Melliflous

Melliflous
Sebuah perasaan


__ADS_3

Dari jauh Zafran seperti melihat sosok orang yang ia kenal. Ia memfokuskan pandangangannya untuk memperjelas siapa orang itu.


setelah memastikan cukup jelas ternyata orang itu adalah Mika, Zafran ingin menyapa Mika.


Zafran bangkit dari kursinya dan ingin menghampiri Mika. Saat Zafran ingin melangkah tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sontak orang yang dari tadi di perhatikan Zafran pergi untuk berteduh dan hilang dari pandangannya.


Zafran segera kembali kedalam mobilnya untuk menghindari hujan, Ia juga mencari-cari dari balik kaca mobilnya kemana Mika pergi, Namun ia tak menemukannya.


Zafran pun melajukan mobilnya dan kembali kerumahnya.


Mika yang sedang asik duduk di kursi bawah taman, langsung bergegas pergi berteduh saat air hujan mulai turun dengan derasnya. Ia berteduh dihalte yang berada di dekat taman tersebut.


"Aish.... jadi basah bukunya". Oceh Mika sambil mengelap bagian bukunya yang basah.


"Kenapa sih pakek hujan segala". Batin Mika.


Ia bingung harus pulang menggunakan apa, sudah pukul setengah 10 malam, sedang hujan pula ia menunggu taksi namun tidak ada satupun taksi yang lewat.


Saat sedang memejamkan matanya tiba-tiba Mika mendengar suara mobil yang berhenti tepat di depannya.


Ia pun bingung siapa orang di balik mobil tersebut.


Orang tersebut pun keluar dari balik mobil dan menghampiri Mika yang tampak kebingungan.


"Hai Mika". Sapa Candra.


"Eh Kak Candra". Balas Mika.


"Lagi apa Mik, kok sendirian disini". Tanya Candra kepada Mika.


"Lagi neduh kak, Ini juga mau pulang lagi nunggu Taksi". Balas Mika. sebenarnya jarak taman dan Rumah Mika tidak terlalu jauh, ia sering berjalan kaki ketaman ini untuk menenangkan diri.


"hujan kaya gini taksi sulit lewat, yaudah ayok kakak antar aja pulang". Tawar Candra.


Mika sangat tidak enak dengan tawaran Candra ia juga tidak pernah di antar laki-laki pulang kerumahnya. Candra melihat Mika tampak kebingungan langsung menarik Mika masuk kedalam mobilnya.


"Udah gak papa. Udah malam gak baik cewek malam malam di luar". Mika juga membenarkan ucapan Candra. Ia pun menuruti kemauan Candra yang ingin mengantarkan dirinya pulang.


Dari balik mobilnya Zafran melihat interaksi antara Mika dan seniornya itu.


"la ngapa gue perhatiin Mika dan Kak Candra". Zafran segera melajukan mobilnya kembali kerumahnya.


**


Akhirnya mobil yang di kendarai Mika dan Candra sampai di rumah Mika. Mika segera turun dari mobil tersebut dan mengucapkan terima kasih.


"Makasih ya kak udah anterin Mika". Ucap Mika.


"Iya sama-sama udah masuk sana, ganti baju. baju kamu basah itu kena hujan tadi". Perintah Candra yang di anggukan oleh Mika.


"Masuk dulu ya kak". ucap Mika.


Setelah melihat Mika menghilang dari balik pintu rumahnya, Candra memasuki mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah milik Mika.


Di sepanjang jalan Candra merenung tentang sosok Mika, apakah ia memang menyukai gadis itu atau tidak. Saat pertama kali melihatnya ia merasa bahwa ia kembali menemukan sosok yang hilang selama ini.


Ia merasa dan hadirnya sosok Mika di hatinya akan kembali membawa kenangan manis yang ia lewati dulu.


Namun Candra langsung menghilangkan pikiran tersebut dari dalam kepalanya, Mika dan orang yang selama ini ada di hatinya merupakan orang yang berbeda tidak mungkin Mika akan mengisi kekosongan hatinya selama ini.


***


Mika berjalan memasuki kawasan kampusnya, ini merupakan hari kedua ia aktif sabagai mahasiswa di kampus ini. Ia memasuki ruangan yang akan menjadi tempat ia belajar hari ini.


Tidak ada sosok Alanda dan Zilia, karena kedua temannya itu berbeda jurusan dengan dia.


Mika mengambil kursi bagian depan, ruangan tersebut masih tampak sunyi sehingga memudahkan Mika untuk mencari kursi.


