Meet Again Princess

Meet Again Princess
Lelaki Baru


__ADS_3

Setelah melakukan transit sekali di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Jogjakarta, kini mereka telah sampai di Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar. Sisil dan Nata berjalan beriringan untuk menuju pintu keluar bandara. 


Sisil mengibaskan tangannya, cuaca panas di Kota Denpasar Bali kali ini cukup terik. Wanita itu menyerngit ketika mobil jemputan dari resort tidak juga kunjung datang menjemput mereka. 


“ Kamu sudah memberitahu mereka kan ?” tanya Sisil kepada Nata.


Nata mengangguk, lelaki itu juga merasakan cuaca terik yang sangat menyengat dikulitnya. 


“ Sini, biar aku yang bawa “


Nata mengambil alih koper Sisil untuk dia bawa, tidak lama kemudian seorang sopir resort menjemput Nata dan Sisil.


“ Maaf saya terlambat, Pak Adinata “ ucap sopir resort itu merasa tidak enak.


“ Tidak masalah “ jawab Nata mengerti karena sopir itu pasti memiliki pekerjaan padat diacara-acara besar seperti sekarang.


Acara perayaan ulang tahun resort akan diadakan nanti pukul delapan malam, itu artinya Nata dan Sisil memiliki waktu istirahat selama tiga jam di kamar resort tersebut yang telah pihak sana sediakan untuk mereka berdua secara khusus. 


“ Mau makan dulu atau langsung kekamar kita ?” tanya Nata.


Sisil menoleh kearahnya, menatap tajam lelaki itu yang mungkin akan mencari kesempatan dalam kesempitan.


“ Kamar kita ?” tanya Sisil memastikan ucapan Nata.


Pletak, Nata menyentil kepala Sisil yang berpikir buruk tentang dirinya. Apakah dalam pikiran Sisil dirinya selalu saja salah dan menjadi pihak yang selalu saja disalahkan? Herrr, wanita memang maunya menang sendiri. Untung saja Nata tidak menjadi wanita juga.


“ Maksudku kamarku dan kamarmu “ ucap Nata menjelaskan secara rinci.


Wanita itu hanya ber’oh’ria mendengarkan penjelasan dari Nata. Seorang pelayan resort mengantarkan mereka sampai kedepan kamar mereka yang kebetulan saling berhadapan. Sisil harus memastikan kamar yang dia tempati tidak bercela, atau Nata akan memiliki kesempatan untuk mengintipnya.

__ADS_1


“ Apa yang kamu pikirkan ?” tanya Nata penasaran karena Sisil terlihat mengerutkan keningnya dengan tatapan mata yang sulit Nata artikan.


Sisil gelagapan, wanita itu segera membuka kamarnya dan membawa masuk kopernya kedalam kamar. Detik pertama yang dirasakan Sisil saat memasuki kamar itu adalah nuansa khas Bali yang sangat kental dengan nuansa adat Bali yang menenangkan. Suara musik khas Bali yang sangat enak didengarkan menambah nuansa di resort itu sangat menyegarkan hati dan pikirannya.


Krucuk, perut Sisil terasa keroncongan saat ini. Ah, seandainya saja Sisil tadi mengiyakan ajakan Nata saat lelaki itu menawarkan untuk makan terlebih dahulu sebelum mereka menuju kekamar masing-masing.


“ Lagipula masih ada waktu tiga jam lagi “ pikir Sisil memutuskan untuk keluar mencari makanan sebelum perutnya semakin berdemo meminta jatah makan.


Sisil melepaskan jaketnya, wanita itu hanya memakai atasan berlengan pendek yang cukup mengekspos kulitnya yang sangat putih.


*****


Restoran resort itu berada tepat di pinggir pantai, terpaan angin di wajahnya membuat mata Sisil menyipit. Riuh suara gelombang air laut ditambah suara tawa para tamu resort yang semakin menambah keramaian disana. 


Wanita itu memilih tempat kosong disana, dan disaat yang bersamaan seseorang juga ikut duduk bersamanya disana.


Lelaki itu melepaskan sunglassesnya, menatap Sisil dengan kening berkerut. 


“ Hanya selisih dua detik “ ucap lelaki menghendikkan bahunya.


Tanpa peduli tatapan mata Sisil, lelaki itu memanggil pelayan untuk memesan makanan. Dua orang pelayan datang kearah mereka. 


“ Saya mau ayam betutu sama sambal bali “ ucap lelaki itu.


“ Baik Pak, kalau ibu mau pesan apa ?” tanya pelayan itu.


Lelaki itu ikut menatap Sisil, meminta Sisil untuk memesan makanan juga.


“ Samakan saja “ jawab Sisil diangguki lelaki itu.

__ADS_1


Sisil membalikkan badannya menatap pantai, Sisil menoleh saat merasakan rambutnya ditarik oleh seseorang. 


“ Maaf, ada bunga kelapa di rambutmu “ ucap lelaki itu merasa tidak enak dengan tatapan mata Sisil.


Mendengar jawaban lelaki itu, wanita itu hanya mendengus karena sudah terbiasa menemui lelaki-lelaki aneh seperti Nata dan teman-temannya ditambah satu lagi lelaki itu.


“ Kamu orang Indonesia asli ? Atau berdarah campuran ?” tanya lelaki itu yang sejak melihat wajah Sisil untuk pertama kali merasakan ketertarikan didalam hatinya.


“ Hm.. campuran “


Lelaki itu mengangguk mengerti, karena wajah Sisil bukan seperti orang Indonesia asli. 


“ Kamu disini berlibur?”


“ Bukan, dia datang kesini untuk berbulan madu, dengan suaminya, aku !” jawab seseorang dibelakang mereka.


Sontak saja Sisil menoleh, matanya terbelalak mendapati Nata menatap kearahnya dengan mata menyala seperti bara api. Matilah dia, Nata pasti tidak akan tinggal diam melihat Sisil bersama lelaki lain disana dalam satu meja.


Tak berapa lama, pelayan mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh Sisil dan lelaki itu.


“ Sepertinya kamu orang yang sangat loyal, ditambah dengan makanan pesananku tidak apa kan ?” tanya Nata.


“ Oh baiklah, silahkan “ jawab lelaki itu tersenyum masam kearah Sisil.


Benarkah mereka berdua berbulan madu di Bali? Tapi kenapa ditangan Sisil maupun Nata tidak ada cincin pernikahan ataupun semacamnya. Ataukah lelaki itu hanya seseorang yang memiliki rasa kepada Sisil?


“ Aku pesan sate plecing, ayam betutu, komoh, nasi putih, rujak bulung, dan lawar “ ucap Nata memesan makanan yang ada disana tanpa bertanya makanan seperti apa yang telah dia pesan. 


Sedangkan Sisil dan lelaki itu hanya menganga mendengarkan Nata memesan makanan sebanyak itu seperti orang kerasukan setan yang tengah kelaparan. Tingkah Nata memang ada-ada saja, memalukan sekali !

__ADS_1


__ADS_2