Melliflous

Melliflous
Festival Musik


__ADS_3

Kelas untuk pagi ini telah berakhir, Mika segera menemui Zilia dan Alanda yang sudah sudah menunggunya di kantin.


"Ya ampun baru jam 10 udah panas banget". Ia menyeka keringat yang ada di dahinya.


Saat melewati mading tak sengaja pandangan Mika teralihkan ke salah satu brosur yang tertempel di mading.


Mika langsung menghampiri mading tersebut dan membacanya.


"Festival Musik Tahunan". Mika langsung menutup mulutnya saat ia baru saja selesai membaca judul besar brosur tersebut.


"Jika ingin berpartisipasi silahkan mendaftar"


"pemenang utama mendapatkan hadiah tampil di Konser Gemilang Musik Internasional". Mika kembali tak percaya saat ia membaca hadiah yang di berikan untuk pemenang utama.


"Wah aku sudah lama ingin berpartisipasi di acara Festival ini".


"Dan aku juga ingin tampil di konser musik tersebut".


Festival Musik Tahunan merupakan perlombaan dalam bidang musik, setiap peserta boleh menampilkan berbagai jenis Genre musik. peserta juga boleh individu atau pun kelompok.


Bagi pecinta musik acara Festival tersebut merupakan acara yang paling di tunggu-tunggu, Mereka akan berlomba-lomba memberikan penampilan terbaik mereka dan setiap pemenang akan dapat hadiah. setiap tahun hadiah untuk pemenang utamanya Berbeda-beda.


Mika sangat ingin mengikuti acara tersebut, namun terlintas di benaknya sosok ibunya.


"Pasti gak di bolehin". Batin Mika.


"Sayang banget kapan lagi bisa tampil di acara tersebut".


"Atau aku harus diam! tanpa memberi tahukan ibu".


"Tapi kalau ketahuan!! ibu bakalan kecewa sama aku".


"Aduh gimana ya? Mana pendaftarannya bentar lagi". Mika bingung ia ingin mengikuti acara tersebut, namun ia takut ketahuan ibunya.


Waktu kelas 2 SMA Mika pernah diam-diam mengikuti sebuah kontes pencarian bakat, awalnya ia mengikuti nya secara diam-diam agar tidak ketahuan ibunya.


Entah dapat informasi dari mana Nirmala mengetahui bahwa Mika mengikuti Kontes tersebut, Nirmala marah besar kepada Mika dan ia melarang Mika untuk mengikuti kontes tersebut jika Mika masih ingin ibunya tinggal di rumah.


"Coba aja". Suara tersebut membuyarkan pikiran Mika.


"Eh kak Candra". Ucap Mika saat mengetahui Kak Candra berada di belakangnya.


"Kamu mau ikut?". Tanya Kak Candra. Mika hanya diam saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan kak Candra.


"Gak deh". Balas Mika.


"Lo kenapa? Kalau kamu mah ikut, kakak bisa bantu kamu mulai dari latihan sampai pendaftarannya". Jelas kak Candra untuk meyakinkan Mika ikut Festival tersebut.


"Enggak deh kak". Tolak Mika.


"Yaudah deh mungkin kamu belum ngambil keputusan!".


"Tapi kalau kamu mau ikut kamu datang aja keruang kemahasiswaan, biar kakak daftarin". Mika hanya Menganggukkan kepalanya.


"Mika pergi dulu ya kak". Pamit Mika langsung meninggalkan Kak Candra yang masih berdiri didepan mading tersebut.


Mika segera menyusul teman-temannya di kantin.


"Aish lama amat". Ucap Alanda yang dari tadi menunggu kedatangan Mika.


"Mik udah lihat mading gak?". Tanya Zilia.

__ADS_1


"Udah kok".


"Jadi kapan mau daftar Mik?". Alanda yang mendengar pertanyaan Zilia langsung menyikut bahunya, sambil menggelengkan kepala.


Zilia yang tak paham maksud dari kode Alanda memasang wajah bingung.


"Belum tahu kaya nya". Ucap Mika membalas pertanyaan Zilia.


"Udah Mik gak usah di dengerin, ni makan aja". Alanda menyodorkan bakso yang sudah ia pesan tadi.


Mika menikmati makanannya itu.


"Alanda ngedete sama siapa semalam". Goda Zilia.


Alanda langsung tersedak saat mendengar ucapan dari Zilia.


"Ih... kok ngedate diam-diam". Zilia kembali menggoda Alanda.


"Mik?? Lo ya yang ngasih tau ni anak kalau gua pergi semalam". Alanda menuduh Mika yang memberi tahu bahwa dirinya pergi dengan gebetannya.


Mika yang mendapat tuduhan tersebut langsung mengangkat tangannya menandakan ia tidak tahu apa-apa.


"Gue tau sendiri". Ucap Zilia untuk memecahkan kesalah pahaman antara Mika dan Alanda.


"Lo tahu dari mana?". Tanya Alanda yang masih penasaran.


"Gue lihat sendiri tapi gue gak lihat jelas wajah gebetan lo". Balas Zilia.


