Meet Again Princess

Meet Again Princess
Ancaman Tasya


__ADS_3

“ Pak Nata, saya mau pulang “ ucap Sisil saat jam sudah menunjukkan pukul empat sore.


Nata mengalihkan pandangannya dari layar lapotopnya, lelaki itu menatap Sisil.


“ Sebentar lagi, kamu antarkan aku pulang dulu “ ucap Nata membuat Sisil menatapnya jengah.


“ Saya harus mempacking baju-baju yang akan saya bawa besok, Pak “ ucap Sisil kesal.


Nata memicingkan matanya menatap wanita yang kini berdiri cemberut didepannya,


“ Memangnya kamu mau kemana ?” Tanya Nata menaikkan satu alisnya.


Wanita itu mendengus kesal, hebat sekali Nata bisa melupakan pembicaraan mereka hanya dalam beberapa jam yang lalu.


“ Tentu saja bertemu suamiku “ ucap Sisil sontak dijawab tawa oleh Nata.


Ternyata bukan hanya adiknya yang terkontaminasi K-Pop, rupanya Sisil juga sama dengan wanita-wanita lain yang menggilai idol asal Korea. Bahkan adiknya sering pergi ke luar negeri untuk mengikuti tour dari sang idol.


“ Aku tidak memberimu izin Ceciliaaaa “ jawab Nata menyentil hidung Sisil hingga hidung wanita itu memerah.


Sisil menatap Nata tidak suka, memangnya siapa Nata hingga merampas kebebasannya untuk izin dalam bekerja. Toh selama sepuluh bulan bekerja disana, Sisil belum pernah meminta izin sama sekali.


“ Ayo, kamu mau pulang terlambat ?” ucap Nata mengajak Sisil untuk segera pulang.


Mata wanita itu sangat tajam, bahkan Sisil seakan-akan mampu menusuk lelaki itu hanya dengan tatapan tajam mata indahnya. Ini namanya perampasan hak asasi pegawai kantor.


“ Huh, dasar tuan diktator “ keluh Sisil justru membuat Nata **** senyumnya.

__ADS_1


Enak saja Sisil mau nonton koser, teriak-teriak seperti ABG labil sedangkan Nata disini mati-matian menahan rindunya untuk melihat wanita itu. Nata tidak bisa jika harus dijauhkan dari Sisil meski hanya sehari saja. Nata merangkul pinggang Sisil, lelaki itu nampak tidak terusik dengan tatapan mata para pegawainya yang kini terang-terangan melihat kedekatan antara sang CEO dengan sekretaris pribadinya.


.


Mereka telah sampai di rumah keluarga besar Dirga Pratama. 


“ Kamu mau masuk kedalam ?” tawar Nata.


“ Tidak perlu “ ucap Sisil ketus.


Nata mengacak rambut Sisil, menghadiahkan ciuman lembut di kening Sisil.


“ Sampai ketemu besok di Kantor, sayang “ goda Nata membuat Sisil terbelalak.


Nata keluar dari mobil Sisil, di ikuti Sisil yang harus berpindah ke kursi pengemudinya untuk menyetri mobilnya sampai kerumah. Memangnya Sisil mau bermalam di rumah keluarga Nata dan menyebabkan kekacauan di tengah keluarga besar mereka.


“ Aku tidak akan berangkat ke kantor besok pagi, kamu harus tau ituuu !” teriak Sisil melajukan mobilnya meninggalkan rumah keluarga Dirga Pratama.


“ Kak Nata “ teriak Tasya


Nata menjitak kepala Tasya,


“ Gara-gara kamu, besok Cecilia mau mengambil libur untuk berangkat ke konser sialan itu “ cibir Nata.


“ Yah, kok Tasya sih kak. Kan Kak Cecilia sendiri yang beli “ ucap Tasya membela dirinya sendiri.


Tasya mengikuti langkah kaki kakaknya,

__ADS_1


“ Kak Cecilia cantik ya kak “ ucap Tasya mengutarakan kesannya kepada sekretaris pribadi Nata.


Nata mengangguk, Sisil itu nilai plus untuk seorang wanita. Pintar, berpendidikan, cantik, dan juga punya kepribadian yang sangat baik. Nata akan beruntung jika bisa memperistri wanita itu nanti.


“ Cecilia siapa Sya ?” Tanya Mami mereka yang mendengar percakapan antara kakak dan adik itu.


Tasya merangkul lengan maminya, 


“ Sekretaris pribadi kakak, mi “


Mami mereka menyerngit, 


“ Bukannya Aneta?”


“ Bukan, Kak Anet kan sekretaris kantor. Ini sekretaris pribadi di hati Kak Nata “ kikik Tasya.


“ Berhenti menggosipkan kakakmu Tasya! Gosipkan saja acara skorsingmu “ 


Sang mami, Resty terbelalak mendengar penuturan Nata.


“ Kamu di skorsing lagi ?” pekik Resty terbelalak, tangannya sudah siap memberikan pelintiran khas dirinya di telinga sang bungsu.


Nata terkekeh, lelaki itu meninggalkan sang adik dengan kemarahan sang mami. Salah siapa, Tasya memang bermulut ember yang suka sekali berbicara semaunya sendiri.


“ Adinata Dirga Pratamaaaa, aku pastikan Kak Cecilia pergi bersamaku besok pagi “ teriak Tasya sangat kesal karena diadukan kepada sang mami.


Nata menoleh, matanya terbelalak mendengar ancaman dari sang adik. Mata mereka saling bertatapan tajam.

__ADS_1


“ Beraninya kamu memanggil kakakmu seperti itu “ marah Resty semakin kencang memelintir telinga putrinya hingga Tasya mengaduh kesakitan dibuatnya.


“ Awww, maaf-maaf mi tidak lagi “


__ADS_2