
Sisil berjalan dengan lesu memasuki rumahnya, wanita itu merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarganya. Wanita itu memejamkan matanya sejenak, menetralkan amarah di hatinya yang kian memanas.
Ini gila, dia tidak mungkin menjadi sekretaris pribadi Nata.
" Jangankan sekretaris pribadinya, melihat wajahnya saja aku ingin melemparkan gelas kaca kearahnya " geram Sisil melempar tasnya ke lantai.
“ Sialan “ pekik Sisil berteriak marah.
Pelayan rumah Sisil berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Sisil disana,
“ Non Sisil memanggil Bik Sri ?” Tanya Bik Sri membuat Sisil menatapnya.
“ Hah? Enggak kok Bik “
“ Kok tadi bibik denger non Sisil manggil Sri ya ?”
Sisil menganga, tidak di kantor tidak di rumah ada-ada saja beberapa orang disana yang membuat Sisil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“ Tadi Sisil teriak sialan, bukan Sri “ jelas Sisil.
Bik Sri menepuk keningnya, wanita paruh baya itu tersenyum. Bik Sri sudah mengabdikan dirinya di Keluarga Corlyn hampir tiga puluh lima tahun. Meskipun Bik Sri memiliki banyak bawahan yang mengurus kebersihan rumah dan yang lainnya, tapi untuk memasak makanan atau memilih bahan adalah tugas pribadinya sendiri. Sang Nyonya rumah bisa mengetahui mana masakan Bik Sri mana yang tidak.
“ Oh begitu toh, tadi tuan dan nyonya pergi katanya pulang larut malam. Non Sisil dan Non Viona mau makan apa untuk makan malam nanti ?”
Viona? Ah Sisil lupa jika Viona sudah kembali ke Indonesia. Dimana wanita itu sekarang?
“ Dimana Viona, Bik ?”
“ Non Viona pamit keluar sebentar “ ucap Bik Sri hanya diangguki Sisil
Ting ,
Sisil mendongak, dia merogoh ponselnya yang kini ada di dalam tas. Keningnya menyerngit saat membaca isi pesan dari Nata yang sangat menjengkelkan.
“ Peraturan baru untuk sekretaris pribadi CEO, yang pertama harus berpenampilan menarik cantik dan juga wangi setiap hari. Yang kedua, sebelum jam kerja dimulai sekretaris pribadi CEO harus menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam jika memungkinkan sang CEO lembur. Yang ketiga, tidak boleh jauh-jauh dari sang CEO karena kita tidak tahu apa yang CEO butuhkan mendadak. Yang keempat, sekretaris pribadi harus menemani CEO kemanapun juga jika CEO meminta, perlu di garis bawahi tidak boleh ada penolakan atau sekretaris pribadi harus membayar denda lima kali gaji pokok. Dan terakhir, sekretaris pribadi tidak boleh meninggalkan ruangan ataupun pulang tanpa izin dari CEO. Ini peraturan yang sah dari Bos, harap di mengerti dan ditaati!”
__ADS_1
Mulut Sisil menganga membaca isi pesan sepanjang dan selebar jalan kenangan itu. Ini sama saja Nata merampas kebebasannya. Aturan apa itu, aturan yang sangat tidak masuk diakal sama sekali.
Ting ,
Satu pesan lagi masuk,
“ Jangan lupa, sarapannya harus handmade buatan kamu. Terakhir, kalau Bos kamu ngirim pesan harus dibalas jangan hanya dilihat saja. Bos kamu itu CEO, bukan penjual koran “
Penjual koran bahkan lebih berwibawa daripada lelaki yang suka melukai perasaan wanita lain.
Sisil melempar ponselnya ke sofa yang ada diseberangnya. Selain merampas haknya untuk bebas, sekarang Nata merampas haknya untuk tidur. Dia harus bangun lebih pagi mulai sekarang untuk membuatkan sarapan untuk lelaki sinting itu.
Aishhhh, Sisil tidak akan peduli tentang peraturan itu. Sisil akan tetap bekerja di divisi keuangan apapun yang terjadi. Lama kelamaan pasti Nata akan memecatnya karena tidak patuh terhadap putusan yang lelaki itu berikan kepadanya.
Biarkan saja Nata berceloteh sampai mulutnya berbusa. Tidak ada angin jika tidak ada api. Sisil tidak akan membenci lelaki itu jika tidak merasa dibohongi sedemikian rupa oleh Nata.
Salah paham katanya ? Salah paham model bagaimana yang rela ditunggui oleh wanita itu dari pagi hingga siang. Sisil tidak sebodoh itu yang akan percaya penjelasan Nata yang tidak masuk akal sama sekali.
__ADS_1
--------------
Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komentar 🙏