
"Ada apa sih Zaf". Tanya Mika saat Zafran melepaskan tangannya.
"Gak ada".
"Cepat makan biar gue antar lo pulang cuaca udah mulai mendung". Perintah Zafran. Zafran memakan makanan nya dengn cepat.
Mika hanya diam melihat Zafran yang tampak marah, Zafran tak melirik sedikit pun kepada Mika.
Setelah selesai makan Zafran mengantarkan Mika kerumahnya, Namun sayang di tengah perjalanan turun hujan, mau tak mau Mika dan Zafran harus berteduh dahulu.
"Aish hujan". Mika mengibas-ngibaskan pakaian nya yang basah, Mika mengalihkan pandangannya kearah Zafran yang tampak menadahkan tangannya dan memejamkan matanya.
Zafran yang sedang asik menikmati hujan tanpa ia sadari bahwa separuh tubuhnya sudah basah kuyup oleh air hujan. Mika yang melihat Zafran sudah hampir basah kuyup langsung menariknya untuk kembali berteduh.
"Kenapa?". Tanya Zafran saat Mika menarik Tangannya.
"Basah". Balas Mika.
"Gue suka hujan! Dengan turunnya hujan membuat hati dan tubuh gue lebih tenang". Jelas Zafran.
"Aku benci hujan". Ucap Mika.
"Kenapa?". Balas Zafran. Mika tak membalas ucapan Zafran dia hanya tersenyum.
"Udah Reda". Ucap Mika saat hujan sudah mulai reda.
Mika dan Zafran melanjutkan perjalanan mereka, namun sayang di tengah perjalanan hujan kembali turun.
"Kita neduh dulu ya". Tawar Zafran.
"Gak usah rumah aku udah dekat, neduh di rumah aja". balas Mika.
Akhirnya Zafran dan Mika sampai di rumah Mika.
"Sampai Juga". Ucap Mika sambil melepas Helm milik Zafran.
"Neduh dulu". Tawar Mika yang di angguki oleh Zafran.
Mika meninggalkan Zafran yang masih harus memarkirkan motornya, Mika ingin segera mengganti baju nya yang sudah basah.
"Kok gue rasa ini tempat gak asing ya". Tanya Zafran pada dirinya sendiri.
Ia merasa bahwa ia pernah mengunjungi tempat ini, tapi ia lupa kapan ia datang kesini.
Zafran masuk kerumah Mika yang tampak sunyi, Ia melihat Mika sudah berganti pakaian.
Mika menghampiri Zafran dan memberikan Handuknya kepada Zafran.
"Nih". Sambil memberikan handuk kepada Zafran.
"Makasih". Balas Zafran.
Zafran segera mengeringkan rambutnya, Syukurlah Zafran membawa baju ganti di tasnya, memang sudah jadi kebiasaan bagi Zafran membawa baju dua setiap kali kekampus.
Zafran melihat Mika berjalan kearah dapur.
"Mik kamar mandi lo dimana, gue mau ganti baju". Tanya Zafran pada Mika yang sedang membuat teh.
__ADS_1
"Kamar mandi, itu sebelah sana". Ucap Mika sambil mengarahkan tangannya kearah tangga.
Zafran segera mengganti bajunya.
Setelah selesai ganti baju Zafran kembali menghampiri Mika yang sedang duduk di kursi meja makan.
Mika yang menyadari kehadiran Zafran, memberikan teh yang sudah ia buatkan.
"Makasih Mik". Mika membalas dengan tersenyum.
"Orang tua lo mana, kok gue dari tadi gak lihat". Tanya Zafran saat menyadari hanya ada dirinya dan Mika di rumah ini.
"Ibu aku lagi dinas keluar kota". Balas Mika.
"Bokap lo". Tanya Zafran kembali.
"Di surga". Balas Mika.
Zafran yang mendengar jawaban Mika terdiam, ia tidak tahu kalau Ayah Mika sudah meninggal.
"Sorry Mik".
"Gak papa".
Keadaan sedikit canggung setelah Zafran menanyakan tentang orang tua Mika.
Hujan juga semakin lama semakin deras, Mau tak mau Zafran harus lebih lama disini, sejujur nya Zafran sangat senang berada di dekat Mika karena memang hal seperti inilah yang ia tunggu-tunggu.
