Melliflous

Melliflous
Mainan Kunci


__ADS_3

Zafran terkejut saat melihat orang yang duduk tersenyum di ruang tamunya.


"Kamu????". Teriak Zafran kaget.


"Lo lo ngapain datang kemari lagi". Teriak Zafran.


Lilian yang mendengar teriakan anaknya dari ruang tamu, langsung menghampiri anaknya.


"Zafran!! Ada apa?". Tanya Lilian.


"Ma, kenapa Mama bawa orang ini kemari lagi". Tanya Zafran.


"Zafran kamu tidak boleh seperti itu dia itu kakak kamu". Jelas Lilian.


Namun Zafran menolak untuk mengakui bahwa wanita itu kakaknya.


"Akhhhhhh". Teriak Zafran.


Ia meninggalkan Mamanya dan wanita itu berdua.


Untuk saat ini Zafran tidak ingin pulang kerumah, dia masih tidak menerima kehadiran wanita itu di rumahnya.


Lilian hanya mampu mengelus dadanya melihat tingkah laku putranya itu.


Ia tidak menyangka bahwa putranya masih kecewa dengan Loli. Loli Cyntia merupakan anak angkat Fendrik dan Lilian. Mereka mengangkat Loli saat masih umur 6 tahun dan saat itu Zafran berusia 3 tahun.


Awalnya Zafran sangat senang dengan kehadiran Loli, merekapun tumbuh bersama hingga pada suatu hari Loli menghancurkan hati Zafran. Dan sampai sekaranglah Zafran masih membenci Loli.


"Maklumin Zafran Loli, mungkin dia masih belum bisa menerima keadaan waktu itu. Lama-lama ia akan mengerti alasan kamu merusak rencananya dulu". Jelas Loli untuk menenangkan perasaan putrinya.


"Iya ma, Ini salah Loli yang sengaja menutupi semuanya. Loli juga tidak bertanggung jawab dengan apa yang Loli buat malahan Loli sengaja melarikan diri keluar negeri. Seolah-olah memang Loli penjahat pada masa itu". Loli kembali mengingat kejadian 3 tahun yang lalu. Dimana malam itu kepercayaan adik angkatnya luntur karena kesalahannya.


"Iya Loli? Mama mau tanya. Bagaimana karir model kamu berjalan dengan baikan?". Nirmala menanyakan bagaimana keadaan anak angkatnya selama ini.


"Iya Ma, saat ini Loli tidak mengalami banyak masalah. Loli mampu kok menjalaninya". Balas Loli.


"Loli kamar kamu udah mama suruh Bibik membersihkan, kamu bisa menempatinya sekarang". Loli seketika menaikan tangannya.


"Gak ma, Loli tinggal di apartemen milik Loli".


"Kalau Loli tinggal disini Zafran akan merasa tidak nyaman nantinya". Jelas Loli.


Lilian pun berpikir, Ia tidak ingin Zafran merasa tidak nyaman dirumahnya. dan ia juga tidak ingin Loli sendirian diluar sana.


"Kamu gak papa Loli tinggal sendirian di Apartemen kamu?". Tanya Nirmala untuk meyakinkan.


"Tenang Ma. Loli di Prancis juga tinggal sendiri jadi tidak masalah bagi Loli". Lilian yang mendengar jawaban dari putrinya hanya tersenyum dan lega. Bahwa putrinya sudah mampu hidup sendiri.


"Yaudah Ma, Loli balik dulu ya". Ucap Loli sambil menyalam tangan Lilian.


Loli meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke apartemen miliknya.


"Ah lebih baik aku belanja dulu, kebetulan bahan makanan tidak ada sama sekali di sana". Loli mengendarai Mobil nya menuju supermarket.


Di lain tempat Zafran dengan kecepatan sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Rifki temannya. Saat ini ia tak ingin kembali kerumah, jika Mamanya masih mengatakan kalau Loli ada dirumah maka ia tidak akan balik.


Setelah tiba dirumah Rifki tanpa basa-basi ia memasuki rumah temannya itu, Kebetulan temannya itu memang tinggal berpisah dengan kedua orang tuanya.


