
15:00 Bandara.
Kini Maura sudah berada di tanah kelahirannya yaitu Indonesia. Dan 2 hari lagi sahabatnya akan menikah yaitu Sonya.
"Akhirnya nyampe juga, Indonesia im come back"ucap Maura.
Drrt...drrttt....
Ponsel Maura bergetar menandakan ada panggilan yang masuk. Segera Maura membukanya dan terlihat nama Sonya di layar.
"Hallo soy?"
"........"
"Gw udah nyampe nih"
".........."
"Gausah gw bisa pulang sendiri kok"
"........."
"Sans, yaudah gw matiin dlu, bye"
Tuttt...tutttt.....
Maura pun mematikan ponselnya dan berjalan ke arah jalan raya untuk mencari taxi.
"Taxi!"ucap Maura sambil melambaikan tangan nya.
Taxi pun berenti tepat di depan Maura dan Maura memasuki taxi tersebut.
"Pak tolong alamat xxx"ucap Maura.
"Iya mbak"
Beberapa menit berlalu, Maura pun sampai ke rumah lamanya. Rumah dimana banyak kenangan yang ia buang bersama Ansel.
****
Kini Maura sedang tiduran di kasur nya sambil mengingat kembali masa lalunya. Maura tidak berbohong ia memang merindukan Ansel. Tapi semua sudah terlambat. Ansel telah pergi ntah kemana.
"Sel gw berharap Lo temuin gw lagi, dan di sana gw bakal suruh Lo jelasin semuanya. Gw bakal percaya. Maaf in gw sel"gumam Maura.
Cukup lama Maura termenung sendiri di kamarnya sampai akhirnya ia bosen dan akhirnya memutuskan menelfon Sonya berniat menemaninya ke club malam.
"Hallo soy?"
"Kenapa Ra?"tanya Sonya.
"Club kuy"
"Lo ga cape emang? Kan baru nyampe"
"Gak kok sama aja"
"Yaudah gw jemput Lo 15 menit lagi"
"Oke gw siap-siap dulu"
"Oke bye"
Maura pun mematikan ponselnya dan berjalan ke arah lemari pakaian, mencari pakaian yang cocok ia kenakan untuk ke club.
Setelah mamaiksn pakaian yang ia pilih, Maura pun berjalan ke arah meja rias dan merias wajah nya.
Beberapa menit kemudian terdengar kelaskson dari arah luar rumah menandakan Sonya sudah menjemputnya.
Maura pun keluar dan memasuki mobil Sonya.
"Tambah cantik aja Ra"
"Lo jga tambah cantik soy"
"Jarang-jarang nih kita bareng lagi, kuy lah foto dulu"
__ADS_1
"Yuk"
Cekrek
(Sonya dan Maura)
"Cantik-cantik Ra"
"Kirim dong"
"Oke"
"Eh kita ntar telat cepet woy"
"Elah sabar dong, nih gw jalan"
20 menit berlalu, Maura dan Sonya pun sampai di sebuah club mewah milik Ansel. Tentu saja mereka tidak tau jika club' tersebut punya Ansel.
"Kuy lah masuk"
"Lest go!!!"teriak Sonya menarik tangan Maura.
Maura pun memsuki club tersebut, dan mulai terdengar bunyi musik yang mengelega telinga.
"Tequila"ucap Maura kepada bartender.
"Jus jeruk satu"ucap Sonya.
"Lah soy? Tumben Lo"ucap Maura.
"Elah si Rio ga ngebolehin gw mabok kalo ga ada dia"
"Kesian, si Rio posesif bat dah"
"Itu tanda nya cintanya kuat"
"Alay bat si lo"
"Biarin wleee"
"Ra jangan banyak-banyak minum nya, ntar Lo mabok"ucap Sonya.
"Sans soy"
"Udah udah ga usah minum lagi"
"Gapapa gw masih mau"
"Sebenernya kenapa sih? Lo ada masalah?tanya Sonya.
"Bang Rey Ama mama diemin gw, sikap mereka dingin ke gw sekarang"
"Lah kenapa?"
"Gw tolak lamaran Ansel"
"Hah! Ansel ngelamar Lo? Terus Lo tolak?!"
"Apaan si alay banget, iya gw tolak"
"Kenapa gitu?"
"Gw masih kecewa sama dia"
"Ra? Emang Lo gatau apa apa?"
