
Sudah 4 bulan lama nya maura menghilang tanpa jejak, Maura sudah di nyatakan tewas. Hal itu membuat sang ibu menjadi gila dan rumah yang dulu di kelilingi kebahagiaan kini menjadi rumah yang menyedihkan bagi Rina karna hilang nya Maura.
Sementara Ansel tidak pernah lagi ke rumah Maura semenjak hilangnya Maura. Dan kini Ansel menjalin hubungan dengan Ririn sudah 3 bulan lamanya. Ansel juga menjauhi keluarga Maura.
"Sayang mau kemana?"Tanya Ririn dengan manja nya.
"Terserah" jawab Ansel cuek.
"Ih sayang kok kamu gitu sih?!"
"Eh Rin denger ya! Gw udah nurutin kemauan Lo buat jadi pacar Lo, Lo udah janji sama gw bakal balikin Maura. Mana? Ga ada buktinya."Ucap Ansel"Lo tau gak? Ibu nya Maura hampir gila karna kehilangan anak kesayangan nya. Semua keluarga nya kesiksa karna ini. Lo janji bakal balikin Maura tapi mana? Ga ada!"
"Y-ya-ya sabar dong sayang aku kan lagi berusaha nemuin dia"ucap ririn.
"Berusaha apanya! Maura belum ketemu juga! Lo bilang Lo tau keadaan Maura!"
"Yaa waktu itu aku tau tapi aku kehilangan jejak nya sayang"
"Udah lah Lo bacot doang" ucap Ansel dan pergi meninggalkan Ririn sendiri dengan rasa kesal nya.
"Eh Ansel mau kemana? Tunggu aku ih Ansel"
###
Seorang gadis sedang asyik dengan lamunannya memandangi kopi yang mulai dingin. Tiba tiba datang seorang pria dan merangkul nya.
"Kamu kok bengong?"Tanya Ryan.
"Aku gapapa yan"Jawab Maura.
Ya Maura sudah sadar dari koma tepat sebulan yang lalu. Dan kini ia lupa ingatan dan sedang berjuang mengingat masa lalu nya.
"Cerita dong ty akhir akhir ini aku liatin aku bengong Mulu"ucap Ryan.
"Sebenernya aku lagi mikir, siapa keluarga ku, kamu bilang aku kamu ketemuin di sungai? Tapi kenapa itu bisa terjadi?"
"Ty kmu jangan kemana-mana ya, aku takut para penculik itu bakal kenalin kamu dan ingin bunuh kamu lagi"
"Iya tapi aku bingung siapa sebenernya keluarga aku? Apa mreka khawatir Ama aku? Mreka bahkan ga nyari aku"ucap Maura miris.
(Gengs inget ya Maura lupa ingatan jadi namanya di ganti sama si Ryan jadi cristy)
"Kamu tenang aja aku bakal berusaha nemuin keluarga kamu"ucap Ryan dan menggenggam tangan Maura.
Maura tidak membalas perkataan Ryan melain kan sebuah senyum yang mampu membuat jantung Ryan berdetak sangat kencang.
"Ty?"Panggil Ryan.
"Kenapa yan?"
"Kamu beneran gamau pertimbangan ajakan aku buat jadi pacar aku?"tanya Ryan tersenyum miris.
"Maaf yan, aku gabakal terima kamu sebelum aku tau siapa keluarga aku yan"ucap Maura memegang pipi Ryan.
"Aku mohong dikirim baik-baik ty, aku gamau kehilangan kamu, aku mau jadiin kamu milik aku ty. Aku mau kenalin ke smua orang kalo kamu itu pacar aku, dan gaboleh ada yang deketin kamu"
"Aku bsia jadi pacar kamu di semua orang yan, tapi aku cma bisa pura-pura jadi pacar kamu sampai waktu nya tiba aku bakal Nerima kamu"
"Ty aku bakal nunggu kamu"ucap Ryan mencium tangan Cristy.
__ADS_1
"Maaf mengganggu tapi Ryan Lo di panggil soalnya malem ini Lo ada wawancara publik jadi mungkin mau ngomongin soal itu"ucap salah seorang pekerja yang baru datang.
"Oke gw nyusul"ucap Ryan dan di balas anggukan kepala oleh pekerja tersebut.
"Pergi aja yan aku nunggu di sini"ucap Maura yang menyadari arti tatapan Ryan.
"Malem ini kamu dandan yang cantik ya, aku mau kenalin kamu ke publik"ucap Ryan dengan senyum manis nya.
