Meet Again Princess

Meet Again Princess
Rumah Sakit


__ADS_3

“ Ceciliaaaa “ teriak Nata berlari masuk ke kema mandi.


Mata lelaki itu terbelalak, Sisil tergeletak di bawah pancuran air dengan gaunnya. Dari kapan Sisil melakukan hal bodoh seperti itu. Nata mengangkat tubuh Sisil, lelaki itu membawa tubuh Sisil keluar kamar. Nata berteriak memanggil pelayan resort, lelaki itu meminta pelayan resort untuk mengambilkan selimut dan juga menyiapkan mobil yang bisa dia gunakan menuju ke rumah sakit.


“ Cepatttttt “ teriak Nata frustasi.


Lelaki itu sangat hancur melihat wajah pucat pasi Sisil, tangan Nata bergetar hebat saat Sisil terpejam dengan kondisi yang kini mengenaskan. Tidak, Sisil tidak boleh kenapa-napa.


“ Cecil, Ceciliaaa “ Nata sangat frustasi ketika panggilannya tidak mendapatkan jawaban dari Sisil.


Lelaki itu sedikit mengguncang tubuh Sisil, berharap wanita itu akan bangun secepatnya.


Citttttttttt, sebuah mobil berhenti tepat didepan Nata yang tengah menggendong Sisil. Kaca mobil itu menurun, menampilkan seseorang yang mengendarai mobil itu.


Darwin Jaxon menatap Nata dengan wajah sangat cemas,


“ Cepat masukk “ teriak Darwin tidak kalah frustasinya.

__ADS_1


“ Sialan “ umpat Nata saat dirinya tidak punya pilihan lain selain menerima pertolongan Darwin untuk membawa Sisil ke rumah sakit.


Nata dengan dibantu pelayan resort memasukkan Sisil didalam kursi penumpang disusul Nata setelahnya. Darwin langsung menancapkan gasnya menuju rumah sakit terdekat dari resort, lelaki itu berkali-kali mencuri pandang kea rah Sisil lewat kaca tengah mobilnya.


Perasaan menyesal begitu menyeruak didalam hati Darwin, andai saja Darwin tidak membiarkan Sisil yang terlihat sangat kalut memasuki kamarnya sendirian mungkin saja ini tidak akan terjadi.


Darwin menoleh kebelakang, Sisil terkapar tidak sadarkan diri dalam dekapan Nata. Wajah Nata saat ini pun sangat pucat pasi melihat kondisi Sisil yang mengenaskan seperti itu.


“ Pasien gawat darurat “ teriak Darwin membuka jendela mobilnya dan menekan klakson mobilnya hingga perawat rumah sakit itu berlarian keluar.


“ Anda tidak diperbolehkan masuk Pak “ ucap perawat itu menghentikan Nata yang ingin masuk kedalam ruang perawatan.


“ Dia membutuhkanku “ ucap Nata menatap dari jauh Sisil yang berbaring didalam sana. Lelaki itu mengusap wajahnya frustasi saat perawat menghalaunya untuk masuk kedalam ruang perawatan.


Hei, Sisil mungkin sangat membutuhkannya didalam sana.


Darwin menyentuh pundak Nata,

__ADS_1


“ Biarkan mereka melakukan tugasnya “ ucap Darwin yang terlihat tidak kalah frustasinya dari Nata.


Kedua lelaki itu menunggu Sisil di luar ruang perawatan, keduanya nampak cemas dan sangat khawatir dengan wanita yang kini tengah berada di dalam sana. Darwin menatap Nata tajam, bahkan Darwin dengan sengaja menyenggol kaki Nata.


Nata mendongak menatap Darwin,


“ Apa yang kau lakukan hah ?” teriak Nata marah. Semua ini tidak akan terjadi jika Darwin tidak memancing kemarahannya.


“ Bukankah itu yang harus aku tanyakan padamu ?” tanya Darwin tidak mau kalah.


“ Apa maksudmu ?”


“ Aku melihat dia keluar dari kamarmu, penampilannya berantakan. Jangan bilang kamu?”


“ Berhenti mengurus urusanku dan kekasihku “ Nata mencengkeram kerah Darwin.


Mata mereka saling menatap menantang, keduanya sama-sama tidak terima. Jika Darwin menyalahkan Nata karena perbuatan lelaki itu, maka Nata lebih menyalahkan Darwin karena lelaki itulah semua ini terjadi. Jika saja Darwin tidak menyentuh miliknya, mungkin kejadian mengerikan itu tidak akan terjadi pada Sisil.

__ADS_1


__ADS_2