Melliflous

Melliflous
Sosok Zafran


__ADS_3

Brak.......


karena benturan tersebut membuat tubuh Mika terjengkang ke belekang, sontak Alanda dan Zilia membantu Mika untuk berdiri.


"Kamu gak papakan Mik?". Tanya Alanda.


"Gak kok gak papa". Balas Mika sambil membersihkan bokongnya.


"Hati-Hati dong kalau jalan". Bentak Zilia kepada Pria yang menabrak Mika.


"Udah Zil. Gak papa! Aku kok yang salah". Mika mencoba untuk menenangkan Zilia yang masih emosi dengan pria tersebut.


"Kan dia yang nabrak Gue". Balas Pria tersebut dan langsung pergi meninggalkan Mika dan teman temannya.


"Dasar cowok gak ada akhlak". Teriak Zilia yang di hiraukan pria tersebut.


Alinda merasa heran dengan Zilia sepertinya ia mengenal pria yang menabrak Mika barusan.


"Eh Zil? Kamu kenal sama cowok tadi?". Tanya Alanda.


"Alanda lo nanyak gue kenal apa enggak sama dia? gue jawab jujur gue kenal banget sama dia. Asal kalian berdua tau ya tu cowok barusan satu SMA sama gue dulu".


"Berarti Zil kamu tau dong semua sifat dia?". Tanya Alinda.


"sifatnya kaya tadi ngeselin dan bikin emosi". Balas Zilia.


"Udah la, gak usah di perpanjang lagi! Mending kita ke kantin soalnya laper banget". Mika mencoba untuk menenangkan kedua temannya itu.


"Yaudah hayukk". Mereka bertiga pun pergi kekantin.


***


setelah menabrak wanita tersebut, Zafran pergi begitu saja tanpa mengucapkan maaf. Memang sudah kebiasaannya seperti itu.


Zafran Agil ia merupakan anak dari seorang Aktor terkenal bernama Fendrik Guwono dan ibunya seorang perancang busana bernama Lilian.


Karena orang tuanya yang memilki populeritas tak menjadikan dirinya begitu bahagia, ia terkadang harus menerima cinta dan perasaan palsu dari orang-orang yang hanya memanfaatkan populeritas keluarganya. Itulah alasan yang membuat Zafran sedikit dingin dan cuek dengan orang lain.


Ia juga selalu merasa kesepian karena kedua orang tua nya yang terlalu sibuk dari dulu. Hingga ia jarang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.


Tak jarang ia kadang menimbulkan masalah, yang membuat kedua orang tuanya marah. Namun Zafran tak menyesalinya karena seperti itulah caranya untuk mengambil perhatian kedua orang tuanya.


Zafran menghampiri teman-temannya yang sedang duduk di Kantin. Saat keluar dari ruangan Auditorium tersebut teman-teman Zafran langsung menuju kekantin dan Zafran harus ke toilet dulu.


"Woi... Balik juga lu". Ucap teman Zafran bernama Galang Afrezi.


"Iya ni di kamar mandi lama amat, betah kali ya".Timpal Gian Baswara.


"kalian tau ya. Kata Bunda aku kalo makan itu gak boleh ngomong". Ucap Rifki yang bernama lengkap Rifki Azis. Sontak ucapannya itu membuat kedua temannya diam.


"Ha kan langsung diam lu semua". Ucap Rifki kembali.


Zafran langsung menempati kursi di samping Galang, ia juga memakan makanan yang sudah di pesankan temannya terlebih dahulu.


Dari jauh Zafran melihat Mika dan teman-temannya menuju kantin. Zafran memperhatikan tak sedikit cowok yang menghampiri Mika dan mencoba untuk mendekati dan meminta nomor Handphonenya.


Zafran yang melihat pemandangan itu nampak risih, Sepertinya Mika juga risih di dekati oleh mereka.


"Aishhh". Grutu Zafran.


"Kenapa Lo fan". Tanya Galang yang aneh melihat temannya tiba-tiba menggurutu.


"Gak ada". Balas Zafran.


Di lain meja.


Mika tampak kewalahan menolak permintaan pertemanan dari banyak pria, silih berganti pria tersebut meminta nomor telpon milik Mika.


Mika yang tak bisa bertindak kasar dengan orang lain merasa bingung. Untung teman-temannya membantu Mika untuk menolak semua permintaan cowok-cowok yang datang menghampiri Mika.


"Aduh Mika udah punya pacar ya". Ucap Alanda menjelaskan kepada seorang pria yang dari tadi memaksa untuk berkenalan dengan Mika.


Akhirnya sudah tidak ada lagi cowok-cowok yang menghampiri mereka hingga, ada satu cowok yang kembali datang kemeja mereka sontak membuat Zilia mengebrakan meja.

__ADS_1


"Brakk........"


