Melliflous

Melliflous
Feelings


__ADS_3


Park Jimin,...


Dimataku, dia hanyalah salah satu bagian dari kaum Aristokrat kebanyakan. Sebagai Agregat sejati,mutlak baginya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Itulah hukum fundamental nya,dimana penolakan adalah hal yang tidak ada pada kamus hidup para bangsawan kasta tinggi seperti dirinya. Berbeda hal nya denganku,karna sesuatu semacam itu adalah hal yang justru berbanding terbalik di dalam rotasi kehidupan seorang Rosseanne Kim.


Karna,hal sejenis penolakan adalah makanan sehari hari yang musti ditelan jika ingin terus bertahan hidup. Aku memang ahlinya bertahan hidup, aku juga memang pejuang kehidupan yang tak kenal apa itu takut. Hanya saja, kali ini...


Tidak...


Ya tentu saja aku harus berkata TIDAK!! Karna kali ini aku memang sudah benar benar kalah dan juga takut


"Kau yakin tidak ingin ditemani Ann???" Samar samar aku mendengar suara itu beberapa saat setelah aku keluar dari mobil SUV hitam milik Taehyung


"Tidak" ucapku lesu lalu berlalu begitu saja dari sana.


Aku lelah,dan sungguh ingin kabur saja rasanya . Ya,aku memutuskan untuk menginap sehari di sini,untuk melarikan diri dari realita. Menjernihkan kepalaku yang sudah berantakan disana sini. Kembali ke panti adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan saat ini. Karna,rumah adalah tempat terbaik yang akan menerimamu kembali.



"Aku baik baik saja Bu,aku hanya rindu rumahku"...


Tentu saja ini tidak sepenuhnya bohong,karna selain dalam rangka melarikan diri aku juga memang sangat merindukan tempat ini. Hanya saja Ibu Hemma tentunya bukan seseorang yang layak untuk menerima kebohongan semacam ini dariku.


"Tentu...aku melakukannya dengan baik. Semuanya baik baik saja Bu,"


Ada banyak hal yang tidak mungkin bisa ku bagikan saat aku menjadi dewasa pada Ibu Hemma. Aku sadar,bahwa hanya hal hal baik yang bisa aku ceritakan padanya. Tidak dengan hal hal buruk yang terjadi. Aku hanya tidak ingin merepotkan dan membuat Ibu khawatir. Karna dibandingkan denganku,adik adik ku disini jelas lebih butuh banyak perhatian.


Untuk sejenak,aku hanya duduk termenung di sebuah kursi di samping bangunan utama yang tak lain adalah sebuah gereja.


Tenang sekali, dan juga nyaman


Perasaan yang agaknya sudah lama tidak ku rasakan ini mau tak mau merambati diriku hingga terpejam dengan kepala yang bersandar di dinding Gereja. Merasakan semilir angin yang lamat berhembus menghasilkan sejuk dan juga gemerisik dedaunan juga ranting pohon yang terdengar samar. Inilah hal yang saat ini paling aku butuhkan,karna...


Untuk sesaat aku benar benar kehilangan keseimbangan,kehilangan arah hingga rasanya bagaikan tenggelam di bawah air hingga kehilangan kemampuan untuk bernafas. Gadis yang terlihat tangguh ini,nyatanya juga punya sisi memuakkan semacam ini


Aku sangat suka Alienasi semacam ini karena aku hanya akan memikirkan tentang diriku sendiri atau malah berakhir dengan tidak memikirkan apa pun. Tapi kali ini,sedikit berbeda karena aku malah memikirkan tentang seseorang yang membuatku kacau hingga seperti sekarang.


Yah...tentu saja,


Park Jimin dialah orangnya.

__ADS_1


Actually,what do you see in me Mr Park???


Pertanyaan itu terus saja berputar putar di dalam kepalaku. Bagaimana bisa itu aku???


I mean... Aku ini, jelas bukan wanita yang memenuhi standarnya bukan?? So why??? Kenapa dia harus sampai berusaha sebegitunya hanya untukku??


Jatuh cinta??? Cinta??? Hal semacam itu??


Tentu saja bukan. Seperti yang dia katakan bahwa dia hanya tertarik padaku. Dan dia membutuhkan sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan semua perasaan tertariknya itu. Bagaimanapun perasaan tertarik juga penasaran itu jelas 2 hal yang berbeda dengan cinta tentu saja,walaupun untuk ku semuanya pada akhirnya akan bermuara pada titik yang sama,yaitu perasaan manusia.


