Meet Again Princess

Meet Again Princess
Tuan Diktator


__ADS_3

" A..apa yang kamu lakukan di rumahku ?" tanya Nata yang sangat terkejut dengan kehadiran Sisil dirumahnya.


Wajah Nata memerah ketika Sisil menatapnya dengan tatapan mata menggoda. Wanita itu bahkan tidak segan-segan tertawa meskipun ada Resty disana.


" Ini tidak seperti yang kamu bayangkan !" ucap Nata merasa tersudut dengan tatapan Sisil yang sangat menyudutkannya.


Resty menggelengkan kepalanya, wanita itu memilih untuk mengajak Sisil makan malam bersama.


" Sudah-sudah, Nak Cecilia mau makan malam disini kan ?" tanya Resty bertanya dengan lembut kepada Sisil.


" Em.. Saya harus-"


" Udah nggak usah nolak permintaan orang tua " jawab Nata menyela ucapan Sisil.


Sisil mendengus, tidak di kantor, tidak di rumah, rupanya Nata memang suka sekali mengatur dan memberikan perintah semaunya sendiri.


" Mami kedalam dulu, ngecek bibi sudah siap belum. Kalian bicara saja dulu " ucap Resty meninggalkan Sisil dan Nata di ruang tamu.


Nata duduk didepan Sisil, dan wanita itu masih tersenyum geli dihadapannya.


" Berhenti menatapku seperti itu, aku ini bosmu " ucap Nata.


" Bos hanya berlaku di kantor, disini status kita sama kan ?" tanya Sisil menggoda.


" Kamu ini ngeles mulu " keluh Nata.

__ADS_1


" Nataaaa... ajak Ceciliaa makannn " teriak Resty memanggil Nata dan Sisil untuk datang keruang makan.


Nata berdiri, lelaki itu memberikan sinyal untuk Sisil mengikutinya.


" Kamu kemari karena tiket itu? " tanya Nata.


" Iya lah, masa demi kamu sih " cibir Sisil memutar bola matanya malas.


Nata menghentikan langkahnya hingga Sisil yang ada dibelakangnya menabrak punggung lelaki itu.


" Aishh, punggung selebar papan tulis pake berhenti mendadak lagi " keluh Sisil memegangi keningnya yang menabrak punggung kokoh Nata.


" Aku sudah bilang untuk tidak memberi izin kesana, Cecilia!" ucap Nata berkilat marah.


" Aku tidak butuh izinmu, lagi pula aku kesana tidak pakai uang perusahaan kan ?" kesal Sisil saat Nata mulai mengatur kehidupan pribadinya.


" Baiklah kalau itu maumu, aku akan ikut "


" Apaaa? " pekik Sisil dan Tasya yang kebetulan berjalan kearah meja makan dan mendengarkan percakapan Nata dan Sisil disana.


Nata mengambil dua tiket itu dari tangan Tasya,


" Kakakkk, itu punyaku dan Kak Cecil " pekik Tasya saat tiket ditangannya direbut paksa darinya.


" Kembalikan tiket itu " ucap Sisil berkacak pinggang.

__ADS_1


Resty menggelengkan kepalanya melihat interaksi Nata dan Sisil. Bagaimana jadinya jika kedua orang yang suka berselisih paham bersatu nantinya? Pasti akan sangat lucu dan juga tidak membosankan.


" Aku ikut atau kamu tidak pergi sama sekali ?" tanya Nata menatap Sisil dan tersenyum penuh kemenangan.


Sisil mendengus,


" Itu punyaku ! Itu punyakuuu ! Mamiiiii " teriak Tasya merengek kepada Resty.


" Kamu belajar saja dirumah Sya, nilaimu turun apalagi kamu sedang di skors sekarang " jawab Resty seakan mendukung Nata dengan keputusannya.


Tasya terbelalak, ibunya selalu saja membela sang kakak. Resty menarik Tasya untuk segera duduk ditempatnya.


" Kartu debitmu akan mami kembalikan, berhenti mengganggu hubungan kakakmu " bisik Resty membuat Tasya berbinar bahagia.


Ahh, lagipula dengan kartu debitnya dikembalikan Tasya bisa membeli tiket konser idol Kpopnya nanti. Biarkan saja Nata dan Sisil menonton konser itu berdua. Mana bisa kencan ditengah-tengah ratusan bahkan ribuan orang?


" Baiklah, Tasya mengalah saja. Kakak dan Kak Cecilia yang pergi " ucap Tasya tidak terduga.


Nata menoleh, maminya mengedipkan mata kearahnya. Maminya memang juaranya dalam membantu Nata disetiap hal.


" Kamu mendengarnya sayang? " tanya Nata mengedipkan matanya dengan tangannya mengibas-ngibaskan tiket konser itu didepan Sisil.


Nata mengendus tiket itu,


" Hmmm, bau-bau Oppa Korea nihh. Yakin nggak mau ? Kalau nggak mau biar aku kasih Aneta dan Veron " goda Nata.

__ADS_1


" Aku tidak bilang tidak mau, Adinata !" ucap Sisil pada akhirnya membuat Nata tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2