"Lo lagi jangang gang-". Ucapan Zilia berhenti ketika melihat orang yang menghampiri meja mereka.


"Eh gak boleh ya kakak datang kemari". Ucap Kak Candra. Sontak Zilia menunduk malu, Mika dan Alanda tertawa pelan melihat tingkah Zilia.


"Ada apa ya kak?". Tanya Alanda.


"Gak ada kakak cuman mau nyapa kalian aja! Nama kamu siapa?". Tanya Candra kepada Zilia dan Alinda.


"Aku Zilia Sanca kak". Ucap Zilia memperkenalkan dirinya.


"Saya Alanda meta kak". Ucap Alanda.


"Kakak kalian udah kenalkan?". Tanya Candra sambil tersenyum dan di balas, Senyuman oleh mereka bertiga.


"Suara kamu sangat bagus tadi Mika, Kakak suka dengarnya". Puji Candra kepada Mika.


"Makasihh kak". Balas Mika tersenyum.


"Yaudah lanjut lagi makannya maaf ganggu". Balas Candra lalu meninggalkan ketiga gadis tersebut.


"Eh kaya nya kak Candra suka deh sama Mika". Ucapan Zilia membuat Mika tersedak.


"Nih nih air". Alanda memberikan Air kepada Mika.


"Apaan sih". Timpal Mika.


"Coba lihat ngapain dia coba nyamperin meja kita cuma buat muji Lo Mik. Tapi ya Mik kalau lo sama kak Candra gue setuju banget. Udah ganteng, ramah baik!! Cowok idaman banget pokoknya". Oceh Zilia yang di abaikan oleh Mika.


"Udah zil? Makan aja kembang tu mie lo". Balas Alanda.


Zilia yang mendengar ucapan tersebut hanya membalas dengan senyuman miringnya.


Zafran dan teman-teman yang dari tadi memperhatikan meja milik Mika yang tak henti-hentinya di datangin cowok Membuat rasa penasaran pada diri mereka.


"Gue akui sih cewek yang namanya Mika itu cantik banget, suaranya bagus juga! Wajar ajalah anak-anak itu pada ngejar dia". Oceh Galang.


"Ia ya! dan gue rasa kaya nya kak Candra suka deh sama Mika. Dia dari tadi merhatiin Mika mulu". kini Agil yang memberikan pendapatnya.


Taxi yang di tumpangi Mika berhenti di depan rumahnya.


Didalam rumah tidak ada orang satupun, pembantu yang bekerja di rumah Mika juga sepertinya tidak kerja hari ini.


Nirmala Ibunya Mika juga sepertinya belum pulang dari kantor. Semenjak kepergian Ayahnya Nirmala Banting tulang untuk menghidupi dirinya dan anaknya. Kepergian suaminya itu masih meninggalkan luka mendalam pada diri Nirmala. dengan bekerja Keras ia dapat melupakan sedikit ingatan tentang suaminya.


Mika memasuki kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Ia memandangi foto yang memperhatikan dirinya saat masih kecil dengan kedua orang tuanya.


Mika ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai Pianis terkenal namun ibunya selalu menentangnya.


"Ayah". Panggil Mika sambil memegang foto keluarganya.


"Mika pengen banget kaya Ayah".


"Tapi Ibu selalu marah kalau Mika jadi seperti ayah".


"Padahal Ayah dulu yang ngajarin Mika tentang musik, tapi malah Ayah yang pergi diluan". Ucap Mika.


Mika bangkit dari tempat tidurnya, ia pergi kesebuah ruangan yang penuh dengan kenangan dirinya bersama ayahnya.


Mika memainkan Piano yang sedikit berdebu tersebut. Alunan lagu yang di mainkan Mika menggambarkan suasana kerinduan yang ada pada dirinya.


Ia berharap ibunya akan memberikannya izin untuk menjadi seorang seniman musik seperti ayahnya.


Saat sedang asik memainkan Piano tersebut. Mika di kejutkan dengan suara pecahan Pas Bunga. Mika segera memnghentikan permainannya itu dan membalikkan badan melihat siapa yang mengehempaskan pas bunga tersebut.


"Mika!!!! Kamu tidak mendengarkan ibu". Bentak Nirmala dan seketika membuat Mika tertunduk.


"Sudah ibu katakan jangan pernah mainkan barang itu". Bentak Nirmala kembali


"Maaf kan Mika bu". Ucap Mika sambil tertunduk.


"Jika ibu masih melihat kamu memainkan benda itu!! Ingat ibu akan membuangnnya". Ucap Nirmala.

__ADS_1


Mika yang mendengar ucapan tersebut tak Membalas kata-kata yang di lontarkan Nirmala. Ia takut ibunya akan membuang Piano Kesayangan ayah nya itu.


"Kembali kekamar mu". Perintah Nirmala yang Langsung di turuti Oleh Mika.