"Hei Hei tuan lu ngapain main nyelonong aja masuk kerumah Gue, bukannya pakek Assalamualaikum kek, Permisi kek". Protes Rifki melihat temannya yang main masuk-masuk saja kedalam rumahnya.


Sedangkan Zafran tidak memberikan alasan apapun terkait dirinya yang tiba-tiba masuk kerumah Rifki. Zafran menelungkupkan wajahnya dikasur milik Rifki, dan tak menghiraukan Protes panjang lebar temannya itu.


**


Saat ini Mika dan ibunya sedang berbelanja bahan makanan, memang rutinitas bagi Mika dan ibunya belanja bahan pokok setiap hari minggu.


Pasti kalian bertanya-tanyakan kenapa Mika kekampus saat hari minggu, menurut peraturan kampus di mana Mika mengejar pendidikan, untuk 2 minggu pertama Maba di wajibkan masuk kampus setiap hari minggu dan itulah alasan Mika kekampus hari minggu.

__ADS_1


"Bu, Mika ambil Ayam di rak sana ya bu".


"Iya hati-hati". Pesan Nirmala kepada Mika.


Mika segera kebagian rak yang menjual berbagai jenis daging, Ia segera mengambil beberapa bungkus daging ayam.


Saat ingin kembali menghampiri ibunya tak sengaja Mika tergelincir sehingga ia menabrak seorang wanita.


Bruk......


"Aduh". Ucap Mika sambil memegang kepalanya.


"Maaf kak". Ucap Mika meminta maaf pada orang yang ia tabrak tadi.


"Gak papa, lain kali hati-hati ya". Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Mika.


Mika segera kembali kearah ibunya untuk meletakan daging ayam yang ia ambil tadi.


Mika dan Ibunya kembali kerumah.


Setelah sampai dirumah Mika segera mengganti pakaiannya, ia ingin membantu ibunya memasak untuk makan malam mereka nanti, kebetulan pembantu yang bekerja dengan mereka sedang pulang kampung.


Mika ingin menyampaikan keinginan dia untuk kursus Musik, tapi ia yakin ibunya akan menolak mentah-mentah keinginanannya itu. Akhirnya Mika mengurungkan Niatnya.


"Bu?". Panggil Mika saat mereka selesai makan malam.


"Apa Nak?". Balas ibunya dengan lembut.


"Mika mau keluar sebentar bu? Gak papa ya".


"Yaudah Mika hati-hati ingat jangan pulang larut malam". Mika mengiyakan pesan ibunya.


Ia segera mengganti bajunya, kali ini ia ingin menemui Alanda. Sudah lama Mika tidak pergi bersama Alanda.


Akhirnya Mika sampai di Cafe tempat ia dan Alanda janjian, Mika mengedarkan pandangannya untuk mencari di mana keberadaan temannya itu.


"Al!!!". Panggil Alanda.


Alanda yang merasa namanya terpanggil, mengalihkan pandangaannya dari Handphonenya tersebut.


"Lama amat Mik, Bosen ni nungguin dari tadi".


"Maaf Al tadi aku singgah bentar beli ini". Mika menunjukan gantungan kunci yang bergambarkan hati itu.


"Ih bagus.. bagi satu?". Minta Alanda. Namun Mika tidak memberikannya.


"Gak". Balas Mika.


"Pelit Amat". Sindir Alanda saat Mika tidak memberikannya 1 mainan kuncinya.


"Aku tu udah tau barang kaya gini gak bakalan bertahan lama di tangan kamu". Balas Mika yang di balas senyuman kecut oleh Alanda.


Mika baru menyadari tidak ada sosok Zilia, tadi sore saat Alanda menghubunginya ia mengatakan bahwa Zilia juga ikut.


"Al? Zilia mana katanya ikut". Tanya Mika yang tak melihat kehadiran temannya satu lagi.


"Ouh Zilia!! Ia harus nemenin Mamanya ke bandung, besok pun kayanya dia gak masuk kampus". Mika yang mendengar penjelasan dari Alanda hanya membalas dengan anggukan.


