Melliflous

Melliflous
MAKE YOU MINE Pt 2


__ADS_3


She is My favorite human being I have ever met in my Life...


Aku tidak menampik bahwa awalnya aku memang tertarik dan penasaran setengah mati padanya. Tak pernah terbayangkan bagiku untuk meletakan rasa suka ku pada seseorang yang  memiliki dunia yang berbeda dengan duniaku. Setelah bergelut sedikit lebih lama dengan otak cerdas milikku,pada akhirnya aku sampai pada konklusi dimana saat ini aku hanya sedang mencoba jujur pada apa yang aku rasakan. Rasa suka pada hal yang tidak biasanya itu memang sedikit rumit. Tapi siapa di dunia ini yang mau peduli??? Toh hal semacam ini juga pernah terjadi pada tokoh tokoh besar dalam sejarah dunia. Dan bukankah mereka berhasil membuktikan bahwa mereka baik baik saja. Sebut saja seorang Fidel Castro yang merupakan komunis sejati yang jatuh cinta pada New York yang merupakan pusat kapitalisme global pada masanya. Sekalipun New York bukanlah seorang anak gadis,namun itu cukup untuk dijadikan sebagai  perbandingan.


Semakin aku memperhatikan Anne,maka aku semakin melihat figure nya yang lain. Anne yang dulu terlihat sangat kuat dan garang nyatanya bisa memiliki pendar mata yang gugup. Kadang pula aku bisa melihat mata itu bisa menyiratkan ketakutan dan teror nyata dalam kelamnya netra itu. Fakta tak kalah menarik selanjutnya adalah, bahwa dibalik gadis yang suka berpenampilan seadanya itu nyatanya tersembunyi seorang gadis yang sangat menawan dengan gaun dan juga beberapa pakaian girly lainnya yang selama seminggu terakhir melekat di tubuhnya. Bicara soal pakaian,tentu itu menjadi hal yang dilematis selanjutnya. Bayangkan saja,melihat Anne yang kesana kemari dengan baju minim sudah cukup untuk membuat pikiranku kacau jujur saja. Sementara dia bisa dengan mudah mengatakan bahwa Eros adalah si Egosentrik. Lalu bagaimana hal semacam ini bisa dijelaskan sebagai salah satu faktor yang membuat Eros itu ada? Bagaimanapun,bukankah rasanya aku harus berterima kasih pada Kim Seok Jin karna sudah mengurus isi koper Anne dan membuatku tersadar tentang hal semacam ini sedini mungkin? Setidaknya,dengan kontribusi Kim Seok Jin membuatku benar benar menyadari fakta bahwa,aku benar benar tidak ingin kehilangan untuk kali ini. Terlebih setelah tindakan lancang yang ku lakukan selanjutnya.


Aku akui diriku memang brengsek untuk ukuran seorang laki laki tapi aku rasa untuk Anne,brengsek saja jelas tidak akan cukup bila disematkan untukku mulai dari sekarang. Oh tidak,aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Anne saat tau aku sudah berdiri di sini,di dalam kamarnya yang kini terlihat begitu lenggang. Jangan tanyakan bagaimana aku bisa di sini sekarang,karna bukankah sudah jelas bahwa aku menerobos masuk tanpa permisi.


Awalnya netraku hanya menangkap ruangan yang lenggang tanpa adanya presensi dari sosok yang ku harapakan kehadirannya. Maka aku memberanikan diri untuk melangkah lebih dalam,menelusuri setiap sudut kamar yang terlihat rapi. Semuanya nampak biasa saja,hingga tanpa sengaja mataku menangkap sesuatu di sebuah sudut di ruangan ini dan demi Tuhan,aku benar benar bersyukur karena memiliki ke brengsekan semacam ini dan menemukan pemandangan yang begitu indah diantara langit senja Maldives dan air laut yang seolah melambai lambai memanggilku untuk luruh bersamanya. Terlebih sosok itu,sosok yang tengah berjibaku dengan air dalam sebuah pool yang terlihat begitu indah dan mengagumkan.



Aku meneguk Salivaku dengan kepayahan,menyaksikan betapa presensi itu begitu menakjubkan dengan bikini 2 pieces berwarna kuning cerah lengkap dengan tetesan air yang membanjiri seluruh tubuhnya yang kini terlihat dengan begitu gamblangnya dimataku. Presensi itu menyibakkan rambut panjangnya yang basah yang setengah menutupi wajahnya saat keluar dari dalam pool beberapa detik sebelumnya. Debaran jantungku benar benar tak lagi bisa dikatakan baik baik saja saat ini. Bagaimana tidak,pemandangan indah ini jelas salah satu hal yang tidak benar benar baik untuk seorang lelaki bertubuh sehat dan bernalar waras seperti diriku tentu saja. Oh Shit!!!! Namun sungguh sial,belum juga bisa menguasai situasi yang kini bercokol di dalam diri sendiri,tiba tiba saja sosok itu berpaling dan memekik setengah histeris

__ADS_1


"Arghh!!" Pekikan Anne jelas membuatku panik tanpa sadar bergegas menghampirinya yang terlihat kaget bukan kepalang. Namun kesialan selanjutnya seakan tak ingin terlalu lama menunggu,dan datang begitu saja saat tubuh Anne yang belum sempat ku jangkau tercebur kembali ke dalam pool karna bergerak refleks   untuk menghindar dariku yang tergopoh menuju ke arahnya.


