
Ada hal yang sungguh menarik dari dirinya. Untukku,mata nyalang itu salah satunya....
"Aaa... Jadi itu ya yang kau inginkan" dadaku sontak saja berdesir saat dengan tiba tiba mata nyalang itu merubah modenya. Perubahan ekspresi yang berlangsung hanya dalam hitungan sekon itu membuat fokusku sedikit buyar,bagaimana tidak. Mata setajam elang yang penuh amarah itu tiba tiba saja berubah menjadi sesuatu yang terlihat begitu lugu dan polos,juga... senyuman manis yang kini tersunggi diwajahnya.
"Diriku??" Ucapnya seolah menegaskan sekali lagi apa yang baru saja ku katakan dari bibirku,yang ku jawab hanya dengan seutas senyum diwajahku. Jujur saja aku mulai benar benar kacau saat ini,bagaimana tidak.Senyuman itu seolah menyerang pertahanan lapis pertamaku dan itu membuatku sedikit kelimpungan.Ditambah saat presensi dengan aroma yang begitu manis itu mempersempit jarak diantara kami.Menyisakan beberapa inchi yang membuatku menjadi patung es dadakan.Dan seolah aku menjadi kaku saat dengan sangat perlahan Anne mulai memainkan jemarinya di salah satu bidang dadaku sementara tangannya yang lain sudah berada dipundakku.
"Apakah hal semacam ini yang kau inginkan dariku?" Ucapnya setengah berbisik tepat di sudut telingaku.
Shit!!!!
Ini sungguh bukan hal yang bagus untuk kesehatan jantungku.
"Atau," ucapan itu menggantung membuat nafasku tercekat begitu saja,belum selesai dengan ini kepalaku seolah baru saja dihantam gada saat aku merasakan ke 2 lengan kecil itu sudah melingkari tubuhku,memelukku dengan begitu ringan namun parahnya malah semakin membuatku tak karu karuan.
"Begini??" Lanjutnya,sambil memelukku dengan wajahnya yang kini sedikit menengadah menatapku lurus,dan detik ini juga aku benar benar merasakan dadaku yang terasa begitu sesak
"Atau," kalimat itu lagi lagi menggantung,sementara netra kami sama sama terpaku pada satu titik yang sama.Aku mencoba membaca apa yang ada didalam kelamnya netra kecoklatan itu,mencoba meraba apa yang mereka ucapakan dan lagi,aku dibuat nyaris mati saat pergerakan itu kembali terjadi dengan begitu perlahan namun begitu mematikan untukku.Didetik yang lain saat aku mulai menemukan sedikit saja dari kewarasanku,aku sudah menemukan wajahnya yang hanya menyisahkan hanya 1 inchi jaraknya dari wajahku.
"Haruskah aku menciummu lebih dulu??"
Holy Shit!!!!
Aku yakin bahwa aku sudah hancur sejak melihat senyum itu tapi sekarang aku benar benar hancur dengan segala hal yang dia lakukan juga katakan,otaku seolah begitu lambat dalam memproses segala sesuatunya dan itu membuatku terlihat tak ubahnya manekin yang ada di gallery fashion.
"Park Jimin... Jiimiin-ah" tubuhku seolah terbakar saat bibir plum itu memanggil namaku.Dan bagai lepas kendali,aku tau saat ini hanya iblis yang mendominasiku saat aku dengan sangat cepat membalik tubuh ringkih itu dan membawanya mendarat di ranjang dengan aku yang berada diatasnya.
Aku mendengarnya,nafas kami yang sama sama menderu.Aku juga melihat bagaimana netra itu menatapku dengan pandangannya yang tidak terartikan
"Kau membuatku gila" ucapku sambil menatap netra itu lurus
"Benarkah??" Tanyanya yang membuatku semakin gila,bagaimana bisa dia bersikap setenang itu sementara dia sudah meluluh lantakkan seorang Park Jimin yang sudah dapat dipastikan terlihat hancur se hancur hancurnya
"Maafkan aku,Jim.." ucapnya yang kontak saja membuatku kebingungan, maaf ??? Kenapa tiba tiba dan untuk apa ??? Kenapa ada hal semacam ini diantara kami berdua di moment seperti ini
__ADS_1
Tapi belum sempat memecahkan teka tekinya,gadis itu membalik posisi kami dengan begitu mudahnya,memanfaatkan kebodohan yang sedang menjadi malaikat pendampingku tiba tiba saja.
"Aku tidak suka didominasi,karna itu terlihat menyedihkan"
Aaahhh... Jadi begitu yaa,lalu kenapa tidak lakukan saja apapun yang kau suka padaku.Aku tak masalah dengan siapa yang akan mendominasi dan di dominasi sekarang
Katakan saja aku ini benar benar sinting,tapi dengan segala keadaan ini aku rasa menjadi sinting bukanlah hal yang harus aku takutkan.Dengan presensi seindah dan semenggoda ini,otak cerdas miliku bahkan seolah olah berubah menjadi begitu tolol,
"Haruskah kita lanjutkan semua ini??" Tanyanya yang bahkan tidak sanggup aku jawab,sejujurnya aku sudah benar benar menjadi entitas menyedihkan hanya karena pesona seorang wanita
"Lakukan apapun yang kau mau" ucapku dengan nafas yang tersengal didada
"Benarkah??"
Aku hanya menggerang dalam hati,kenapa ini terasa begitu bertele tele dan sangat menyiksa,aku benar benar sudah hampir dibatasku untuk tidak melakukan sesuatu yang gila sekarang,oh ayolah... Kalian para pria mana bisa tidak gila kalau diatas tubuh kalian ada presensi seindah dan semenggoda ini???
