
Kedatangan magang dari mahasiswa Universitas salah satu yang ada di Bandung di sambut dengan hangat di Perusahaan keluarga Dirga Pratama. Mereka yang telah mengajukan surat magang dari kampus sudah diterima dengan baik mulai hari.
Ada dua puluh pegawai magang yang di tempatkan diberbagai bidang yang ada disana. Bahkan di devisi keuangan terdapat dua magang yang berasal dari jurusan Perbankan.
Bu Mina, selaku Kepala Devisi Keuangan memperkenalkan kedua magang tersebut kepada pegawai disana.
" Perkenalkan diri kalian " ucap Bu Mina kepada kedua magang tersebut.
" Perkenalkan, nama saya Ares Rewangga " ucap lelaki yang dikenal sebagai most wanted di angkatannya.
" Perkenalkan nama saya Jefri Anwar "
Mereka berdua memperkenalkan diri kepada pegawai yang ada di divisi keuangan.
" Hello Ares, Jefri " sapa Sisil yang baru saja masuk kedalam ruangan setelah memberikan laporan keuangan terbarunya kepada Nata.
Jefri menyenggol lengan Ares,
" Ini dia yang katanya Bidadarinya Perusahaan " bisik Jefri kepada Ares.
" Hello Bu cantik " jawab Jefri dengan polosnya membuat pegawai disana terkikik geli.
Rupanya bukan hanya lelaki dewasa matang yang mengagumi kecantikan Sisil, bahkan lelaki seperti Ares dan Jefri yang baru setengah matang saja sangat tertarik dengan Sisil.
" Jefri kamu akan bekerja dibawah panduan Ibu Mitha, dan Ares kamu bersama Ibu Cecilia " jelas Bu Mina diangguki keduanya.
Kedua magang itu sangat beruntung, mereka berada dibawah panduan para wanita idola di Kantor. Sepertinya magang mereka akan berlalu dengan cepat .
.
Ares tidak melakukan apapun, dia hanya diam sambil mengamati Sisil disebelahnya. Wanita itu sangat fokus sekali ketika mengerjakan pekerjaannya. Ares menghela nafasnya, sejak tadi Sisil bahkan tidak memberikannya pekerjaan apapun.
" Maaf Bu, saya tidak melakukan apapun ini?" tanya Area yang merasa sangat terganggu karena Sisil tidak memberikannya pekerjaan seperti Mitha yang sudah memberikan pekerjaan kepada Jefri.
Sisil membenarkan kaca mata anti radiasinya, wanita itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Bukannya kamu sudah bekerja sejak tadi?" tanya Sisil.
Ares menautkan alisnya bingung, apa wanita itu tengah menyindirnya karena berdiam diri sejak tadi.
" Saya tidak melakukan apapun Bu " jawab Ares.
" Tadi saya lihat kamu sibuk merhatiin saya " jawab Sisil tersenyum.
' Sialann, senyuman Bu Cecilia membuatku klepek-klepek ' umpat Ares didalam hatinya.
Ares memajukan kursinya mendekat kearah Sisil, Ares menatap layar laptop milik Sisil yang terdapat beberapa laporan yang tengah Sisil kerjakan.
" Kamu dapat kuliah ini nggak di Kampusmu ?" tanya Sisil.
" Saya baru melihat laporan model seperti ini Bu " jawab Ares.
" Jadi seperti ini penyusunannya, kalau di perusahaan yang sudah go Internasional pakainya seperti ini " jelas Sisil menunjukkan detail satu persatu yang tengah dia kerjakan.
Ares mendengarkan ucapan Sisil dengan seksama, lelaki itu memahami apa yang Sisil ucapkan, mencernanya dengan baik.
.
Memangnya kenapa Sisil harus mengajari bocah itu? Bukankah bocah itu mendapatkan pelajaran dari dosennya sendiri.
" Ck, dasar mahasiswa tidak kompeten " cibir Nata yang tidak suka melihat Ares berdekatan dengan Sisil.
Nata mengambil gagang telepon disampingnya, menekan nomor devisi keuangan,
" Selamat siang, dengan Cecilia disini. Ada yang bisa saya bantu? "
" Berhenti berdekatan dengan brondong itu ! " teriak Nata marah.
Sisil membelalakkan matanya, dari mana lelaki itu tahu jika dia sedang berdekatan dengan Ares. Apakah lelaki itu memantaunya dari kamera CCTV ?
Sisil mendongak ke arah kamera CCTV, matanya melotot seakan dia tengah bertatapan mata dengan Nata secara langsung.
__ADS_1
" Kenapa dengan matamu hah? " tanya Nata
" Berhenti memantauku dari CCTV ! " pekik Sisil setengah berteriak, membuat para pegawai yang satu ruang dengannya menatapnya penuh tanya.
Sambungan telepon terputus,
" Dasarrrrrr penguntit " umpat Sisil dengan nafasnya menggebu-gebu.
Jadi selama ini lelaki itu memantaunya? Apa lelaki itu tidak memiliki pekerjaan yang lebih penting sehingga membuang waktunya untuk mengawasi rekaman CCTV diruangan Sisil?
Lelaki itu benar-benar keterlaluan,
" Kenapa Bu? " tanya Ares penasaran.
" Bukan apa-apa, kita lanjutkan sampai mana tadi ?" tanya Sisil tanpa memperdulikan Nata yang mungkin saat ini masih mengawasinya dari CCTV.
Kenapa lelaki itu harus marah? Salah Nata sendiri kenapa dia mengawasi Sisil.
" Benar-benar kunyuk satu ini, dia masih menempel saja dengan wanitaku " keluh Nata tidak terima.
Nata keluar dari ruangannya, lelaki itu menekan lift dimana divisi keuangan berada. Nata langsung masuk kesana hingga membuat para pegawainya kalang kabut atas kedatangan Nata yang tiba-tiba.
Ada apakah ini? Pikir mereka yang kebingungan dengan kedatangan Nata disana. Apakah Nata akan melakukan sidak di divisi keuangan?
" Cecillia Fanyandra " panggil Nata dengan suara tegasnya,
Mata Sisil terbelalak begitu mendapati Nata datang ke ruangannya,
" Pak Na-tta? " gagap Sisil langsung berdiri dari tempat duduknya
Pandangan Nata langsung tertuju kepada Ares yang kini duduk disamping Sisil. Sisil menggigit bibirnya, kenapa lelaki itu sampai ke divisinya?
Apa yang akan Nata lakukan sekarang?
__ADS_1