"Anne!!" Teriak ku saat mataku melihat tubuh itu terjerembab jatuh ke dalam pool. Dan sedetik selanjutnya tanpa harus berfikir ini dan itu aku menceburkan diriku bersamanya,menggapai nya yang terlihat kewalahan dan nyaris tenggelam karena jatuh ke dalam pool tanpa persiapan.


"Are you okay Ann?" Tanyaku panik saat aku berhasil membawa tubuh itu kembali ke permukaan setelah setengah tenggelam. Tidak ada jawaban dari gadis yang kini tengah berusaha sekuat tenaga untuk membenahi nafasnya yang terasa begitu tersengal dan kepayahan. Maka ku putuskan tanpa banyak bicara lagi aku membawa gadis itu berenang menuju tepian pool,dan membawanya segera keluar dari dalam air


"Are you okay?" Tanyaku lagi saat kami berdua sudah terduduk di pinggiran pool yang kini di sambut dengan tatapan super mematikan juga pukulan bertubi tubi yang tak mampu ku hindari untuk selanjutnya


"Stop it Ann!! Stop!!"


"Auuwww!!! Stop it Ann!!! Auuuwwwwhhhh!!!" Namun seoalah tak peduli pada teriakan kesakitan ku,gadis itu terus saja memukuliku seperti seorang ibu yang memukuli anak kurang ajarnya yang telah berbuat kurang ajar tanpa ampun.


"Rasakan!!! Kau memang sangat pantas menerimanya dasar pria mesum brengsek!!"


Lengkingan suara itu menjadi akhir dari adegan kekerasan kami sore itu,karna aku berhasil menggapai ke dua pergelangan tangannya dan membuatnya berhenti dari aksi bar bar yang dia lakukan. Untuk sejurus kemudian menatap tepat dalam netra sekelam jelaga miliknya.

__ADS_1


1 detik 2 detik dan entah untuk berapa detik tepatnya,waktu yang kami habiskan hanya untuk saling menatap ke dalam netra masing masing dengan deru nafas yang terasa begitu hangat yang silih berganti menerpa tubuh kami yang telah basah kuyup tanpa pengecualian,dan menandai bahwa kami kini hanya berada dalam jarak yang hanya berselisih inchi.


Pendar mata itu begitu indah hingga membuatku tersesat begitu jauh. Seindah inikah paras seseorang yang sudah membawa pergi hati seorang Park Jimin?? Indah...begitu indahnya


"Sorry," suara parau itu menginterupsi,dan pergerakan kecil diatas tubuhku seketika membuatku tersadar akan posisi kami yang ternyata begitu intim,bagaimana tidak intim jika Anne sekarang berada diatas tubuhku. Dan fakta itu berhasil membuat pipiku merona juga gelagapan dalam satuan waktu terkecil selanjutnya.Namun,seolah kebrengsekan dalam diriku adalah sejatinya kebrengsekan terburuk yang ada didunia,saat Anne telah menginterupsi dengan permintaan maaf nya yang tak perlu juga pergerakan kecilnya yang dimaksudkan untuk mengakhiri posisi tidak bersahabat untuk kewarasan seorang anak manusia ini,dengan begitu tidak pekanya aku malah menahan tubuh gadis yang ingin beranjak dari posisi serba salah jika sampai dilihat orang lain ini. Menahan bahu ringkih itu,dan mengunci netra yang setengah membelalak itu kemudian


"You're so beautiful..." Ucapku begitu tulus tanpa berniat melepaskan Anne dari keadaan ini. Sorot mata bergetar dan sendu itu kembali hadir sekarang,pendarnya membuat debaran di dadaku bertalu lebih gila dari jenis kegilaan yang pernah dia buat sebelumnya.


"Jimin,"


"Syuuttt... Jangan memprovokasi ku dengan memanggil namaku Ann,aku nyaris kehilangan kewarasnku sekarang" ucapku yang membuatnya terdiam seketika.


Aku mungkin saja sudah benar benar gila,tapi demi Tuhan ini adalah kali pertama dimana aku merasakan betapa di dalam sana ada bara api yang berkobar dengan begitu gila dan seolah ******* habis diriku tanpa berniat menyisakan sedikit saja bagian diriku. Perasaan meletup letup ini,membuat ku kehilangan arah. Dan berakhir dengan ******* bibir Cherry diatasku dengan sedikit menuntut. Merengkuh tubuh ringkih Anne dengan ke dua lenganku tanpa melepas pagutan bibir kami yang terasa begitu manis dan dalam. Ditengah euforia gila karena pagutan ini,ditengah debaran jantung kami yang seolah bersaut sautan melalui gesekan kulit kami yang bertemu. Aku melepaskan pagutan kami untuk sesaat,menatap lekat presensi nya yang begitu indah untuk kemudian melesakkan sebuah kalimat sinting yang mendominasi seluruh bagian diriku tanpa terkecuali


"Can I have you? I wanna make you mine"

__ADS_1



__ADS_2