Me And The Credit Queen

Me And The Credit Queen
Part 20 Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

Zeevana semangat empat lima membawa barang-barang branded yang diambilnya dari butik tante Ayudia, sahabat mertuanya. Kalau ada yang laku, baru Zeevana akan membayar cash kepada Ayudia. Itu karena Tante Ayudia percaya dengan Zeevana yang merupakan menantu sahabatnya.


"Ya Allah, cantik sekali tas ini. Warnanya aku juga suka," ucap Mike memeluk tas selempang berwarna coklat yang berukuran sedang, pas sekali untuk dipakai jalan ke mall.


"Iya, Ke. Ambil saja. Kalau kamu nggak jadi. Aku yang mau mengambilnya," ujar Vemy memanasi Mike. Dia juga dari tadi sudah melirik tas itu tapi keburu sudah dipegang oleh Mike.


"Enak saja, aku yang sudah pegang duluan," sungut Mike sambil memeluk tas itu takut direbut oleh Vemy. Vemy hanya memonyongkan mulutnya melihat sikap Mike yang lebay.


"Zee, utang Mba berapa lagi?. Bisa nggak Mba ambil sepatu ini?," tanya Vera.


"Tinggal sekali bayar lagi, Mba," jawab Zeevana setelah membuka buku catatannya.


"Oya, Zee. Kok, kamu bisa jualan lagi di dalam kantor?," tanya Mike heran.


"Hmm, bisa tapi ada syaratnya, Mba," jawab Zeevana.


Zeevana tersenyum jika mengingat bagaimana dia merayu suaminya agar diizinkan untuk berjualan lagi di dalam kantor.


Flashback on


"Mas!," panggil Zeevana melihat Byakta sedang bersandar di kepala ranjang sambil membaca buku.


"Hmm. Ada apa?," liriknya sebentar kemudian fokus lagi membaca bukunya.


Zeevana kemudian berjalan mendekati Byakta lalu duduk di sisi ranjang.


"Mas, boleh tidak kalau aku berjualan di dalam kantor lagi?," tanya Zeevana menatap manik Byakta.


Byakta meletakkan buku bacaannya di atas nakas yang ada di sampingnya.


"Boleh. Asalkan...," jawab Byakta menatap intens Zeevana.


Byakta kemudian menarik tangan Zeevana hingga dia jatuh memeluk badan Byakta.


"Asalkan apa, Mas?," tanya Zeevana penasaran.


"Asalkan aku bisa bermain denganmu setiap hari di balik selimut," ucap Byakta lalu menikmati bibir ranum Zeevana. Pipi Zeevana pun bersemu merah, membalas ciuman suaminya. Dia pun mengangguk setuju dengan permintaan suaminya.


Flashback off


"Kamu disuruh apa oleh Bos?," tanya Vera mengurai lamunan Zeevana.


"Kasih upeti setiap hari," canda Zeevana tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Gila!!. Untung kamu bisa habis, dong," teriak Mike tidak percaya.

__ADS_1


"Ayo, buruan pilih barangnya, nanti bos kami datang," teriak Zeevana mengingatkan teman-temannya dari divisi lain.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Ihh, cewek zaman sekarang banyak nggak tahu malu, ya. Suka sekali merebut suami orang," gerutu Vemy sambil menutup ponselnya.


"Siapa, Vem?," tanya Mike.


"Itu, aku dapat chat dari Icha. Bosnya Manajer Humas, ketahuan selingkuh," jawab Mike.


"Wah, benaran!." Vera merapat ke arah Vemy karena penasaran. "Terus bagaimana?," tanya Vera ingin tahu kelanjutan cerita Vemy.


"Tuh cewek didamprat habis-habisan oleh istrinya, terus istrinya menggugat cerai," jawab Vemy antusias bercerita.


Zeevana yang hanya jadi pendengar hanya bisa mengelus dada. Betapa sekarang banyak wanita yang tidak tahu malu.


"Untung bos kita masih jomblo kalau tidak, pelakor pasti akan mengintainya juga," celetuk Vera.


Deg. Jantung Zeevana berdebar kencang. Justru orang belum tahu status Byakta yang merupakan suaminya, peluang itu akan semakin besar. Hati Zeevana pun mendadak cemas.


"Terus nasib Pak Bos Icha bagaimana?," tanya Mike kepo.


