
Kebosanan mulai menyergap wanita itu, sejak tadi dia hanya mendengarkan pembicaraan Nata bersama tamu lainnya yang membicarakan bisnis dan bisnis saja. TIdak adakah yang ingin membicarakan makanan, atau barang-barang wanita hingga setidaknya Sisil tidak sebosan ini sekarang.
Lihat saja tawa Nata saat membicarakan keunggulan perusahaannya yang menurut Sisil tidak ada lucu-lucunya. Wanita itu mendengus sebal, matanya menelisik mencari sesuatu di ruangan itu. Matanya berbinar sempurna begitu melihat ada cupcake dan juga kue-kue kecil lainnya tersaji disana.
Sisil tersenyum senang, wanita itu menoleh kearah Nata menarik tangan lelaki itu dan membisikkan sesuatu di telinga lelaki itu.
“ Aku mau cupcake, disana “ ucap Sisil diangguki Nata.
Sisil tersenyum menyapa semua orang yang dia lewati, sadar atau tidak wanita itu menjadi sorotan utama mala mini. Bahkan rekan-rekan Nata tidak canggung mengatakan bahwa wanita yang diakui kekasih Nata sangat cantik dan juga elegan.
“ Hmmm,, cupcake “ pekik Sisil berbinar ketika dirinya sudah sampai di stand cupcake yang menarik perhatiannya.
Tangannya terulur mengambil satu buah cupcake rasa coklat, wanita itu menggigitnya perlahan. Menikmati sensasi lembut dan juga manis yang dia rasakan saat cupcake itu masuk kedalam mulutnya.
Wanita itu mengambil satu buah muffin gula aren, senyumnya mengembang begitu kenikmatan kue pastry itu dia rasakan.
__ADS_1
“ Apa itu enak ?” tanya seseorang dijawab anggukan bersemangat dari Sisil.
“ Ini enak sekali, silahkan kalau mau men-“ ucapan Sisil terhenti begitu melihat siapa yang kini berdiri disampingnya.
Dia Darwin Jaxon! Lelaki itu tersenyum lembut kearah Sisil. Darwin mengambil muffin yang dipegang Sisil.
“ Makanan dari tangan orang lain katanya lebih nikmat “ ucap Darwin membuat wajah Sisil memerah.
Wanita itu menyelipkan rambutnya ditelinga, Sisil memilih untuk kembali ke meja sebelum Nata melihat dirinya bersama Darwin dan berakhir membuat keributan di acara orang lain. Gaun Sisil ditarik oleh Darwin Jaxon hingga wanita itu berhenti dan menoleh ke belakang. Kening Sisil menyerngit menatap Darwin.
“ Jika kita bertemu lagi, aku akan memberitahumu “ jawab Sisil tersenyum kearah Darwin Jaxon dan berjalan meninggalkan lelaki itu disana.
Darwin hendak mengejar Sisil, tapi tepukan pelan di punggungnya membuat Darwin mengurungkan niatnya. Lelaki itu menatap seseorang dibelakangnya, asisten pribadinya Ruri menghampirinya.
“ Ada panggilan dari Tuan Besar, Tuan Darwin “
__ADS_1
Darwin mengangguk, sebelum menghubungi kembali ayahnya.
“ Ruri, kamu tahu wanita itu ?” tanya Darwin menunjuk Sisil yang baru saja duduk disamping Nata.
Ruri menyerngit, “ Tunangan Adinata Dirga bukan?”
“ Cari tahu identitasnya sekarang juga “ titah Darwin diangguki Ruri.
Darwin menatap punggung Sisil yang kian menjauh. Wanita itu kembali duduk di kursinya bersama Nata dan kenalan lelaki itu. Darwin tersenyum, sepertinya dia akan bertemu lagi dengan Sisil dan mendapatkan jawaban atas nama wanita itu.
Wanita yang sejak pertama mencuri perhatiannya. Wanita yang tidak menunjukkan ketertarikan kepada Darwin disaat semua wanita lajang yang menghadiri pesta itu berebut ingin berkenalan dengan Darwin.
Justru kini, Darwin ingin berkenalan dengan wanita itu. Wanita yang mampu mencuri perhatiaannya sejak awal kali mereka beradu mata.
" Aku menunggu pertemuan selanjutnya yang kamu bicarakan " kekeh Darwin.
__ADS_1