Melliflous

Melliflous
I Want To Kill You


__ADS_3


Matanya berpendar kacau,dan dengusan kesal menjadi satu satunya pemecah keheningan yang ada diantara kami.Aku tau Anne benar benar marah sekarang.


"Tae,sungguh aku ingin membunuhmu" aku bergidik ngeri seketika,jujur saja aura Anne benar benar terasa kelam dan begitu mencekam


"Hehe...kau boleh membunuhku setelahnya Ann,gunakan cara sesadis apapun dan aku tidak akan melawan.Bagaimana?


Senyuman diwajahku langsung luntur seketika saat mendapati mata itu memicing dengan begitu sadisnya,jujur saja badanku sudah basah karna keringat dingin yang menggucur sejak beberapa saat lalu. Ohhh...faktanya Anne yang marah itu jauh lebih menakutkan daripada hantu perawan yang bergentayangan diluaran sana.


"Kenapa kau selalu membuatku harus menyelesaikan semua masalahmu Kim Taehyung??!!" Demi Tuhan,aku nyaris terjatuh dari kursiku seandainya saja tidak cepat berpegangan pada dua sisi kursi. Erangan marah juga ekspresi frustasi Anne benar benar membuatku menciut karna takut


"Dengar Kim!! Ini akan jadi yang terakhir kalinya!! Jadi berhentilah membuat masalah mulai sekarang!! Atau aku akan benar benar membunuhmu!!!"


Keringat mengalir deras membasahi keningku saat sosok Anne menghilang di perbatasan pintu masuk cafe.Aku menggelap titik titik keringat diwajahku menggunakan tisu dengan kepayahan.Jujur saja,ini adalah kemarahan terbesar sepanjang sejarah pertemanan kami dan aku benar benar tak mengantisipasiya sama sekali.


"Tae,aku melihat Anne keluar.Dia terlihat sangat kesal" aku mendongak dan melihat Kim Nam Joon yang dalam beberapa sekon kemudian sudah jatuh terduduk di kursi dihadapanku


"Aku yang membuatnya seperti itu Joon" sautku sambil menyedot jus yang ada dihadapanku


"Apa terjadi sesuatu??" Tanya Nam Joon yang hanya ku jawab dengan anggukan


"Joon,apa kau tau hubungan seperti apa yang terjadi antara Anne dan Park Jimin?? "


Satu senyuman merekah menampilkan sebuah dimple di wajah Lelaki ini bersamaan dengan sebuah tawa yang hangat


"Kau tidak tau??" Aku hanya menggeleng menjawab pertanyaan Nam


"Aku pikir,mereka punya hubungan yang cukup rumit Tae"


"Hubungan rumit?? Maksudmu??"


Anggap saja aku adalah manusia terbodoh yang ada disini.Tapi jujur saja aku benar benar ling lung dengan apa yang ada sekarang. Kemarahan Anne benar benar hal yang cukup serius kali ini


"Sebelum mendengar hipotesaku,menurut pendapatmu apa yang terjadi sebenarnya antara mereka berdua,Anne dan Park Jimin?"


Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal,bingung dicerca dengan pertanyaan semacam itu


"Aku tidak yakin sih,hanya saja akhir akhir ini Park Jimin selalu ingin bertemu dengan Anne. Awalnya aku pikir dia hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Anne karna sudah menolongnya saat di pesawat waktu itu.Tapi baru akhir akhir ini aku menyadarinya. Aku rasa,Park Jimin tertarik pada Anne"


"Seberapa yakin dirimu tentang hal itu??"