"Mik lo gak ikut acara Festival musik itu". Tanya Zafran.
"Kenapa?".
"Aku tidak tahu pasti tapi sangat sulit bagi ku untuk berdiri disana tanpa dukungan".
"Nyokap lo?". Tanya Zafran.
Mika tak merespon dia hanya memalingkan mukanya.
"Sudahlah lupakan saja". Ucap Mika.
"Lo harus bisa melawan semua penghalang yang ada di hadapan lo".
"Hemm biarlah waktu yang menjawab semuanya". Balas Mika.
Mika melihat Kearah jendela tampak hujan yang masih turun dengan derasnya.
"Kayanya hujan nya semakin deras deh". Ucap Mika ke pada Zafran.
"Lo mau gue nempuh hujan yang deras ini?". Tanya Zafran.
"Bukan gitu". Mika langsung menyangkal pertanyaan dari Zafran.
"Aku gak suka hujan".
"Gue suka hujan". Balas Zafran.
"Hujan membawa ketenangan pada diri gue". Timpal Zafran kembali.
__ADS_1
"Disaat gue menghadapi masalah hanya hujan yang bisa mengerti gue".
"Air yang jatuh menggambarkan suasana hati gue". Ucap Zafran.
"Hujan hanya menjadi sebuah kaset bagi ku". Zafran mengalihkan pandangannya kepada Mika.
"Setiap turun ia akan memutar kembali sebuah kenangan yang lama tersimpan". Ucap Mika.
Mika meninggalkan Zafran yang masih diam memperhatikan hujan, Mika memasuki ruangan dimana piano tersebut di letakkan.
Namun ia urungkan, hari sedang hujan ia tak ingin terasa sedih saat memainkan piano tersebut ini akan mengingatkan dirinya kepada kejadian yang lalu.
Mika mengambil buku dari dalam tas nya, ia ingin melanjutkan menulis setiap lirik lagu.
Zafran yang melihat Mika langsung menghampirinya, ia penasaran apa yang sedang di lakukan Mika.
"Lo Hobi nulis lirik lagu". Tanya Zafran.
"Aku gak hobi, hanya menyalurkan perasaan". Balas Mika.
"Ini kedua kalinya gue bertanya !Kenapa lo gak ikut Festival tersebut".Tanya Zafran.
"Dengan jawaban yang sama". Balas Mika.
"Nyokap lo?". Zafran mencoba memastikan kembali bahwa ibu Mika la yang tak memberikan dukungan itu.
"Dia bakal menentang semua kegiatan ku yang berkaitan dengan musik".
"Sulit untuk melewati rintangan tersebut". Balas Mika.
"Sebenarnya itu bukan sulit, hanya saja lo yang gak pandai mengungkapkan perasaan lo". Balas Zafran.
"Gue gak tahu apa yang jadi alasan nyokap lo gak bolehin lo untuk menampilkan bakat lo".
"Namun apapun alasannya itu adalah masa lalu, Sekarang yang paling di butuhkan lo harus bisa mengungkapkan isi hati dan keinginan lo". Jelas Zafran.
"Sudah sering aku lakukan hanya saja aku takut, apabila aku melakukannya akan melukai ibu ku". Balas Mika.
"Jika lo tetap memendamnya maka lo dan nyokap lo akan sama sama dalam masa yang sulit".
"Gue berbicara seperti ini kerena gue pernah ada di posisi lo".
"Cobalah untuk lebih terbuka". Balas Zafran.
Zafran meninggalkan Mika yang masih terdiam, hujan sudah mulai reda Zafran memutuskan untuk kembali kerumahnya.
"Lo harus bisa membuka diri lo, jangan mencoba memendam semuanya sendiri".
"Jika lo ingin mewujudkan impian lo, gue akan bantu". Ucap Zafran.
Zafran meninggalkan rumah Mika.
Mika mencerna semua kalimat yang di ucapkan Zafran, mungkin benar yang di katakan Zafran Mika terlalu menutup diri sehingga ia sulit untuk mengekspresikan dirinya.
Ia terlalu memikirkan perasaan ibunya tidak dengan perasaannya, tetapi ia tak bisa melukai hati Ibunya. Ibunya sudah cukup menanggung beban selama ini dan ia tak ingin menambah beban dan luka di hati ibunya.
"Apa aku harus jujur sekarang?".
__ADS_1