
Hari ini adalah hari kepulangan Nata dan Sisil ke Bandung. Semalam, Sisil memaksa untuk keluar dari rumah sakit dan meminta Nata memesan tiket kepulangan mereka ke Bandung. Nata hanya mengikuti saja kemauan Sisil daripada wanita itu semakin membenci dirinya.
Sisil masih saja mendiamkannya, bahkan ajakan untuk sarapan bersama yang dia utarakan lewat pesan chat tidak dijawab oleh Sisil.
Ting..tongg , suara bel kamar Sisil berbunyi. Dengan malas Sisil menyingkap selimutnya dan berjalan kearah pintu untuk membukakan pintunya. Lelaki itu tersenyum menatap Sisil yang tengah membukakan pintu untuk dirinya.
“ Saatnya sarapan pagiii “ Darwin Jaxon berdiri disana dengan satu buah paperbag restoran tempatnya membeli sarapan untuk Sisil, lebih tepatnya Ruri yang membelikan makanan itu atas perintahnya.
Sisil menaikkan alisnya,
“ Kenapa kamu repot-repot ?” tanya Sisil kepada Darwin yang terlihat sangat niat sekali membelikan Sisil sarapan.
Padahal wanita itu bisa saja membeli sarapan di resort itu dan meminta pelayan mengantarkan makanan di kamarnya.
“ Tidak masalah “ jawab Darwin melenggang masuk kedalam kamar resort Sisil.
Wanita itu sengaja membiarkan pintu kamarnya terbuka daripada menyebabkan kesalahpahaman lagi nanti. Terlihat Darwin mengeluarkan berbagai box makanan yang sudah dia beli untuk Sisil. Bahkan ada buah-buahan yang telah dipotong dan di packing dengan rapi.
Lelaki itu tampak membawa hampir semua menu restoran untuk Sisil.
__ADS_1
“ Darwin, terimakasih untuk semuanya “ ucap Sisil untuk pertama kali memanggil Darwin Jaxon dengan namanya.
Darwin menatap Sisil intens,
“ Jangan menatapku seperti itu “ keluh Sisil yang tidak suka dengan tatapan Darwin kepadanya.
“ Duduklah dan makan makananmu “ ucap Darwin meminta Sisil untuk duduk bersamanya di sofa yang memang sudah tersedia di kamar VVIP resort itu.
Sisil duduk di seberang Darwin, wanita itu sangat cuek meskipun sejak tadi wajahnya belum terbasuh oleh air setetespun.
“ Aku nanti akan kembali ke Bandung bersama Nata “ jelas Sisil.
“ Kenapa cepat sekali ?” tanya Darwin yang masih ingin mengenal Sisil lebih jauh lagi.
Darwin mendesah, lelaki itu menyodorkan ponselnya kearah Sisil.
“ Berikan aku nomor ponselmu “ pinta Darwin.
Sisil menerima ponsel Darwin dan mengetik nomor ponselnya disana,
__ADS_1
“ Ini “ ucap Sisil mengembalikan ponsel Darwin.
Disaat itu pula Nata masuk kedalam kamar Sisil karena kamar Sisil sudah terbuka. Mungkin saja wanita itu tengah menunggunya?
“ Honey, aku membawakanmu sarapan “ ucap Nata menyelonong masuk.
Mata Nata terbelalak melihat Darwin dan Sisil duduk berdua di sana, seperti tahu apa yang tengah Nata pikirkan, Sisil menunjuk beberapa box makanan yang Darwin bawakan untuknya.
“ Darwin membawakanku sarapan “ jelas Sisil tidak ingin memperkeruh keadaan diantara mereka berdua.
Nata meletakkan makanan yang dia bawa diatas meja, lelaki itu duduk disamping Sisil.
“ Makan punyaku saja “ ucap Nata kepada Sisil.
“ Hei bung, aku yang duluan membawakan sarapan untuknya “ ucap Darwin tidak mau kalah.
“ Sekali saja, kalian jangan berdebat didepanku “ teriak Sisil melerai mereka berdua.
Kedua lelaki itu membuang mukanya,
__ADS_1
“ Aku akan memakan makanan kalian berdua, bawa kesini semuanya “ ucap Sisil frustasi.
Daripada mereka berdua semakin membuat dirinya pusing, lebih baik Sisil memakan semua makanan yang sudah mereka berdua belikan untuknya. BIarkan saja orang menyebutnya rakus, ini namanya memberikan keadilan untuk kedua lelaki yang menjadi rival abadi dalam waktu yang singkat.