"Iya-iya"ucap Maura.
###
Malam pun tiba dan acara yang di tunggu-tunggu pun di mulai di mana Ryan memperkenalkan Maura/Cristy sebagai pacar nya. Banyak penggemar Ryan yang bersorak bahagia dan ada yang kecewa karna idol tampan nya sudah memiliki kekasih.
"Aahh kak Ryan kuh aku cinta kamu"teriak para penggemar.
"Kak Ryan tega hiks hiks aku iri Ama kakak cantik itu hiks"
"Cantik banget pantes aja kak Ryan suka"
"Merek cocok banget kyaaa"
Begitu banyak teriakan histeris para penggemar Ryan yang memuja ketampanan Ryan. Ya Ryan memang sangat tampan dan juga jangan lupa ia seorang aktor muda berbakat. Banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pacar nya.
"Baik lah semuanya saya Ryan jin ingin memperkenalkan pacar saya Cristy Amran, kalian tau? Saya sangat mencintai nya. Banyak usaha saya untuk mendapatkan kan hati nya yang tidak mudah di dapatkan."ucap Ryan menggenggam tangan Maura dengan tersenyum ke arah Maura.
Sementara Rina(ibu maura) yang sedang duduk menatap kosong TV di ruang tamu dan sesekali memindah-mindah kan saluran TV menemukan berita yang saat inis sedang live Menayang kan sosok orang yang selama ini ia cari, orang yang selama ini ia rindukan, orang yang membuat nya gila, Orang yang sangat ia sayangi.
Rina menangis dan mengucek mata nya memmeriksa kalau ini bukan mimpi. Sadar bahwa ini nyata Rina pun berlari ke arah TV dan menangis memanggil nama Maura.
"Ya Allah Maura? Kami baik-baik aja nak? Maura kenapa kamu ga pulang nak? Mama kangen Maura...hiks hiks maura...."tangis Rina.
Rey yang baru datang mendengar teriak an histeris mama nya dan buru-buru mendekati asal suara.
Rey memasuki ruang tamu dan melihat wanita yang paling ia sayangi sedang menangis histeris di depan TV sambil memeluk TV tersebut.
"Ma? Mama kenapa ma? Mama gapapa kan maa?"ucap Rey khawatir dengan mama nya yang saat ini sudah sakit-sakitan an dan tampak lebih kurus dari 4 bulan yang lalu.
"Rey? Rey mama liat Maura Rey tadi di TV Rey, dia ada di situ tadi rey, terus terus nama Maura udah jadi Cristy Cristy Rey mama yakin itu Maura Rey, kenapa dia ninggalin mama Rey?hiks hiks Maura huhu"ucap Rina histeris.
Rey yang memperhatikan TV tersebut tmsedang Menayang kan sebuah iklan-iklan hanya bisa membuang nafas kasar melihat ibu nya yang sudah seperti orang gila, bahkan sudah gila.
"Mama? Mama dengerin Rey ya ma, Maura udah ga ada ma, dia udah tenang di sana, pihak berwajib udh mutusin Maura sudah tiada maa kemungkinan ia jatuh kelaut dan jasadnya sudah dimakan ikan, mama jangan sedih lagi dong mas, mama tau? Mama nyiksa Rey ma, jangan sedih ma, mama masih punya Rey"ucap Rey dengan air mata yang entah kapan sudah tumpah di pelupuk matanya.
"Tapi mama ga boong Rey mama liat Maura tadi di situ Rey hiks hiks reyy mama kangen dia Rey hiks hiks mama ga boong hiks hiks itu Maura mama yakin itu Maura Rey hiks"tangis rina di pelukan Rey.
Beberapa saat kemudian sudah tidak terdengar tangis lagi dari Rina. Ternyata Rina pingsan. Saat itu juga Rey langsung membawa Rina ke rumah sakit.
####
"Gimana keadaan ibu saya dok?"tanya rey.
"Kesehatan mental nya terganggu, saran saya jangan bikin dia banyak pikiran. Dia juga memiliki penyakit mag yang sudah sangat parah. Sperti nya dia jarang makan? Saran saya kasih dia lebih banyak makan sayuran dan buah-buahan"
"Terima kasih dok, saya boleh masuk?"tanya Ryan.
"Boleh, silahkan"
__ADS_1
Dokter pun pergi meninggal kan Ryan, dengan ceoat Ryan membuka pintu ruang rawat Rina sekarang.