Sambil menunggu dosen hadir, Mika kembali mengisi setiap lembar buku hariannya dengan lirik-lirik lagu, ia berharap suatu saat nanti lirik lagu yang ia buat dapat memukau semua orang.


satu persatu kursi mulai terisi, dan ruangan juga tampak riuh seiring bertambahnya orang dalam ruangan ini.


Semua orang dalam ruangan tersebut saling berinteraksi hanya ia yang tak berbicara sama sekali, sesekali Mika membalas sapaan dari orang-orang yang berada di ruangan tersebut.


Hingga sosok yang terasa Familiar di mata Mika memasuki ruangan tersebut sontak langsung mengalihkan pandangan semua wanita yang ada di dalam ruangan itu.


Pria tersebut berjalan di samping Mika, dan ia juga melirik Mika. Mika dapat mendengar suara dari orang-orang yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Itu Zafran kan".


"Ih Zafran masuk jurusan ini juga".


"gantengnya".


Mika yang mendengarkan pernyataan tersebut langsung melirik kearah sosok Zafran yang duduk di kursi belakang. Saat melirik Zafran tak sengaja mata Mika dan matanya bertemu. Mika segera membuang pandangan tersebut.


"Aduh diliatin balik". Batin Mika.


"Jadi dia itu namanya Zafran, kok jadi deg degan". Mika segera menetralisir napas dan hati nya yang tak karuan.


dan tak berapa lama dosen yang mengajar mereka masuk kedalam ruangan tersebut. Perkuliah berjalan dengan baik dan setelah 3 jam akhirnya perkuliahan selesai juga.


Mika segera membereskan bukunya yang berserakan, dan terdengar suara notice dari handphonenya.


Alanda :


"aku dan Zilia udah di kantin kamu langsung kekantin aja".


Mika :


"Oke Al".


Mika melangkah kan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Saat ingin keluar ruangan tak sengaja Mika berpas-pasan dengan Zafran.


Zafran yang merasa di perhatikan oleh Mika langsung menghampirinya.


"Kenapa?". Tanya Zafran.


Mika yang mendengar suara bariton milik Zafran salah tingkah.


"Ha gak ada kok". Mika buru-buru meninggalkan Zafran yang tampak kebingungan.


"Aneh". Batin Zafran.


Di kantin Mika mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Alanda dan Zilia. Dan akhirnya Mika menemukan kedua orang tersebut.


Mika heran melihat kedua temannya yang tak menyadari kedatangan dirinya. Kedua temannya itu sibuk dengan handphone, karena penasaran Mika pun mengintip apa yang sedang mereka lihat.


Di Handphone tersebut nampak foto Candra dengan seorang wanita.


Zilia dan Alanda kaget mendengar suara Mika yang tiba-tiba.


"Eh lo ngagetin aja". Ucap Zilia.


"Kalian kenapa ngeliatin foto kak Candra". Tanya Mika yang penasaran.


"Ini foto kak Candra sama mantannya, aku dapat foto ini dari teman aku". Ucap Zilia.


"Kenapa kalian kepoin kak Candra?". Mika bertanya kembali.


"Gak ada penasaran aja". Balas Alanda.


Mika mengacuhkan ucapan temannya itu, ia memasan makanan. Kebetulan perutnya udah lapar banget. sedangkan kedua temannya masih sibuk dengan foto orang yang bernama Candra tersebut.


Mika melihat 3 orang pria sepertinya itu teman-teman nya Zafran, Mika mengetahui mereka teman-temannya Zafran saat semalam hendak pulang Mika melihat Zafran berjalan dengan ketiga temannya itu.


Tapi Mika tidak melihat Zafran.


"Tumben Zafran gak main dengan mereka". Batin Mika.


"Aish... ngapain di pikiran". Mika segera menggelengkan kepalanya yang langsung mendapat perhatian dari Alanda dan Zilia.


"Kenapa Mik Lo pusing". Tanya Zilia.


"Gak kok". Mika melanjutkan makannya.


Setelah selesai dengan makannya, Mika bangkit dari kursinya ia ingin menuju perpustakaan karena ada beberapa materi yang kurang ia pahami.


"Mau kemana Mik? Ada kelas lagi?". Tanya Alanda.


"Mau ke perpus pinjam buku". Balas Mika.


"Yaudah deh, Mau kita temenin gak?". Tanya Zilia.


"Gak usah, Aku siap ini mau langsung balik! ibu aku minta temenin belanja nanti sore". Balas Mika.

__ADS_1


"Oke deh hati hati". Mika hanya menaikan ibu jarinya.