"Istrinya melaporkan kelakuan beliau kepada CEO kita. Dia meminta agar suaminya di PHK. Dengar kabar sih, memang benar dia sudah di PHK," jawab Vemy.


"Tuh, sudah pekerjaan hilang, istri juga nggak mau lagi. Jadi kere gara-gara selingkuh," ejek Vera sinis.


Kantin perusahaan


"Eh, katanya manajer Humas yang lama sudah ada penggantinya, ya?," tanya Vemy duduk di dekat Icha.


"Wah, cepat sekali sudah menyebar beritanya. Iya, manajer kami cantik sekali lho meskipun memakai hijab, tapi dia fashionable banget," jawab Icha.


"Masih gadis ya, Cha?," selidik Mike.


"Kayaknya, karena waktu perkenalan tadi dia nggak bicara soal statusnya, sih," jelas Icha.


Zeevana melirik ke meja tempat di mana suaminya sedang makan. Byakta pun tersenyum melihat ke arahnya.


"Hati-hati. Lirik-lirikan terus. Nanti ada yang curiga lagi," bisik Bram melihat Byakta senyam-senyum dari tadi.


Kebetulan mereka hanya makan berdua saja. Bram melihat Byakta seperti orang yang sedang kasmaran.


"Eh...eh itu tuh Bos kami," tunjuk Icha melihat seorang wanita melintasi meja mereka lalu menghampiri meja Byakta dan Bram.


"Ya ampun. Cantik banget. Tubuhnya tinggi semampai, idaman laki-laki banget," ujar Mike sambil mengamati sosok wanita yang dimaksud oleh Icha.

__ADS_1


Zeevana melihat wanita itu memang cantik dengan balutan hijab trendy yang masih memperlihatkan bagian dada. Bentuk lekuk tubuhnya juga masih terlihat karena pakaian yang ngepas di badan. Itukah maksudnya fashionable?.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Permisi boleh saya bergabung di sini," ucap wanita fashionable tadi melihat dua laki-laki tampan di depannya.


Byakta tampak kaget melihat sosok wanita yang ada di depannya.


Shindi. Wanita yang ada di masa lalunya.


"By, senang bisa bertemu denganmu kembali. Apa kabar?," Shindi mengulurkan tangannya.


Byakta hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Shindi pun menarik kembali tangannya dengan wajah tidak enak.


"Silahkan, Bu Shindi. Sudah pesan makanan?," tanya Bram.


"Iya, sudah," jawab Shindi menyunggingkan senyuman.


"Oya, Mas By. Bu Shindi ini yang menggantikan posisi Manajer Humas," jelas Bram.


'Kenapa dia harus bekerja di perusahaan ini?,' batin Byakta tidak suka kemudian melihat ke arah Zeevana. Zeevana sedikit pun tidak mau lagi melihat ke arahnya.


'Ya Tuhan, jangan sampai dia salah paham,' batin Byakta melihat sikap Zeevana.


"Mas By, aku mau terima telpon dulu, ya," ujar Bram mendengar ponselnya berbunyi.


Bram kemudian meninggalkan meja karena memang ponselnya dari tadi berbunyi. Kini tinggal Byakta dan Shindi saja di meja itu.


"By, aku dengar kamu belum menikah juga?," tanya Shindi tersenyum.


"Apa masalah buat kamu?," kata Byakta datar.


"Ya ampun, By. Jangan-jangan kamu belum bisa move on dariku," ucap Shindi tertawa kecil.


Byakta tersenyum sinis, "Oya, selamat atas pernikahanmu. Maaf aku tidak bisa hadir."


"Terima kasih. Tapi aku sudah bercerai, By," ucap Shindi tersenyum getir.


Bagaimana mungkin Shindi bercerai dengan laki-laki yang katanya dia cintai sehingga menolak cinta Byakta.


Ya, Byakta memang pernah mencintai Shindi yang satu kampus dengannya. Mereka satu jurusan, Shindi cukup populer di kampus, selain cantik dia juga pintar.


Byakta melirik lagi ke arah meja Zeevana. Dia melihat Zeevana sudah tidak ada lagi di sana.


"Maaf. Aku harus kembali ke ruanganku. Permisi," ujar ByaktaΒ  meninggalkan Shindi.

__ADS_1


"Tapi By..."


Shindi menatap kecewa kepergian Byakta. Padahal banyak hal yang ingin dia ceritakan kepada laki-laki itu.


__ADS_2