Meet Again Princess

Meet Again Princess
Kontrak Seumur Hidup


__ADS_3

Ke lima lelaki tampan yang dulunya menjadi most wanted boy di sekolah mereka kini berkumpul bersama seperti yang terakhir kali mereka lakukan dulu sebelum Nata berada di luar negeri beberapa tahun lamanya.


Pikiran Nata melayang, dia terdiam membayangkan apa yang akan dia lakukan setelah menerima tantangan dari teman-temannya.


Bagaimana jika nanti Sisil mengetahui rencananya dan berbalik arah membencinya?


Membayangkannya saja membuat Nata bergidik ngeri, dia harus menyembunyikan pertaruhannya dengan teman-temannya dari Sisil. Dan mungkinkah Sisil bisa mencintainya?


" Itu dia " ucap Racka ketika Sisil dan salah satu temannya memasuki cafe.


Nata mengerjap, lelaki itu mengarahkan matanya kearah Sisil yang tengah tertawa dengan manisnya bersama temannya Mitha.


Apa yang Sisil lakukan disana?


" Ceciliaa ?" panggil Fernand melambaikan tangannya, sok kenal dengan Sisil.


Merasa namanya dipanggil, Sisil terkejut melihat Nata ada disana bersama teman-temannya.


" Kemari " ucap Racka kepada Sisil, melambaikan tangannya.


Sisil menoleh kearah Mitha, meminta jawaban dari temannya. Akhirnya Mitha mengangguk mengiyakan,


" Siang Pak " sapa Sisil dan Mitha bersamaan kepada Nata yang tengah duduk disana.


" Wahhhhh " decak kagum Fernand melihat wajah Sisil dari dekat.


Fernand sekarang tahu mengapa perasaan teman baiknya tidak mendapat balasan. Wanita itu sangat cantik, sangat. Wajah wanita itu begitu teduh, bulu matanya lentik alami, hidung mancungnya, dan juga bibirnya yang penuh membuat wajah Sisil sangat menyenangkan untuk diamati.

__ADS_1


" Auhhh " ringis Fernand ketika merasakan kakinya ditendang.


Fernand hanya tersenyum menatap Nata yang kini membalas tatapan matanya dengan marah. Berani-beraninya Fernand menatap Sisil seperti itu.


" Kemana maskermu ?" tanya Nata yang tidak mendapati masker di wajah Sisil.


Biasanya wanita itu selalu memakai masker ketika bertemu dengannya. Tapi didepan khalayak umum kenapa Sisil tidak memakainya juga? Mau memamerkan kecantikannya kah?


" Ada di tas Pak " jawab Sisil mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Nata.


" Nata memang tidak jelas, silahkan duduk silahkan duduk " ucap Fernand mempersilahkan kedua wanita itu untuk duduk.


Fernand memang juaranya mencari muka, lelaki itu memanggil pelayan.


" Kalian pesan saja, kita yang bayar " ucap Fernand tersenyum kearah Sisil.


Mereka semua saling bertanya tentang Sisil, ada satu hal yang baru Nata ketahui tentang wanita itu. Dia lulusan Magister dari Oxford University. Bukankah itu berarti Sisil sangat pandai atau mungkin Sisil dari keluarga kaya raya?



Sisil tertawa mendengar kelucuan-kelucuan yang terlontar dari mulut para lelaki disana. Sedangkan Nata hanya menjawab beberapa pertanyaan yang mereka ajukan kepadanya. Selebihnya, lelaki itu lebih asyik memandang wanita yang kebetulan duduk didepannya.


Kenapa wanita itu sangat menarik dimatanya. Jika karena rupa, rasanya Nata sudah berkali-kali bertemu wanita cantik dari berbagai ras dan suku. Tapi tidak ada yang semenarik Sisil.


Sisil benar-benar wanita yang misterius, wanita itu seperti menyembunyikan bom waktu yang akan meledak suatu saat nanti. Tapi apa yang wanita itu sembunyikan.


" Sil, waktu istirahat sudah selesai " ucap Mitha berbisik.

__ADS_1


" Tidak apa, bos kalian kan ada disini. Bukan begitu Pak Nata ?" goda Racka kepada Nata.



Mereka terkekeh, Nata tidak sadar ikut tersenyum saat Sisil tertawa karena perkataan Racka.


Bolehkah senyuman itu hanya untuk Nata seorang? Nata benar-benar takut jika Sisil tidak bisa dia miliki. Apa yang bisa Nata lakukan untuk membuat wanita itu bersedia berada disisinya.


" Ayo kita kembali ke Kantor " ajak Nata membuat ke empat temannya mendesah, Nata memang penghancur mood mereka.


Mereka begitu asyik bercanda dengan kedua wanita menyenangkan seperti Sisil dan Mitha, dan Nata dengan sengaja memerintah keduanya untuk kembali ke Kantor.


" Yahhhh "


" Mereka dibayar buat bekerja monyet " ucap Nata melempar kentang goreng kepada Fernand.


" Sisil, kamu mau jadi asisten dokter saya? " Fernand bertanya kepada Sisil.


Asisten dokter katanya? Enak saja dia!


" Tidak boleh, dia terikat kontrak dengan Perusahaanku " ucap Nata.


" Tapi kontrak saya cuma enam bulan Pak " jawab Sisil


" Bukan, khusus kamu seumur hidup " jawab Nata spontan membuat Sisil menatapnya tak percaya.


Dan yang lainnya hanya tersenyum geli mendapati Nata untuk perkalinya cemburu atas seorang wanita. Mereka semua bertanya-tanya, bisakah Nata menakhlukkan hati seorang Sisil?

__ADS_1


__ADS_2