Ia segera menuju ke ruangan perpustakaan, karena Mika belum hapal lokasi kampus ia tersesat ke sebuah terowongan. Saat Mika ingin balik arah tak sengaja ia mendengar suara orang yang sedang Memainkan pianis.


karena penasaran Mika menghampiri ruangan yang ada di ujung terowongan tersebut.


Saat Mika sampai di depan ruangan tersebut, ia mengintip siapa yang memainkan Piano tersebut.


"Jangan-Jangan hantu". Batin Mika.


Mika melihat dari balik jendela, dan ternyata orang yang memainkan Piano tersebut adalah Zafran.


Mika kaget ternyata Zafran pandai memainkan Piano. Karena ingin melihat lebih jelas, Mika memasuki ruangan tersebut secara diam-diam agar tidak di ketahui oleh Zafran.


Mika sangat terpakau dengan kelincahan tangan Zafran menekan setiap tuts piano tersebut.


Akhirnya Zafran menyelesaikan permainannya, secara refleks Mika memberikan tepuk tangannya. Zafran yang mendengar tepukan tangan tersebut kaget ternyata ada orang yang sedang menontonnya.


"Lo sejak kapan disini". Tanya Zafran yang masih kaget melihat kehadiran Mika.


"10 menit yang lalu". Balas Mika.


"Lo ngintip gue ya". Tanya Zafran lagi.


"Gak kok, tadi aku kebetulan lewat dan gak sengaja dengar bunyi suara piano". Jelas Mika.


Zafran terus memperhatikan Mika, sehingga orang yang di perhatikan merasa salah tingkah.


"Eh aku balik dulu ya". Ucap Mika dan berbelik meninggalkan Zafran.


Namun saat Mika berbalik Zafran menarik tangan Mika, dan membuat Mika menabrak tubuh Zafran. Jantung Mika tak karuan saat berada di posisi seperti ini.


"Lo pandai juga main Piano". Tanya Zafran yang masih tetap di posisi tersebut.


Mika langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Zafran. Ia tak menjawab pertanyaan dari Zafran dan langsung ngacir meninggalkan dirinya.


Di sepanjang jalan tak henti-hentinya Mika menarik napas, baru kali ini wajah nya sangat dekat dengan wajah seorang pria.


"Aduh Mik, sadar dong". Mika menepuk-nepuk pipinya yang terasa panas.


Akhirnya Mika sampai di perpustakaan, ia segera mencari buku yang ia butuhkan. Di dalam perpustakaan pun jantung Mika masih tidak karuan. Ia tidak konsen memilih buku.


Karena ketidak hati-hatian Mika hampir saja buku yang berada di rak atas hampir mengenai dirinya. Untung ada seseorang yang dengan sigap menangkap buku tersebut.


"Mika gak papakan?". Tanya Candra.


"Gak kok kak. Makasih". Balas Mika.


"Kenapa Mik? Kakak lihat kamu sedikit gelisah! Apa ada masalah?". Tanya Candra kepada Mika.


"Gak kok kak, Gak papa". Balas Mika.


"Kak balik dulu ya". Pamit Mika dan langsung meninggalkan Candra yang masih diam.


Mika pun pergi meninggalkan ruangan perpustakaan tersebut. ia harus segera kembali kerumahnya.


Jantung Mika yang tak karuan membuat ia, kehilangan fokus dan saat menyebrang hampir saja mika tetabrak sepeda motor untung seseorang menarik dirinya.


"Gak papakan".


"Zafran". Mika kaget orang yang menyelamatkannya ternyata Zafran.


"Iya aku gak Papa". Balas Mika.


"Mau balik?". Tanya Zafran.


"Iya". Balas Mika.


"ouh yaudah deh hati-hati". Balas Zafran lalu meninggalkan Mika.


"Ya... di pikir mau di anterin". Batin Mika yang langsung menstopkan taksi yang lewat.


Zafran kembali kerumahnya, Ia tadi ingin menawarkan untuk mengantarkan Mika pulang. Sama dengan Mika ia juga memiliki perasaan yang tak karuan sehingga ia menjadi bingung apa yang ingin ia katakan dengan Mika.


Saat tiba di depan rumah Zafran kaget melihat Mobil yang ia kenali terparkir di rumah tersebut.


Zafran menduga-duga siapa orang yang berkunjung kerumahnya siang ini.

__ADS_1


Dan Zafran begitu kaget saat melihat orang yang sedang duduk di kursi tamu rumahnya.


"Kamu??????"........


__ADS_2