Dan sialnya,fakta bahwa aku ini adalah tipe manusia yang tidak pernah bermain main dengan sesuatu semacam perasaan adalah hal yang sangat kontradiktif dengan apa yang ingin dilakukan Tuan Muda Park. Dan inilah titik dimana aku benar benar dibuat marah pada hampir semuanya, Why???


Sederhana saja,karna...


Normally, jika terjadi sesuatu yang berlawanan dengan prinsip dan juga keyakinan yang ada di dalam diriku, maka otomatis aku akan memberontak hingga titik darah penghabisan. Tapi tidak kali ini, karna mau tak mau aku harus berjalan didalam arus yang dia ciptakan tanpa ada perlawanan.


Karna seperti Tuhan,kali ini dia menggenggam setengah nyawaku di tangannya.




Karna bagaimanapun sesuatu semacam Cinta adalah hal yang sangatlah asing untuk seorang pria bernama Park Jimin. Aku yakin aku belum pernah mengalaminya,maka sekarang perasaan tidak menentu juga perasaan serba aneh yang menggerogoti ku akhir akhir ini lah yang ingin aku kenali keberadaanya. Lagi pula,bagaimana ini bisa dikatakan sebagai cinta sementara apa yang aku lakukan padanya justru bukanlah perbuatan yang tidak seharusnya seorang laki laki akan lakuakan pada gadis yang mereka cintai??? Hanya pria brengsek yang akan melakukan hal semacam itu atas nama ego,


Tentu saja,


Aku akan mencoba jujur kali ini,bahwa awalnya aku memang sangat tertarik juga penasaran pada eksistensi gadis itu. Karna bagaimanapun juga ini adalah penolakan pertama yang pernah aku alami sepanjang sejarah kehidupanku. Eksistensi nya yang bukanlah standar yang selama ini aku terapkan untuk seorang wanita agar bisa singgah dalam hidupku adalah hal menarik yang terjadi selanjutnya. Dan bagiku,dialah inversion case pertama yang pernah ada.


Maka untuk membuatnya terlihat semakin jelas,maka aku sudah berdiri disini. Disebuah kompleks gereja dengan beberapa bangunan yang mengitarinya. Tempat ini terasa begitu sejuk dengan banyak pohon rindangnya,juga terasa damai karna begitu sunyi hingga terkadang hanya suara angin yang lewat juga suara daun juga ranting yang diterap yang bisa menyapa runggu. Jadi seperti inikah tempatmu bersembunyi Anne Sayang???


Aku mengakhiri sesi memperhatikan keadaan juga menikmati suasana yang tercipta ini dalam beberapa detik kemudian untuk segera masuk ke dalam. Bagaimanapun aku harus menemukannya,untuk menghukumnya tentu saja. Bagaimana bisa dia kabur dariku sementara ada banyak hal yang harus diperjelas juga diperbaiki diantara kami?Ataukah hanya aku saja yang harusnya diperbaiki disini??


I think I'm dying...


Ya,saat aku tidak menemukan gadis itu dimana pun,itulah yang benar benar aku rasakan. And it's getting worse... And worse. Aku tau,hanya dengan menemukannya maka perasaan buruk ini akan segera berakhir,dan perasaan super buruk inilah alasanku berdiri disini,tentu saja...juga jangan lupakan sedikit bantuan dari Kim Taehyung.


Aku berjalan menyusuri sebuah jalan setapak dimana di kanan kirinya terdapat tanaman yang berjejer rapi,hingga kakiku berhenti didepan pintu gereja yang terbuka lebar. Didalamnya terlihat segelintir orang yang tengah khusyuk dalam doanya masing masing. Dan dalam pikiranku hanya terlintas 1 hal, benarkah ekistensi semacam Tuhan itu nyata adanya???


" Ingin berdoa nak,?" Suara itu terdengar begitu lembut,membuatku menatap kearah sumber suara yang sekarang tengah berdiri dengan senyum tulus jaga hangat di wajahnya


" Ah... Saya kemari bukan untuk berdoa suster,hanya sedang mencari seseorang untuk dijeput,karna dia pergi begitu saja dengan meninggalkan begitu banyak pasien yang harus segera di tangani"

__ADS_1


"Ah... Begitu rupanya,kalau boleh ibu tau,siapa yang kau cari nak, mungkin ibu bisa membantu"


"Emmm...maaf karena sudah merepotkan suster dan juga terimakasih untuk bantuannya,tapi saya datang untuk mencari Anne,Rosseanne Kim" ucapku kemudian yang disambut dengan mulut membulat suster dihadapanku untuk kemudian disusul sebuah pertanyaan telak selanjutnya


"Kalau boleh ibu tau,siapa namamu nak?? Dan apa hubunganmu dengan Anne?"