"Ya.." tapi pada akhirnya aku hanyalah pihak yang kalah. Pada akhirnya,aku benar benar sudah menjadi budak wanita ini
"Tutup matamu.." titahnya yang disambut senyuman diwajahku dan sebuah kalimat dari bibirku
"As u wish,Darl"
"Maafkan aku...Jimin sayang," suara itu terdengar lebih jauh sama halnya dengan kehangatan yang kini lenyap entah terbawa kemana,tapi saat mataku terbuka...hanya langit langit kamar yang menampakan presensinya di mataku.
"Tapi aku rasa aku harus berhenti disini.Ini tidak lagi menyenangkan. We don't! Don't do it for me anymore " kalimat itu diucapkan dengan begitu tenangnya dengan sosoknya yang berdiri tidak jauh dari tempatku berbaring
"Karna kau benar benar bukan seseorang yang aku inginkan" ucapnya sedingin glester kutub yang berhasil membuatku membeku seketika
Aku menggetuk ngetukkan jariku pada meja sambil terus saja menggigiti jari telunjukku entah sudah berapa lama.Kenapa rasanya sungguh sial sekali menjadi diriku setelah bertemu dengannya....
"Hoiii pria muda yang sudah tidak perjaka!!!" Sial!!! Teriak Yonggi Hyung tepat di telingaku
"Hyung!!!" Seruku sebal sambil mengusap usap kasar telingaku yang berdengung nyeri akibat teriakannya barusan.
__ADS_1
"Aku rasa otakmu memang sedang pergi tamasya entah kemana ya" ucap Yonggi Hyung santai sambil mencomot kacang yang ada di hadapannya.
"Bukan urusanmu Hyung!!" Yonggi Hyung hanya tertawa kecil saat mendapati seruan ku padanya.Manusia kutub satu ini memang tidak lebih baik menyebalkannya dari Seok Jin Hyung!
"Jadi benar ya kau tertarik pada Anne?" Seketika atensiku tertarik sepenuhnya pada sesosok manusia berkulit seputih salju yang duduk di sebelahku
"Anne?? Darimana kau tau??Jangan bilang kau juga mengenalnya Hyung?!!"
"Kami memang sudah kenal cukup lama,emm...mungkin sudah 5 tahun terakhir" mataku nyaris keluar dari tempatnya saat kalimat itu keluar dengan begitu mudahnya dari pria berambut biru terang yang terlihat biasa biasa saja ini.Yonggi Hyung menggenal Anne??? 5 tahun???? Aku menghela nafasku kasar,tau begini daripada menghabiskan uang lewat Kim Taehyung kenapa tidak minta tolong Yonggi Hyung saja!!! Arkkghh menyebalkan sekali!!
"Tapi yakin kau tertarik padanya Jim,Rosseanne Kim kan?? Mantan managernya Kim Taehyung???" Tepat!!! Tidak diragukan lagi,kami memang sedang membicarakan orang yang sama
"Memangnya kenapa kalau aku tertarik padanya?"
Yonggi Hyung hanya mengacuhkan ku lalu menyeruput cocktail yang ada digelasnya dengan khidmat,lalu kemudian menyahut dengan gaya sadis andalannya
"Kau mungkin saja sih tertarik padanya,tapi...dia, mana mungkin tertarik pada manusia sepertimu" rasanya seperti terkena sengatan listrik,memang benar hanya sekali tersengatnya tapi efeknya mungkin sungguh luar biasa.Asal kalian tau,bahwa mulut Yonggi Hyung adalah salah 1 mulut ter bar bar yang ada di dunia
"Memangnya apa yang tidak ada pada diriku sampai sampai membuatnya tidak tertarik padaku!!!Yang benar saja!!!"
"Kau bukan tipenya" aku hanya ternganga mendengar 3 kata yang melesat dengan begitu mudahnya dari si empunya yang kini hanya menatapku dengan datar
"Jadi maksudmu hanya karena dia suka pria luar,makanya aku bukan termasuk tipenya begitu maksudmu Hyung??!!!!" Aduh kepalaku tiba tiba saja pening bukan main saat kembali teringat memori dimana Seok Jin Hyung berceramah di pagi buta saat pesta telah usai,pria Amerika bernama Hero itu
"Aku memang tidak setinggi Si Hero Hero itu!! Aku juga tidak bermata besar dengan warna biru!! Hidungku juga tidak semancung milik nya,tapi selain itu memangnya apa yang tidak aku miliki?!!!!"
Habis sudah,
Aku benar benar tertelan emosi saat harus membicarakan hal ini untuk yang kesekian kalinya.Bagaimana bisa aku bukan tipenya??
" Justru karena kau memiliki segalanya,itulah yang membuatmu tidak akan pernah menjadi tipenya" Sejenak terdiam untuk mencerna kalimat yang barusan saja tergaung di udara.Merasa sedikit gagal paham setelah mencoba mencerna dan pada akhirnya menyerah untuk kemudian meminta kalimat pencerahan yang lainnya
"Aku tidak mengerti maksudmu Hyung,"
Yonggi Hyung menaikan satu alisnya kemudian menatapku yang jelas terlihat tak Karu karuan dengan topik yang tengah di bahas ini
__ADS_1
"Kalian terlalu berbeda untuk bersama" dan deret kalimat itu sukses membuat badai getir yang begitu hebat bersarang didalam dada