
Naas, itulah nasib sial yang kini menimpa Cecilia Fanyandra Corlyn. Kehormatan yang dia pertahankan hampir 24 tahun dalam hidupnya kini terenggut oleh kecemburuan semata. Nata jatuh tak sadarkan setelah melampiaskan amarah dan kecemburuannya kepada Sisil. Sedangkan wanita itu meringkuk dengan lututnya yang ditekuk.
Tubuh wanita itu bergetar, air matanya meluruh mengingat bahwa kehormatannya sebagai wanita telah lenyap. Sekarang apa yang harus Sisil katakan pada keluarganya nanti? Lalu bagaimana jika Nata bukanlah lelaki yang bertanggung jawab. Siapa yang bertanggung jawab atas dirinya nanti.
Hiks..hiks.. isakan air mata keluar dari mulut Sisil. Wanita itu menyingkap selimut, menampakkan tubuh polosnya tanpa selehai benang sekalipun. Sisil mengambil gaunnya, memakai kembali gaunnya. Wanita itu menoleh kearah Nata yang tengah terlelap tak sadarkan diri setelah merusak kehormatannya.
“ Cih, **** sialan “ umpat Sisil menghapus air matanya yang terus saja meluruh tanpa tau kapan air mata itu akan berhenti.
Sisil berjalan dengan tertatih begitu merasakan nyeri menyergap di area kewanitaannya. Bahkan hatinya sampai merasakan nyeri yang luar biasa mengingat kejadiaan menyesakkan dadanya. Tangan Sisil menekan kode kamar resirtnya. Sebuah tangan mencekal tangannya, Sisil menoleh dengan lemas.
“ Sisil, apa yang terjadi denganmu ?” tanya Darwin Jaxon yang semenjak kepergian Sisil dan Nata langsung meminta asisten pribadinya untuk mencari Sisil lewat CCTV resort.
Akhirnya dia menemukan Sisil, meskipun sepertinya Darwin terlambat. Wanita itu terlihat sangat kalut dengan penampilanya yang terlihat acak-acakan berbanding terbalik dengan Sisil yang dia temui setengah jam yang lalu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita itu?
“ Lepaskan aku “ ucap Sisil menghempaskan tangan Darwin dengan kasar.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Darwin, wanita itu segera masuk kedalam kamarnya. Membanting dengan kencang pintu kamarnya hingga terdengan dentuman yang sangat kencang dari sana. Sisil meluruh dibelakang pintu, wanita itu melempar clutch dan high heelsnya yang sejak keluar dari kamar Nata sudah terlepas dari kakinya.
“ Bajingaaaannn “ teriak Sisil frustasi.
Wanita itu mengusap wajahnya frustasi, isakan demi isakan keluar dari mulutnya. Segala umpatan, caci maki dan sumpah serapah diucapkan wanita itu untuk Nata. Sisil benar-benar sangat marah sekaligus kecewa dengan kelakuan Nata malam ini. Sisil sudah tidak mampu lagi mentolerir lagi kesalahan Nata.
Sisil bangkit menuju kamar mandi, wanita itu menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dibawah sana. Sisil tidak peduli rasa dingin yang menyergap tubuhnya, Sisil hanya butuh pendingin hatinya yang kini membara seperti akan membakar dirinya sendiri.
Dia tidak bisa sehancur ini, jika semua telah terjadi maka Sisil harus meminta pertanggungjawaban dari Nata. Masa bodoh dengan wanita yang saat itu mengaku tunangan Nata atau Sisil akan menghancurkan hidup lelaki itu bersamaan dengan kehancuran hidupnya.
***********
Kilasan balik saat Sisil dan Darwin berdansa bersama membuat hatinya terasa berdenyut. Lalu aksinya menarik Sisil dari pelukan Darwin, dan menyeret Sisil kedalam kamarnya. Mata Nata terbelalak saat merasakan kulitnya bergesekan langsung dengan selimutnya.
“ Tidak mungkin “ pekik Nata saat melihat tubuhnya polos tanpa pakaian.
__ADS_1
Lelaki itu menggeleng, tidak mungkin dirinya melakukan itu dengan Sisil dalam kondisi mabuk.
“ Ahhh sialannn !” umpat Nata merutuki kebodohannya sendiri.
Nata segera masuk kedalam kamar mandi, bergegas mandi secepat mungkin. Nata langsung mengambil pakaian gantinya, lelaki itu berjalan dengan tidak sabar untuk menemui Sisil di kamarnya.
Nata mengetuk pintu kamar Sisil sekaligus menekan bel disana. Sudah hampir sepuluh menit Nata berdiri didepan pintu kamar Sisil tapi tidak nampak Sisil akan membuka pintunya. Perasaan cemas menyergap Nata, tidak mungkin Sisil melakukan hal-hal bodoh yang akan mencelakakan dirinya sendiri.
“ Tidak, tidak boleh “ gumam Nata menggelengkan kepalanya.
Tidak mau membuang waktu, lelaki itu berlari menuju resepsionis resort untuk meminta kunci cadangan dari kamar yang di tempati Sisil.
“ Maaf Pak, tapi menurut prosedur resort kami- “
“ Masa bodoh dengan prosedur resort ini, aku akan menuntutmu jika terjadi sesuatu dengan wanitaku ! “ bentak Nata menyentak kedua resepsionis wanita itu.
__ADS_1
Mereka akhirnya mengangguk, Nata langsung berlari kembali ke kamar Sisil dan membukanya dengan kunci cadangan yang dia dapatkan dari resepsionis resort. Betapa terkejutnya Nata mendapati kamar mandi terbuka dengan suara shower air yang masih menyala.
“ Ceciliaaaa “ teriak Nata berlari masuk ke kema mandi.