-tiba memeluk lengan Ansel.
"Sayang kamu dari mana aja sih? Aku cariin dari tadi tau"ucap ririn dengan manjanya.
"Aku tadi abis naro baju di loker sayang"ucap Ansel lembut kepada Ririn.
Hal itu membuat hati Maura sakit. Mengapa Ansel menjadi sperti ini? Sebenernya apa yang sudah terjadi selama ia menghilang? Apa ia terlambat?.
Tak kuat menahan Isak tangis nya. Maura hendak pergi meninggal kan dua sejoli itu. Tiba-tiba lengan nya di cekal. Maura sudah merasa senang ternyata Ansel masih perduli padanya.
"Ans-"ucap Maura terpotong.
Kali ini Maura benar-benar sakit. Ternyata bukan Ansel yang menarik lengan nya melain kan Ririn.
"Eh Maura? Dari mana aja? Lo udah 4 bulan lebih ga masuk. Oh ya Lo belum gw kasi tau ya? Gw udah jadian Ama Ansel. Udh otw 4 bulan,. Iyakan sayang?"ucap ririn.
"Iya sayang"ucap Ansel sambil menyentuh kepala Ririn.
Maura yang melihat itu sudah tidak kuat menahan tangis nya. Hati nya hancur se hancur-hancur nya. Tangan yang dulu selalu mengelus pipi dan kepala nya kini mengelus kepala orang lain. Senyum yang dulu selalu di berika padanya menjadi tatapan datar. Seperti ia tidak ada artinya bagi Ansel.
"Eh Maura kenapa? Kamu terharu ya? Liat Ansel perhatian sama aku"ucap ririn.
"S-selamat yah. Semoga kalian langgeng"ucap Maura menahan Isak nya sambil menunduk.
"Makasih ya"ucap ririn"sayang bilang makasih dong ke Maura"
"Makasih ya Maura"ucap Ansel.
Maura yang mendengar itu sudah tidak kuat akhirnya berlari meninggalkan Ririn dan Ansel tentu saja dengan tangisan nya.
Setelah beberapa menit Maura pergi meninggalkan Ansel dan Ririn. Tidak adak percakapan antara Ansel dan Ririn.
"Puas Lo?"
"Puas banget"ucap ririn tersenyum bangga.
"Gw gapernah ketemu cewe gatau malu kayak Lo. Cuma bikin gw jijik tau gak?!"ucap Ansel dingin dan pergi meninggalkan Ririn.
"Gw ga perduli sel. Kalo gw gabisa milikin Lo. Itu artinya ga ada yang bisa milikin Lo juga!"ucap ririn yang tidak di hiraukan oleh Ansel.
###
"Hiks hiks kenapa Ansel jadi gini sama gw hiks? Maksud dia apa sih? Sumpah gw gapernah ketemu cowi **** kayak Lo sel gw benci Lo gw benci!! Hiks"tangis Maura.
Ya Maura sekarang ada di Rotpoof sekolah sendirian menikmati kota dari ketinggian sekolah dan mengekuarkan semua tangisan nya.
"Hiks hiks kenapa Lo Dateng kalo Lo bakal pergi sel? Lo pikir gw ini apa? Gw yang bodoh bisa percaya sama cowok **** kayak Lo hiks hiks"
Tanpa Maura sadari sedari tadi Ansel memperhatikan nya dari kejauhan. Sungguh Ansel juga merasakan sakit yang di rasakan Maura. Sakit melihat orang yang di cintai menangis.
"Tas maaf in gw Ra...gw emang lemah!bodoh!ga guna jadi cowok! Gw bahkan gabisa jagain Lo! Gw buat Lo nangis Ra! Maaf in gw, Lo boleh benci gw Ra. Tapi Lo harus inget gw sayang sama Lo! Dan rasa sayang itu gabakal berubah sampai kapan pun Ra!" Batin ansel.
Maura yang merasa sudah lelah menangis dan membuatnya lapar. Ia pun memegang perut nya.
"Duh perut gabisa di ajak kompromi banget sih! Malah laper lagi ah"ucap maura.
Kriukk kriukk
"Iya ah bawel banget sih ntar juga ku kasi makan tenang aja kali"ucap Maura.
Ansel yang melihat Maura berinteraksi dengan perutnya sendiri terkekeh geli. Sunggu gadis yang lucu. Di saat seperti ini saja dia masih bisa membuat ansel tertawa.
"Udh lah mau pulang aja, besok aja sekolah nya lagian laper juga"ucap Maura hendak berjalan ke arah pintu.
Saat berada di pintu Maura tampak heran. Ia menemukan sebungkus nasi uduk dan juga Aqua.
"Lah ini punya siapa kok ada di sini?"ucap Maura.
"Permisi ada yang punya gak?"
Tidak ada jawaban Maura pun membawa nya ke tempat tadi ia duduk.
"Yaudah ga ada yang punya kan? Aku makan ya? Oke makasih lofyu"
"Lofyu too"ucap ansl tak sadar.
"Hah siapa itu?"tanya Maura yang mendengar ucapan Ansel.
Ansel tidak menjawab dan bergegas meninggalkan kan Rotpoof sebelum ketauan.
"Duh Amel goblok banget sih" Batin Ansel.
"Ga ada orang ya? Mungkin salah denger. Yaudah lah makan lagi aja"ucap maura.
Bersambung........
Hai:'D
__ADS_1
Semoga kalian suka ya:3