Meet Again Princess

Meet Again Princess
Pacar Baru Sisil


__ADS_3

Sisil menundukkan kepalanya tidak berani menatap sang daddy yang kini berdiri didepannya dengan mata menatapnya tajam. Sisil tidak tahu harus berbuat apa setelah ini.


Apakah nanti daddynya akan mengadu ke mommynya?


Jangan-jangan mereka akan merencanakan pernikahannya dengan Nata.


" Tuan Reivan, ada telepon dari Nyonya dirumah " ucap seseorang membuat Sisil mendongak.


Mati, dia sopir pribadi Reivan.


" Nona Sisil ?" ucap sopir pribadi Reivan membuat Sisil gelagapan.


Sisil menatap kearah Reivan, meminta bantuan kepada daddynya untung menghandle pekerjaan.


" Kembali saja ke mobil Pak, saya akan hubungi nyonya dengan ponsel saya sendiri " ucap Reivan diangguki sang sopir pribadi.


Untung saja sopir pribadi daddynya langsung menuruti apa perintah dari Reivan. Sisil bisa bernafas lega untuk sekarang. Setidaknya rahasia menyembunyikan identitas dirinya tidak akan terbongkar didepan Nata untuk saat ini.


" Kamu mengenal bapak tadi ?" tanya Nata membuat Sisil terbelalak.


" Hmm dia pernah bekerja dengan keluargaku, iya " jawab Sisil gugup.


Melihat kegugupan Sisil, Reivan hanya tersenyum geli atas tingkah putrinya yang dianggap sangat aneh. Apa yang harus disembunyikan sebenarnya, bukankah Sisil seharusnya bangga dengan keluarga yang memiliki kehormatan dan status sosial yang tinggi.


Sisil berpamitan untuk mencari toilet disana. Sisil menghembuskan nafas leganya begitu dirinya bisa meninggalkan suasana menegangkan yang terjadi didalam sana.


Harusnya Sisil lebih teliti sebelum menghadiri acara yang memang khusus untuk para pengusaha besar sekelas mereka.


Sisil menatap dirinya didepan wastafel kamar mandi. Dosakah dia jika berpura-pura tidak mengenal Reivan, tidak mengakui lelaki itu sebegai ayahnya didepan semua orang.


Sisil memutuskan untuk segera kembali bergabung bersama tamu undangan yang lainnya. Sisil mendapati Nata dan sang daddy berada dalam satu meja yang sama.


Sial, dia akan tekanan batin sampai acara ini selesai.


" Persiapkan dirimu baik-baik Sisil " ucap Sisil memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Sisil tersenyum menyapa semua orang disana, wanita itu duduk disamping Nata karena memang hanya kursi itu yang masih tersisa.


" Ayo dimakan, jangan di lihatin saja. " ucap Jerome menjamu tamu-tamunya.


Nata menawarkan berbagai makanan yang terhidang di meja itu,

__ADS_1


" Kamu mau yang mana ?" tanya Nata memperhatikan Sisil yang sejak tadi tidak seceria saat mereka baru saja berangkat.


Reivan **** senyumnya, sejak tadi ayah satu anak itu mengamati bagaimana cara Nata memperlakukan putrinya. Nata memperhatikan semua hal sekecil apapun itu kepada Sisil.


" Kalian pasangan yang serasi, bukan begitu Mr.Reivan ?" tanya Jerome kepada Reivan.


Reivan mengangguk,


" Tunggu apalagi, jika cocok langsung saja menikah " ucap Reivan mengedipkan matanya kepada Sisil.


Mendengar kata menikah membuat paru-paru Sisil kehabisan oksigen. Sisil meraih gelas minumannya, meneguknya hingga membasahi tenggorokannya.


" Saya belum bertemu dengan orang tua Cecilia " ucap Nata.


" Kamu sudah bertemu padahal " kekeh Reivan.


Sisil tersedak minumannya, sang daddy memang juaranya dalam menggoda dirinya.


" Kapan kamu membawa Nata bertemu daddy mommymu Cecilia ?" tanya Jerome membuat Sisil tidak bisa berkata-kata.


Dia terjebak dalam acara itu, Sisil harus melakukan apa untuk saat ini?


Benarkah? Apakah itu sinyal dari Reivan bahwa daddynya menyukai Nata?


Sisil menggelengkan kepalanya yang terasa berdenyut, setelah ini Sisil pasti akan dirundung pertanyaan sang daddy ketika mereka telah sampai dirumah.


.


.


Reivan berjalan masuk kedalam rumah kebesarannya, disana sang istri masih terjaga menanti kepulangan Reivan dan Sisil.


" Sayang " panggil Reivan membuatnya menoleh.


" Bagaimana acaranya? " tanya Tiya Vereneden kepada suaminya.


" Baik, aku juga membawa kabar baik untukmu " ucap Reivan tersenyum bahagia.


Wanita itu menatap Reivan penuh selidik, memangnya kabar baik apa sehingga wajah suaminya sebahagia itu.


" Kabar apa? "

__ADS_1


" Coba tebak " ucap Reivan membuat istrinya mendengus.


Reivan sangat suka membuatnya penasaran setengah mati.


" Kenapa sih? Viona pulang ?"


Reivan menggeleng,


" Ini tentang Sisil " jawab Reivan dengan mata berbinar.


" Iya, Sisil kenapa ?"


" Dia punya pacar " ucap Reivan membuat mata istrinya terbelalak sempurna.


" DADDYYYYYYY !!! " pekik Sisil ketika mendengar daddynya membicarakannya.


Sisil berlari menuju daddynya, mencubit lengan daddynya.


" Sayang, lindungi aku " ucap Reivan bersembunyi dibelakang istrinya.


Tiya Vereneden berkacak pinggang melihat kelakuan ayah dan anak yang sama-sama kekanakan tidak ingat umur.


" Daddy, Sisillllll, berhenti berlarian didalam rumah " ucapnya tidak dihiraukan oleh ayah dan anak itu.


" Sayang, kita bakal punya mantu " teriak Reivan berlari menuju istrinya, bersembunyi dibelakang istrinya.


" Daddymu serius Sil ?" tanya Tiya Vereneden menarik tangan Sisil hingga dia berhenti mengejar Reivan.


Sisil menatap daddynya, selain suka menggoda, rupanya sang dadi tidak bisa menjaga rahasianya. Menyebalkan !


" Daddy bohong mom " jawab Sisil.


" Bohong apanya, sayang kamu tahu anaknya Dirga? Sisil pacaran sama dia " jelas Reivan.


" Ahhh begitu rupanya, makanya Sisil selalu pulang kerja dengan wajah berseri-seri " kekeh sang mommy membuat Sisil berdecak.


" Ini tidak seperti yang daddy dan mommy bayangkan " kesal Sisil menghentakkan kakinya kesal.


" Daddy, apakah kita harus membagi kabar baik ini dengan keluarga Dirga? " tanya Tiya Vereneden sengaja menggoda Sisil.


" TIDAKKKKKKKKKKKKK " pekik Sisil

__ADS_1


__ADS_2