Maura Untuk Ansel

Maura Untuk Ansel
20. hari ke lulusan


__ADS_3

"Kenapa gw ga merasa Ansel ngehianatin gw ya?"Ucap Maura pada diri sendiri.


"Ra? Lo kenapa si bengong Mulu? Udah dong Ra! Ansel tuh udah bikin Lo kek gini! Lupain! Dia gabaik buat Lo!"ucap Sonya.


"Tapi soy, gw ngerasa dia ga kaya gitu soy"


"Udah! Cukup cukup! Sampai kapan Lo mau gini Ra? Lupain dia! Inget masih ada Ryan yang rela lakuin apa aja buat Lo Ra"


"Gw ga ada rasa Ama Ryan soy"


"Itu karna Lo ga coba buka hati buat dia Ra!"


"Udah soy cukup gw bakal buka hati dan mungkin gabakal pernah buka hati"ucap Maura menatap kosong ke depan.


"Ra? Gw sahabat lo. Gw gamau Lo sedih, oke! Apapun keputusan nyabgw bakal dukung Lo"ucap Sonya seraya memeluk Maura.


"YANG DI BELAKANG RIBUT-RIBUT APA SIH! PERHATIIN KE DEPAN!"Ucap guru killer ya itu pak John.


"I-iya pak maaf"ucap Maura dan Sonya takut tapi lucu


                                     ####


       Bel pulang sekolah berbunyi bel yang di nanti-nanti kan semua murid termasuk maura.


       Saat ini Maura ada di halte menunggu bus yang akan mengantarnya pulang. Cukup dingin sebenarnya mengingat cuacanya mendung.


"Maura? Dia belum pulang? Tapi udah mendung nanti dia ke hujanan"Batin Ansel.


      Baru Ansel ingin melangkah ke arah Maura untuk mengantar nya pulang, tiba-tiba datang sebuah motor yang berdiri di depan Maura.


"Ryan? Lo kemana aja?! Ga pernah mampir ke rumah!"ucap Maura dan memeluk Ryan.


"Haha gw sibuk bikin film Ra"ucap Ryan mengelus kepala Maura.


"Ih yan! Gw bukan anak kecil!"kesal Maura karna Ryan suka sekali mengacak-acak rambut nya.


        Ansel yang melihat kedua orang tersebut tampak geram dan kesal! Melihat bagaimana Maura tersenyum dan tertawa serta memeluk Ryan.


       Ansel tidak bisa berbohong. Karna saat ini hati nya sangat sakit. Kepalanya banyak di hujati pertanyaan oleh diri sendiri.


"Ra dia siapa Lo? Gw bahagia kalo Lo bahagia Ra. Tapi kenapa hati gw ga rela kalo bahagia Lo bukan Ama gw"batin Ansel dan melangkah pergi.


          Ansel pun buru-buru menyalakan motor nya dan melaju kencang di depan Maura. Tentu saja dengan perasaan marah.


        Maura yang melihat itu tiba-tiba diam dan memasang muka sedih.


"Kamu kenapa Ra?"tanya Ryan yang menyadari perubahan wajah maura.


"Gapapa yan"ucap Maura masih menunduk.


"Yaudah yuk pulang"ucap Ryan.


"Yuk"


          Ryan dan Maura pun pulang, siapa sangka di tengah perjalanan hujan mengguyur keduanya tapi Maura tetap menyuruh Ryan labas.


        Maura tumpahkan semua tangis nya di bahu Ryan ia tidak perduli karna air matanya bercampur dengan air hujan. Dan pasti diak akan ada yang menyadari.


"Sebenci itu kah Ansel Ama gw.....hiks?"Batin Maura.


                                     ####


        Ryan dan Maura akhirnya sampai di rumah. Ryan tidak mampir hanya mengantar Maura. Karna ia sendiri sedang sibuk dengan jadwal nya.


"Hati-hati yan"ucap Maura.


"Iya Lo jangan lupa makan ya"


"Iya"


        Ryan pun melaju meninggalkan rumah Maura. Begitu juga Maura yang masuk ke dalam rumah nya tanpa menyapa keluarga melainkan tetap berjalan menuju kamarnya.