Betapa sakitnya ia melihat wanita yang paling ia sayangi tampak lemas tak berdaya. Sungguh jika ada hal yang bisa Rey lakukan untuk sang ibu nya, ia rela melakukan apapun termasuk mengorbankan nyawa nya.
Rey duduk di kursi samping tempat tidur Rina, dan menggenggam tangan Rina sayang. Air matanya mulai menetes.
"Ma? Kalo Rey bisa nuker nyawa Rey dengan Maura, Rey rela maa, asal Rey bisa liat mama bahagia lagi kayao dulu, Rey tersiksa ma kalo liat mama kayak gini terus hiks"ucap Rey dengan tangis nya.
Tiba-tiba tangan Rina bergerak menandakan Rina sudah siuman. Perlahan mata Rina membuka tapi ia menatap kosong ke langit-langit dengan tatapan sayu.
"Maa?"panggil Rey lembut.
Rina tidak menggubris ucapan Rey melainkan masih asyik dengan lamunan nya menatap langit-langit.
Merasa tidak ada guna nya ia berbicara Rey lebih memilih menunduk dan menumpahkan tangisan nya dalam diam.
Terdengar suara isakan kecil di telinga Rina membuat Rina menoleh ke arah rey. Hati nya sakit melihat anak laki-laki nya yang sudah tak terurus seperti ini. Rina pun memegang pipi Rey dan mengusap nya dengan sayang.
Rey yang merasa di sentuh oleh ibunya langsung mendongak menatap sayu ibu tercintanya dengan mata sembab.
"Rey maaf in mama ya sayang, mama ga pantes jadi ibu yang baik buat kamu Rey, mama cuma bikin kamu sedih."ucap Rina di iringi Isak tangis nya.
"Mama ngomong apa sih ma? Mama itu ibu terbaik di dunia. Bahkan Rey rela ngorbanin apapun demi mama kesayangan Rey"ucap Rey membuat hati Rina hangat dan teriris. Ia bersyukur memiliki anak seperti Rey.
"Kalo bukan karna mama kamu gabakal kayak gini Rey, maaf in mama hiks mama ga becus jadi orang tua yang baik hiks"tangis Rina yang langsung di peluk oleh Rey.
Rina membalas pelukan Rey menumpahkan tangisan nya di bahu Rey.
"Mama jangan nangis lagi ma, Rey janji bakal kasi kebahagian yang sebelum nya ke keluarga kita ma"ucap Rey.
"Mama bersyukur punya anak kayak kamu Rey hiks, tapi mama ga bohong Rey mama tadi liat Maura di TV"ucap Rina yang membuat Rey melepas pelukan nya dan metal Rina dalam.
Namun hanya ada kejujuran di mata Rina. Rina tidak berbohong atau salah lihat. Semuanya terasa nyata.
"Mama yakin?"
"Iya Rey mama yakin, itu Maura Rey Maura belum meninggal dia masih hidup Rey"ucap Rina meyakin kan.
Rey tampak berfikir dan bersamaan dengan itu muncul sosok ayah yang sangat ia sayangi tak kalah dengan ibu nya.
"Kamu sakit lagi?"tanya Alvin(ayah Maura).
"Aku baik-baik aja"ucap Rina lemah.
"Rey bisa kamu keluar sebentar? Papa mau ngomong sama mama kamu"ucap Alvin yang di balas anggukan oleh Reynand.
"Mau sampai kapan kamu kayak gini? Kamu ga kesian sama anak kita reynan? Dia hampir gila mikirin kamu. Jangan Bebani dia sayang kita udah cukup buat dia tersiksa. Tolong jaga diri kamu demi dia"ucap Alvin yang membuat Rina menangis.
"Maaf maaf in aku hiks aku tau akus salah hiks, aku gabisa terima semua ini begitu aja hiks. Aku janji bakal jadi ibu yang kuat buat Rey hiks aku janji"ucap Rina dengan menangis sesenggukan dan langsung di bawa ke dalam dekapan sang suami.
"Tapi aku tadi liat Maura sayang"ucap Rina.
"Kamu yakin?"Tanya Alvin.
"Aku yakin itu Maura, dia ada di TV dia persis Maura, tapi namanya Cristy."
"Mungkin hanya sekedar mirip saja sayang"
"Ngga aku yakin itu Maura, aku yakin banget, insting seorang ibu ngga pernah salah"
__ADS_1
"Yaudah kamu istirahat, aku mau diskusiin ini sama reynan"ucap Alvin membaringkan tubuh Rina.
Bersambung.........