"Huh Syukur deh". Batin Alanda.


"Yang makan malam kemarin malam apa kabar ya?". Kini Alanda mencoba untuk menggoda Mika yang dari tadi tak memberi respon apa-apa.


"Siapa yang makan malam? Lo ya Mika". timpal Zilia.


"Lo tahu Mika makan malam sama siapa?". Alanda memberikan pertanyaan nya pada Zilia.


"Siapa cobak?". Balas Zilia.


"Kak Candra dong". Zilia yang mendengar jawaban tersebut kaget bukan main, ia tak menyangka temannya itu sudah melakukan pendekatan cukup jauh.


"Ih apa sih orang cuman makan aja kok". Ucap Mika yang kelihatan malu-malu.


"Enak ya kalian berdua, gue cuman sehari aja di Surabaya kalian udah pada jalan semua".


Ucap Zilia menyindir kedua temannya.


***


Mika sedang menunggu Taksi di depan kampusnya, Ia tak sabar ingin sampai dirumah.


Hari ini ibu Mika sedang melakukan perjalanan dinas keluar kota, jadi ia dapat bebas menggunakan semua alat musik yang ada dirumahnya.


"Mana ya taksinya". Mika melihat ke ujung jalan.


Saat sedang menunggu Taksi, Mika di kagetkan dengan suara motor yang berada di belakangnya.


Mika langsung memberi jalan untuk si pengendara motor tersebut tanpa melihat kebelakang.


Mika terkejut motor tersebut berhenti didepannya, dan Mika dapat melihat jelas wajah di balik Helm tersebut.


"Mau balik?". Tanya Zafran.

__ADS_1


"Iya". Balas Mika.


"Mau gue anter". Tawar Zafran.


"Gak usah!!". Mika mengangkat tangannya yang mengisyaratkan bahwa dia akan pulang sendiri.


"Udah ayok, gak bakalan gue culik kok". Rayu Zafran.


Mika tampak berpikir untuk menerima tawaran Zafran. Zafran yang tak sabar akhirnya menarik tangan Mika untuk segera naik kemotornya.


"Eh eh ". Mika terkejut saat Zafran menarik tangannya.


"Nih". Zafran memberikan Helm kepada Mika.


Mika segera mengenakan Helm tersebut dan naik kemotor Zafran.


Mika dan Zafran meninggalkan kampus tersebut.


Mika bingung ingin pegangan di bagian mana, akhirnya ia berpegangan pada jaket Zafran. Zafran yang menyadari kecanggungan pada Mika menarik tangannya dan meleletakan pada pinggannya.


Mika hanya diam saat Zafran meletakan tangan nya di pinggang Zafran.


"Pegangan yang bagus". Ucap Zafran.


Zafran melajukan Motornya dengan menambahkan sedikit kecepatan, dengan spontan Mika langsung memeluk pinggang Zafran. Zafran yang menyadari tangan Mika memeluknya tersenyum.


Zafran berhenti di sebuah Cafe, Mika tampak bingung saat Ia dan Zafran berhenti bukan di depan rumahnya.


"Makan dulu ya Gue laper". Ucap Zafran sambil melepaskan helm milik Mika.


Mika memperhatikan wajah Zafran yang begitu dekat dengan wajahnya. Zafran yang merasa di perhatikan mengalihkan pandangannya dan menatap Mika.


"Kenapa Lo liatin mau gue cium". Goda Zafran yang membuat Mika langsung memalingkan wajahnya.


"Ayok masuk". Ajak Zafran kepada Mika.


Mika dan Zafran memasuki Cafe tersebut.


Mereka memilih kursi yang berada di pojok dekat jendela.


"Pesan aja, Gue mau kekamar mandi bentar". Zafran pergi kekamar mandi.


Mika memilih menu yang ingin ia pesan, Zafran juga meminta di pesankan nasi goreng.


Mika memainkan ponselnya sambil menunggu pesanan dan Zafran datang, saat ini Mika sangat gugup apa lagi saat wajah dia dan wajah Zafran begitu dekat jaraknya.


"Aish Malu nya". Ucap Mika sambil menepuk pelan pipinya.


Saat sedang asyik memperhatikan jalanan lewat jendela Mika tak sengaja mendengar suara benda jatuh, Mika segera mengalihakan pandangannya.


Ia melihat seorang wanita yang tak sengaja menjatuhkan beberapa belanjaannya, Mika yang melihat kejadian tersebut langsung membantunya.


"Terima kasih". Ucap Wanita itu.


Mika membalas dengan tersenyum.


"Sepertinya kita pernah bertemu". Mika mengernyitkan dahinya, Ia merasa baru kali ini bertemu dengan wanita di depannya.


"Ouh mungkin kamu lupa kenalin saya-". saat Mika ingin membalas jabatan tangan Wanita tersebut, Zafran dengan spontan menarik tangan Mika.


Mika kaget saat Zafran menarik tangannya, Zafran segera membawa Mika menjauh dari wanita tersebut.

__ADS_1


"Jadi sekarang wanita itu pacarnya". Batin Loli sambil tersenyum.


__ADS_2