Mereka berdua saling bercerita dari masalah Pdkate Alanda dengan gebetannya, Bahas tentang senior mereka. Hingga tak terasa jarum panjang menunjukan pukul setengah 10 malam.


Alanda dan Mika pulang kerumah mereka. Alanda di jemput sopir nya sedangkan Mika ia memutuskan untuk jalan kaki karena jarak Cafe dan kompleks perumahannya tidak terlalu jauh.


***


Setelah seharian tertidur di rumah Rifki, Zafran memutuskan untuk kembali kerumah. ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul 8 malam.


"Udah bangun lo?". Tanya Rifki yang habis selesai shalat.

__ADS_1


"kenapa lo gak bangunin gue?". Kini malah Zafran yang perotes terhadap Rifki.


"Hei!!! Asal lo tau ya gue dah bangunin lo dari jam 6 sore tadi emang dasarnya elo aja yang kebo! Emang lo ada masalah apaansih sampek lari dari rumah"?. Tanya Rifki pada Zafran.


"Gak ada gue malas aja dirumah". Balas Zafran.


Ia segara bangkit dari tempat tidurnya, pasti Mamanya khawatir karena Tidak ada kabar dari Zafran.


"Gue balik dulu ya". Pamit Zafran yang di balas anggukan oleh Rifki


Zafran Mengendarai mobilnya, ia tidak langsung menuju rumahnya. Ia memutuskan untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.


Setelah makan Zafran melanjutkan perjalanannya menuju kerumahnya. Zafran sedikit melamun saat mengendarai mobilnya hingga ia hampir menabrak orang.


Zafran langsung menghampiri orang yang hampir ia tabrak tadi. Dan Zafran kaget saat melihat Mika.


"Eh sorry gak sengaja". Zafran membantu Mika berdiri.


"Iya gak papa, salah aku kok yang jalan sampek ketengah". Balas Mika.


"Ada yang sakit gak apa perlu gue bawa kerumah sakit". Zafran ingin memastikan bahwa Mika dalam keadaan baik-baik saja.


"Gak kok aku gak papa". Balas Mika meyakinkan Zafran bahwa ia baik-baik saja.


"Lo malam-malam kaya gini habis dari mana?". Tanya Zafran.


"Ah aku habis dari Cafe seberang sana". Balas Mika.


"Ketemu pacar ya?". Goda Zafran.


"Gak tanggung jawab banget kalau punya pacar yang biarin pacarnya pulang sendiri". Balas Mika.


Zafran tertawa mendengar jawaban Mika.


"Hemm iya deh, Jadi sekarang lo mau kemana".


"Aku mau balik". Balas Mika.


"Emang rumah Lo di mana?". Tanya Zafran.


"Kompleks situ". Mika menunjukan jalan yang menjadi pintu masuk ke kompleks rumahnya.


"Yaudah ayuk gue antar, ini udah malam gak baik cewek jalan malam-malam sendiri". Tawar Zafran.


Mika yang mendapat tawaran tersebut spontan langsung mengiyakan.


"Yaudah". Balas Mika.


Didalam mobil hanya ada keheningan, Zafran yang sedang sibuk menyetir dan Mika yang asyik memainkan mainan kuncinya itu.


Zafran merasa teralihkan dengan mainan kunci milik Mika.


"Bagus mainan kuncinya". Zafran mencoba memecahkan keheningan itu.


"Mainan kunci ini". Tanya Mika memastikan ucapan Zafran.


Mika meletakkan salah satu mainan kunci tersebut di laci mobil itu.


"Buat kamu". Ucap Mika.


"Eh itu rumah aku yang pagar hitam". Zafran hampir saja melewatkan rumah Mika. Mika segera keluar dari mobil tersebut ia juga mengucapkan terima kasih kepada Zafran yang sudah mengantarkannya pulang.


Zafran tak sempat mengucapkan terima kasih kepada Mika untuk mainan kunci tersebut. Mika tampak buru-buru masuk kedalam rumahnya.


"yasudahlah besok juga ketemu lagi". Batin Zafran.


Ia melajukan mobilnya untuk kembali kerumah.

__ADS_1


__ADS_2