        Rasanya lelah mengingat perlakuan Ansel dan kenyataan bahwa Ansel sudah menghianati nya.


"Udah lah gw harus bisa Nerima kenyataan mending gw tidur"ucap Maura memandang langit-langit kamar dan memejamkan matanya.


Beberapa bulan kemudian......


       Akhirnya kelulusan tiba hari-hari yang di nanti semua murid kelas 12 akhirnya tiba. DI mana perpisahan yang menyedihkan tiba. Dan melangkah ke universitas yang di pilih mreka masing-masing.

__ADS_1


"Sonya Lo mau lanjut di mana?"tanya salah satu temen Sonya.


"Gw? Hmm gw belum tau"


"Lah Napa Lo?"


"Gw mau ikut Maura"ucap Sonya.


"Kenapa?"


"Gw gabisa ninggalin dia. Dia sahabat baik gw"ucap Sonya.


"Ya ajak aja Maura kuliah sama Lo"


"Gabisa gw denger Maura bakal pergi ke Amrik dia kuliah di sana"


"Lah lah dasar ya orang kaya hadehh sabar ya sonya. Terus Maura nya kemana sekarang"


"Belum Dateng kayanya"


"Yaudah gw pergi dulu bye Sonya"


"Iya bye"


        Kini hanya tinggal Sonya sendiri. Sebenarnya ia bosan sendirian tapi tak bisa apa apa.


"Ckk Maura kemana sih? Lama banget"Grutu Sonya.


"Lo kenapa soy"ucap Mario(salah satu teman Ansel).


"Eh Rio"ucap Sonya agak cuek.


"Lo nunggu siapa?"tanya Rio.


"Gw nunggu Maura"


"Mau gw temenin?"tanya Rio.


"Boleh daripada gw sendiri an malu"


"Makanya cari pacar"ucap Rio.


"Ga tertarik"


"Lah gw kenapa yo?"tanya Sonya sedikit merasa bersalah. Tapi ia bingung kesalahan nya apa?.


"Selama ini gw deketin Lo. Gw berharap Lo bakal liat gw disini tapi Lo ga peka. Dan ini terakhir gw bisa deketin Lo soy. Kita udah lulus"


"Benar-benar Lo suka sama gw?"


"Harus di tanya ya soy?"


"Kenapa?"


"Karna Lo apa ada nya soy. Dan Lo baik"ucap Rio.


"Tapi gw ga cantik"ucap Sonya.


"Lo itu sempurna di mata gw sonya"


"Hmmm"


"Soy? Lo mau jadi pacar gw? Gw emang ga bisa janji untuk slalu ada buat Lo tapi gw bakal berusaha"ucap Rio bersungguh sungguh.


"Hmm gimana ya. Gimana kalo gw jawab abis acara nanti?"tanya Sonya.


"Gw bakal tunggu"ucap Rio mencium tangan Sonya dan pergi. Meninggal kan Sonya dengan pipi bersemu merah.


"Cie cieeeee Sonya ada yang tembak uhuyy"ucap Maura yang tiba-tiba datang dan menggoda Sonya.


"Apasih!"ucap Sonya malu.


"Terima aja soy dia Gans loh"ucap Maura mentoel satu sonya.


"Udah deh Ra"kesal Sonya karna malu.


"Wkwk yauda yuk pergi udh rame tuh dia sana"ucap Maura yang di balas anggukan dari Sonya.


       Maura dan Sonya pun pergi ke arah depan panggung dan duduk di kursi yang telah di sediakan untuk para murid.

__ADS_1


"Baik lah tidak usah lama-lama mari kita mulai acara kelulusan tahun 2019 ini"Ucap membawa acara.


"Pertama-tama mari kita nikmati pertunjukan-pertunjukan dari pada murid"


        Setelah melalui tiga pertunjukan dari murid-murid akhirnya pengumuman juara.


"Baiklah saya bakal mengumum kan juara-juara dari SMA kita"ucap pak kepala sekolah"Kita mulai dari juara 3 ya"lanjutnya .