Mika segera kembali kekamarnya. Nirmala Menutup kembali Piano tersebut dengan kain putih.


Nirmala selalu merasa sakit hati setiap mendengar suara dari piano tersebut. Ia merasa bunyi tersebut membawa dia kembali kepada peristiwa kematian suaminya.


Di lain tempat Zafran memandangi langit dari balkon kamarnya, tampak awan makin lama makin menghitam yang menandakan bahwa hujan akan turun. Zafran sangat suka hujan, hujan akan membawa ketenangan dalam dirinya. Ia dapat melupakan sejenak rasa sepi yang ia rasakan saat ini.


seperti biasa saat pulang kerumah ia tak menemukan siapapun dirumahnya, Ayahnya yang masih syuting, ibunya yang sedang dalam penggarapan busana untuk Fashion show musim ini.


Setiap ia pulang yang menyambutnya hanya pelayan dan satpam di rumahnya.


perlahan air hujan mulai turun, Zafran menadahkan tangannya untuk menikmati rintikan air hujan yang menhantam telapak tangannya.


"Hanya hujan yang mempu mengerti kondisi gue". Ucap Zafran lalu masuk kembali kedalam kamarnya.


Sambil menunggu hujan berhenti Zafran mencoba untuk kembali memainkan gitarnya, sudah lama ia tidak memainkan gitar pemberian ayahnya itu.


Saat memetikan kunci gitar, Zafran teringat pada Sosok Mika. Namun ia segera kembali menghilangkan ingatan tersebut dan fokus kepada gitar yang ia mainkan.


Saat sedang asik memainkan gitarnya, Ponsel milik Zafran berbunyi dan tertera di situ panggilan dari ayahnya.


Zafran segara mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Ayah". Panggil Zafran.


"Zafran nanti jam 8 malam kamu datang ke Restaurant tempat biasa, Ayah ingin makan malam dengan kamu dan mama. Ayah juga sudah menghubungi Mama mu, kamu jangan terlambat". Ucap Fendrik dari seberang ponsel tersebut.


"Ya ayah". Balas Zafran langsung mematikan panggilan telponnya.


**


Jam sudah menunjukan pukul Setengah delapan malam, Zafran bersiap-siap untuk menuju ke Resturant yang telah di pesan ayahnya.


Zafran menggunakan baju biasa, yaitu kaos putih dengan celana jeans hitam ia juga menggunakan sepatu putih dan topi hitam.


Zafran segera mengendarai mobilnya menuju Restaurant tersebut.


setelah 15 menit berkutat di jalanan akhirnya Zafran sampai di tempat yang menjadi tujuannya. Ia melihat sekeliling restaurant tersebut yang tampak ramai pengunjung. Zafran baru ingat ternyata malam ini adalah malam minggu.


Zafran memasuki Restaurant tersebut, ia menyadari bahwa ia kini menjadi pusat perhatian. Siapa yang tak akan terpesona dengan dirinya, ia memiliki tubuh yang profesional dengan tinggi badan mencapai 183cm dan Zafran juga beberapa kali di tawari untuk menjadi Aktor namun ia menolak.


Zafran bergabung dengan kedua orang tuanya yang terlebih dahulu sampai.


"Makan ini nak". Lilian memberikan piring yang berisikan daging Steak kepada putranya itu.


Mereka makan dengan tenang. Setelah makan Fendrik membuka percakapan di tengah keheningan itu.


"Bagaimana kuliah mu? apakah kau nyaman di kampus mu". Tanya Fendrik kepada putranya itu.


"Ya Ayah selama ini tidak ada kendala dan aku merasa tidak ada yang istimewa di sana". Balas Zafran.


"Bagus la". Timpal Fendrik.


"Zafran kapan kau akan pergi Perancis?". Tanya Fendrik.


"Aku tidak tau ayah, selama aku masih baik-baik saja aku tidak akan berangkat kesana". Balas Zafran.


"Mama hanya ingin yang terbaik buat kamu". Balas Lilian untuk menenangkan putranya.


"Sebaiknya kau kembali kerumah, Ayah ingin menemani Mama mu di studionya". Perintah Fendrik yang di balas "iya". oleh Zafran.


Sudah di pastikan Ayah dan Mamanya tidak pulang malam ini. Zafran akan sendirian lagi di rumah untuk malam ini.


Zafran meninggalkan Resaturant tersebut dan kembali kerumahnya.


Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Ia ingin menikmati malam yang terasa dingin akibat hujan tadi sore. Cuaca malam ini juga sedikit mendung.


Zafran memarkirkan mobilnya di pinggir taman, ia ingin menikmati dinginnya malam ini sambil melihat suasana ramai di taman pinggiran kota yang di penuhi pasangan kekasih.


saat sedang menikmati suasana taman, tak sengaja mata Zafran bertemu dengan sosok yang ia kenal.

__ADS_1


orang itu adalah.........


__ADS_2