"Tau apa? Lo tau?"
"Bukan Ansel yang cel-"
Hoeek
Ucapan Sonya terpotong karna Maura yang tiba-tiba muntah.
"Noh kan kata gw juga apa jangan minum banyak-banyak"
__ADS_1
"Gw gapapa soy gw ke toilet dulu"
"Mau di temenin ga?"
"Gausah Lo tunggu sini aja jagain tas gw"
"Oke deh"
Maura pun berjalan ke arah toilet. Tanpa ia ketahui ada sepasang mata yang memperhatikan nya kejauhan dengan tatapan sulit di artikan.
"Duh pala gw pusing bat"gumam Maura di depan kaca toilet.
Setelah selesai membersihkan pakaian nya, Maura pun keluar dengan berjalan sempoyongan. Beberapa langkah Saat ia meninggal kan toilet. Maura jatuh tak sadarkan diri karna alkohol. Tapi seorang laki-laki dengan sigap menahan Maura agar tidak terjatuh.
"Ra? Hey bangun"ucap laki-laki itu lembut.
Maura tidak menjawab laki-laki tersebut melainkan meracau tidak jelas.
"Ansel pliss jangan tinggalin gw..
gw mohon maaf in gw. Gw tau gw salah ga denger penjelasan Lo dulu. Gw nyesel sel gw nyesel"racau Maura tanpa sadar.
Laki-laki tersebut hanya terdiam dan memandang wajah Maura serta mengecup kening Maura lembut.
"Ansel pas Lo pergi, gw baru sadar kalo gw butuh Lo, gw pengen batalin pertunangan gw demi Lo sel, gw mohon balik, gw kangen"ucap Maura tanpa sadar.
"Hey hey? Udah aku gabakal tinggalin kamu Ra, kamu itu hidup aku, aku gabisa hidup tanpa kamu"ucap Ansel lembut dan mencium pipi Maura.
Ansel pun mengangkat Maura dan pergi meninggalkan club. Lalu membawa Maura ke apartemen nya.
Sebelum itu Ansel sempat membuka ponsel Maura dan mengirim SMS kepada Sonya.
****
Rumah Ansel.
"Kamu cantik Ra"ucap Ansel memandang wajah Maura yang tertidur.
Ansel membawa Maura ke apartemen nya dan menyuruh seseorang untuk menganti baju Maura, karna baju tersebut sudah berbau alkohol yang menyengat.
"Ansel jangan tinggalin aku lagi ya"ucap Maura mengigau.
"Ngga bakal"ucap Ansel memegang lengan maura dan mengecup nya.
"Aku seyang kamu sel"ucap Maura mengigau kembali, kali ini ia memeluk Ansel.
Ansel yang di peluk kuat oleh Maura, akhirnya jatuh ke atas tubuh Maura. Ia sempat ingin melepaskan diri, namun pelukan Maura begitu erat.
"Ra kamu tidur nya yang bener dong"ucap Ansel.
Tidak ada jawaban dari Maura, Ansel yang memandangi wajah Maura yang sunggu menggairahkan tak kuasa menahan ada sesuatu yang terbangun di sana.
"Shit!"Umpat Ansel.
Ansel pun membenamkan wajahnya ke lekuk leher Maura. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Maura. Namun semua itu malah semakin membuatnya gila.
Ansel pun mencium bibir Maura Ganas ia ***** habis bibir pink milik Maura. Oh semua itu sunggu nikmat bagi Ansel. Ansel tanpa sadar menelusup kan lengan nya ke dalam pakaian Maura dan merekam gundukan kenyal Maura.
"Engghh"lenguh Maura.
Ansel yang sadar atas apa yang ia lakukan langsung menjauhkan diri dari Maura dan berjalan ke arah kamar mandi.
Beberapa puluh menit telah berlalu....
Cukup lama Ansel berada di kamar mandi dan akhirnya ia keluar dengan keadaan basah.
"Bisa bisa nya gw gitu ke maura!"gumam Ansel.
Ansel pun berjalan ke arah tempat tidur dan tidur di samping Maura tanpa memakai pakaian kecuali celana boxer se atas lutut.
Sebelum tidur Ansel mengecup pipi dan bibir Maura lalu mematikan kamou dan tertidur.
"Good sleep my future"ucap Ansel dan tertidur.
Bersambung........
__ADS_1