Aku memutar bola mataku,mencoba menerka nerka atau malah ingin menyampaikan spekulasi lanjutan


"Kontrak ekslusif ku dengan Park Jimin nilainya lebih dari 30 milyar Won Joon,dan itu semua terjadi hanya karna Anne.Dia hanya mengajukan syarat agar dia bisa bertemu dengan Anne"


Nam Joon jelas membuka lebar mata juga mulutnya saat aku selesai dengan kalimat itu


"Tae jangan bilang bahwa Anne tau tentang ini"


Aku tergagap,jelas ini hal yang lumrah yang pastinya akan Nam Joon tanyakan bukan?? Seorang teman jelas akan merasa sangat khawatir seperti yang Nam Joon lakukan sekarang,bukan malah melakuakan hal brengsek seperti yang ku lakukan


"Aku memberitahunya barusan,"


"Kau gila Tae!!" Sudah umpat saja aku sepuas nya Joon,aku juga sangat kesal dengan diriku sendiri sekarang!!


"Aku tau aku salah Joon,tapi aku bahkan tak tau jika akan serumit ini jadinya.Park Jimin bilang bahwa dia hanya ingin mengucapkan terimakasih pada Anne dan juga padaku karna telah menyelamatkannya saat itu.Aku tidak berpikir jauh dan menerima kontrak yang dia ajukan,aku sungguh menyesal Joon!"

__ADS_1


"Tae masalahnya bukan hanya itu,apa Anne belum mengatakannya padamu jika Park Jimin adalah pria mabuk yang menciumnya malam itu di Jeju?!!"


Nafasku rasanya seperti terhenti di kerongkongan saat mendengar hal itu dari Nam Joon.Ya Tuhan...kejutan macam apa lagi ini???!!!!!!




Suara derit pintu itu mengalun beberapa saat setelah bunyi bel yang ku tekan hingga beberapa kali itu meraung raung diudara.Menampilkan presensi dengan surai legam yang terlihat basah dengan handuk yang masih setia menggantung di lehernya.Sosok itu menggerjap kan ke dua matanya yang seolah telah kehilangan daya penglihatan.Semetara aku masih berdiri menatapnya dengan begitu lurus


"Bisakah luangkan sedikit waktukmu yang berharga untukku Park Jimin-ssi??! Kita benar benar harus bicara sekarang!!" Dikteku penuh penekanan pada pria yang masih terlihat kebingungan dengan kehadiran ku disini,tepat didepan pintu apartemen milik nya.


"Tentu,masuklah"


Aku menerobos masuk sesaat setelah sang empunya mempersilahakanku untuk masuk ke dalam.Dan tanpa basa basi segera mendaratkan tubuhku pada sebuah sofa berwarna navy yang letaknya tak begitu jauh dari pintu


"Ingin minum sesuatu??" Tawarnya


"Apa aku terlihat seperti sedang membutuhkannya sekarang??!" Sarkas ku yang membuat Jimin mengurungkan niatnya untuk berjalan ke arah dapur dan memilih untuk duduk berhadapan denganku


"Apa aku terlalu melukai harga dirimu hingga bertindak sejauh ini Tuan Park?? Tidakkah kau sungguh keterlaluan???" Aku benar benar menahan darahku yang terasa begitu mendidih didalam sana,menahan luapan emosi yang seolah olah akan menelanku hidup hidup,sungguh kontras dengan pria yang terlihat begitu tenang dengan netra hitam kelamnya yang menatapku lurus


"Menggunakan kelemahan orang lain apakah itu keahlian terbaik yang ada pada dirimu?!! "


"Anne,"


"Jangan pernah memanggil namaku seperti itu Tuan Park,kita tidak sedekat itu "


Park Jimin masih menatapku lurus,menghela nafasnya untuk kemudian mulai menanggapi apa yang aku sampaikan padanya


"Lalu,mulai sekarang maukah kau dekat denganku?"


Aku rasa harus ada orang yang memukul kepalanya supaya dia tidak bicara ngawur seperti ini,haruskah ku pukul saja kepalanya dengan batu???


"Park Ji,"


"Aku hanya ingin dekat denganmu,apa itu hal yang salah??" Aku sedikit tersentak dengan kalimatnya itu,apa dia jenis yang selalu seterbuka ini akan sesuatu???