"Juara tiga di raih oleh Mario Balotelli"ucap pak kepsek dan di iringi tepukan dari para murid.


"Juara dua di raih oleh anselransel Imanuel"ucap pak kepsek.


     Cukup banyak yang kaget. Mengapa Ansel juara dua? Bukan ksh seharusnya satu? Pasti ada yang salah.


     Banyak teriakan histeris para murid perempuan yang tidak terima karna Ansel juara dua.


"Bapak pasti salah ya pak Ansel itu juara 1 aturnya pak"


"Ia pak setuju"


"Ansel juara satu! Juara satu! Juara satu!"


Macam-macam teriakan dari anak murid.


"Sudah-sudah saya akan mengumumkan juara satu."ucap kepsek.


      Semuanya tampak srius mendengar ucapan kepsek. Sebenarnya siapa yang mendapat juara satu?.


"Juara satu di raih oleh Maura Alvirina Geonino"ucap kepsek di iringi muka cengo dari murid termasuk Ansel.


"Oke nama-nama Yangs Aya sebutkan tadi silahkan naik ke atas panggung"ucap kepsek.


        Mario dan Ansel sudah menaiki panggung. Tapi tidak ada Maura. Kemana Maura?.


"Loh loh mauranya kemana?"tanya pak kepsek.


"Saya gatau pak"ucap Ansel.


"Bukan nya dia pacar kamu ya?"


"Yee bapak nih ya kudet banget sih. Orang Ansel tuh ya udah jadi pacar aku sekarang"ucap ririn di iringi sorakan tak suka dari para murid.


"Baiklah coba kamu cari maura suruh ke atas panggung ya kalo Nemu"ucap kepsek.


"Saya di sini pak"ucap Maura yang sudah di atas panggung tepat dua kaki dari belakang Ansel.


      Ansel cukup terpesona dengan Maura. Sungguh Maura sangat cantik dengan dress hitam putih itu. Dengan make up tidak tebak dan tidak tipis. Tapi buru-buru Ansel membubarkan lamunan nya.


"Baiklah Maura sini berdiri di samping Ansel dan pegang piala ini."


"Iya pak"


"Saya mau kalian berdua pegang piala itu dan berjabat tangan saling mengucapkan selamat kepada masing-masing dan saya yang akan memfoto"


"Baik pak" ucap keduanya.


       Ansel mulai memegang piala bertuliskan juara satu itu dan menjabat lengan Maura. Sungguh Ansel sangat senang bisa memegang tangan Maura lagi.


Ceklek.


"Baiklah sekarang berpelukan"ucap pak kepsek membuat pipi Maura merona. Yang tentu saja di sadari oleh ansel.


       Ansel sangat gemas melihat Maura nya yang masih sama seperti dulu. Tanpa buang waktu Ansel yang lebih dulu memeluk Maura, membuat para siswi berteriak histeris menyaksikan Ansel yang mendominasi.


Ceklek


       Akhirnya Maura dan ansel selesai di foto tapi Ansel belum juga melepaskan pelukan dari Maura membuat pak kepsek dan yang lain nya tersenyum tak habis fikir.


"Wey wey bro udah bro sesi foto nya"goda Mario melepaskan pelukan Ansel dari Maura.


"Kangen sih kangen bro jangan gitu dong nih di liatin banyak orang wkwkwk"ucap Rio yang di balas tatapan tajam dari Ansel.


"Hadehh Ansel Ansel....kamu mengingatkan saya waktu masih muda saja"ucap pak kepsek."baiklah Maura sekarang bergantian seperti Ansel tadi kepada Mario"lanjut kepsek.


      Ansel yang melihat Mario memeluk Maura tampak kesal. Tentu saja! Hanya dia yang boleh menyentuh Maura.


     Sedangkan Mario yang terlihat menjulurkan lidahnya ke arah Ansel bermaksud mengejek Ansel. Membuat Ansel geram.


"Baiklah terima kasih kepada 3 kebanggan SMA kita tercinta kalian boleh turun kembali ke tempat masing masing"ucap kepsek.

__ADS_1


"Iya pak"Seru ketiga nya.


Bersambung........


__ADS_2