"Ah,itu... Saya Park Jimin,kekasih Anne"



Fragmen di depan sana terlihat begitu indah hingga membuat jantungku berdebar juga membuat bibirku tersenyum seketika. Beberapa saat lalu Suster Hemma mengantarku ke sebuah taman di belakang sebuah asrama tepat di samping kiri gereja. Suster Hemma bilang,Anne sedang disana bermain dengan anak anak. Aku menolak bantuan Suster Hemma untuk memanggilkan Anne yang tengah sibuk bernyanyi dengan sebuah gitar di tangannya,dikelilingi kerumunan anak anak kecil yang ikut bernyanyi menggerumuninya. Pemandangan indah ini tak akan ku sia siakan begitu saja bukan,karna melihat betapa gadis itu bahagia dengan senyum yang tak henti hentinya merekah di wajahnya jelas membuatku menjadi terbawa suasana. Andai dia juga tersenyum seindah itu untuk ku,mungkin aku akan dengan senang hati menukarkan gedung 63 lantai milikku hanya untuk senyum nya itu.


That's why,


Kim Seok Jin memanggilku gila!


Akan selalu ada alasan untuk segalanya,dan aku sedang mencari alasan yang tepat kenapa harus gadis ini dan why why why lainnya. Aku harus tau jawabnya dan untuk alasan itu maka gadis itu harus tetap ada di sisiku untuk memastikannya. Aku tau jalan yang ku tempuh bukanlah jalan lurus juga bebas hambatan,karna jalan yang ku tempuh adalah jalannan berliku terjal yang bahkan mungkin akan ada banyak lubang juga tikungan tajam. Namun entah mengapa, aku hanya meyakiniku 1 hal bahwa selama aku melalui ini dengannya maka aku anggap semuanya bukanlah hal yang buruk. Bagaimanapun inilah kegilaan lainnya yang tiba tiba muncul dalam sirkuit kepala seorang Park Jimin. Dan untuk ini Kim Seok Jin memanggil ku dengan sebutan,


Budak Cinta


Dan aku mana peduli dengan hal semacam itu.


Let's see this girl, wahhh...kenapa dia bisa terlihat luar biasa cantik hanya dengan tersenyum seperti itu???


"Mau dengar lagu favorite Kak Anne anak anak??!!" Serunya yang disambut riuh anak anak di sekelilingnya


"Baiklah... Kakak akan bernyanyi untuk kalian"


Dan petikan dawai gitar juga suara yang begitu merdu itulah yang menjadi satu satunya hal yang kemudian menyedot seluruh atensiku,


Bukankah itu sangat indah???


Aku tak henti hentinya tersenyum juga terpana pada gadis itu walaupun kini dia sudah tak lagi bernyanyi. Kenapa ada hal sederhana yang seindah ini??? Bahkan hanya rambutnya yang tertiup hembusan angin terlihat begitu memikat di netra. Aku tau,ini bukan lagi hal yang bisa kusebut dengan sebuah kegilaan atau rasa tertarik atau hal semacam itu. Bukankah terlalu naif jika ini hanya karena sebuah rasa penasaran dan juga tertarik??? Degub didada ini nyata dan sedikit membuatku takut awalnya. Tapi senyum itu,suara itu,wajah itu, dan juga kehangatan yang tiba tiba menjalar di seluruh tubuhku seakan memaksaku untuk menyimpulkan sebuah konklusi.


Ya,aku tidak lagi tertarik..melainkan, aku sudah jatuh hati.... pada,


"Anne..." Suara itu terdengar begitu perlahan,saat aku mulai menyadari sesosok pria yang kini sudah berdiri dihadapan Anne yang kini juga ikut berdiri. Bibir tipis itu terlihat bergerak mengucapakan sesuatu tanpa ada suara yang keluar sedikitpun dari sana. Namun,beberapa saat kemudian saat aku mulai menyadari bahwa binar mata itu benar benar sudah berubah,dan rona merah juga senyum yang perlahan merekah itu nampak terlihat dengan begitu jelasnya,maka disanalah aku mulai bertanya...


Disebut apa perasaan semacam ini selanjutnya???


__ADS_1


__ADS_2