"Kau berteriak padaku tentang memanfaatkan kelemahan orang lain,sementara taukah dirimu bahwa kau bahkan menjadi kelemahan dari orang lain sekarang??!" Aku memegangi kepalaku yang terasa pening seketika dengan telapak tanganku,serayah mencerna kalimat yang terasa begitu ambigu di kedua sudut telingaku


"Kau tidak memberiku pilihan Ann,dan dirimulah yang menyebabkan semua ini terjadi" Dengan refleks aku menutup mulutku yang terbuka lebar,se gila inikah manusia di hadapanku ???


"Kau?? Sedang menyalahkan ku??!" Jujur saja aku tiba tiba merasa tidak ingin lagi melanjutkanya,pembicaraan maha penting antara aku dan Park Jimin,tiba tiba saja menjadi hal paling konyol yang membuat kepalaku berdenyut denyut nyeri


"Kau bahkan yang memanfaatkan temanku dan sekarang kau berkata seolah olah ini salahku??!"


"Ini memang salahmu sedari awal,kenapa terus menghindar dariku.Dirimulah yang membuat semaunya menjadi lebih rumit,bukan aku"


Haruskah ku patahkan saja leher lelaki ini??


Tidak...yang seharusnya aku lakukan adalah segera enyah dari sini.Pembicaraan ini sungguh diluar nalar manusia normal seperti diriku.Aku kemudian bangkit dari duduk ku bersiap untuk segera mengenyahkan diri dari tempat ini,


"Anggap saja,aku sudah memperingatkan mu. Jangan pernah menggunakan Kim Taehyung lagi,atau kau akan menyesal!!"



__ADS_1


Walaupun Kim Taehyung sudah menghubungiku dan berbicara tentang kemungkinan bahwa Anne akan datang,tetap saja aku masih terkejut bukan main saat melihat sosok itu berdiri di depan pintu apartemenku. Rambut pirangnya yang di ikat asal asal juga wajah super masam miliknya justru membuatku semakin gugup....


Aku mempersilahkannya masuk dengan jantung yang berdegup ugal ugalan.Dan disaat dia melewatiku,aroma manis dari tubuhnya seolah menyapa indera penciumanku membuat perutku tergelitik seketika.Yang benar saja...hal sesederhana ini bisa membuat Park Jimin gemetaran??


Dia mulai berbicara dan entah mengapa itu terasa menyenangkan untukku.Padahal,lihat saja mata nyalang yang terbakar emosi itu juga kalimat kalimat ketus yang keluar dari bibirnya.Aku rasa aku memang sudah gila,karena bisa sebahagia ini hanya karena bisa melihat juga mendengar suaranya.


Aku tau dia datang dengan amarah yang meletup letup didalam dirinya,tapi itu sungguh tak penting untukku.Fakta bahwa dia ada disini adalah hal lain yang cukup untuk membuatku akan menerima apa pun yang akan di ucapkan bibir tipis itu.


"Menggunakan kelemahan orang lain apakah itu keahlian terbaik yang ada pada dirimu?!! "


Bukan,tentu saja bukan. Karna keahlian terbaikku adalah membuat gadis nakal bermulut bar bar sepertimu mendesah frustasi dibawahku,haruskah ku jawab begitu???


"Anne,"


"Jangan pernah memanggil namaku seperti itu Tuan Park,kita tidak sedekat itu "


Sungguh,aku gemas setengah mati pada gadis ini.Tidakkah dia sadar tentang itu??? Jadi pada akhirnya ku putuskan untuk berkata apa adanya pada gadis ini,tentang hal hal yang ada di kepalaku tentangnya. Dan benar saja,itu semakin membuatnya terbakar api emosi.Namun hal menarik selanjutnya yang terjadi justru bukan seperti yang aku pikirkan.Alih alih meluapkan seluruh emosi yang bercokol dalam dirinya tanpa peduli apa pun,nyatanya gadis itu malah menekan hasrat untuk membunuhku hidup hidup hingga ke titik paling dasar.Dia memilih mengakhirinya dengan sebuah peringatan


"Anggap saja,aku sudah memperingatkan mu. Jangan pernah menggunakan Kim Taehyung lagi,atau kau akan menyesal!!"


Kim Taehyung...lagi lagi nama itu.Bukankah sekarang harusnya hanya namamu dan namaku yang berputar putar diantara kita? Kenapa harus ada orang lain??? Apa setidak mengertikah ini dirimu?? Lalu harus bagaimana lagi aku mengatakannya padamu,harus dengan cara yang bagaimana lagi supaya kau tau apa maksudku.Tiba tiba saja aku dibuat frustasi hanya dengan ini


"Kau yang akan menyesal jika melangkah 1 langkah saja dari sini sebelum kita menyelesaikan ini" ucapku sambil memandang lekat gadis yang hendak beranjak dari pijakannya kini


"Kau mengancam ku Tuan Park??"


"Aku hanya sedang mencoba memberimu alternatif yang lain"


"Apa kau pikir aku datang untuk bernegosiasi denganmu?!" Aku terpaku saat melihat senyum miring itu menghiasi wajah dihadapanku,apa sekarang dia sedang meremehkan ku??? Gadis ini benar benar tak kenal takut


"Kau salah jika berpikir aku datang kemari hanya untuk itu.Aku memang teman Kim Taehyung,tapi itu bukan berarti bahwa aku mau menjadi tameng untuknya. Lakukan apa pun yang ingin kau lakukan padanya. Lagipula,entah itu aku atau dirimu bukankah hanya salah satu diantara kita yang pada akhirnya akan membunuhnya??!"


Bukan deret kata kata itu yang membuatku marah juga frustasi,tapi fakta bahwa dia akan pergi dariku adalah hal yang sungguh membuat ku kehilangan kewarasanku.Aku benci di tinggalkan,dan dia tidak boleh melakukan itu padaku


Presensi itu nyaris saja keluar dari apartemenku sebelum akhirnya aku berhasil menarik tangannya kasar hingga membuatnya terkejut.Tapi seolah tidak ingin membuang kesempatan dan juga waktu,aku menggunci gadis nakal ini di dinding dengan aku yang ada di hadapannya,menyisakan minim jarak yang ada diantara kami. Bahkan dari sini mata itu masih saja nyalang saat menatapku


"Apa kau pikir,aku benar benar akan menggunakan Kim Taehyung untuk mendapatkanmu manis??"


"Lepaskan aku brengsek!!!"


bahkan mengumpat saja kau masih sangat manis Ann,kalau sudah begini...mana bisa aku melepaskan mu huh??


"Kau tau persis jawabanku Anne sayang, Tidak! Aku tidak akan melepaskan mu. Jadi kali ini coba saja lari dariku kalau kau bisa. Karna kali ini aku akan menggunakan diriku sendiri untuk menangkapmu,"


"Kau benar benar sinting!!!" teriaknya yang malah membuatku tersenyum geli,mau bagaiman lagi realitanya... dia memang sangat menggemaskan


"Oww, benar... terima kasih karena sudah mengingatkanku bahwa bukan hanya diriku saja. Tapi kita berdua,


... ingat hal yang seharusnya kita lanjutkan di kamarku malam itu??"


Aku melihat mata itu berpendar penuh teror saat manik mata kami bertemu.


Cantik sekali,


Ah,sial. Hampir saja aku terlena saat mengagumi bagaimana wajah penuh teror dihadapanku ini juga masih terlihat begitu memukau dimataku.


Tidak!! Sekarang bukan saatnya untuk melakukan hal itu Jim,karna sekarang adalah saatnya kau memutar dadu yanga da di genggaman tanganmu dan kita mulai permainan yang sesungguhnya,

__ADS_1


"Menurutmu... Apa yang akan terjadi seandainya rekaman itu tersebar??"



__ADS_2